Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 76# Kecewanya Sky


__ADS_3

“Aku lelah..”


Prang...


Sky emosi mendengar kata lelah dari bibir Freya. Di membanting vas kecil diatas meja hingga menghantam tembok. Sky tau jika itu hanya alasan Freya. Freya ingin menghindarinya.


Freya berjengit kaget mendengar suara pecahan. Dia melirik ke arah tembok dan terlihat benda keramik hancur berkeping-keping.


Sky bangkit dari duduknya berjalan mendekati Freya dan membuang jas yang menempel di tubuhnya. Dia juga membuka kancing kemejanya satu persatu lalu membuangnya juga seperti jas yang sudah teronggok di lantai dingin. Tatapan tajam matanya seperti singa jantan yang siap memangsa buruannya. Sama sekali tak melepaskan pandangannya dari Freya.


Freya melirik Sky yang sudah bertelanjang dada. Freya menatap dada bidang Sky yang di tumbuhi bulu bulu halus. Perut kotak kotak dan liat yang selalu menindihnya.


Seketika tubuh Freya meremang dan menegang membayangkan bagaimana tubuh berotot itu ada di atas tubuhnya.


Freya menggelengkan kepalanya yang bodoh. Bukankah di sudah sering mendapatkan itu dari Sky. Lalu kenapa sekarang hanya dengan melihatnya saja Freya seperti menginginkannya. Apa dia sudah benar-benar menjadi wanita murahan yang haus belaian saat melihat tubuh berotot di depannya.


Brukk...


Sky membuang selimut tebal yang menutupi tubuh Freya. Sky paling benci melihat Freya menutup tubuhnya dengan selimut. Apalagi di tambah lagi dengan pakaian panjangnya. Sky yakin besok akan mengubur semua pakaian panjang Freya.


“Kenapa kau membuangnya.” Protes Freya, yang sebenarnya tau apa keinginan Sky saat ini. Tapi Freya masih emosi dan kecewa pada Sky. Masih belum sadar jika dia memang hanya wanita pemuas nafsu. Freya benar benar menolaknya. Tapi memang itulah dirinya dan nasibnya. Seharusnya di tau itu.


Sky mendekati Freya dan bibirnya tersenyum miring saat melihat tatapan mata Freya padanya. Dengan satu kali sentakan tangan besarnya menyeret kaki Freya mendekatinya.


Arghh..


Pekik Freya saat tubuhnya diseret oleh Sky. Bukan hanya itu tangannya yang kecil di kunci oleh tangan besar Sky ke atas kepalanya.


Freya melotot melihat senyum Sky padanya. Giginya gemeretuk menahan emosi pada pria yang menindihnya.


Tangan Sky terangkat dan membelai wajah putih dan mulus milik Freya dengan punggung tangannya.


“Ada apa sayang, apa kau marah padaku hemm. Apa yang kau inginkan Freya. Apa kau ingin aku melepasmu. Apa kau ingin aku membebaskan mu. Jangan membuatku marah Freya. Aku tak akan pernah membiarkanmu bebas dan lepas dariku.” Tukas Sky membelai pipi Freya dengan punggung tangannya.


“Kenapa kau harus mengurung ku.” Tanya Freya menatap mata tajam Sky yang sangat dekat dengannya.


“Karna kau istriku.” Jawab Sky melepaskan tangan Freya dan berbalik. Entah kenapa Sky merasa jika Freya tak pernah menganggap dirinya selama ini.


Sky berjalan masuk ke dalam kamar mandi. Membiarkan Freya malam ini. Sky pikir malam ini mereka akan bercinta. Tapi sepertinya, Freya sama sekali tak ingin dia menyentuhnya. Terlihat dari tatapan mata Freya yang menatapnya benci padanya.

__ADS_1


“Brengsek... “


Freya meremas bantal di sampingnya. Kenapa dia harus kecewa saat ini. Bukankah dia sudah tau. Freya berjalan menuju kamar mandi, dia tau jika Sky marah padanya. Kecewa saat menemukan foto wanita lain dan sebuah cincin di lemari suaminya tentu membuat Freya kecewa dan cemburu. Hanya sebuah foto, bagaimana dengan sosok nya.


Tapi lagi lagi Freya sadar jika dia ada di sini karna apa. Wanita pemuas nafsu, seharusnya Freya tak cemburu melihat foto dan cincin berlian itu. Bukankah dia juga baru saja menyematkan cincin di jarinya.


Freya membuka pintu kamar mandi dan terlihat suaminya berdiri membelakanginya. Freya melepaskan baju panjangnya, berjalan perlahan dan memeluk tubuh tinggi Sky dari belakang.


Sky berjengit saat merasakan tubuh polos seseorang menempel di tubuhnya. Sky menoleh dan mendapati Freya.


“Kenapa tak mengajakku.”


Sky masih diam mendengar pertanyaan Freya padanya. Tangannya memutar kran air dingin menggantikan dengan air yang hangat. Freya tersenyum saat Sky menggantinya dengan air hangat.


