
Sky turun dari mobil tanpa menunggu bodyguard nya membukakan pintu untuknya. Dia melangkah lebar mencari keberadaan istrinya yang pergi seorang diri. Sky trauma mengingat Freya yang pernah kabur darinya lima tahun lalu. Itu sebabnya saat mendengar jika Freya keluar dari mension Sky sungguh tak tenang dan gelisah.
Takut, jelas saja takut Freya meninggalkan dirinya lagi. Padahal itu hanya ketakutan Sky sendiri.
Mana mungkin Freya akan meninggalkan Sky lagi, terlebih ada putrinya saat ini. Bagaimana caranya Freya akan melarikan diri, jika bersama Ara. Freya juga tak akan tega memisahkan Ara dan daddy nya. Berbeda saat sebelum Ara mengetahui Sky adalah ayahnya.
Sky mengedarkan pandangannya ke sembarang arah mencari keberadaan Freya. Dia menatap tajam pada bodyguard nya yang tak jauh darinya. Sementara sang bodyguard hanya menundukkan wajahnya. Mereka berdua sangat ketakutan melihat tatapan tuannya yang seolah ingin memenggal kepalanya.
Sky kembali lagi mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Freya. Dan tak lama bibirnya tersenyum melihat Freya yang berdiri membelakanginya. . Sky berjalan mendekati Freya, tapi mata tajamnya bisa melihat semua pria melihat ke arah istrinya.
Gigi Sky gemerutuk menahan emosi, melihat mereka bahkan ada yang sengaja berjalan di depan Freya. Emosi Sky tiba tiba saja memuncak. Dia melangkah lebar dan mendelik pada pria yang menatap ke arah Freya.
Sementara Freya yang memasukkan susu putrinya kedalam keranjang tak tau jika Sky berjalan mendekatinya.
Set..
Brukk.
Freya kaget saat tubuhnya tiba tiba saja berada di pelukan seseorang. Freya berontak di pelukan pria yang memeluknya, lalu kemudian mendongak menatap wajah pria yang memeluknya.
Cup..
Freya mendelik saat benda kenyal dan basah menempel di bibirnya dan menyesapnya. Freya mengedipkan matanya seolah tak percaya siapa yang sedang memeluknya. Apalagi dia menciumnya di tempat keramaian seperti ini.
Tak lama Freya berontak saat menyadari mereka ada di mana, dia memukul dada bidang Sky agar melepaskannya.
Bukannya melepaskan Sky justru menarik tangan Freya kebelakang lehernya. Tangan kirinya menarik pinggang Freya agar menempel di tubuhnya. Dia tak perduli mereka ada di mana saat ini.
Mendengar Freya yang pergi dari mansion, membuat Sky kawatir dan gemas dengan wanita satu ini. Dia pergi tanpa bertanya terlebih dahulu padanya. Apalagi saat ini hari sudah menjelang malam. Tak perduli dengan investor dan meeting yang sedang berlangsung. Sky meninggalkan mereka begitu saja dan mencari keberadaan Freya.
Hingga beberapa menit kemudian Sky baru melepaskan bibir Freya. Sky terkekeh melihat mata Freya yang mendelik padanya. Freya melepaskan tangan Sky dari pinggangnya dan menjauh dari Sky.
Cup..
__ADS_1
“Luis..” geram Freya pada suaminya yang justru menciumnya lagi.
Sky menarik pinggang Freya lagi agar menempel di tubuhnya. Dia tak ingin melihat mata pria lain menatap Freya dan mengira Freya masih lajang. Freya miliknya dan Freya istrinya. Tak ada yang boleh melihat dan menginginkan Freya, selain dirinya.
Sudah terbukti saat dia mencari Freya sebelumnya, banyak pria yang menatap Freya dengan pandangan tak berkedip. Dan Sky sangat cemburu melihat mereka yang menatap istrinya.
Itu sebabnya, dia ingin menunjukkan pada mereka jika Freya adalah miliknya.
“Kenapa pergi tanpa memberitahu sayang.” Ucap Sky menyelipkan rambut Freya yang menutupi wajahnya.
