
Freya tersenyum melihat layar ponsel miliknya. Sejauh ini dia tak pernah jauh darinya dan baru kali ini Freya meninggalkannya. Freya mendesah kasar mengingat pekerjaannya yang mengharuskan dirinya kembali lagi kemari. Jauh jauh dia pergi dari Sky dia justru kembali lagi kemari. Semoga saja Sky tak menyadari dirinya ada di sini.
Freya berjalan kamar mandi dan mengguyur tubuhnya. Tak sampai setengah jam Freya keluar dari kamar mandi, mengambil baju tidur dari kain satin dan sangat tipis lalu memakainya.
Freya duduk di atas kursi rias dan memakai krim di wajah dan tubuhnya. Freya mematikan lampu dan menyalakan lampu tidur. Kemudian membaringkan tubuhnya di atas ranjang.
“Semoga dia tak mengenal ku. ” Desah Freya memejamkan matanya menjemput alam mimpi.
“Apa kau melupakan ku Freya.”
Freya membuka matanya lebar mendengar suara bisikan dan harum mint, beserta parfum mahal yang menabrak indra penciuman nya.
“Kau.. “
Cup...
Freya berontak dan memukulnya, kaget dan shock melihat pria yang ingin dia hindarinya ada di atas tubuhnya saat ini. Bagaimana pria ini masuk ke dalam apartemennya dan darimana dia tau jika dia ada di sini. Sky tak perduli Freya yang berontak sekalipun. Dia tetap menyesap bibir Freya dengan rakus.
Hingga beebrapa menit kemudian Sky baru melepaskan tautan bibirnya dari bibir Freya saat merasakan Freya yang kehabisan nafas. Sky mengusap bibir freya dengan jari jempolnya, lembut.
“Aku merindukanmu sayang.” Ucapnya dengan nada sayu dan serak.
Nafas Freya memburu mendengar penuturan Sky padanya. Mata Freya menatap iris mata Sky di bawah lampu remang kamar tidur.
“Pergi dari sini, atau aku akan berteriak dan memanggil penjaga untuk menyeretmu tuan.” Geram Freya menatap Sky tajam.
Nafasnya naik turun menahan emosi dan takut secara bersamaan. Matanya melirik ke arah jendela yang tertutup. Bagaimana bisa Sky ada di sini jika jendela kamarnya saja masih tertutup.
“Apa kau tak merindukanku Freya.?” Ucap Sky mengelus pipi Freya dengan punggung tangannya. Freya terlihat sangat cantik dan lebih dewasa sekarang. Lima tahun dia mencari Freya seperti orang gila. Dan malam ini Freya nyata ada di depan matanya.
Freya menyingkirkan tangan Sky kasar dan beringsut mundur. Tatapan matanya menatap Sky waspada. Takut, jelas saja Freya takut melihat tatapan Sky padanya.
“Dari mana kau tau aku di sini.”
Bibir Freya bergetar dan dadanya naik turun menahan takut dan emosi. Dia tak percaya jika Sky akan menemukannya secepat ini. Baru pagi tadi dia datang ke kota ini dan Sky sudah menemukannya di sini.
“Kenapa kau pergi dariku Freya.” Sky tak menjawab pertanyaan Freya, dia justru bertanya apa yang ingin dia tanyakan selama ini. Freya menampik tangan Sky lagi saat menyentuh pipinya.
__ADS_1
Plakk..
“Keluar dari sini tuan, sebelum mereka menemukanmu dan menyeretmu.” Ancam Freya menatap mata tajam Sky.
Sky terkekeh mendengar ancaman Freya padanya. Dia mendekatkan wajahnya pada Freya dan tersenyum miring.
Freya semakin bergetar ketakutan melihat senyum di bibir Sky. Dia seperti monster yang akan menerkam mangsanya.
“Jangan macam macam padaku.” Kata Freya bergetar menahan takut.
“Kau semakin cantik sayang., aku hampir tak mengenali istriku sendiri” kekeh Sky mengusap wajah cantik Freya.
Deg..
Jantung Freya seperti mau lepas dari tempatnya mendengar penuturan yang keluar dari bibir Sky. Istri, Freya menggelengkan kepalanya.
“Keluar dari sini.” Sentak Freya emosi, mengingat kejadian lima tahun lalu. Di permainkan di bohongi dan di jadikan boneka hanya untuk memuaskan hasrat birahinya.
Menjadi wanita pengganti dan bayang bayang kekasihnya. Freya tak akan sudi dan tak akan pernah bodoh lagi.
Sky menatap mata cantik Freya, dia masih tak bergeming di tempatnya mendengar teriakan Freya padanya. Freya sangat jauh berbeda dari sebelumnya.
