
Sky kembali ke kamarnya, dia tak mendatangi Freya di kamarnya. Entah apa yang ada di pikirannya saat mendengar penuturan Freya. Sebenarnya gadis seperti apa Freya. Kadang dia bodoh dan lugu, kadang bersikap dewasa kadang juga bersikap seperti anak kecil.
"Malam ini kau lolos dariku Freya."
Sementara Freya yang berada di dalam kamarnya menghembuskan nafasnya lega. Saat menunggu Sky tak datang ke kamarnya. Tak lama Freya mengerutkan keningnya saat mengingat perkataan pria yang datang tadi. Freya berdiri dan berjalan ke arah cermin. Freya shock saat melihat wajahnya yang berantakan.
"Apa yang mereka lakukan padaku."
Freya berjalan ke kamar mandi dan membasuh wajahnya. Membuang handuk kimono yang menutupi kain tipis yang membalut tubuh ramping nya. Pantas saja pria itu menghinanya, ternyata mereka mendandaninya seperti ini. Pria itu mungkin jijik melihat wajahnya seperti ini. Tapi setidaknya di bersyukur Sky itu tak menjamah tubuhnya malam ini.
Freya menghembuskan nafasnya perlahan dan keluar dari kamar mandi dengan lingerie yang menempel di tubuhnya. Sampai di kuar kamar mandi Freya shock saat melihat Sky sudah bediri di depannya. Sky menatap Freya yang baru keluar dari kamar mandi.
Tak lama bibir Sky terangkat saat mengingat jika Freya memakai handuk kimono ternyata untuk menutupi lingerie seksi yang di pakainya. Sky datang ke kamar Freya berniat memarahi Freya karna dandanannya yang sangat memalukan. Siapa sangka jika Sky akan di kejutkan dengan penampilan Freya malam ini.
"Apa kau menungguku nona.?"
Freya diam dia menudukan wajahnya dan tak lama memejamkan matanya saat sadar jika dia hanya memakai lingerie di tubuhnya.
"Tentu saja aku menunggumu tuan." Jawab Freya.
Kali ini Sky yang shock mendengar jawaban Freya padanya. Wanita ini sama sekali tak menolaknya, dan dia justru mengatakan iya.
Freya mendekati Sky, mengusap dada bidang Sky yang masih tertutup kemeja hitam di tubuhnya. Tangannya perlahan membuka kancing kemeja Sky satu persatu. Tak lama Freya bergidik geli melihat bulu yang lumayan banyak di dada bidang Sky.
Nafas Sky perlahan memburu, dan gejolak gairahnya bangkit mendapatkan sentuhan tangan Freya di dada bidangnya.
"Apa kau akan melakukan tugasmu nona."
__ADS_1
Freya memejamkan matanya mendengar suara serak Sky di telinganya. Freya mendongakkan wajahnya dan tersenyum.
"Bukankah sudah menjadi kesepakatan tuan. Aku akan memuaskan mu kapanpun kau mau asalkan kau menikahiku. Dan malam ini aku akan melakukan tugasku."
Sky terpancing mendengar tawaran Freya padanya. Dia melepaskan kemeja miliknya dan memakaikan pada Freya. Freya bingung, kenapa Sky justru memakaikan kemeja padanya. Seharusnya dia membuka lingerie di tubuhnya kan.
Setelah kemeja miliknya menutupi tubuh Freya, Sky menggendong Freya dan menautkan bibir mereka berdua. Freya memekik kaget saat tubuhnya tiba-tiba saja melayang di udara dan tak lama bibirnya di bungkam oleh bibir tebal Sky. Freya meremas kemeja Sky saat bibir Sky menyesap bibirnya rakus. Freya sedikit kewalahan dan gelagapan mendapatkan sentuhan tiba tiba di bibirnya, apalagi Freya sama sekali belum pernah melakukannya.
