
“Kau.. “
Venus melototkan matanya melihat Marcel ada di depannya. Nafasnya memburu menahan emosi pada pria brengsek di depannya. Beraninya Marcel menariknya dan membungkam bibirnya. Apalagi ini ada di mension Heidher. Bagaimana jika ada orang yang melihatnya.
“Brengsek jangan macam macam padaku sialan.” Desis Venus menatap tajam Marcel. Nafasnya memburu menahan emosi yang memuncak melihat senyum Marcel padanya.
Marcel tersenyum miring melihat wajah Venus tepat di depannya.
“Apa kau ingin mencari Luis nona.” Ejek Marcel menatap Venus.
“Sudah ku katakan jangan macam macam dengan ku sialan.” Geram Venus dengan gigi gemerutuk menahan emosi pada Marcel.
“Kupikir kau menginginkan ku lagi nona.” Ucap Marcel menatap Venus dengan tatapan yang sulit di artikan.
Cih..
“Luis lebih hebat darimu.”
Venus berdecih mendengar penuturan Marcel. Dia tak akan pernah tergoda lagi pada Marcel. Cukup kesalahannya di dalam mobil yang dengan gilanya bercinta di bersama mantan kekasihnya yang sangat dia benci.
Marcel mengeraskan rahangnya mendengar penuturan Venus padanya. Dadanya bergemuruh menahan emosi yang memuncak. Marcel sangat membenci Venus membandingkan dirinya dengan Luis.
Venus tersenyum miring melihat wajah Marcel yang mengeras. Dia mendorong Marcel dan pergi begitu saja tanpa menoleh lagi pada Marcel. Venus mengumpat Marcel yang kurang ajar padanya. Venus mengutuk kebodohannya sendiri mengingat mereka kemarin kembali mengulang seperti dulu.
Marcel menatap punggung Venus yang menjauh darinya. Wanita yang dicintainya sekaligus sangat di bencinya itu lagi lagi sudah menghinanya. Membandingkan dirinya dengan Luis, itu adalah hal paling di benci Marcel.
“Aku membencimu Luis.”
*
“Daddy..ayo bangun.”
Sky tersenyum melihat putrinya yang berada di atas punggungnya.
“Daddy Ala sudah siang, mommy marah.” Freya menoleh pada putrinya dan menggelengkan kepalanya mendengar penuturan putrinya.
Ara menjatuhkan tubuhnya di atas tubuh Sky dan mencium pipi dadanya. Tertawa cekikikan saat wajah Sky sangat kasar.
“Mom, pipi daddy tak seperti uncle Vin Vin.”
Sky membuka matanya mendengar penuturan putrinya. Uncle Vin Vin, siapa dia. Apa dia kekasih Freya yang lain lagi.
Tangan besar Sky menyangga tubuh putrinya dan berbalik terlentang.
“Yey Ala pintar mom bangunkan daddy.” Berteriak senang mengayunkan tubuhnya diatas perut Sky dan tertawa riang jika dirinya telah berhasil membangunkan daddy nya.
“Hemm princess daddy benar-benar pintar.” Ucap Sky melirik ke arah Freya yang baru saja mandi. Sky mengangkat wajahnya pada putrinya dan berbisik.
__ADS_1
“Siapa uncle Vin Vin sayang.” Tanyanya pada putrinya penuh rasa penasaran.
Ara berhenti meloncat dan mengedipkan matanya lucu mendengar pertanyaan ayahnya.
“Teman tidul mommy.”
.”What.” teriak Sky yang di angguki Ara.
Sky melirik sinis pada Freya melihat anggukkan putrinya. Itu artinya selain Vincent ada pria lainnya lagi yang menjadi kekasih Freya.
“Heh sialan” Umpat Sky gondok membayangkan bagaimana Freya yang kabur darinya dan memiliki banyak kekasih.
Matanya sesekali melirik tajam pada Freya. Meneliti tubuh Freya dan penampilan Freya yang sekarang. Tak lama Sky menghembuskan nafasnya perlahan saat menyadari jika Freya memang sangat cantik. Rambut bergelombang panjang sepinggan dan berwarna gold di ujungnya. Wajahnya yang bersinar dengan hidung mancung dan mata cantik. Apalagi saat melihat bibirnya yang penuh. Siapa saja pasti tergoda oleh bibir Freya dan ingin menyesapnya. Apalagi pria yang menjadi kekasihnya.
