
Freya menangis saat dirinya di bawa masuk oleh Vincent ke sebuah kapal. Dia menoleh ke belakang mencari keberadaan putrinya yang entah bersama siapa sekarang.
“Vin, Ara akan menangis saat dia bangun tak mendapati seseorang.” Hiba Freya pada Vincent yang terus menarik tangannya masuk ke dalam sebuah kamar.
Vincent menoleh ke arah Freya dan menundukkan wajahnya. Tangannya mencengkram erat bahu Freya.
Brukk..
Vincent mendorong Freya ke arah tiang saat Freya menjauhkan wajahnya saat dia akan menciumnya. Sementara Freya memejamkan matanya saat punggungnya membentur pinggiran tiang kayu. Tak lama Freya mengedarkan pandangannya dan menyadari dirinya ada di mana. Freya menggelengkan kepalanya melihat ke arah Vincent dan menatap Vincent penuh permohonan.
“Jadilah seperti dulu Freya, kenapa kau berubah padaku. Kau tau aku masih sangat mencintaimu. Aku akan menjadikanmu wanita yang paling beruntung di dunia ini.” Bisik Vincent di telinga Freya. Tangannya kirinya mencekal tangan Freya sementara tangan yang satunya lagi bergerilya masuk ke dalam blus Freya.
“Vin hentikan ini, aku istri Luis.”tangis Freya saat tangan Vincent masuk ke dalam blus miliknya dan merambat naik ke atas.
Vincent terkekeh merasakan tubuh Freya yang menegang. Dia terus menggoda tubuh Freya dengan mengusap perut datar Freya dengan tangannya.
“Aku ingin memilikimu Freya.” Ucap Vincent meraih salah satu gunung kembar Freya yang masih tertutup oleh penutupnya.
Sementara Freya berontak dan mendorong Vincent yang menempel di tubuhnya. Apalagi saat tangan Vincent berani menggapai salah satu gunung kembarnya, jelas saja Freya emosi. Sebelumnya Vincent tak pernah berbuat kurang ajar padanya.
Vin.. “ seru Freya dengan nafas memburu menahan emosi yang memuncak. Tatapan matanya menatap ke arah Vincent.
Sementara Vincent terhuyung ke belakang mendapatkan dorongan dari Freya. Jelas saja, karna kakinya cacat tak seperti dulu lagi. Itu sebabnya dia terhuyung kebelakang saat Freya mendorongnya.
Vincent menatap ke arah Freya, giginya gemerutuk menahan emosi yang memuncak melihat Freya kembali menolaknya lagi.
Sett..
“Berani menolakku ku Freya, kau akan tau akibatnya Freya.” Desis Vincent mencengkram dagu Freya dengan tangannya.
“Apa maksudmu Vincent.” Seru Freya dengan wajah ketakutan mengingat Ara yang di bawa entah kemana oleh seorang pria.
Vincent tertawa mendengar pertanyaan Freya. Dia mendekatkan wajahnya di telinga Freya dan berbisik.
“Jadilah milikku dan pergi bersamaku. Ara akan baik baik saja.” jawab Vincent tersenyum penuh misteri ke arah Freya.
Freya menggelengkan kepalanya tak percaya. Wajahn6 pucat pasi membayangkan Ara yang menangis.
“Vin jangan seperti itu, Ara tidak bersalah.” Hiba freya menatap ke arah Vincent. Vincent tak boleh melakukan ini pada putrinya.
“Maka jadilah milikku.” Sahut Vincent mendorong perlahan Freya menuju ranjang kecil di belakangnya.
__ADS_1
“Vin..” seru Freya bergetar ketakutan, melihat tatapan mata Vincent yang menatapnya sayu dan penuh minat.
Bruk..
Akkrr..
Freya menjerit saat tubuhnya jatuh di atas kasur, kemudian Vincent langsung menindih tubuhnya.
“Sudah kukatakan Freya, jadilah milikku. Aku ingin memilikimu seutuhnya. Ara akan memanggilku daddy seperti sebelumnya Freya.” Bisik Vincent di depan wajah Freya. Tangannya mengusap pipi mulus Freya dengan tangan besarnya.
Cup..
Freya memejamkan matanya saat Vincent mendaratkan bibirnya di pipinya. Dia ingin berteriak memanggil Sky agar datang dan menolongnya. Tapi sayangnya Sky tak ada di sini untuk menolongnya.