Freya menundukkan wajahnya, dia memang pergi tanpa meminta izin terlebih dahulu pada Sky. Sebelumnya dia ingin bertemu dengan ibunya di apartemen. Mengingat ibunya Freya mendongak lagi menatap suaminya.
Sky tersenyum, dia tak bisa marah pada wanitanya. Baginya Freya adalah segalanya saat ini. Sky harus bisa mengimbangi Freya yang jauh lebih muda darinya. Apapun akan Sky berikan untuk Freya, asal Freya tak meninggalkannya lagi.
“Apa yang ingin kau beli sayang.?” Tanya Sky menatap keranjang milik Freya.
“Aku hanya membeli susu Ara.” Sky menganggukan kepalanya mengerti dan mengecup bibir freya sekilas.
Bibir Vincent tersenyum miring, dia menginjak pedal gas mobilnya meninggalkan pusat perbelanjaan. Dia akan menemui seseorang yang akan membantunya merebut Freya dari tangan Luis. Dan kali ini Vincent yakin dia pasti berhasil.
*
Di dalam mobil, Sky tak membiarkan Freya jauh darinya. Bahkan tubuh Freya sangat menempel pada Sky. Sky tak bisa membiarkan Freya begitu saja. Dia menyingkirkan rambut panjang Freya ke samping dan mengendus leher Freya kemudian mengecupnya.
Freya mendelik, dia mendorong kepala Sky agar menjauh darinya. Matanya melirik ke arah Calvin yang duduk di kursi depan.
“Sayang..” rengek Sky mengendus leher Freya lagi.
Freya memundurkan wajahnya dan menatap Sky tajam.
“Ada Calvin tuan Sky, dia melihatnya.” Geram Freya emosi. Heran dengan suaminya yang tak tau malu. Tak hanya menciumnya saat mereka berada di pusat perbelanjaan. Sky juga berbuat ulah lagi di dalam mobil.
“Calvin..” seru Sky masih menatap Freya di sampingnya dan kembali lagi menyandarkan kepalanya di bahu Freya.
__ADS_1
“Ya tuan..”
“Apa kau melihat kau melihat aku mencium istriku.”
“Tidak tuan.”jawab Calvin melirik ke kaca spion dan tak lama menggelengkan kepalanya.
Freya menatap Sky tak percaya. Darimana kepintaran suaminya yang mengatakan jika Calvin tak melihat mereka berdua. Jelas jelas kaca spion menghadap ke arah mereka.
“Benarkan sayang, Calvin tak melihat ku.” Seru Sky kembali lagi mengendus dada Freya. Tapi sayangnya Freya lebih dulu mendorong wajahnya.
Freya mendesah kasar saat Sky masih saja melakukannya. Dia hanya pasrah menahan malu pada Calvin. Beruntungnya di dalam mobil hanya ada mereka bertiga.
*
Vincent menatap wanita di depannya dengan pandangan yang sangat aneh. Wanita yang duduk duduk .di depannya terlihat sangat menyedihkan.
Vincent tersenyum tipis, mengingat Freya yang jauh lebih cantik saat ini. Rambut yang selalu di biarkan terurai dan tubuh rampingnya sangat menggoda. Siapapun pria pasti akan tergila gila pada Freya, termasuk dirinya.
Mengingat Luis yang sudah merebut Freya darinya, seketika membuat dada Vincent bergemuruh hebat. Nafasnya memburu menahan emosi, Freya adalah kekasihnya dan rencananya mereka akan segera menikah dan Luis sudah menggagalkan rencana pernikahan mereka dengan merebut Freya darinya.
“Untuk apa anda mengajak saya bertemu tuan, aku rasa kita tak terlalu mengenal satu sama lain.” Ucapnya berdiri menyambar tas miliknya dan membawanya.
“Aku rasa, kau tak akan menolak tawaran ku nona.” Jawab Vincent menatap punggung wanita yang berbalik.
Tak lama Vincent tersenyum lebar melihat wanita di depannya berbalik lagi.
“Apa maksudmu.” Serunya menatap pria yang sama sekali tak dia kenal sebelumnya.
“Ausky Luis.”
__ADS_1