
“Brengsek lepaskan aku.” Teriaknya mendorong pria yang masih berada di atas tubuhnya.
Eden hanya tersenyum miring, dia terus menghentakkan pinggulnya menghunjam wanita yang berada di bawah kungkungannya. Tak perduli dengan wajahnya yang membiru dan bibirnya yang bengkak sekalipun. Eden terus saja ******* dan menyesap rakus bibir Venus di bawah kungkungannya.
Venus sendiri tak menyangka jika dirinya akan berakhir di ranjang Eden lagi. Eden benar benar gila. Dia tak melihat tubuhnya yang lebam dan membiru.
Kedatangannya mencari Eden karna dia ingin Eden membantunya melenyapkan wanita yang bersama suaminya. Tapi Eden justru menyerangnya lagi dan menghujam dirinya tanpa ampun.
Ahh..
Desah Venus saat Eden mempercepat gerakan pinggulnya. Eden semakin bergerak liar. Senyum di bibirnya semakin lebar mendengar suara ******* Venus.
“Aku tau kau tak pernah mendapatkannya dari suamimu nona. Jadi aku yang mengambil semuanya.” Ucapnya masih menghentakkan pinggulnya maju mundur.
Venus hanya pasrah mendapatkan hujaman dari pria di atas tubuhnya. Sebenarnya dia sangat menginginkan sentuhan seperti ini di tubuhnya. Tapi sayangnya pria yang menghujamnya bukan pria yang dia inginkan.
Dia Eden, pria yang dia benci sebenarnya. Tapi pria ini juga yang dia cari saat dia membutuhkannya. Membantunya untuk membunuh seseorang.
“Eden, ahh.. “
“Teruslah panggil namaku Venus, kau semakin seksi.” Racaunya dengan pinggul yang bergerak liar.
Eden pria yang menjadi partner ranjang Venus dan beberapa tahun yang lalu. Eden juga pria yang bersekutu dengan Keanu. Keanu tak tau jika putrinya menjadi teman ranjang Eden dari dulu. Keanu sama sekali tak tau jika Eden juga bekerja sama dengan putrinya.
Yang lebih mereka tak tau, Sky sebenarnya adalah musuh bebuyutan Eden. Itu sebabnya Eden dulu menyerang markas besar Sky terlebih dahulu. Dia pikir dia bisa merebut markas milik Sky. Tapi ternyata dia salah perhitungan. Sky tetaplah Sky. Dia tak gampang di kalahkan meski dengan jebakan sekalipun.
Tapi kali ini dia datang lagi ingin menghancurkan Sky lagi. Bertahun tahun lamanya dia koma dan tubuhnya juga banyak terdapat luka dan bekas api. Tapi dia masih di beri kesempatan untuk menghancurkan Sky dengan tangannya lagi.
Ahh..
Desah Venus lagi, kemudian dia mengumpat saat menyadari kebodohannya. Kenapa dia harus terus mendesah di bawah kungkungan Eden.
“Kenapa sayang, hem. Hanya aku yang bisa membuatmu puas Venus.”
“Brengsek kau Eden, ahh..” umpatan Venus menjadi ******* saat Eden lagi lagi pintar membawanya masuk ke lembah surga dunia yang dia ciptakan. Venus terus mendesah dan merintih di bawah kungkungan Eden.
Hingga satu jam kemudian Venus terkapar tak berdaya setelah Eden menyemburkan cairannya di dalam rahimnya.
“Shit...” umpat Venus saat merasakan hangat di dalam rahimnya. Venus memukul Eden yang membuang benihnya di dalam rahimnya.
“Kau brengsek Eden.” Teriak Venus tepat di samping Eden.
Settt..
Eden emosi mendengar suara teriakan Venus di telinganya. Dia mencengkram erat dagu Venus dengan tangan kanannya. Sementara Venus mendelik dsn shock. Dia memukul tangan Eden yang berada di atas dagunya.
__ADS_1
“Jangan berani berteriak padaku nona. Aku juga bisa menghancurkanmu saat ini juga. Jadi jangan macam macam dengan ku, jadilah partner yang baik untukku nona.”
“kau..” Venus tak percaya melihatnya. Apalagi melihat senyum Eden di sudut bibirnya. Tangan Venus terkepal erat dan dia mengumpat dalam hati.
Venus berdiri dan mengambil pakaiannya sendiri lalu memakainya. Dia tak perduli dengan tubuhnya yang lengket sekalipun. Setelah memakai pakaiannya, Venus menoleh ke belakang dimana Eden masih terbaring di ranjang miliknya.
“Ingat kau harus membunuh wanita itu, aku sudah memeberikan semua yang kau inginkan.” Ucapnya berlalu pergi meninggalkan Eden dan keluar dari kamar hotel.
Sementara Eden tersenyum miring. Dia bangkit dari ranjang dan berjalan ke kamar mandi. Dia tak perduli dengan umpatan Venus padanya. Bagi Eden dia sudah mendapatkan apa yang dia mau. Kebutuhan biologisnya sudah terpenuhi.
