Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.84# Bumerang


__ADS_3

Lima hari berlalu..


“Tuan, tuan besar menanyakan anda lagi.” Seru Calvin menundukkan wajahnya saat baru sampai di ruang bawah tanah.


Sky menoleh dan mendesah kasar mendengar penuturan Calvin padanya. Dia tau apa yang di inginkan ayahnya. Heidher pasti sudah tau jika Freya pergi dari mension.


Sky mengusap wajahnya kasar lalu bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kamarnya. Calvin hanya mengikuti langkah tuan dari belakang.


“Tuan luka anda.”


Sky tak menjawab Calvin, dia keluar dari ruang bawah tanah yang sudah satu minggu ini menjadi persembunyiannya. Dia ingin mencari keberadaan Freya. Sudah cukup dia bersembunyi selama ini, dan dia sangat merindukan wanita mungil itu. Lagi pula lukanya sudah sembuh dan mengering.


Clekk..


Sky mendesah kasar saat keluar dari ruang bawah tanah yang tembus di ruangan kerja miliknya. Pandangan matanya menoleh ke sembarangan arah di mana foto Elvira masih banyak tergantung di dalam dinding. Berbagai foto wanita cantik yang dulu pernah Sky inginkan. Dan sekarang Sky tak membutuhkan foto itu. Dia hanya ingin Freya kembali padanya.


“Buang semua foto itu Calvin, dan ganti dengan_” Bibir Sky tekunci rapat saat mengingat sesuatu.


“Shit..”


Sky keluar dari ruang kerja miliknya dan berlari menaiki anak tangga saat mengingat jika di dalam kamarnya ada cctv yang tersembunyi di dalam kamarnya. Ya kenapa dia baru mengingat semua itu.


Brakk..


Sampai di dalam kamarnya Sky mendobrak pintu kamarnya sendiri dan mencari ponsel miliknya yang dulu dia tinggalkan bersama Freya. Ya dia tinggalkan sengaja agar Freya mendengar suara ******* wanita yang bersamanya.


Sky mengobrak-abrik laci kamar dan kasur. Dia tak tau dimana Freya menyimpan ponsel miliknya. Ya sejak malam panas itu Sky pergi begitu saja tanpa bertanya di mana ponsel miliknya. Dan Sky baru mengingat ponsel miliknya saat mengingat jika Freya tak mempunyai foto di dalam mension mewahnya.


Sky bernafas lega saat mendapati ponsel miliknya yang dulu dia tinggalkan. Sky melihat layar ponselnya yang retak. Itu artinya Freya menjatuhkannya saat itu. Sky merasa bersalah pada Freya, sungguh Sky sama sekali tak ingin membuat Freya cemburu. Dia hanya ingin Freya tau dan mengakuinya. Sky berjalan menuju charger dan mengisi dayanya. Sky bernafas lega saat melihat ponsel miliknya masih berfungsi dan menyala.


Dia membuka layar ponsel dan jarinya melihat hasil rekaman pada cctv tersembunyi di dalam kamarnya. Dahi Sky mengkerut saat melihat Freya yang meremas lingerie yang di pakainya. Sky masih ingat, lingerie inilah yang Freya pakai sebelum malam panas itu. Ya Sky masih ingat warnanya.


Sky bisa melihat punggung Freya yang bergetar. Ada apa dengannya, seperti terlihat menangis.


Deg..

__ADS_1


Jantung Sky berdetak kencang mengingat sesuatu. Nafas Sky memburu dan dia berjalan lebar masuk ke dalam walk in closed dan membuka slah satu lemarinya.


Tak lama kemudian mata Sky memanas dan bibirnya bergetar menahan tangis. Dia mengambil sebuah kotak berwarna merah berbentuk hati dan membukanya. Tangannya bergetar mengambil selembar kertas nemo berwarna kuning di dalamnya.


Mata Sky semakin memerah melihat foto dirinya dan Elvira yang sedang bercumbu di dalam kapan pesiar. Ya Sky dulu memfotonya saat berada di dalam kapan pesiar. Terlihat jelas foto di depannya yang menampilkan bibirnya dan bibir Elvira saling bertaut dan tangan besarnya menangkup salah satu dada polos Elvira.


Ya inilah kegilaan Sky sebelum bertemu Freya. Dan foto inilah yang menjadi bumerang untuknya sendiri. Sky membuka nemo di tangannya yang di lipat jadi dua.


“Terima kasih, berbahagialah.”


Prakk..


Cling..


Sky menjatuhkan kotak bludru di tangannya lalu bersandar dan menangis sejadi-jadinya di dalam ruangan ganti miliknya. Jadi perubahan Freya padanya adalah ini. Freya tau tentang ini, di tambah lagi cincin berlian yang dia berikan pada Elvira juga masih tersimpan rapi di dalamnya, sementara selama ini Freya sama sekali tak memakai cincin darinya. Dia tak pernah memberikan cincin atau perhiasan pada Freya.


