
“Tuan Luis, Freya milikku dan dia kekasihku.” Seru Vincent menatap Sky tajam setelah dia bisa bangkit dari jatuhnya.
“Dalam mimpimu.” Desis Sky mengepalkan tangannya dan berjalan mendekati Vincent lagi.
Freya berlari lalu memeluk tubuh tinggi Sky dan mengencangkan pelukannya di pinggang Sky.
“Sayang.” Ucap Vincent tak percaya melihat freya yang memeluk Sky di depan matanya.
Freya meneteskan air matanya saat mendengar panggilan Vincent padanya. Sementara Sky mengepalkan tangannya mendengar lagi lagi Vincent memanggil Freya sayang. Dadanya bergemuruh menahan emosi dan cemburu pada pria di depannya.
Sementara Freya mengencangkan pelukan tangannya pada Sky. Dia tau jika tubuh Sky menegang dan Freya bisa merasakannya.
“Girl, jangan seperti ini. Aku tetap menerimamu apa adanya. Kau sudah berjanji padaku akan menikah dengan ku sayang.”Vincent mencoba memperingatkan kekasihnya. Dia tak ingin Sky mengambil Freya darinya.
“Sampai matipun kau tak akan pernah mendapatkan Freya.” Desis Sky menatap tajam Vincent. Pria yang jauh lebih muda darinya.
Vincent mengepalkan tangannya menatap Sky tak kalah tajam.
“Jangan serakah tuan Luis, ada nona Venus, istri anda. Freya milikku dan kami akan segera menikah. Freya sudah berjanji padaku. “ Ucap Vincent menekan kata Venus pada Sky.
Freya mengendurkan pelukannya pada Sky, mendengar nama wanita yang menjadi istri Sky. Benar kenapa Freya baru ingat jika Sky memiliki istri. Bagaimana jika tiba-tiba saja istrinya datang kemari dan menarik rambutnya.
Menyadari pelukan Freya mengendur, Sky melirik ke arah Freya. Dia menarik pinggang Freya sampai menempel di tubuhnya.
Vincent yang melihatnya geram bukan main. Apalagi melihat Freya yang seperti menghindari Sky.
Cih..
“Tuan Luis lepaskan Freya.” Geram Vincent mengepalkan tangannya. Dia tak perduli dengan rasa sakit di sekujur tubuhnya.
“Aku tak akan pernah melepaskan istriku sampai kapanpun.” ucap Sky mengencangkan pelukannya pada Freya dan menyambar bibir Freya.
Cup...
Vincent mematung mendengar penuturan Sky. Freya istri Luis, sejak kapan. Bukankah hubungan mereka hanya sebatas ranjang dan kebetulan memiliki anak. Tatapan mata Vincent sama sekali tak berkedip melihat bagaimana Luis mencium Freya di depannya.
__ADS_1
Sky melepaskan tautan bibir Freya dan mengusapnya dengan jari jempolnya. Dia melirik ke arah Vincent dan tersenyum miring pada Vincent.
Sementara Freya dia menundukkan wajahnya. Dia tak percaya jika Sky akan menciumnya di hadapan Vincent. Apalagi saat mendengar kata istri yang keluar dari bibir Sky.
“Ayo kita pulang sayang, Ara sudah menunggu kita.” Bisik Sky di telinga Freya. Freya hanya melirik ke arah Vincent yang menatapnya kemudian Freya menundukkan wajahnya kembali.
“Girl jangan membohongi ku Freya. Aku menunggumu di perusahaan xxx, kau belum menyerahkan disainmu. Kau belum menyerahkan disainmu Freya, kau juga belum menandatangani kontrak nya.” kata Vincent menatap Freya nanar freya. Dia tak percaya jika Freya istri Ausky Luis. Sejak kapan mereka menikah dan kenapa dia tak tau.
“Freya tak akan pernah menandatangani kontrak apapun dengan siapapun. Dia istriku dan aku tak mengizinkannya. Apalagi harus bertemu dengan mu tuan Vincent.” Ucap Sky menekan kata katanya pada Vincent.
Freya semakin menundukkan wajahnya merasa sangat bersalah pada Vincent. Dia sendiri bingung dan tak tau, apa Sky masih suaminya atau tidak. Memang dia yang pergi meninggalkan Sky. Tapi dia tak tau jika Sky masih suaminya. Apa ayah Sky tak meminta Sky untuk menceraikannya. Bukankah pernikahan Sky dan Venus terjadi jika dia sudah menceraikannya. Apa Sky membohonginya lagi.