Sky meraba wajahnya yang sedikit keriput. Mendesah kasar saat menyadari jika Freya dan dirinya sangat jauh berbeda. Hampir separuh usia perbedaan mereka berdua. Jadi wajar saja saat Freya lepas darinya, banyak pria yang ingin menjadikan Freya kekasih sekaligus istri. Mereka pasti masih sangat muda dan yang pasti jauh lebih muda darinya.
“Daddy kata mommy daddy tua.” Tutur Ara yang menjatuhkan tubuhnya di samping Sky lalu meloncat di atas kasur.
“Apa dia tak bisa mengajari putrinya baik huh.”
Freya berdiri dan mendekati suami dan putrinya.
“Sayang ayo turun.” Ara menoleh pada ibunya dan berteriak senang.
“Yey...”
“Awas saja, jika dia berani lagi memiliki kekasih di belakangku. Aku akan membunuhnya.”
*
“Ada apa Ve.?” Tanya Keanu melihat wajah suram putrinya.
“Apa daddy tau, Luis seperti menyembunyikan sesuatu dariku belakangan ini.” Seru Venus menatap ayahnya yang duduk di kursi ruang kerja.
“Sudah empat hari sekarang dia tak kembali ke mension dad. Dimana Luis dan kemana dia.” Lanjut Venus dengan nafas yang memburu menahan emosi.
“Ve.. Jangan bertindak gegabah. Luis sudah mencurigai orang daddy jika yang mencelakai putranya adalah orang daddy Ve.”
“Terserah daddy, tapi Venus ingin Luis dad. Venus tak ingin Luis memiliki wanita simpanan di luar sana.”jerit Venus menangis dihadapan ayahnya.
Keanu mendesah kasar mengingat jika putrinya sangat keras kepala. Belakang ini dia sedikit aneh dengan Luis. Bagaimana tidak aneh sudah beberapa kali orangnya mencelakai Elard dan mereka selalu gagal. Tapi Sky masih tenang dan menganggap jika itu hanya kesalahan putranya, tidak curiga sama sekali jika Elard dlam bahaya dan curiga pada orang yang ingin mencelakai Elard.
Dan saat ini Sky juga diam mengetahui putranya kecelakaan dan masuk rumah sakit, Sky juga masih diam. Seharusnya dka sudah curiga. Apa ada yang dia lewatkan dari menantunya.
Mengetahui ayahnya hanya diam saja Venus pergi meninggalkan Keanu di ruang kerja miliknya. Bibirnya mengumpat emosi mengingat jika semakin hari suaminya justru semakin menjauh darinya. Venus yakin jika saat ini Luis memiliki wanita lainnya. Sudah lima hari orang daddynya kehilangan jejak Luis saat mereka mengikuti kemanapun Luis pergi. Dan Venus sangat membencinya.
*
__ADS_1
Mata tajam Sky melirik Freya yang membuat susu untuk putrinya. Bibirnya masih menggerutu dan mendengus mengingat penuturan putrinya tadi. Tapi Freya sama sekali tak merasa bersalah sedikitpun padanya.
“Mommy susu Ala.”
“Ya sayang.” Freya berjalan menghampiri putrinya dan Sky mengikuti langkah Freya lagi setelah dia mengikutinya masuk ke dapur dan berpura pura mengambil air minum.
“Pintarnya putri mommy.”
Cup...
Ara tersenyum dan membalas ibunya dengan mencium bibir Freya. Terang saja Sky tersenyum dan mendekatkan wajahnya juga pada Freya berniat mencium bibir Freya, tapi Freya menjauhkan wajahnya dari sky dan melotot padanya.
Ck..
“Kenapa kau pelit sekali dengan ku sayang.” Dengus Sky melirik tajam dan mengambil roti di depannya.
“Ini diluar sayang.” Ucap Freya menggelengkan kepalanya.
“Mommy tidak mencium daddy, sepelti uncle Vin Vin.”
Sky langsung menoleh dan menatap tajam ada Freya. Sementara Freya menundukkan wajahnya dan menggerutu pada putrinya kenapa dia harus mengatakannya pada Sky.
“Siapa dia Freya.?” Geram Sky menatap tajam Freya. Rupanya banyak yang Freya lakukan saat pergi darinya. Dan salah satunya adalah pria yang bernama Vin Vin seperti yang putrinya sebutkan tadi.
Freya menggelengkan kepalanya dan tersenyum pada Sky.
“Bukan si_”
“Uncle Vin Vin daddy nya adik bayi, ya kan mom.” Potong Ara cepat.
Freya memejamkan matanya mendengar penuturan putrinya. Dari mana putrinya bisa mengatakan itu tentang Vincent. Freya mendongak melihat ke arah Sky dan menggelengkan kepalanya.
“Freya..”
__ADS_1