
Sky mengusap wajahnya kasar saat melihat seorang pria gemulai berjalan ke arahnya. Sky merasa devaju melihat pria yang mendekatinya. Bukankah dia dulu pernah seperti ini, karna Elvira.
“Shit..sial..” umpat Sky mengutuk kebodohannya sendiri. Dia memijit kepalanya yang pusing. Kenapa perbuatannya dulu seolah berbalik arah padanya semuanya. Dia yakin Mark sudah mengutuknya.
“Selamat malam tuan.” Sky berjengit dan kaget mendengar nada suaranya yang terdengar seperti perempuan.
“Anda baik baik saja tuan.” Tanya Celia, seorang pria bernama lengkap Celiandro yang akan bertransformasi saat malam menjelang. Kalo ini dia berdiri di depan Sky dengan senyum lebar di bibir seksinya.
“Singkirkan tanganmu brengsek.” Teriak Sky menatap tajam pada pria di depannya. Tubuhnya seketika merinding saat melihatnya. Bukannya takut, dia justru semakin lebar menarik bibirnya yang menampilkan jajaran giginya yang putih.
“Tuan memanggil saya.”
Sky menoleh ke arahnya, seketika menghembuskan nafasnya perlahan mendengar suaranya yang berubah.
Sky melirik ke arah Calvin dan berbalik pergi keluar dari tempat yang menurutnya sangat aneh. Dia melangkah lebar mendekati mobilnya.
Tak sampai lima belas menit, Calvin berjalan ke arahnya bersama dengan pria gemulai di sampingnya. Sky mengumpatnya, tubuhnya seketika merinding kembali melihat pria itu masuk ke dalam mobilnya.
“Berhenti menatap ku, brengsek.”
“Tuan kenapa marah pada ku terus., apa tuan menyukaiku.” Tanya Celia menoleh kebelakang.
“Shit...” umpat Sky mengusap wajahnya kasar. Tak lama ponselnya berdering dan itu dari Freya. Sky menarik bibirnya melihat wajah Freya memenuhi layar ponselnya.
“Sky apa kau sudah mendapatkannya.?” Sky menganggukan kepalanya. “kalau begitu cepatlah pulang aku menunggumu.” Sky menutup bibirnya kembali melihat layar ponselnya kembali menghitam. Bibirnya mendengus membayangkan Freya yang akan bertemu dengan pria aneh di sampingnya.
*
Tak sampai satu jam, Sky keluar lebih dulu tanpa menunggu sang bodyguard membuka pintu mobil untuknya. Sky masuk ke dalam mension dan berteriak mencari Freya.
“Daddy...” Sky tersenyum menggendong Ara dan mengecup pipi gembul putrinya.
“Dimana mommy sayang.” Ara menujuk ke arah ibunya yang berjalan menghampirinya dengan segelas susu di tangannya. Ara beringsut turun dari gendongan Sky dan mengambil gelas dia tangan Freya.
Cup..
Sky mengecup pipi istrinya saat melihat Freya dan melingkarkan tangannya di pinggang Freya. Freya menengadahkan tangannya di hadapan Sky.
“Mana.” Sky melirik ke arah Calvin yang berdiri di depan pintu.
“Dengan Calvin.” Jawab Sky kesal dengan Freya yang menanyakannya.
__ADS_1
Freya menoleh ke arah Calvin yang baru masuk ke dalam bersama dengan seorang pria di sampingnya. Freya mengerutkan keningnya melihat Calvin berjalan mendekatinya dengan tangan kosong.
“Calvin tak membawa apapun Sky.”
Sky menoleh ke arah Freya, dia sedikit aneh mendengar penuturan Freya.
“Anda siapa.?” Tanya Freya mengerutkan keningnya melihat pria di depannya. Dia menoleh ke arah Sky dan Calvin bergantian.
“Bukankah nona menginginkan saya.”
Sky mengepalkan tangannya mendengar suara normal pria di samping Calvin. Ua suaranya berbeda dari yang sebelumnya. Dada Sky bergemuruh menahan cemburu dan emosi sekaligus.
Sky manatap Calvin dengan mata tajamnya dan gigi gemerutuk. Calvin membohonginya ternyata. Dia bilang pria itu tak normal. Darimananya tak normal, mendengar dari suaranya saja terdengar sangat berat.
“Apa maksud Anda, jangan macam macam saya punya suami.” Pekik Freya kesal melihat Sky justru diam saja.
“Sky mana rambutan nya.”
Mereka bertiga menatap ke arah Freya dengan pemikiran yang berbeda-beda. Calvin yang sebelumnya tak tau menahu, melirik ke arah tuannya. Sementara Sky bingung, apa yang di maksud Freya. Apa Freya tak menyukainya.
“Nona ingin rambutan.?” Tanya Celia manatap Freya antusias.
“Ya, apa kau punya, aku ingin sekali.” Seru Freya tak sabar ingin memakannya.