Freya mendongak menatap mata Sky yang juga menatapnya. Mencari kebenaran ucapannya padanya. Benarkah masih istrinya, atau dia hanya berbohong agar menjauhkan dirinya dari Vincent.
“Freya.. Katakan padaku jika semua itu bohong Freya.” Geram Vincent melihat kebungkaman Freya.
“Aku_”
Bug..
Akrr..
Freya kaget melihat Sky tiba-tiba saja memukul Vincent lagi.
“Jangan berani berteriak pada istriku.” Desis Sky menatap Vincent geram bukan main. Dia berbalik dan membawa Freya bersamanya. Sementara Vincent mengumpat Sky dalam hati. Dia berdiri saat melihat Freya di bawa pergi oleh Sky.
“Freya, Ausky Luis hanya menjadikanmu sebagai pemuas nafsunya saja percayalah padaku. Dia memiliki istri dan istrinya bernama Venus bukan dirimu.” Teriak Vincent.
Sky mengeraskan rahangnya saat melihat Freya menghentikan langkahnya. Sky tak ingin Freya berpikiran macam macam. Dia menarik pinggang Freya dan mendorong perlahan Freya masuk ke dalam mobil.
Freya menoleh pada Vincent sebelum Sky menyuruhnya masuk ke dalam mobil. Sky menoleh ke arah Vincent dan tersenyum miring melihat wajah merah padam Vincent padanya.
Tak lama Sky berjalan masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan gedung apartemen.
Di dalam mobil Freya masih mengunci bibirnya. Dia masih memikirkan perkataan Sky yang mengandung jika dia adalah istrinya. Bukankah seharusnya Sky sudah bercerai dengannya dan dia baru bisa menikah dengan Venus. Dia ada di mension Sky karna pria di sampingnya menjadikan dirinya wanita kedua dan pelampiasan. Dan Freya juga menerimanya, karna mungkin itu sudah menjadi takdirnya.
__ADS_1
Tapi kenapa dia masih mengakuinya sebagai istri.
Sky melirik ke arah Freya dan mendengus melihat kebodohan Freya. Apa ucapan cintanya sama sekali tak masuk di kepalanya. Kenapa dia harus berpikir macam macam.
Sampai di mension Freya turun begitu saja tanpa menunggu bodyguard Sky membuka pintu untuknya. Freya berjalan sambil melamun masuk ke dsom mension.
Sementara Sky lagi lagi menggerutu melihat Freya. Tak lama bibirnya tersenyum lebar saat melihat Freya dari belakang. Rambut hampir sepinggan bergelombang dan berwarna gold. Sky sungguh beruntung memiliki Freya. Mana mungkin dia akan melepaskan wanita itu untuk pria lain. Freya miliknya dan hanya miliknya.
Sky melangkah lebar mengikuti Freya dari belakang. Bibirnya berdecak saat Freya masih melamun. Dan mengabaikan putrinya yang menunggunya. Sky membopong putrinya dalam gendongannya dan mengecup pipinya berkali-kali.
“Daddy mommy pulang tak bawa uang.” Tanya Ara tertawa saat pipi Sky menempel di pipinya. Jelas saja Ara bertanya demikian dia sudah hapal dengan sikap ibunya jika gagal saat desainnya di tolak.
Sky mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan putrinya..Sky menatap punggung freya yang berjalan menjauh. Menghembuskan nafasnya perlahan saja menyadari pertanyaan putrinya. Dia mengecup putrinya berkali-kali mengingat bagaimana kehidupan mereka sebelumnya. Hingga balita sekecil Ara sudah tau bagaimana keadaan ibunya.
“Mommy terlalu banyak membawa uang sayang.”
“Benalkah, apa boneka yang banyak di kamal juga dali mommy. Bonekanya sangat banyak Dad. Besal besal, Ala suka, meleka sangat pintal. Ala suka belmain dengan meleka.”
Sky berkaca kaca mendengar penuturan putrinya. Sky tau, bagaimana kehidupan mereka. Meski tercukupi, tapi jauh dengan kehidupannya yang berlimangan harta.
“Maafkan daddy sayang.
__ADS_1