
Dava melirik ke arah Calvin dan tersenyum masam. Tak lama kemudian Dava menganggukan kepalanya mengerti.
“Kalau begitu maafkan saya tuan.” Ucap Dava, dia tau dari dulu memang tak pernah mendengar seseorang masuk ke dalam mension Luis. Dan dia sengaja datang kemari karna ingin melihat wanita itu, dan ternyata keberuntungan berpihak padanya.
Tapi sayangnya, sepertinya apa yang Luis katakan benar, jika wanita itu adalah istrinya. Lalu dimana istri Luis yang lain.
Ah andai ada kesempatan, dia pasti akan merebutnya dari Luis dan menjadikan dia istri sesungguhnya. Bukan istri pelampiasan seperti yang saat ini Luis lakukan saat ini.
Sugar baby.. Itulah yang ada dipikiran Dava saat ini.
Freya mendekati mereka dengan membawa nampan di tangannya. Sky yang melihat istrinya keluar lagi mendengus. Padahal, sebelumnya dia sudah menyuruhnya masuk.
Sky melirik ke arah Dava dan tangannya mengepal kembali.
“Sopan lah di tempat orang lain tuan, dia istriku.” Geram Sky menatap tajam ke arah Dava.
“Maaf tuan, dia seperti putri anda, bukan istri anda.”sahut Dava menatap freya tak berkedip.
Freya tersenyum mendengar jawaban Dava. Dia melirik ke arah suaminya yang berwajah masam dan mendelik.
“Apa tuan sudah menikah,”
“Belum nona.” Jawab Dava cepat, tersenyum pada Freya.
Sky semakin emosi mendengar jawaban dari Dava. Dia menarik Freya agar duduk di sampingnya. Tangannya melingkar ke pinggang Freya dan menarik freya agar menempel padanya.
“Jangan macam macam sayang, aku bisa menghukummu.” Bisik Sky di telinga freya dan mengecup daun telinga Freya.
Freya merinding mendengar suara bisikan Sky di telinganya. Apalagi saat Sky mengecup daun telinganya. Seketika juga tubuhnya tak nyaman. Rasa panas menjalar dan membangkitkan sesuatu yang tersembunyi.
“Calvin antarkan tuan Dava kembali, dia sudah terlalu lama di sini.” Ucap Sky tiba tiba, padahal sebenarnya Dava duduk di kursi milik Sky hanya sepuluh menit mungkin. Tapi Sky sudah mengusirnya.
“Ah ya tuan, maaf jika saya lancang. Terima kasih atas jamuannya nona.” Ucap Dava berdiri dan mengambil berkas dj atas meja. Sebenarnya dia kecewa karena dia baru duduk di baru beberapa menit dan Sky sudah mengusirnya.
Sementara Freya menoleh dan menganggukan kepalanya. Tak lama dia melihat punggung Dava dan Calvin menghilang di balik pintu.
“Apa kau sedang tebar pesona dengan Dava, Freya. Aku sudah menyuruhmu masuk ke dalam. Kenapa kau harus keluar lagi.” Kesal Sky melirik tajam pada Freya. Jika bukan anak rekan bisnisnya, Sky yakin sudah memenggal kepalanya saat ini.
Sayangnya tuan Devan sangat baik padanya, itu sebabnya dia masih menghargainya, jika tidak sudah dia penggal kepala putranya saat ini.
__ADS_1
“Aku hanya memberikan tamu kita minum Sky, apa itu salah.” Jawab Freya gondok.
“Tentu saja salah sayang, dia melihatmu terus, aku tak menyukainya.” Imbuh Sky sedikit menaikan nada bicara karna kesal dan cemburu.
“Kenapa kau berteriak padaku,” teriak Freya ikut kesal pada Sky dan berdiri dari sofa. Ada apa sebenarnya dengan suaminya. Hanya karena dia keluar membawa jus, Sky sudah memarahinya. Apalagi saat ini tubuhnya juga sedikit aneh.
Sementara Sky terkesiap mendengar suara teriakan freya. Dia mengutuk bibirnya sendiri yang melepasan membentak Freya. Sky berdiri dan mengikuti langkah Freya dari belakang.
“Sayang,” ucap Sky memeluk Freya dari belakang. Bibirnya mengecup pundak freya yang terbuka.
Freya menghembuskan nafasnya perlahan. Hasrat yang sebelumnya sudah terpancing dan belum surut, semakin berani mengintip ke permukaan. Terang saja tubuhnya terasa panas, tak lama kemudian freya berbalik.
Freya mendongak menatap wajah Sky yang sangat dekat dengannya. Bibirnya tersenyum dan Sky bernafas lega melihat senyum Freya, Sky juga tak kalah menarik sudut bibirnya tersenyum.
“Dia benar, jika kau tua Sky, kenapa aku baru menyadarinya.” Celetuk freya
“Freya...” geram Sky mendengar penuturan freya di telinganya.
Freya tersenyum, dia melingkarkan tangannya pada leher Sky dan menariknya agar mendekatinya.
