
Heidher tersenyum lebar keluar dari mobil mewahnya. Dia melangkah mendekati pintu mension mewah putranya. Padahal hari masih pagi buta, dan Heidher sudah berada di depan mension putranya.
Dia tak sabar untuk bertemu dengan Freya. Menantunya itu saat ini sedang hamil cucunya lagi. Tentu saja dia senang bukan main. Heidher kembali menggedor pintu mension, saat belum ada seseorang yang membuka pintu untuknya.
Bibir tuanya bahkan menggerutu dan mengumpat pelayan Luis yang tak kunjung membukakan pintu untuknya.
“Kemana mereka.” Gumam Heidher kembali lagi menggedor pintu mension Sky.
Tak hanya menggedor pintu, dia bahkan berteriak agar seseorang membuka pintu untuknya. Dan tak jauh dari Heidher, supir dan penjaga Luis hanya bisa menundukkan kepalanya mendengar suara teriakan tuan besarnya.
“Luis.. Luis...”
Dor..Dor..
*
“Sky..” Desah Freya di bawah kungkungan suaminya yang bergerak naik turun di atas tubuhnya. Seperti biasa mereka berdua sedang melakukan olahraga rutin di pagi hari.
Sky menundukkan kepalanya dan menyambar bibir Freya sekilas. Hampir satu jam lamanya, dia kembali menghujam Freya dengan permainannya di atas ranjang.
Sky tak perduli dengan tubuhnya yang berkeringat sekalipun. Dia tetap menghujam Freya di bawah kungkungan nya.
Apalagi saat telinganya mendengar suara ******* dan rintihan Freya di telinganya. Sungguh suara itu terdengar seperti nyanyian merdu di telinganya.
Sky bahkan tak perduli, dengan pria yang saat ini berada di luar mension mewahnya. Jelas saja Sky tau dan dia bisa mendengar, mobil ayahnya yang datang di pagi buta.
“Sky..” Desah Freya, mencengkram erat lengan Sky di sampingnya. Tubuhnya bergegar dan mengejang saat puncak gelombang permainannya akan meledak.
Sky yang tau keinginan Freya, menambah tempo laju pinggulnya. Dia terus bergerak naik turun dia atas tubuh Freya. Dia juga merasakan puncak gairahnya juga akan meledak. Pinggulnya terus bergerak, meraih sesuatu yang sebentar lagi akan meledak.
Tak hanya tubuh Freya yang menegang tubuh Sky juga tak kalah menegang dan bergetar. Dan tak lama kemudian terdengar suara lengkingan Freya dan geraman Sky yang memenuhi seluruh kamar luas milik Sky.
Cup..
Brukk.
Sky mengecup perut Freya yang sedikit membuncit sebelum dia menjatuhkan tubuh tingginya di samping Freya.
__ADS_1
Dia memeluk Freya dan mengusap perut Freya dengan tangan besarnya. Sky tak perduli dengan tubuh mereka yang lengket oleh keringat. Dia tetap memeluk Freya dan mengecup kening Freya berkali kali.
“Lelah sayang..” bisiknya ditelinga Freya. Tangannya mengusap punggung polos Freya yang berkeringat dan lengket.
“Hemm..” jawab Freya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sky. Freya masih mengatur nafasnya yang memburu. Kali ini Freya sedikit merasakan kram di perut bagian bawahnya. Hujaman Sky di pusat inti tubuhnya membuat perutnya kram dan sedikit sakit.
“Sky perutku sakit.” Kata Freya lirih dan bibirnya sedikit meringis. Saat sakit yang dia rasakan sedikit terasa.
Sky kaget bukan main mendengar penuturan Freya. Meski Freya mengatakan lirih telinganya sangat tajam dan dia bisa mendengar dengan jelas apa yang Freya katakan.
“Sayang, dimana yang sakit.” Sky bangkit dari tidurnya dan mengelus perut Freya. Dia panik bukan main saat ini. Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan janin dalam kandungan Freya.
Sky turun dari ranjang saat melihat kemeja miliknya. Dia mengambil kemeja miliknya dan kembali pada Freya kemudian memakaikannya pada Freya.
Sementara dia kembali mengedarkan pandangannya mencari keberadaan boxer miliknya. Sky mengumpat, saat tak melihat boxer miliknya. Tak lama dia bernafas lega saat melihatnya.
Freya tak perduli dengan Sky. Dia memejamkan matanya dan mengelus perutnya yang sedikit sakit dan kram. Tak lama Freya membuka matanya saat merasakan tubuhnya melayang dan Sky yang sudah membopongnya.