Vincent mengecup pipi Freya sekilas, kemudian bibirnya merambat ke tulang rahang Freya dan mengendus nya.
“Kau sangat wangi Freya. Aku merindukan aroma tubuhmu girl.” Desah Vincent merasakan pusa6 inti tubuhnya berdenyut.
Jantung Freya berdetak lebih kencang saat merasakan bibir dan tangan Vincent mulai menyingkap rok miliknya dan merambat kepahanya.
“Vin...” Ucap Freya dengan bibir bergetar ketakutan.
Brak..
Bug..
Brakk..
Rahang Sky mengeras melihat Vincent menindih tubuh Freya. Apalagi melihat rok Freya yang tersingkap, menampilkan kain segitiga milik Freya. Wajah Sky semakin merah, dadanya naik turun menahan emosi yang memuncak.
Click..
“Brengsek kau Luis.”
Dor..
Bug..
Brakk..
“Brengsek,” Umpat Vincent merasakan tubuhnya yang menghantam sebuah kursi dari kursi rotan. Sky tersenyum miring melihat Vincent yang meringis kesakitan.
__ADS_1
Sementara Freya mendengar nama suaminya di sebut membuka matanya perlahan. Bibirnya bergetar melihat punggung lebar di depannya ternyata adalah suaminya. Sky datang kemari menolongnya. Freya beringsut mundur kebelakang dan duduk di pojok ranjang.
Buk..
Akkk
Vincent berteriak saat kakinya yang cacat di injak oleh Sky. Sementara Sky tak perduli dengan teriakan Vincent. Dia mengayunkan kepalan tangannya ke arah wajah Vincent.
Dan Vincent Kembali berteriak keras merasakan sakit yang luar biasa di wajahnya. Dia tak ingin mati sia sia di tangan Sky. Vincent mendorong tubuh Sky dengan sisa tenaga yang dia punya.
“Jangan macam macam denganku Luis. Freya milikku dan akan tetap menjadi milikku Luis.” Teriak Vincent pada Sky. Padahal tubuhnya sudah tak berdaya karna Sky memukulnya .
Sky mengepalkan tangannya emosi mendengar penuturan Vincent. Tapi tak lama Sky menipiskan bibirnya ke atas.
“Bermimpilah mendapatkan Freya.” Sahut Sky kembali melesat ke arah Vincent dan mengayunkan kakinya menendang Vincent lagi.
Bug..
Akkh..
Click..
“Ausky Luis Romanov, kau ingin putrimu bukan.”
Tubuh Sky mematung mendengar suara dari belakang. Sky baru mengingatnya, jika Freya bersama Ara sebelumnya.
Cih..
Vincent berdecih membuang ludahnya yang terasa asin. Dia mengusap mulut dan hidungnya yang berdarah. Vincent meringis merasakan sakit luar biasa. Dia bernafas lega saat Devano datang menolongnya.
Sky tersenyum miring, dia yakin mereka sudah menemukan putrinya saat ini. Tatapan matanya masih menatap Vincent yang meringis di depannya. Tak lama Sky terkekeh, membayangkan kebodohan Devano dan Vincent.
“Tuan Devano, apa tak ada sekutu yang lainnya lagi, kenapa harus dengan pria cacat sepertinya.” Ejek Sky menatap Vincent yang mencoba berdiri dari lantai.
Devano tersenyum miring mendengar penuturan Sky.
“Aku tau kau sudah tau sekutu ku yang sebenarnya Luis. Tapi sayangnya kau sudah berhasil membunuhnya lebih dulu Luis. Kau sungguh licik Luis, setelah membunuh Edwin kau mengadopsi putranya Luis.” Sahut Devano menarik sudut bibirnya ke atas.
Sementara Sky masih diam mendengar penuturan Devano.
“Apa kau menginginkan perusahaan itu Luis. Itu sebabnya kau mengadopsi putranya.” Lanjut Devano tergelak lucu mengingat Sky yang bodoh.
__ADS_1
“Apa perdulimu Devano, aku tau kau juga menginginkan perusahaan Roberto bukan.” Imbuh Sky berbalik dan tak lama tubuh Sky mematung melihat Elard berdiri di depan pintu.
“Lion.”