Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.56# Tuduhan


__ADS_3

Malam harinya...


Setelah pulang dari mension Heidher, Sky membawa Freya ke pusat perbelanjaan. Selain ingin Freya melupakan ketakutannya Sky ingin Freya membeli beberapa pakaian untuknya.


Freya menundukkan wajahnya saat menyadari jika dirinya menjadi pusat perhatian banyak orang. Dia berjalan mengekori Sky dan memegang jas belakang Sky. Untuk pertama kalinya Freya masuk ke dalam pusat perbelanjaan terbesar di kota ini.


Sebelumya jangankan datang kemari, hari hari Freya hanya untuk bekerja dan menyenangkan ibunya.


Brukk..


Freya mengusap hidungnya yang sakit. Dia mendongak menatap Sky yang berhenti dan menoleh ke arahnya.


“Apa kau akan berjalan di belakang ku terus.” Geram Sky menatap Freya yang masih menundukkan wajahnya.


“Angkat kepalamu Freya.”


“Mereka melihat ke arah ku.” Bisik Freya lirih.


Masih dengan wajah yang menunduk. Malu jika dia menjadi pusat perhatian banyak orang. Apalagi berjalan dengan Ausky Luis, pria nomor satu di kota ini. Jelas saja Freya menjadi perhatian banyak orang. Selain tubuhnya yang kecil berjalan di belakang Sky, Freya juga jelas menjadi pusat perhatian karna tangannya sama sekali tak melepaskan jas Sky.


“Angkat kepalamu atau aku akan melempar mu dari sini.” Ancam Sky pada Freya.


Dia geram melihat Freya yang seperti itik berjalan di belakang induknya. Dan jelas saja Sky emosi, Freya istrinya bukan anaknya.


Freya mendengus mendengar ancaman Sky padanya. Dia mengangkat wajahnya dan berjalan mendahului Sky dan para bodyguardnya. Freya tak perduli pada Sky, jika dia mendahuluinya dan marah sekalipun.


Sky mengerutkan keningnya melihat Freya yang berjalan mendahuluinya. Tak lama Sky mengangkat sudut bibirnya ke atas dan mengikuti langkah kecil Freya.


Mata Freya melirik ke samping dan tanpa sadar tangannya menyentuh dress tanpa lengan yang berada di tubuh manekin.


Tak lama Freya menarik tangannya saat melihat Sky ada di belakangnya. Freya kembali lagi berjalan dan menyentuh lagi manekin yang di lewatinya. Freya tersenyum saat melihat gaun panjang lengan pendek di depannya. Freya menoleh pada karyawan toko yang terlihat tak ada. Kemudian Freya membalikkan bandrol harga yang tertera dan matanya melotot melihat harga sebuah gaun di depannya.


“Apa mereka gila, satu gaun ini bisa membeli satu apartemen di pinggir kota.” Gumam Freya meninggalkan manekin dan berjalan lagi masuk ke dalam. Freya bergidik ngeri membayangkan mahalnya harga sebuah gaun selembar.

__ADS_1


Freya menoleh dan tersenyum pada pengunjung lainnya yang sedang memilih pakaian dan mungkin saja mereka akan membelinya. Tidak seperti dirinya yang hanya melihat lihat saja tanpa membeli.


Di belakang Sky hanya mendesah lirih dia melihat gaun yang di pegang Freya dan menoleh pada bodyguardnya. Sky melangkah lagi mengikuti langkah Freya. Sky heran sampai mana Freya akan berjalan terus.


“Apa masih banyak yang ingin di belinya.”


Sky hanya menggelengkan kepalanya. Sky hanya tau jika barang dan keperluan wanita memang sangat banyak. Mungkin Freya masih ingin mencari keperluan nya.


Berbeda dengan Sky, Freya justru menggerutu. Untuk apa Sky mengajaknya kemari hanya untuk melihat lihat saja dan tak membelikannya. Freya mendengus dan mengumpat Sky yang pelit. Dia sama sekali tak menawarinya memilih pakaian dan membelikan untuknya. Seharusnya Sky menawarkan sesuatu padanya. Ini sama sekali dan hanya mengikutinya dari belakang.


