Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 60# Mabuk


__ADS_3

Sky berjalan mengambil wine di dalam lemari. Matanya melirik ke arah Freya yang tidur menghadap jendela. Sky tau jika Freya belum tidur. Freya juga terlihat aneh dan ketus padanya. Sky nyakin ada sesuatu yang terjadi tadi.


Sky menuangkan wine pada gelas, tap tak lama ponselnya bergetar. Sky menyimpan gelas di atas meja dan berjalan keluar saat mendapatkan telpon dari rekan bisnisnya.


Freya yang mendengar pintu terbuka dan tertutup menoleh. Freya menghembuskan nafasnya perlahan. Freya tak tau kenapa dengan hatinya saat mendengar suaminya ingin menikah lagi dengan wanita lainnya.


Apalagi ayah mertuanya jelas jelas tak menyukainya. Apa Sky akan membuangnya jika dia bosan padanya nanti. Apa dia juga ingin Sky membuangnya.


“Ck kenapa aku marah jika dia nanti akan membuangku. Freya kau disini hanya alat pemuas nafsu, jadi sadar diri jika dia menikah lagi nanti.” Gumam Freya berdiri dari ranjang dan menyambar gelas di atas meja.


Gluk gluk...


Freya meneliti gelas di tangannya saat tenggorokan nya terasa panas dan lidahnya merasakan manis, pahit dan campur aduk.


“Bukankah ini sirup, tapi rasanya sangat aneh, tapi enak.” Gumamnya, tapi bukannya kapok, Freya justru menginginkannya lagi. Entah apa yang di pikirkan Freya saat ini.


Freya menoleh ke sembarang arah. Bibirnya tersenyum saat melihat botol unik di meja rias. Freya berjalan mendekati botol dan mengangkatnya. Mendekatkan ujung botol di hidungnya.


“Benar ini sirup nya,”


Freya melirik ke arah pintu yang masih tertutup. Apa salahnya jika dia memintanya sedikit. Lagi pula Sky tak ada di dalam dan dia pasti tak menyadari jika dia meminumnya sedikit lagi.


Freya menuangkan lagi ke dalam gelas di tangannya hingga setengah. Melirik lagi ke arah botol yang berkurang. Ah bodohnya Freya jelas saja berkurang karna dia sudah mengambil. Jika dimarah biarkan saja. Bukan hanya dia yang ingin tapi dirinya juga ingin meminumnya.


“Pria pelit.”


Freya mengumpat Sky yang memang pelit. Pergi ke pusat perbelanjaan dan hanya di belikan sendal. Dan sekarang dia punya sirup juga dia minum sendiri.


Gluk.. Gluk...


Setengah gelas habis di tenggak Freya. Freya meringis saat merasakan tenggorokannya terasa panas.


Clek..


Freya menyembunyikan gelas di tangannya ke belakang punggungnya saat menyadari Sky masuk ke dalam kamar. Freya tersenyum pada Sky. Tapi tak lama Freya menggelengkan kepalanya saat merasakan pusing di kepalanya.


Freya menyipitkan matanya melihat Sky yang terlihat aneh. Bibirnya tersenyum lebar dan tertawa cekikikan.

__ADS_1


Sky sendiri yang melihat ke anehan pada Freya mengerutkan keningnya. Tapi tak lama Sky mengumpat saat matanya melihat gelas di tangan Freya.


“Shit.. “


Umpat Sky melihat botol wine yang tinggal separuh. Sky berjalan mendekati Freya dan mengambil gelas di tangan Freya. Yang dia sembunyikan di belakang tubuhnya.


“Gadis bodoh.,”


Freya tertawa cekikikan mendengar ucapan Sky, dia bergelayut manja di lengan Sky dan menempelkan tubuhnya. Lalu mendongak menatap wajah Sky.


“Tuan anda sangat tampan,” Racaunya mengelus wajah Sky yang banyak di tumbuhi bulu bulu kasar.


Jelas saja Sky merasa di atas awan mendengar racauan Freya. Bukankah orang mabuk akan berkata benar. Itu artinya Freya baru saja memuji dirinya jika dia sangat tampan.


Sky mengangkat sudut bibirnya keatas. Wajahnya mendekati Freya hendak mencium Freya yang baru saja memujinya.