Freya tak tau rasa apa yang baru saja ia rasakan. Tubuhnya seperti tersengat aliran listrik. Hawa tubuhnya terasa sangat panas dan rasa asing yang melambungkan dirinya.
Sky berjalan keluar dari kamar Freya menuju kamar miliknya berada tanpa melepaskan tautan bibirnya dari bibir freya. Menaiki anak tangga satu persatu, hingga sampai di depan kamarnya. Sky mendorong pintu kamarnya dengan kakinya, lalu menutup pintu juga dengan sebelah kakinya.
Freya yang memejamkan matanya tak tahu jika mereka berdua sudah berada di dalam kamar Sky.
Sky membanting tubuh kecil Freya di atas ranjangnya, hingga Freya kaget dan membuka matanya. Matanya melirik ke sembarang arah, dan dia baru sadar jika Sky membawa ke kamarnya.
Hah..
Freya kaget mendengar nada bas Sky tepat di telinganya. Tubuhnya bergetar, saat tangan besar Sky menyusup ke dalam lingerie merah miliknya.
"Rileks dan jangan terlihat kaku, kau seperti baru ingin melakukannya denganku nona."
Mata Freya manatap mata hitam Sky yang sangat dekat dengannya. Entah kenapa Freya merasa tertantang oleh ucapan Sky. Dia bukan gadis yang bodoh, meski tubuhnya sama sekali tak pernah bersentuhan dengan lawan jenis, Freya tau hubungan intim bersama pasangannya.
"Tentu saja, aku hanya kaget melihat anda tiba-tiba menindih ku tuan."
Cup...
__ADS_1
Sky mendaratkan bibirnya kembali pada bibir Freya. Menyesapnya rakus, menggigit bibir bawah Freya agar terbuka. Sky langsung melesakkan lidahnya masuk ke dalam rongga mulut Freya. Mengabsen gigi putih Freya dan membelitkan lidah mereka berdua, lidah Sky bahkan menyentuh langit lagit rongga mulut Freya. Hingga membuat Freya mengerang dalam ciumannya.
Bibir Sky terangkat sebelah membentuk senyum kemenangan, saat mendengar erangan tertahan Freya.
Sedangkan tangan besarnya menangkup salah satu buah kenyal Freya dan menekannya.
Tubuh Freya menegang mendapatkan sentuhan asing di tubuhnya. Aliran darahnya memanas mengantarkan gejolak gairah yang membuncah.
Uh..
Erangan Freya lolos begitu saja dari bibirnya saat bibir Sky turun menyesap leher jenjangnya. Bukan hanya itu tubuhnya semakin menggigil dan menegang merasakan tangan besar Sky bergerilya kesana kemari.
Sky menarik tubuh Freya dan melepaskan kemeja miliknya yang sebelumnya di pakaikan pada Freya lalu membuangnya. Sky juga merobek lingerie merah menyala yang di pakai Freya, hingga Freya memekik kaget saat Sky menarik lingerie yang di pakai nya lalu membuangnya.
"Kau akan ketagihan dengan permainan ku nona. Kau akan memujiku jika aku pria yang paling hebat yang pernah menyentuhmu."
Ucapnya menyingkirkan tangan Freya yang menutupi buah dadanya yang menonjol. Tanpa aba aba Sky mendorong tubuh Freya kembali berbaring di atas ranjang dan mendaratkan bibirnya di salah satu gunung kembar Freya kemudian menyesapnya dengan bibir panasnya.
Ahh..
Freya bergerak gelisah seperti cacing kepanasan di bawah kungkungan tubuh besar Sky. Tubuhnya seperti melayang, kepalanya mendongak ke atas merasakan sensasi panas yang menggulung jiwanya. Apalagi saat tangan Sky menjengkali tubuhnya hingga sampai di bawah pusat inti tubuhnya.
*
Maaf mak terpotong besok lagi, terusin sama ayang🤣
Beri hadiah gue dong mak 🙃🙃
__ADS_1