“Lalu untuk apa tuan berdua justru membawa saya kemari.” Freya kaget mendengar suara pria di depannya yang berubah. Dia menoleh kearah suaminya dan menatap penuh tanda tanya pada Sky.
“Ada apa sayang..” tanya Sky gugup ketahuan karna sudah menipunya.
“Dimana rambutan nya Sky.”
Sky menunjuk Celia ragu ragu, kemudian menatap Freya memelas. Sementara Freya memejamkan matanya erat. Apa yang Sky pikirkan sekarang. Dan apa hubungan rambutan dengan pria di sampingnya.
“Apa di bisa dimakan Sky.” Geram Freya menatap Sky emosi. “Tuan Ausky Luis, aku ingin rambutan buah rambutan Sky.” Kesal Freya dengan mereka semua dan berbalik meningalkan mereka dan menyusul Ara ke ruang tengah.
“Tuan nona ingin buah rambutan, bukan ingin saya.”
Hah...
“Yang bagaimana.”
*
__ADS_1
Sky tersenyum masuk ke dalam mension mewahnya. Hari sudah lewat tengah malam. Setelah drama sebelumnya, dia bergegas mencari apa yang di inginkan Freya dan ternyata buahnya memang bundar dan berbulu. Empat jam dia mencari buah yang ada ditangannya. Alhasil lewat tengah malam di baru kembali pulang.
Clek..
Sky tersenyum melihat Freya yang meringkuk di atas ranjang besar miliknya. Dia menyimpan kantong kresek di tangannya dan berbalik ke kamar mandi.
Tak sampai dua puluh menit kemudian Sky keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan mendekati Freya. Tatapan matanya menatap pada dua gundukan Freya yang semakin membesar. Jelas terlihat, karna Freya tak pernah memakai penyangga saat tidur.
Sky memejamkan matanya merasakan senjatanya bangkit dan menggeliat.
Cup...
“Sayang..” bisik Sky di telinga Freya. Tapi sayangnya Freya tak bangun. Padahal sudah sejak siang dia menahannya, menyentuh Freya.
Sky menghembuskan nafasnya perlahan, dia memeluk Freya dan membawanya masuk ke dalam pelukannya. Sky tak ingin mengganggu tidur Freya, semoga saja dia bisa menahannya.
*
“Apa maksudmu tuan.”
“Untuk apa saya berbohong tuan Dava. Tuan Luis yang membelinya dengan harta fantastis. Wanita itu memang salah satu dari mereka yang kami lelang.” Sahut pemilik Cassino dengan bibir tersenyum smrik.
Dava menatap jauh ke depan. Pikirannya berkelana kemana mana. Benarkah Freya wanita yang di lelang. Dava menggelengkan kepalanya tak percaya jika Freya adalah salah satu dari wanita yang keluar dari sini.
“Setelah membeli wanita itu, tuan Luis tak pernah lagi datang kemari. Mungkin dia masih menikmati wanita muda itu.” Kekehnya lucu mengingat Luis tak pernah lagi menginjakan kakinya kemari lagi. Padahal masih banyak barang baru yang tiga bulan sekali dia lelang. Dan mereka yang jelas sangat cantik cantik.
Dava berdiri begitu saja dan keluar dari casino. Tak perduli dengan teriakan pemilik casino. Dia melangkah lebar mendekati pintu keluar.
Dava mengutuk kebodohannya sendiri. Bukankah dia sudah lama keluar masuk kemari tapi kenapa dia sama sekali tak tau tentang hal ini.
“Sial..” umpat Dava masuk ke dalam mobilnya dan mengendari mobilnya dengan kecepatan tinggi kembali ke apartemen. Sampai di apartemen Dava lagi lagi masih memikirkan Freya.
Wanita yang sudah membuatnya tak bisa tidur semenjak pertama kali dia melihatnya di restauran beberapa hari yang lalu. Dan dia baru mengetahui jika tenyata Luis membeli Freya. Dan harga yang Luis keluarkan tak sedikit.
Tapi anehnya kenapa Freya menjadi istri Luis saat ini. Bukankah nona Venus yang menjadi istrinya sebelumnya. Luis menikahi Venus juga sudah membeli Freya.
Dan sekarang, Freya ada di mension dan menjadi istri Luis lalu dimana nona Venus.
“Apa Luis hanya ingin mempermainkan Freya dari dulu.” Gumam Dava masih bingungbingung dan tak tau apa yang sebenarnya terjadi. Dia berulang kali mengusap wajahnya kasar. bayangan Freya sama sekali tak bisa hilang dari pelupuk matanya. kecantikannya dsn keibuannya, yang sudah membuat dia tergila-gila. Tapi sayangnya dia milik Luis.
“Brengsek..” Umpat Dava dengan dada yang kembang kempis menahan emosi. Berulang kali dia mengutuk kebodohannya sendiri, yang baru mengetahui siapa Freya sebenarnya. Andai dia yang lebih dulu bertemu Freya dan melelang Freya terlebih dahulu. Dia yakin Freya menjadi miliknya saat ini.
__ADS_1
"Ah sial.."