Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 105# Freya milikku


__ADS_3

“Freya..” Geram Sky menatap Freya tajam.


Freya mendesah kasar, seharusnya bukan dia yang marah tapi dirinya lah yang seharusnya marah. Bukankah dia baru calon dan dia sudah menjadikan wanita lain istrinya.


“Ya tentu saja, dia calon daddy adik bayi. Apa Ara senang.?”


Ara mengangguk di kursi samping Sky sambil mengunyah makannya.


Sementara Sky wajahnya merah padam mendengar penuturan Freya yang di angguki putrinya.


“Tidak bisa sayang, daddy nya adik bayi adalah daddy, bukan orang lain.” Ucap Sky pada putrinya. Jangan sampai dia tersingkir oleh pria yang bernama Vin Vin itu. Apalagi putrinya mengatakan daddy dari adiknya. Itu artinya dia ingin Freya menikah lagi.


Tidak mana mungkin bisa begitu..!


Ara menghentikan giginya yang mengunyah mendengar penuturan Sky. Dia menatap Sky dengan mata berkedip. Tak lama dia menganggukan kepalanya menyetujui ucapan Sky. Dan Sky bernafas lega melihat anggukan kepalanya putrinya. Hampir saja dia tersaingi oleh pria lainnya.


“Apa adik bayi daddy akan cantik sepelti Ala.” Sky mengangguk mantap dan mencium pipi putrinya. Dan Ara hanya tertawa cekikikan saat janggut kasar Sky lagi lagi mengenai wajahnya. Sky bernafas lega melihat senyum putrinya. Setidaknya dia tak akan tersingkir.


Freya hanya menggelengkan kepalanya melihat kebodohan Sky.


“Bolehkah aku pergi menemui mommy.” Kata Freya tiba-tiba.


Di kurung di dalam mension sudah tiga hari benar benar bosan. Freya terbiasa kesana kemari melakukan aktivitasnya dan tak pernah berdiam diri.


Sky menyipitkan matanya mendengar permintaan Freya padanya.


“Kau yakin ingin menemui ibumu. Kurasa ada hal yang lainnya.” Selidik Sky melihat dandanan Freya pagi ini.


“Ya kau benar, ada tanggung jawab yang masih belum selesai. Aku datang kemari, karna ingin mengunjungi perusahaan bukan untuk bertemu denganmu tuan.” Sky melototkan matanya mendengar keberanian Freya padanya. Sejak kapan istrinya berani padanya.


Sky mendesah kasar mengingat kehidupan Freya yang pas pasan saat dia kabur darinya. Anak buahnya sudah mengatakan padanya kemana selama ini Freya bersembunyi.


Pulau kecil, Sky tak percaya jika Freya bersembunyi di sana dan kenapa juga dirinya sama sekali tak pernah berpikir Freya akan pergi ke sana dan bersembunyi bersama kikan.


“Aku tak mengijinkanmu.” Tukas Sky.


“Apa kau akan mengurungku lagi di sini sayang.” Sky menggelengkan kepalanya mendengar kata sayang dari bibir Freya. Bibirnya tersenyum lebar pada wanita pujaannya. Mana mungkin Sky akan mengurung Freya lagi. Dia tak ingin Freya kabur lagi darinya dan dia tak ingin Freya bosan di mension mewahnya. Itu sebabnya dia akan membebaskan Freya kali ini.


“Tidak sayang kau bebas melakukan apa saja.”


Freya tersenyum lebar mendengarnya, dia mendekat ke arah Sky dan memajukan wajahnya. Sky tersenyum lebar dia pikir Freya akan menciumnya, tapi ternyata Freya mencium putrinya.


“Tunggu di sini dengan daddy, sayang.”


“Iya mom.”


Freya tersenyum mendengar jawaban putrinya. Sementara Sky bingung, apa maksud Freya. Apa dia akan pergi sendiri.


Tak lama Sky melihat Freya yang berdiri meninggalkan mereka di meja makan dan menyambar tas miliknya di tangan pelayan.


“Ah sial, kenapa aku harus mengijinkannya.” Umpat Sky melihat Freya melangkah cepat pergi meninggalkan dirinya.


Sementara Ara menatap Sky aneh saat telinga mendengar umpatan Sky.


Sky mencium bibir putrinya yang belepotan, dia mengutuk dirinya sendiri yang kelepasan bicara. Padahal di depannya ada putrinya bersamanya.


*

__ADS_1


“Mom..”


“Oh Freya kau baik baik saja. Tuhan Terima kasih putriku baik baik saja.” Ucap Kikan menoleh kebelakang Freya.


“Dia bersama daddy nya.”


