Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 94# Warisan


__ADS_3

Brukk..


Venus terjatuh di atas sofa ruang tamu. Kepalanya berputar dan pusing setelah menghabiskan beberapa botol wine di dalam kafe tadi.


Bibirnya meracau mengumpat Elard dan Sky bergantian. Venus melemparkan tas miliknya ke sembarang arah. Tak lama tangannya melepaskan jaket rompi yang di pakainya.


“Elard brengsek, dia sudah merebut Sky dariku, dasar sialan.” Gumamnya meracau dan tak berhenti mengumpat.


“Oh ****.. Kenapa aku merasa sangat pusing.” Racaunya lagi tak perduli dengan pengawal yang ada di depan pintu. Yang baru mengantarkannya.


Setiap malam hanya ini yang di lakukan Venus, mabuk dan mabuk. Selain itu, dia juga kadang berada di dalam club malam dan bercinta dengan pria yang akan di pilihnya. Kesepian memiliki suami, tapi tak pernah mendapatkan hak nya. Venus mencari kesenangannya sendiri.


Sementara Sky, dia sudah tau apa yang Venus lakukan selama ini. Tapi Sky membiarkan Venus begitu saja. Sengaja, membiarkan Venus masih berada di dalam mension mewahnya. Tapi sepertinya Sky akan membongkar dan menedang Venus dari mension setelah ini. Karna Freya sudah kembali lagi dan Sky tak mau membiarkan Freya pergi lagi.


Dan Sky akan tau apa resikonya jika dia kembali membawa Freya masuk ke dalam mension. Musuh yang selama ini diam akan kembali menyerangnya terlebih mereka akan mengincar Freya.


Itu sebabnya mereka mengincar Elard, karena bagi mereka hanya Venus yang harus menjadi pendampingnya satu satunya.


Heidher tak tau siapa Keanu dan Venus sebenarnya. Yang dia tau, Keanu adalah rekan bisnisnya.


“Hey, apa kau tak mau mengantarkan aku ke kamarku. Aku bingung yang mana, oh .. Pintunya ada banyak.”


Brukk...


“Ah brengsek..”


*


Marcel berjalan menuruni anak tangga dengan perlahan. Dia berulang kali mengumpat ibunya yang menyuruhnya kembali menggeledah kamar milik Sky yang ada di mension Heidher. Dia sama sekali tak mendapatkan berkas yang di carinya. Bibirnya mendesah kasar mengingat jika Sky bukanlah pria bodoh yang akan menyimpan berkas yang di carinya sembarang tempat. Sky pasti menyimpannya di suatu tempat tapi dimana Marcel sama sekali tak tahu dimana dia menyimpannya.


Marcel berjalan menuruni anak tangga dan masuk ke dalam kamar ibunya.


“Apa kau sudah menemukannya Marcel.?” Tanya Imelda saat Marcel membuka pintu kamarnya.

__ADS_1


“Aku sama sekali tak menemukannya mom.”


“Apa Luis mengambilnya dan membawanya ke mension nya.”


“Aku tak tau.” Desah Marcel kasar. Dia sendiri juga tak tau di mana Heidher menyimpan berkas yang di carinya. Heidher pernah mengatakan pada Luis jika berkas itu ada di kamarnya, tapi sudah tiga kali dia mencarinya tak pernah membuahkan hasil.


Imelda mendesah kasar, apa dia dan putranya harus seperti ini terus. Hidup menumpang dan tak bisa memilikinya. Heidher sungguh tega padanya, dia memberikan semua hartanya pada putranya. Sementara dia dan Marcel, hanya di berikan sepuluh persen dari seluruh harta Heidher. Itupun mereka tak bisa memilikinya, karna surat kepemilikan itu masih ada pada Heidher.


“Mommy yang harus mencarinya sekarang.” Ucap Marcel pergi meninggalkan kamar ibunya.


Sementara Imelda mendesah kasar dan mengutuk Heidher. Dimana Heidher menyimpan berkas itu, kenapa dia dan Marcel tak bisa menemukannya.


Mengandalkan Venus, adalah hal mustahil. Jangankan untuk membantunya mendapatkan haknya. Dirinya saja sama sekali tak bisa mendapatkan haknya dari Luis. Itu sebabnya selagi ada waktu lebih baik dia dan putranya mencari berkas itu dan mengambilnya. Apalagi Heidher semakin tua, setidaknya saat Heidher meninggal dia sudah memiliki harta Heidher di tangannya.


*


“Eghh..”