“Tapi sayangnya kau sudah tua, Ck.. Sebentar lagi kau sudah bau tanah.” Kata Freya tepat di telinga Sky.


Sky mengeraskan rahangnya mendengar racauan Freya lagi. Dia menjauhkan wajahnya kembali dari wajah Freya.


Lalu menatap tajam Freya dengan gigi yang gemerutuk emosi. Tapi bukannya takut Freya justru tertawa lalu berjinjit dan menarik dasi Sky dan menciumnya.


Cup...


Kali ini Sky tersenyum lebar, Freya mengatakan bibirnya manis. Ih Tuhan itu artinya Freya sudah tergila-gila padanya.


Freya memundurkan tubuhnya kebelakang dan hampir saja dia terjengkang dan jatuh jika Sky tak menahan pinggangnya.


“Freya apa kau mencintai ku.” Bisik Sky di telinga Freya. Sky sangat berharap jika Freya mencintainya. Meski mereka baru bertemu dua minggu setidaknya Sky ingin Freya mencintainya.


Sky tak ingin gagal lagi dan berakhir menyakitkan seperti sebelumnya. Sky ingin Freya mencintainya, dan Sky juga akan memberikan hatinya pada Freya seutuhnya jika Freya mencintainya.


Ya semenjak kedatangan Freya Sky sama sekali tak pernah mengingat Elvira. Sky tak pernah mengingat lagi bagaimana sakitnya saat Elvira tak memilihnya. Dan semua itu karna Freya. Apalagi saat dialah pria pertama untuk Freya, Sky semakin ingin mendapatkan Freya seutuhnya. Baik tubuh dan juga hatinya.


“Hiks.. Hiks.. “


Sky terkesiap saat mendengar tangisan Freya. Sky mengusap punggung kecil Freya dengan tangannya.

__ADS_1


“Apa kau akan membuangku seperti yang pria itu katakan tadi.” Tanya Freya menundukkan wajahnya.


Sky menunduk menatap mata Freya. Apa maksud Freya, apakah Heidher datang kemari. Seketika Sky mengepalkan tangannya, pantas saja Freya ketus padanya ternyata Heidher datang kemari. Sky yakin jika Heidher baru saja mengancam Freya.


“Tidak akan..” Jawab Sky.


Cup...


Sky menyambar bibir Freya dengan bibirnya. Mengangkat tubuh kecil Freya dan membaringkan Freya di atas ranjang.


Freya menatap mata hitam Sky yang menatapnya. Dahinya mengkerut saat wajah Sky yang terlihat aneh.


Sky mendekatkan wajahnya kembali dan menyatukan bibir mereka. Sky tau jika pandangan Freya mengabur. Tangannya menyelip ke leher Freya dan menekan tengkuk Freya agar memperdalam ciumannya. Mengajak lidah Freya menari di rongga mulutnya.


Uhh...


Erang Freya merasakan hawa tubuhnya meningkat. Di tambah lagi dengan panas tubuhnya akibat alkohol. Tangan Freya terangkat dan meremas rambut tebal Sky. Entah karna alkohol atau apa Freya membalas bibir Sky dan menyesap bibir tebal Sky.


Mendapatkan balasan dari Freya jiwa Sky semakin meremang dan berkobar. Meski ciuman Freya terbilang kaku, tapi Freya membalasnya tak kalah rakus.


Hingga sepuluh menit kemudian Sky melepaskan tautan bibirnya dari Freya. Nafasnya memburu menahan desakan gairah yang memuncak. Freya benar-benar membuat Sky semakin gila.


“Freya aku menginginkan mu sayang.” Ucap Sky dengan nafas berat menahan gairah yang menguasainya.


Freya menatap Sky, Freya tak tau apa yang Sky katakan. Tapi tubuh Freya benar-benar terasa semakin panas. Entah kenapa Freya merasa jika tiba-tiba saja kamar Sky menjadi gerah dan miliknya juga berkedut.


“Aku ingin_”


Cup..


“Ya aku akan mengabulkannya.”


*


 


Maaf mom kalau alurnya sedikit lambat. hehehe..

__ADS_1


mampir ke karya otor yang lain juga ya..


Ada nupel baru kepoin juga hihihihi


__ADS_2