Sky yang mengetahui Freya menelpon pria brengsek itu merebut ponsel Freya dan melemparkan nya ke tembok hingga hancur berkeping-keping.
Prakk..
“kau.. “ Freya shock dan mendelik menatap Sky yang menghancurkan ponsel miliknya.
“Bukan hanya ponsel itu yang akan aku hancurkan sayang. Tapi pria brengsek itu juga akan aku hancurkan.” Desis Sky menarik kedua kaki Freya dan menyeretnya.
Akkk...
Freya memekik kaget saat kakinya di seret oleh Sky. Tubuh Freya menegang saat tangan besar Sky secepat kilat merayap masuk ke dalam kain satin miliknya dan menemukan salah satu bongkahan kenyal miliknya.
Freya bergerak gelisah, tangan Sky benar benar mengantarkan aliran listrik pada tubuhnya. Hingga tubuhnya bergetar menahan gejolak api gairah yang lama Freya pendam. Hati kecilnya mengatakan jangan, tapi tubuhnya merespon tangan besar Sky yang bergerilya mengusap, meremas bahkan mempermainkan bergantian salah satu pucuk gunung kembarnya.
Sementara Sky tersenyum penuh kemenangan merasakan tubuh Freya yang menegang. Sky sudah tau jika Freya tak akan memakai penyangga dua buah kenyal miliknya. Itu sebabnya tangannya dengan leluasa menjelajah dan menarik pucuk salah satu puncak gunung kembarnya.
__ADS_1
Tubuh Freya semakin menegang dan bergetar, kakinya bergerak gelisah saat merasakan usapan tangan Sky berpindah turun.
Sky mengerutkan keningnya saat merasakan bekas luka yang cukup panjang di perut Freya.
Apa Freya terluka saat dia kabur dari mension mewahnya.?
Sky mengusap bekas lukanya dan menciumnya. Sky merasa sangat bersalah membayangkan bagaimana Freya yang kabur dari mension mewahnya dengan melompati pagar yang sangat tinggi. Mungkin Freya terluka saat di terjatuh dari atas.
Tubuh Freya mengejang merasakan usapan bibir basah Sky pada perutnya, kemudian bibir Sky turun semakin bawah.
Sementara Sky sendiri tangannya dengan cepat menarik kain segitiga berenda milik Freya dan membuangnya asal.
“Ahh.. “ Jerit Freya semakin menegang merasakan sensasi menggelitik di bawah pusarnya. Kakinya semakin bergerak gelisah dan tanpa sadar Freya membuka akses untuk Sky.
Sky tersenyum miring mendengar suara ******* Freya. Dia sangat merindukan aroma tubuh dan milik Freya yang sangat dia rindukan. Sky tak akan menyia nyiakan kesempatan malam hari ini. Dia akan menaklukan Freya kembali di bawah kungkungannya.
Sky akan mengikat Freya di atas ranjang sampai Freya memohon ampun padanya.
“Sky.. “ Teriak Freya semakin gelisah, tangannya mencengkram erat kain seprey di bawahnya saat merasakan sesuatu di bawah sana ingin meledak.
Mendengar suara jeritan Freya Sky tersenyum penuh kemenangan. Dia tau jika sebentar lagi, Freya akan menjemput nirwananya.
Tak lama kemudian tubuh Freya melengkung dan terpelanting ke belakang, begitu juga dengan dadanya yang membusung bersama dengan suara jeritan Freya yang meledakkan sesuatu tepat di depan wajah Sky.
Sky tersenyum miring, kemudian mendongak menatap wajah cantik Freya yang berkeringat. Sky mengusap wajah Freya yang berkeringat dan mengecup pipinya yang basah.
“Lelah..”
Wajah Freya merah padam mendengar pertanyaan Sky padanya. Dia membuang wajahnya menatap ke arah lain saat menyadari jika dia baru saja meledakkan sesuatu yang tersembunyi dlam dirinya.
Sky terkekeh melihat Freya yang membuang wajahnya. Sky yakin jika wajah Freya saat ini sangat merah.
“Pergilah, ini salah.” Tukas Freya saat mengingat jika Sky memiliki istri dan Freya tak akan pernah menjadi orang ketiga untuk rumah tangga Sky dan wanita itu.
Jelas saja Freya tau, lima tahun lalu Freya tak sengaja melihat siaran televisi yang menampilkan pesta pernikahan Sky dengan wanita yang bernama Venus. Kecewa saat Sky ternyata memang mempermainkannya. Terlihat baru beberapa hari saja Sky sudah menikahi wanita itu. Padahal Freya baru satu minggu keluar dari mension mewahnya.
“Tidak akan salah jika suami meminta haknya.”
__ADS_1
.
.