Cup...
“Aku menginginkan mu Sky.”
Sky kaget mendengar permintaan Freya. Dia masih menatap mata Freya yang meminta padanya terlebih dahulu. Sementara Freya, yang melihat Sky diam dan tak menjawabnya mencebikkan bibirnya.
Sky tersenyum melihat bibir Freya yang mencebik. Apalagi merasakan tangan freya yang mengendur di lehernya. Sky mengencangkan pelukannya di pinggang Freya dan menarik Freya agar menempel di tubuhnya.
“Kau yakin sayang,” bisik Sky di telinga Freya.
Freya menganggukan kepalanya mendengar pertanyaan Sky padanya. “Ya aku menginginkan mu Sky.” Balas Freya berbisik di di depan wajah Sky.
Cup..
Tentu saja, Sky senang bukan main. Ini pertama kalinya Freya memintanya lebih dulu. Dan dia tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuknya.
Sky meraba raba punggung Freya dan mengelus punggung freya dengan tangan besarnya. Sementara tangannya yang lain turun ke bawah dan mengelus paha Freya kemudian naik ke atas.
Uhh...
__ADS_1
Freya melenguh mendapatkan sentuhan tangan Sky. Tangannya menekan leher Sky dan memperdalam ciumannya. Freya juga tau kalah melesakkan lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Sky. . Tentu saja, Sky juga semakin terbakar gairah mendapatkan balasan bibir dan lidah Freya.
Tubuh bagian bawahnya semakin berkedut, dia menekannya pada perut Freya dan mengerang tertahan. Sky semakin memperdalam lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Freya.
Sementara Freya membuka matanya dan melepaskan tautan bibir mereka.
“Ada apa sayang.” Tanya Sky terengah engah saat Freya melepaskan tautan bibir mereka.
“Ini diluar.” Bisik Freya pada Sky. Entah kenapa tiba tiba saja dia menginginkan Sky. Padahal hari masih siang dan baru semalam mereka bercinta kembali setelah sepuluh hari lebih lamanya tak bercinta. Dan ada apa dengan dirinya yang tiba-tiba saja menginginkan Sky, Freya tak tau. Dia hanya menginginkan Sky sekarang dan itu tak bisa di tunda lagi. Hasratnya seperti di ujung dan miliknya juga terasa hangat.
Freya merasa ini juga pertama kalinya dia merasakan hal seperti ini.
Sky tersenyum lebar dan mengangkat tubuh freya ke dalam gendongannya. Dan Freya melingkarkan kakinya di pinggang kokoh Sky. Freya mengendus leher Sky yang sangat harum. Tentu saja membuat Sky semakin terbakar, dia semakin lebar melangkah ke dalam kamarnya.
Sampai di kamarnya, Sky membaringkan Freya di atas ranjang dan melancarkan aksinya bercinta bersama Freya. Mereka berdua lupa dimana putrinya saat ini. Beruntungnya mension mewahnya di jaga ketat oleh penjaga. Sky tak khawatir, Ara pasti sedang bermain di belakang bersama pengasuhnya seperti biasanya.
*
Senyum Sky semakin mengembang mengingat kemarin siang. Untuk pertama kalinya, Freya memintanya terlebih dahulu. Jelas saja Sky tak percaya mendengarnya. Sampai sekarang saja dia masih belum percaya jika Freya memintanya terlebih dahulu.
“Dia semakin seksi..” gumam Sky membayangkan Freya yang bergerak liar di atas tubuhnya. Tak lama kemudian Sky mengumpat dirinya sendiri saat senjatanya bereaksi dan berkedut.
“Sial... “
“Tuan.. “ Seru Calvin pada tuannya. Dan Sky kaget, dia membenarkan duduknya saat menyadari kebodohannya.
“Maaf tuan, Devan.”
“Tidak apa taun.” Jawab Devan melirik ke arah Sky. “Belakangan ini saya tidak pernah mendengar kabar dari tuan Heidher dan nona Venus. Bagaimana dengan keadaan mereka berdua tuan.” Tanyanya Devan.
“Heidher baik baik saja di mensionnya,” Jawab Sky singkat, menatap Devan dengan sorot mata elangnya.
“Maaf tuan,” jawab Devan. Sky hanya menganggukan kepalanya mengerti. Dia melirik ke arah Dava yang duduk di samping ayahnya.
“Saya dengar anda memiliki istri yang jauh lebih muda dari anda tuan Luis. Apa itu benar.”
“Ya anda benar, dia istri dan Ibu dari anakku Arabelle.” Jawab Sky menarik sudut bibirnya.
“Ternyata dia wanita yang sangat beruntung sudah mendapatkan anda Luis.” Sahut Devan tersenyum ramah pada Luis.
__ADS_1
“Bukan dia yang beruntung, tapi aku yang beruntung sudah mendapatkannya.” Imbuh Sky memiringkan kepalanya sedikit, saat melihat wajah Dava di samping ayahnya.