
“Tapi kau menikmati sayang.”
Bug..
Lagi lagi Sky terkekeh, apalagi mendapatkan pukulan dari Freya. Tangannya kembali meraba raba dada Freya dan tentu saja Freya mendelik memukul tangan Sky.
“Sky..” geram Freya memiringkan tubuhnya.
Sky masih terkekeh dia menjatuhkan tubuhnya di samping Freya dan menarik selimut menutupi tubuh mereka berdua. Dia mengecup punggung polos freya yang berkeringat. Tangannya melingkar di perut freya dan mengusapnya perlahan.
Dia memang merasa aneh dengan tubuh freya. Selain perutnya yang sedikit besar. Bokong dan dada Freya juga sangat besar dan Sky bisa merasakannya.
“Sayang kau semakin imut.” Bisik Sky tersenyum mengingat milik kesukaannya membesar. Dan dia sangat menyukainya.
Sementara freya memejamkan matanya mendapatkan elusan dari tangan besar suaminya. Dia tak mendengar gumaman Sky barusan. Dia hanya menikmati sentuhan tangan Sky di perutnya yang membuat dia nyaman.
“Sky apa Elard tak merindukan Ara.” Tanya Freya tiba tiba. Freya memang merindukan Elard. Remaja itu sudah dia anggap putranya sendiri. Tak hanya Ara yang kehilangan, tapi dia juga kehilangannya.
Sky menghentikan tangannya mendengar pertanyaan Freya. Tak lama dia mengelus lagi perut Freya dan kembali lagi mengecup punggung Freya berkali-kali.
“Ya dia membenci ku Freya.” Sahut Sky mengencangkan pelukannya.
“Ara masih mencarinya Sky. Apa dia benar-benar tak ingin bertemu dengan Ara sebentar saja.”
Sky membalikkan tubuh Freya dan mengangkat dagu Freya. Sky mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Freya sekilas lalu melepaskannya lagi.
“Apa kau berpikir aku mengadopsinya karna orang tuanya Freya.” Freya menatap mata Sky yang sangat dekat dengannya.
“Aku mengadopsinya karna aku menyayangi nya Freya. Dan semua itu tak ada hubungannya dengan ibunya. Apa kau percaya padaku Freya.” Lanjut Sky menatap mata cantik Freya.
“Apa sangat sulit mempercayai ku Freya.” Imbuhnya lagi.
“Kau yang tak pernah bercerita tentang masa lalumu padaku. Dan aku sama sekali tak tau itu, Sky.” Ketus Freya menatap ke arah lain.
“Aku rasa aku akan kau tendang saat bercerita tentang masa laluku.” Dengus Sky melirik tajam ke arah Freya. Dan Freya mencebikkan bibirnya mendengar jawaban Sky di telinganya.
*
“Kalian ingin membawa ku kemana brengsek.” Teriak Kate saat ditarik paksa oleh dua orang bertubuh tinggi di sampingnya. Tangannya yang sakit bertambah sakit. Kate bahkan sudah memohon pada mereka agar melepaskannya. Kate tak tau, apa yang mereka inginkan sebenarnya, kenapa mereka tiba tiba membawanya. Sementara kekasihnya sudah lebih dulu di bawa oleh mereka.
__ADS_1
“Diamlah nona, aku akan mengenalkanmu pada sahabatku.” Sahut Calvin asal membuka pintu rahasia di depannya.
“Kau mau memasukkan aku ke dalam dan menguncinya, tempat apa itu. Kalian tau mungkin mengurung ku di sinikan.” Tanya Kate ketakutan. Dia sudah merasa tak enak saat mereka menyeretnya. Dan ternyata benar mereka akan mengurungnya.
Mendengar pertanyaan Kate Calvin diam diam saja, dia menutup bibirnya tak perduli. Tak lama kemudian dia mendorong Kate masuk ke dalam begitu saja.
Sementara Kate berteriak kencang dia bahkan menggedor pintu yang tertutup dan berteriak agar melepaskannya dari sana.
Calvin tak perduli dia meninggalkan Kate begitu saja dan kembali lagi ke mension. Tugasnya sudah selesai malam ini, tinggal mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Calvin yakin macam itu sedang bersenang senang saat ini.
*
Cup ..
“ Pagi sayang... “ Freya mengerjapkan matanya mendengar nada serak Sky di telinganya.
“Mommy..”
Freya membuka matanya dan melotot melihat putrinya ada ndi sampingnya. Dia mengedarkan pandangannya dan matanya terpejam saat melihat jam dinding yang menunjukkan pukul sembilan pagi.
“Akhir akhir ini kau sering bagun siang sayang. Apa kau baik baik saja.” Tanya Sky mengangkat putrinya turun dari ranjang.