Kikan menatap Freya dan mendesah kasar. Dia tau siapa yang di maksud Freya.


“Maafkan mommy Freya.”


Freya menggelengkan kepalanya mendengar permintaan maaf ibunya. Dia memegang tangan Kikan dan membawanya duduk di atas sofa.


Saat ini Freya ada di apartemen miliknya. Dan Kikan lah yang tinggal di sini seorang diri. Sebelumnya mereka menginginkan tinggal di sini bertiga sementara tapi siapa sangka jika nasi  mengubah segalanya.


“Mommy tak bersalah, Freya sangat berterima kasih pada mommy. Karna mommy sudah merawat Ara dan aku mom. Ini sudah jadi jalan hidup ku mom. Freya dan Ara tetap putri dan cucumu mom.”


Brakk..


Mereka berdua berjengit kaget mendengar pintu yang terbuka. Dan menampilkan Sky yang berdiri menjulang di depan pintu.


Kikan menundukkan wajahnya melihat tatapan tajam mata Sky padanya. Tangannya saling meremas dan tubuhnya bergetar ketakutan.


Freya mendesah lirih, saat melihat Sky ternyata menyusulnya. Dan pria itu juga tau jika dia ada di sini dan menemukan apartemen miliknya.


“Selamat pagi nyonya.” Sapa Sky pada wanita paruh baya yang pernah dia lihat di meja judi sebelumnya. Wanita yang kalah bermain judi dan menjual putrinya di tempat pelelangan. Jika mengingat Kikan yang sudah menjual freya, ingin sekali Sky menghabisi wanita itu. Tapi Sky beruntung tanpa Kikan mungkin dia tak akan beruntung mendapatkan Freya.


Membeli Freya dan menjadikan wanita yang di belinya sebagai istri. Siapa sangka jika menikahi Freya adalah sebuah anugrah dan dia justru tergila gila dengan wanita yang di belinya dari wanita serakah.


Setelah itu dia tak pernah melihatnya lagi melihat Kikan. Dan ternyata wanita licik ini yang sudah membawa kabur istrinya dengan uang pemberiannya. Jika mengingat semua itu Sky sangat emosi. Wanita tua itu juga pintar membawa sembuyi Freya darinya.


“Baik tuan.”


“Mom Freya pergi terlebih dahulu. Kami akan mengunjungi. Mommy lagi nanti.”


Kikan menoleh ke arah Freya dan menganggukan kepalanya. Bibirnya tersenyum lebar.


“Ya kau harus berha_ jangan terlalu lama meninggalkan Ara.” Ucap Kikan setelah melihat tatapan Sky padanya.


“Ya mom.”


Freya berdiri dan Sky menarik tangan Freya lalu membawanya pergi dari apartemen Kikan.


Freya mengerutkan keningnya saat tak mendapati mobil yang mengantarnya.


“Dia sudah pulang,”


Freya menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah lebar Sky. Sampai d ini depan mobil Sky kedua kaget saat tiba-tiba saja seseorang memeluk Freya dari belakang.


“Sayang aku merindukanmu.”


 Deg..


Tubuh Freya menegang saat tubuhnya di peluk dari belakang oleh seseorang dan Freya tau siapa orangnya.


Sementara Sky yang melihat semua itu mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangannya emosi.


“Sayang aku sangat merindukanmu Freya.” Ucap Vincent masih memeluk erat Freya kemudian menundukkan wajahnya dan mengecup pipi Freya.

__ADS_1


Cup..


Bug...


Akkrr..


Sky berang melihat Vincent yang tiba-tiba saja memeluk istrinya dan menciumnya. Apalagi dia melakukannya di depan matanya. Terang saja Sky berang dan menghajar Vincent membabi buta.


Vincent sendiri yang memiliki ilmu bela diri kadang da bisa membalas Sky. Tapi sayangnya Vincent bukan apa apa bagi Sky. Tubuhnya terpental jauh hingga menghantam badan mobil saat Sky menedangnya.


“Brengsek..”


Freya berdiri mematung melihat aksi keduanya. Dia tak percaya jika mereka akan saling melukai seperti ini. Freya shock dan melihat tubuh Vincent menghantam mobil.


“Vin...”


Mendengar Freya yang berteriak memanggil nama Vincent. Rahang Sky semakin mengeras dan emosinya semakin memuncak. Vincent tersenyum penuh kemenangan mendengar teriakan Freya. Terlebih saat melihat tatapan mata Sky yang memerah.


“Tuan Luis, Freya milikku dan dia kekasihku.” Seru Vincent menatap Sky tajam setelah dia bisa bangkit dari jatuhnya.


“Dalam mimpimu.”


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2