“Apa yang terjadi.” Tanya Heidher yang melihat putranya menuruni anak tangga dengan membopong Freya. Apalagi daat melihat wajah Sky yang pucat pasi.
Ara sendiri menatap wajah kakeknya yang terlihat tegang. Dia mengusap pipi keriput Heidher dan tertawa cekikikan.
“Princess opa nakal, hemm..” Seru Heidher mencium pipi Ara dan tentu saja Ara menjerit kegelian. Sepanjang jalan Heidher membuat cucunya tertawa. Tapi pikirannya tertuju pada putranya yang membawa Freya. Kekhawatiran Heidher menjadi saat mobil yang dia tumpangi berhenti di depan rumah sakit.
*
“Apa yang terjadi Luis.” Geram Heidher menatap putranya tajam. Dia yakin Luis melakukan kesalahan pada Freya.
Sky melirik ke arah ayahnya sekilas. Tangannya tak berhenti mengusap perut Freya.
Dokter tersenyum mendengar suara Heidher. Dia melirik ke arah gadis kecil di samping Heidher.
“Nona dan janinya baik baik saja tuan.”
Heidher bernafas lega mendengarnya. Dia melirik tajam ke arah Sky. Matanya menyipit saat menyadari Sky hanya memakai boxer di tubuhnya dan Freya juga hanya memakai kemeja di tubuhnya.
“Tuan Luis harus mengurangi jadwal berkunjung nya tuan. Janin dalam kandungan nona masih sangat rentan. Tuan bisa melakukan seminggu dua kali saja.”
__ADS_1
Wajah Heidher merah padam mendengar penuturan dokter. Sementara Freya, dia memejamkan matanya malu tak berani menatap wajah ayah mertuanya. Sakit di perutnya tak bisa menutupi malu yang dia rasakan saat ini.
“Maniak..” umpat Heidher gondok ke arah Sky. “Awas jika terjadi sesuatu pada cucu dan menantuku.” Tunjuk Heidher ke arah Sky.
Sky hanya mendengus mendengarnya. Dia menatap tajam pada pria yang memakai jas kebesarannya. Bibirnya mengumpat nya yang bodoh. Seharusnya dia tak perlu mengatakannya pada Heidher.
Dokter dan suster di depannya tersenyum tipis, mereka tak percaya saat melihat penampilan pria yang hanya memakai boxer di tubuhnya berteriak memanggil dokter. Dan pria itu ternyata Ausky Luis yang menggendong seorang wanita.
Mereka sendiri baru tau jika wanita muda dan mungil ini adalah istri seorang Ausky Luis. Mereka baru percaya saat melihat bagaimana paniknya Luis saat berteriak tadi.
“Apa kau bercanda, seminggu dua kali mana bisa.” Protes Sky pada pria tua yang berdiri tak jauh darinya.
“Luis..” teriak Heidher pada putranya. Dia melotot tak percaya pada Sky. Rahangnya mengeras mendengar penuturan Sky di telinganya.
“Apa kau ingin membahayakan mereka, hah.” Seru Heidher geram bukan main pada Sky. Sementara Sky mengerutkan keningnya mendengar penuturan Heidher. Dia menoleh ke arah Freya dan menatap wajah istrinya penuh rasa sesal.
“Benarkah sayang.” Tanya Sky, dan itu semakin membuat Heidher emosi mendengar pertanyaan putranya.
“Maaf sayang aku tak tau.”
*
“ Mommy mau kemana.?”
Imelda menghentikan langkahnya saat mendengar pertanyaan putranya.
“Istri Luis masuk ke rumah sakit. Apa mommy harus datang menjenguknya.” Sahut Imelda yang sebenarnya tak ingin pergi karna malu. Bukan hanya malu tapi dia tak ingin Sky menendangnya. Dia tahu jika putra tirinya itu sangat membencinya.
Marcel menghembuskan nafasnya perlahan. Dia tau maksud ibunya. Ibunya sangat takut Sky akan menendangnya dari mension mewah ini. Itu sebabnya dia tak ingin membuat keributan lagi dengan Sky. Tak ada yang bisa dia lakukan untuk melawan Sky. Apalagi pria yang menjadi kakaknya itu sudah mengancamnya.
Dia tak ingin berakhir seperti Venus. Dia masih ingin hidup dan sukses, meski dengan bantuan orang lain.
“Kita pergi bersama mom.”
__ADS_1