Sky menangis meraung mengingat bagaimana hancurnya Freya. Sementara dia dengan teganya menggahahinya tanpa rasa kasihan pada Freya.


Calvin yang mendengar suara tangisan tuannya juga tak kalah sedih. Calvin juga baru melihat ponsel tuannya yang Sky tinggalkan di ranjangnya.


Tak lama Calvin melihat tuannya keluar dari ruang ganti dan berlari keluar kamar. Calvin mengikuti langkah kaki Sky yang masuk ke dalam ruang kerja miliknya. Calvin melihat tuannya membuka laptop miliknya.


Brakk..


Prang..


Pyarr..


Calvin menundukkan wajahnya melihat tuannya mengamuk menghancurkan ruang kerja miliknya. Sebelumnya saat patah hati karna nona Elvira tuannya tak pernah menghancurkan ruang kerja miliknya di dalam mension. Dia hanya menghancurkan ruang ceo di perusahaan dan kamarnya, tidak sampai di ruang kerja miliknya. Karna di ruangan ini, banyak terdapat barang antik dan penting milik klan miliknya dan sekarang Sky menghancurkannya.


Pyarr..


Prang..


Sky melempar foto yang tergantung di dinding dengan sebuah asbak dan hancur berkeping-keping. Bukan hanya satu, tapi Sky menghancurkan semua foto Elvira yang tergantung di dalamnya.

__ADS_1


Sky terduduk di lantai dan menangis meraung-raung. Dia tak menyangka jika masa lalunya akan menjadi bumerang untuknya dan menghancurkannya lagi.


“Freya kembalilah padaku sayang.” Rintihnya menyembunyikan wajahnya di kedua telapak tangannya.


Calvin menatap tuannya tak percaya, sampai seperti ini. Tuannya hingga seperti ini kehilangan nona Freya.


Calvin hanya melihat tuannya yang duduk di lantai dan menangis. Dia sendiri juga tak tau harus bagaimana melihat tuannya yang sangat hancur melebihi dari saat nona Elvira menolaknya.


*


“Ya semuanya sudah beres tuan.” Jawab slah satu anak buahnya yang baru saja datang. Heidher menganggukan kepalanya mendengar penuturannya dia berjalan mengambil ponsel miliknya dan menghubungi Keanu.


“Besok pestanya akan berlangsung.” Kata Heidher di seberang telpon. Dan tak lama Heidher menutup sambungan telponnya.


Sementara Imelda mendesah kasar, meskipun dia tak menyukai ini. Tapi setidaknya Venus sudah berjanji padanya.


Tak lama Imelda berbalik dan pergi meninggalkan ruangan kerja milik suaminya. Dia juga harus menyiapkan segala sesuatu untuk pesta mendadak yang akan di laksanakan di mension mewah Heidher.


Imelda mengumpat Heidher, bukan hanya seluruh perusahaan Heidher yang dia berikan pada Luis. Tapi mension ini juga sudah atas nama cucunya. Padahal Luis sama sekali belum memiliki istri dan Heidher sudah mengatakan pada pengacaranya jika mension mewah ini dia wariskan pada anak Sky, baik perempuan ataupun laki laki dia yang akan memiliki mension mewah ini.


Itulah sebabnya Imelda sangat membenci putra tirinya itu. Segala upaya agar putranya terlebih dahulu menikah. Siapa tau Heidher berubah pikiran dan akan memberikan mension mewah ini pada Marcel putranya.


Dengan begitu dia dan Marcel tak akan terancam dari mension ini. Tapi sayangnya putranya juga sama tak memiliki kekasih, saat dia mengatakan untuk menikah dia hanya mengatakan malas dan belum berniat menikah.


Tak ada yang Imelda bisa lakukan saat ini, di saat Heidher selalu gencar menjodohkan Luis dengan Venus. Hanya mendekati Venus dan merayunya dengan mengatakan pada Venus jika dia akan membantu mendapatkan Luis tapi dengan syarat.


“Semoga saja Venus tak menipuku.” Gumam Imelda mengepalkan tangannya.


Sementara Sky yang masih di mension mewah ayahnya sama sekali tak tau jika di mension mewah ayahnya besok akan ada pesta yang terbilang besar untuk dirinya. Sky sama sekali tak tau, dan tak tau menau. Dia masih menangis di dalam ruangan kerja miliknya dan menghancurkan ruangan kerja miliknya tanpa sisa.


Apalagi dengan foto Elvira, Sky merobeknya dan membakarnya. Menyesal dan sangat menyesal jika dia masih menyimpan foto milik Elvira. Sky benar-benar lupa dengan satu ini. Masa lalu yang sempat menghancurkannya dan saat ini masa lalu itu juga yang menghancurkannya lagi.


Sky menghancurkan ruang kerja miliknya tanpa sisa. Ya Sky sangat bodoh dengan semua ini. Dia hanya ingin Freya, wanita miliknya.


“Kembalilah Freya, maafkan aku sayang."

__ADS_1


.


.


__ADS_2