“Aku menyesal mengikutinya. Kenapa ada pria pelit sepertinya. Apa karna aku miskin dan dia sudah membeliku sangat mahal.” Gumam Freya.


Padahal yang sebenarnya semua yang di sentuh dan di pegang oleh Freya sudah di beli oleh Sky.


Tak lama Mata Freya berbinar melihat baju di depannya. Apalagi melihat gambar kartun helo kitty di baju bagian depan.


Freya menoleh ke arah Sky, mungkin saja Sky akan membelikan baju ini untuknya. Lagi pula hanya baju tidur panjang, apalagi ini terlihat tak terlalu mahal.


“Tidak boleh.” Jawab Sky menatap tajam pada Freya.


Mana mungkin Sky akan membiarkan Freya memakai pakaian tidur seperti itu. Melihatnya saja matanya sudah sakit. Bagaimana dia bisa melihat Freya memakainya dan tidur di ranjang berdua.


Freya mendengus mendengar jawaban Sky padanya. Freya lalu melangkah lagi tanpa menoleh ke belakang. Freya menatap banyaknya sepatu hels di dalam etalase. Freya mendekatinya dan tanpa sadar masuk ke dalam karna salah satu sepatu menarik perhatiannya.


“Selamat malam Nona.” Sapa salah satu karyawan toko pada Freya.


“Eh..”


Freya berjengit kaget mendengar suara wanita menyapanya. Freya menoleh dan tersenyum kikuk pada wanita cantik yang tersenyum ramah padanya.


Freya menoleh kebelakang dan tak mendapati Sky di belakangnya. Freya meremas tangannya gugup dan malu. Kemana suaminya, apa dia meninggalkan dirinya di sini. Jika iya Freya sangat senang.


Tapi bagaimana jika karyawan ini mengira dia ingin mencuri. Dan kenapa juga dia harus masuk kemari.

__ADS_1


“Nona ingin model yang seperti apa, biar saya pilihkan yang pas untuk anda. Sepertinya kaki anda sangat kecil.”


Freya menundukkan wajahnya, dia bingung harus bilang apa pada wanita di depannya ini yang menawarinya. Freya meremas dress yang di pakainya. Freya sudah mengira ngira jika harga sepatu itu sudah pasti jauh lebih mahal dari yang ia bayangkan.


“Mari nona, silahkan lihat produk baru kami.”


Dia berjalan mendekati Freya dan meminta Freya agar memilih sepatu keluaran terbaru di toko tempatnya bekerja. Freya gelagapan dia bingung dan tak tau harus apa.


“Nona aku hanya ingin melihatnya saja.” Kata Freya apa adanya. Sungguh tak ada maksud apa apa Freya masuk kemari. Selain hanya ingin melihat sepatu yang terlihat cantik di matanya.


Sementara Venus tertawa mendengar jawaban Freya, dia menoleh ke arah Freya yang tak jauh darinya. Venus berjalan mendekati Freya dengan senyum sinis pada Freya.


“Ku pikir anda salah tempat nona. “


Freya mendongak menatap wanita cantik di depannya. Freya tau jika wanita di depannya ini menyindirnya. Freya mendesah lirih, kenapa dia bodoh harus masuk ke dalam sini. Seharusnya dia tak masuk kemari.


“Aku hanya melihat saja nona.”


“Ya tentu saja kau hanya melihatnya. Lalu kau ingin memiliki dan kemudian mencuri.” Bisik Venus di akhir kalimatnya.


Mendengar tuduhan wanita cantik di depannya ini Freya menggelengkan kepalanya. Kemudian Freya berbalik dia tak ingin mereka benar-benar mengira dia adalah pencuri.


Bruk..


Freya mendongak menatap wajah pria yang menatapnya. Freya langsung menundukkan kepalanya lagi. Sky pasti juga mengira jika dia ingin mencuri.


“Berikan sepatu yang cocok untuknya.”


Venus yang membelakangi menoleh ke belakang dan tersenyum lebar melihat Luis ada di belakangnya. Hati Venus berbunga bunga melihat Luis menyusulnya. Venus berjalan mendekati Sky sambil tersenyum lebar dan menentang sepasang sepatu tinggi tujuh centimeter di tangannya.


“Sayang...“


.

__ADS_1


__ADS_2