Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 113# Kegelisahan Freya


__ADS_3

Settt..


“Kau..” Venus kaget saat Eden mencengkram erat lengannya.


“Ingat Venus, jangan pernah menolak ku saat aku meminta padamu.” Venus semakin mengeratkan giginya emosi mendengar penuturan Eden.


“Apa maksudmu brengsek.” Teriak Venus tak Terima mendengarnya. Bagaimana bisa Eden akan meminta dia melayani nafsunya, sementara di bukan siapa-siapa bagi Eden. Dan Venus tak akan mau melakukannya bersama Eden. Eden selalu bersikap kasar saat bercinta dengannya. Dan Venus tak ingin melakukannya lagi.


“Aku sudah bilang padamu jika kau akan selalu ada saat aku memintanya.”


Venus mengeratkan giginya emosi, nafasnya memburu dan dadanya naik turun. Dia berbalik dan mengambil pakaian miliknya dan memakainya kemudian keluar terburu buru keluar dari kamar hotel tempatnya semalam dia dan Eden kembali menghabiskan malam bersama. Venus mengumpat dirinya yang bodoh mengingat jika dia selalu bodoh saat mabuk. Hingga Eden memanfaatkan dirinya berulang kali.


*


“Ayolah bantu aku Melda.” Hiba Chris menatap wanita di depannya dengan pandangan memelas.


“Dia tak akan memberikan apapun padamu Chris.”


Imelda dan Chris menoleh ke belakang dan menatap Marcel yang berjalan dari kamar mandi. Chris mengeratkanmengeratkan emosi mendengar penuturan Marcel.


“Apa maksudmu Marcel, dia kakakku dan dia harus membantuku.” Seru Chris menatap Marcel tajam.


Marcel hanya melirik ke arah adik ibunya dan kembali membaringkan tubuhnya di ranjang pesakitan.


“Chris aku sudah memberimu uang kemarin lusa, kenapa kau memintanya lagi dariku.” Marcel mengeratkan giginya emosi mendengar penuturan ibunya. Jadi selama ini, ibunya masih memberikan uang pada Chris.


“Melda.” Rintih Chris lagi.


“Sampai kau merintih pada ibuku sekalipun, dia tak akan memberikan mu uang sepeserpun.” Seru Marcel menatap tajam Chris.


“Malulah dengan tubuh besarmu tuan.” Lanjut Marcel masih menatap Chris dengan tatapan tajamnya.


*


Malam harinya..


Freya tidur gelisah di ranjang milik Sky. Dia sama sekali tak bisa memejamkan matanya. Hampir tengah malam Sky belum kembali ke mension.


Freya menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya dan berjalan ke balkon. Entah apa yang Freya rasakan saat ini, mengingat jika suaminya dalam bahaya. Freya tak percaya dengan penuturan Calvin yang mengatakan Sky baik baik saja sore tadi.


Freya masih ingat saat pertama kalinya dia melihat punggung Sky. Terdapat bekas luka yang cukup panjang di punggungnya. Padahal sebelum dia meninggalkan Sky bekas luka itu tak ada. Entah darimana Sky mendapatkan luka itu. Di tambah lagi dada sebelah kirinya, juga sama.


Freya menggelengkan kepalanya mengusir pikiran buruknya. Sky pasti baik baik saja dan dia pasti akan kembali padanya. Tapi siapa mereka? Apa mereka menginginkan harta Sky. Mengingat Sky adalah pewaris tunggal.

__ADS_1


Freya semakin gelisah jika sudah lewat tengah malam Sky belum juga kembali. . Bagaimana jika Calvin berbohong dan Sky terluka. Mengingat mereka membawa senjata api dan sangat banyak. Ya dia harus mencarinya sendiri.


“Dia harus baik baik saja, bagaimana dengan kami berdua.”


Bruk..


*


Sky membuka pintu kamar miliknya dan tak mendapati Freya di kamarnya. Sky mengedarkan pandangannya mencari keberadaan istrinya. Tatapan matanya tertuju pada jendela kaca balkon yang terbuka. Sky berjalan perlahan mendekatinya.


Dan benar saja Freya ada di luar berdiri seorang diri. Apa Freya lakukan di luar malam malam. Sky berjalan mendekati Freya. Telinga tajamnya bisa mendengar gumaman Freya. Sky menarik bibirnya ke atas, Freya mengkhawatirkannya.