Tak lama tangannya bergerak naik turun mengelus perut berotot Sky. Sementara sang empu memejamkan matanya saat merasakan tangan Freya mengelus perutnya. Gairah yang sebelumnya Sky coba padamkan bangkit kembali. Hawa tubuhnya kian meningkat, dan nafasnya mulai memburu. Sky mengepalkan tangannya dan mengeratkan giginya. Matanya terpejam saat tangan mungil Freya turun kebawah.


Sett..


“Aku lupa jika malam ini ada pertemuan penting, mandilah aku akan pergi, jangan menungguku.” Tukas Sky menyingkirkan tangan Freya, lalu berbalik dan menyambar handuk dan melingkarkan ke pinggangnya kemudian keluar kamar mandi.


Freya menatap Sky yang sama sekali tak menoleh ke arahnya. Matanya berkaca kaca melihat Sky yang mengabaikannya dan menolaknya. Apa ini juga yang di rasakan Sky saat dia menolaknya tadi.


Padahal sebelumnya dia sudah tau dan dia yang menantangnya agar menikahinya. Tapi setelah menikah, entah kenapa Freya merasa rakus dan tak ingin menjadi wanita pemuas nafsunya. Padahal belum sebulan dan dia sudah mengeluh. Bagaimana jika seumur hidupnya seperti yang dia bilang tak akan melepaskannya.


Freya keluar dari kamar mandi dan tak mendaoati Sky di kamarnya. Freya mendesah lirih dan masuk ke dalam walk in closed mengambil gaun malamnya. Lingerie seksi berwarna merah jambu. Meski Sky tak ada dan mungkin saja mencari wanita lain, Freya akan membiasakan dirinya memakai pakaian seperti ini.


*


Sementara Sky yang keluar dari mansion mewahnya di ikuti oleh Calvin. Sky masuk ke dalam mobil dan Calvin mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi keluar dari mansion mewah Sky


“Hotel carikan aku wanita malam ini.”


Calvin melirik tuannya yang aneh. Bukankah mereka baik baik saja setelah kembali dari restauran.


“Aku tau apa yang kau pikirkan Calvin. Carikan aku malam ini, aku ingin dia ada di depanku saat kita sampai nanti.”


“Baik tuan.”


Calvin menekan tombol di ponselnya dan tak lama Calvin menyimpan ponselnya kembali. Tak sampai satu jam Sky turun dari mobilnya dan berjalan melangkah lebar. Calvin yang berada di belakangnya menyambar kartu access di tangan resepsionis. Dan mengikuti langkah tuannya.

__ADS_1


Ting..


Sky berjalan lagi dan mengambil kartu access di tangan Calvin. Sky menempelkan katu di tangannya dan membuka pintu kamar hotel. Begitu pintu terbuka dia sudah di sambut oleh wanita cantik bertubuh sintal memakai lingerie transparan di tubuhnya.


“Berikan ponselmu.”


Calvin melirik ke arah tuannya. Dia tak tau apa yang tuannya maksud kali ini. Tak lama Calvin menggelengkan kepalanya dan tetap berdiri mematung di samping pintu.


“Apa kau tuli Calvin, berikan ponselmu.” Sentak Sky menatap tajam Calvin di sampingnya.


“Iya tuan..”


Calvin yang kaget mendengar bentakan dari tuannya mengulurkan tangannya memberikan ponsel miliknya. Tak lama Sky masuk ke dalam dan menutup pintu kencang setelah mendapatkan ponsel Calvin


Brakk..


Wanita yang duduk di ranjang tersenyum lebar saat melihat Sky masuk kedalam. Dia berdiri dan berjalan mendekati Sky.


Sementara Sky menyalakan ponsel Calvin dan menelpon ponsel miliknya. Masih belum terangkat hingga tiga kali belum juga ada yang mengangkatnya. Sky menipiskan bibirnya, dia yakin jika tak lama lagi Freya pasti mengangkat telponnya. Sky memang sengaja meninggalkan ponselnya di kamarnya.


“Menjerit lah dan panggil namaku di setiap ******* mu nona.”


Wanita di depan Sky tersenyum dia mengalungkan tangannya pada Sky tapi Sky menjauhkan bibirnya dan dia meremas kedua buah kenyal yang menonjol di depannya.


Terang saja wanita itu merintih dan mendesah saat Sky menekannya. Bibirnya meracau dan bergetar mendapatkan serangan yang mendadak seperti ini. Biasanya saat dia bersama pria lainnya. Mereka akan bermain pelan terlebih dahulu, tidak seperti ini yang langsung bermain kasar.


Brukk..


Sky mendorong tubuh sintal itu ke atas ranjang. Bersama dengan ponsel Calvin yang tersambung di sampingnya.


“Oh tuan Luis aku menginginkan nya, sshhtt..” Racau wanita di bawah kungkungan Sky.


“Apa seperti ini nona,..kau akan mendapatkannya.” Tanya Sky di atas tubuh sangat wanita


“Ahhh... Ya seperti itu Luis.”


Desah dan jerit wanita diatas ranjang bersama dengan Sky terdengar jelas di telinga Freya hingga tanpa sadar Freya menjatuhkan ponsel Sky di tangannya.


Prakk..

__ADS_1


__ADS_2