Sky menatap Freya dari belakang, memang ada yang aneh pada Freya. Tak lama kemudian Sky menggelengkan kepalanya.
“Sayang tunggu daddy di sini oke.” Ara menganggukan kepalanya dan naik kembali di atas ranjang.
Sementara Sky masuk ke dalam kamar mandi begitu saja.
“Sky.. “ teriak Freya kaget dan berdiri dari kloset.
Shhh..
Freya merintih ke sakitan saat perut bagian bawahnya terasa kram kembali. Dan Sky yang melihat itu menghampiri Freya.
“Sayang kau baik baik saja.” Tanya Sky kawatir melihat wajah Freya meringis kesakitan.
“Kenapa kau masuk ke dalam Sky, keluar.” Teriak Freya kesal. “Apa kau sudah selesai sayang.?” Sky justru bertanya pada Freya. Freya semakin emosi mendengarnya. Dia mendelik pada Sky dan Sky terpaksa menuruti kata Freya keluar dari kamar mandi.
Freya mendengus melihat suaminya keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
“Sayang apa sudah selesai.” Wajah Freya merah padam mendengar teriakan Sky dari luar. Terpaksa dia menyudahi aktivitasnya dan keluar dari kamar mandi.
Sky yang melihat pintu terbuka bingung. Kenapa Freya justru keluar. “Sayang kau tidak mandi.” Tanyanya aneh. Bahkan Sky bisa melihat Freya, sama sekali tak mencuci wajahnya.
“Mommy memang tidak mandi kalau pagi. Ya kan mom.” Celetuk Ara menghampiri ibunya di meja rias.
Freya hanya melirik tak menanggapi ucapan putrinya. Hampir dua minggu ini dia hampir tak mandi di pagi hari. Alasannya dingin dan takut, tubuhnya terkena air dingin.
Sky melongo mendengar ucapan putrinya. Benarkah Freya sejorok itu. Perasaan kemarin dia tak seperti itu. Apa karna belakang ini mereka bertengkar dan Freya juga marah padanya. Itu sebabnya dia tak merawat dirinya.
Sky tersenyum lebar mendekati Freya dan putrinya. Mau tak mandi sebulan juga dia tetap cinta.
Cup..
Sky masih bisa mencium bau feromon di tubuh istrinya. Matanya terpejam saat hasratnya kembali terpancing. Freya melirik ke arah suaminya dan menyingkirkan Sky di sampingnya.
“Ayo sayang kita turun.” Freya menarik tangan Ara dan meninggalkan Sky sendiri. Freya sengaja meninggalkan Sky, dia bisa merasakan benda tumpul Sky bergerak di pinggangnya barusan.
*
“Apa tuan Luis tak datang.?” Tanya Dava mengedarkan pandangannya melihat ruangan Luis yang sangat luas. Tak lama bibirnya tersenyum saat melihat ruangan Sky yang terkesan menyeramkan.
Calvin menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan pria di depannya. Dia tau dia rekan bisnis tuannya yang bertemu dengan tuannya kemarin.
“Tuan Luis sudah berpesan, tinggalkan saja berkasnya. Tuan Luis akan menandatanganinya besok.” Jawab Calvin pada Dava. Calvin tau apa alasannya Sky tak datang ke perusahaan.
Ya karena sebelumnya Luis mengatakan istrinya belum juga bangun. Dan dia tak mau melakukan kesalahan sebelumnya yang meninggalkan Freya tanpa sepengetahuannya yang membuat mereka bertengkar.
Dava menarik sudut bibirnya keatas mendengar jawaban Calvin. Bukankah ini kesempatan untuknya bertemu dengan wanita cantik itu. Dia yakin wanita itu hanya korban dari Luis.
“Sayang sekali kami sudah berjanji akan menandatanganinya hari ini. Jika tuan Luis tak pergi berikan alamat mension mewahnya, aku aku datang sendiri menemuinya.” Imbuh Dava pada Calvin melancarkan aksinya. Semoga saja kali ini Calvin mau bekerja sama dengannya. Tak banyak orang yang mengetahui mension mewah Ausky Luis. Pria itu sangat menjaga privasinya dan menjaga ketat mension mewahnya, Dava tau itu.
Mendengar penuturan Dava, Calvin bingung. Sebelumnya Sky sama sekali tak berpesan padanya agar meninggalkan berkas jika ada rekan bisnisnya datang. Itu semua hanya ide darinya. Dan ternyata Dava mengatakan mereka sudah berjanji akan menandatanganinya hari ini. Calvin yakin tuannya lupa dengan ini.
Apalagi istrinya masih dalam keadaan marah. Tuannya pasti banyak pikiran saat ini hingga melupakan kerja sama mereka.
"Tuan Calvin." Seru Dava menyadarkan Calvin dari lamunannya.
"Ya saya akan mengantarkan anda tuan."
__ADS_1