Sky masih bergerak naik turun di atas tubuh Freya. Dia membalaskan rindunya yang selama ini membelenggunya malam ini. Terhitung sudah tiga kali Sky menyemburkan bibit unggulnya di rahim Freya. Dan dia masih bergerak sampai dini hari.


“Lepaskan aku..” Ucap Freya hampir saja tak terdengar. Tapi telinga tajam Sky bisa mendengar gumaman Freya di telinganya.


Cup...


Sky mempercepat gerakannya menghujam Freya. Tangannya bergerilya kesana kemari menjengkali tubuh polos Freya di bawah kungkungannya. Dan tak lama Sky kembali lagi menyemburkan bibitnya dj rahim Freya untuk kesekian kalinya.


“Ahh Freya..” Desah Sky melepaskan cairan cintanya di rahim Freya.


Sementara Freya tak ada yang keluar dari bibirnya. Selain lelah dan sakit, dia juga sangat mengantuk. Itu sebabnya saat Sky berhenti bergerak Freya langsung memejamkan matanya.


Cup..


Sky mengusap wajah Freya yang berkeringat. Dia melepaskan miliknya pada Freya, hingga Freya berjengit kaget dan mendesis.

__ADS_1


“Maaf, tidurlah.”


Sky membawa tubuh kecil Freya ke dalam pelukannya. Mengusap punggung polos Freya yang di banjiri oleh keringat. Berulang kali Sky mengecup seluruh wajah Freya, seolah tak ada bosannya dia mengecupnya.


Sky bangkit dan mencari celana bahan miliknya lalu menelpon Calvin. Menanyakan kabar Elard yang masih belum sadar.


Sky mendesah kasar, semoga saja Elard segera sadar dari koma. Dia sangat menyayangi putra angkatnya dan Sky tau siapa Elard.


Sky kembali lagi tidur di samping Freya, wanita yang di carinya selama lima tahun. Entah siapa yang membawa Freya pergi darinya selama ini. Sky sangat membencinya dan Sky akan membalasnya nanti.


“Brengsek..” Umpat Sky mengingat Vincent. Pria yang jauh lebih muda darinya. Bagaimana tidak, Vincent berusia tiga puluh dua tahun dan dirinya empat puluh empat tahun. Jelas terlihat perbedaannya jika dia sudah tua dan Vincent masih muda. Dan pria itu juga yang mencium Freya di depan apartemen. Siapa pria itu dan apa hubungannya dengan Freya.


“Cih mimpimu saja..”


Freya terusik mendengar umpatan Sky. Sky yang menyadari Freya menggeliat, mengusap punggung Freya agar tertidur kembali. Dan tak lama kemudian Freya kembali tenang di pelukan Sky. Dan tak lama Sky ikut memejamkan matanya bersama Freya di pelukannya.


*


Ting.. Tong..


Vincent berdiri di depan pintu apartemen Freya. Pagi ini dia menjemput kekasihnya untuk datang ke perusahaan milik rekannya dan mengantarkan Freya menyerahkan hasil disain miliknya.


Sebenarnya Freya bisa saja mengirimkan lewat email, tapi Vincent sengaja mengatakan pada sahabatnya agar Freya sendiri yang mengantarkan hasil disainnya pada perusahaan. Karna Vincent ingin memberi kejutan pada Freya, yaitu pertunangan mereka.


Vincent lagi lagi menekan bel apartemen Freya. Vincent tak tau kenapa Freya terlambat bangun. Biasanya Freya jam segini sudah rapi dan siap bekerja.


Didalam Sky mengeraskan rahangnya, dia tau siapa yang datang, siapa lagi jika bukan Vincent.


Sky melirik ke arah Freya yang masih tertidur pulas. Dia bangkit dan menyambar celananya lalu memakainya. Sky berjalan keluar kamar Freya dengan bertelanjang dada. Dia berjalan menuju dapur dan memasak untuk Freya. Freya pasti lapar saat dia terbangun nanti. Sky membiarkan begitu saja bel yang berbunyi, dia tak perduli pada Vincent yang berada di depan pintu.


Setengah jam kemudian Sky membawa roti dan susu hangat untuk Freya.


Sky mengerutkan keningnya saat melihat beberapa dus susu formula di dalam lemari. Sky membukanya lalu mengambilnya. Tak lama kemudian Sky mengeraskan rahangnya. Dadanya naik turun menahan emosi yang memuncak saat apa yang di lihatnya masih baru. Itu artinya susu ini baru di beli Freya.

__ADS_1


“Brengsek...”


 


__ADS_2