Brukk..


Freya terhuyung  saat tubuhnya menabrak sesuatu yang sangat keras. Hampir saja Freya jatuh kebelakang saat tangan besar Sky tak menahan pinggangnya yang ramping.


“Sky..” Seru Freya mengalungkan tangannya di leher suaminya. Air matanya mengalir membayangkan andai Sky tak kembali padanya. Bagaimana dengan putrinya yang akan kehilangan daddy lagi. Freya tak ingin Ara tak memiliki ayah.


“Jangan tinggalkan kami.” Ucap freya dengan suara serak di telinga Sky.


Deg..


Sky mengencangkan pelukannya pada Freya mendengar ungkapan freya padanya. Dia mencium kepala Freya dan mengelus punggung rampingnya.


“Aku tak akan meninggalkanmu dan Ara.” Bisik Sky melepaskan pelukannya pada Freya. Mata tajamnya menatap mata Freya yang berair. Sky mengecup kedua kelopak mata Freya, pipi hidung dan terakhir bibir merah merona Freya.


Sky kembali melayangkan kecupannya di pipi Freya dan merambat di tulang rahang Freya. Menyesap leher jenjang Freya dan terus merambat di belakang telinga Freya. Menggigit kecil daun telinga Freya hingga membuat Freya mendesah tak karuan.


Ahhh..


Mendengar ******* Freya, tubuh Sky kian panas. Sky mengangkat Freya sebentar melepaskan gaun malam yang di pakai Freya lalu m buangnya begitu saja. Sky membaringkan Freya kembali. Tatapan matanya menatap tubuh Freya yang bersinar dan sangat putih dan mulus tanpa cacat. Hanya ada bekas luka yang memanjang di perut Freya.


Sky menundukkan wajahnya dan mengecup bekas luka Freya. Freya mempertaruhkan nyawanya menjadi seorang ibu tanpanya. Sky berjanji dia tak akan pernah meninggalkan Freya apalagi harus melepaskan Freya dari nya.


Cup..


Tubuh Freya semakin menegang mendapatkan sentuhan bibir Sky di perutnya. Freya hanya mendesah saat lidah Sky bergerilya kesana kemari dan berakhir di salah satu gunung kembarnya.


“Sky..” desah freya bergerak gelisah di bawah kungkungan Sky. Apalagi saat bibir Sky menyesap dalam dadanya serta tangannya yang lain meremas dan mencubit kecil ujung kecoklatan miliknya.


Ahhh..


 Freya menggelinjang, bibirnya mendesah dan merintih dibawah kungkungan Sky. Tangannya meremas rambut tebal Sky dan menekan kepala Sky agar Sky memperdalam ciuman dan sesapannya.

__ADS_1


Tangan Sky yang mengusap perut kini merambat turun ke bawah dan menemukan gundukan kecil milik Freya.


“Sky..” Desah freya saat merasakan sensasi luar biasa  yang hendak dia raih dan lepaskan. Sky mendongak menatap wajah sayu Freya. Bibirnya kembali lagi menyambar bibir Freya saat tau jika Freya ingin menjemput nirwananya.


Dan benar saja tak lama kemudian, tubuh Freya menegang dan bergetar. Di tambah lagi terdengar suara merdu yang keluar dari bibir Freya. Serta tangannya yang basah dan hangat di bawah sana. Sky tau jika Freya baru saja mencapai puncak pertamanya malam ini.


“Oh sayang, aku sangat menginginkan mu Freya.” Ucap Sky menatap Freya penuh kabut gairah yang membuncah.


Kemudian mengangkat tubuhnya dari tubuh freya, dengan terburu buru Sky membuka pakaian yang menempel di tubuhnya dan membuangnya asal.


Lewat tengah malam, Sky dan Freya kembali lagi menghabiskan malam panjangnya dengan bercinta. Sky tak ingin melewatkan malam tanpa menyentuh istrinya. Dia ingin menunjukkan pada freya jika dia masih layak mendapatkan Freya yang masih muda dan jauh di bawah usianya. Dia tak ingin Freya memilih pria lain, apalagi usianya yang tak lagi muda.


Kali ini Freya juga tak kalah oleh Sky. Dia membalas permainan dan sentuhan Sky di tubuhnya. Mereka berdua bercinta hingga pagi menjelang dan Sky baru mengakhiri permainan mereka bersama Freya.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2