*
“Dad kita mau kemana..?” tanya Elard bingung saat ayahnya memintanya berkemas. Beruntungnya semua alat sekolah miliknya sedikit di mansion ini.
“Pulang, bantu mommy dan adikmu berkemas.” Jawab Sky membuka ponsel miliknya.
Elard menghentikan tangannya kemudian berbalik dan menoleh ke arah Sky. Sky menyadarinya dan berdecak melihat wajah Elard yang protes padanya.
“Lakukan tugasmu..”
“No ..katakan padaku, apa yang daddy rencanakan. Aku tak ingin wanita itu menyakiti mommy dan Ara, dad.” Sky mendengus dan mematikan ponselnya lalu memasukannya ke dalam saku celananya.
“Kamu pikir daddy gila.” Elard semakin tak mengerti mendengar jawaban dari ayahnya. Tak lama dia mendengar decakan ayahnya yang meninggalkannya.
“Apa daddy mengusir wanita itu.” Elard menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya. Dia harus cepat berkemas dan membantu ibu dan adiknya. Mengingat Ara Elard tersenyum lebar. Dia tak menyangka akan memiliki adik yang sangat lucu seperti Ara. Pipinya yang mengembang, matanya yang bundar dsn jernih di hiasi bulu mata yang sangat hitam dan lentik. Apalagi saat melihat bibirnya yang mungil dan sangat lucu jika dia mencebik ingin menangis.
“Lion..”
“Ya dad..” Elard keluar dari kamar mendengar suara teriakan ayahnya.
*
Freya meremas dress miliknya saat mobil yang di kendarai Calvin masuk ke dalam halaman mension mewah Sky. Freya menoleh ke samping dan dia masih ingat saat dia kabur dari Sky dengan membuat kekacauan terlebih dahulu di dalam mension mewah Sky.
Setelah membuat kekacauan dia kabur. Freya sendiri tak percaya dia dulu berhasil kabur dari Sky.
Melihat tatapan mata Freya, Sky mendekatkan wajahnya pada Freya.
“Kali ini, kau tak akan bisa kabur diriku nona.” Freya berjengit mendengar suara bisikan Sky di telinganya. Dia mencebikkan bibirnya dan membuang wajahnya ke samping. Sky tersenyum melihat wajah Freya.
Tak lama kemudian Sky dan Elard turun terlebih dahulu. Elard yang menggendong Ara dari tadi terlebih dahulu masuk ke dalam mension mewah Sky.
Ara yang memeluk leher Elard menoleh dan mengubah posisinya. Dia mengedarkan pandangannya ke sembarang arah.
Cup..
__ADS_1
Elard yang gemas mengecup bibir dan pipi Ara. Ara memukul Elard dan gantian menggigit pipinya.
“Sayang..” rintih Elard dan Ara tertawa mendengar rintihan Elard.
“Ara sepertinya harus di hukum.” Ara semakin tertawa cekikikan dan menutup wajahnya takut. Dia tau apa yang akan Elard lakukan padanya. Dan benar saja, tak lama terdengar suara teriakan Ara di seluruh mension mewah Sky.
“Uncle geli, hihihi, uncle.. “
Sementara Sky menggandeng tangan Freya masuk ke dalam. Dia bisa merasakan tangan Freya yang berkeringat dingin dan juga bergetar.
Freya mengikuti langkah Sky dengan langkah enggan masuk ke dalam mension. Sa Apa mpai di depan pintu, dia bisa mendengar suara teriakan dan jeritan putrinya.
Venus tak ada di mension,?
Cup..
Freya mendongak ke samping dan terlihat senyum lebar suaminya padanya. Freya masih belum mengerti kenapa Sky membawanya lagi ke mension ini.
“Mom dad, ...uncle nakal.”teriak Ara berlari menghampiri Sky dan Freya. Di belakangnya Elard mengejarnya, dan terang saja Ara menjerit takut tertangkap.
Hap...
Cup..
“Daddy, uncle .. “Masih berteriak dan tertawa, Ara mengencangkan kakinya memeluk Sky.
Elard mendengus melihat Ara bersama Sky. Sementara Ara menoleh ke arah Elard dan memanyunkan bibirnya. Dan itu sungguh membuat Elard gemas ingin mencubit bibir Ara.
Sementara Freya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Venus, istri suaminya yang lain.
“Kau mencari siapa sayang.” Tanya Sky menggelengkan kepalanya.
“Istrimu..” jawab Freya lirih, takut jika Venus mendengarnya dan tak suka lalu marah padanya.
Cup...
“Untuk apa kau mencari dirimu sendiri Freya.” Freya mengerutkan keningnya mendengar penutur suaminya. Dia menoleh kearah Sky yang tersenyum padanya.
“Sudah ku katakan, aku tak pernah memiliki hubungan apapun dengan Venus dan aku juga tak pernah menikahi Venus.” Ucap Sky menatap mata Freya yang berkaca kaca. Freya tak percaya jika sebelumnya apa yang di katakan Sky adalah benar.
“Tapi..”
“Aku hanya mencintaimu dan hanya kau istriku.”
__ADS_1