Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 163# Ancaman


__ADS_3

“Apa kau marah Sky. Aku hamil.” Jawab Freya menatap mata Sky.


Cup..


Sky menyambar bibir Freya dan menyesapnya. Dia bahkan mengangkat tubuh kecil Freya ke dalam gendongannya dan masuk ke dalam ruang pribadinya.


Sky membaringkan perlahan Freya di atas ranjang yang tak terlalu besar. Tatapan matanya sama sekali tak berkedip melihat Freya. Dia mengecup kening Freya lama. Dadanya bergemuruh, bahagia telinganya mendengar Freya hamil lagi.


Ini yang di inginkan Sky saat ini. Mendengar Freya hamil buah hatinya kembali. Sky sudah berjanji akan membahagiakan Freya. Dia sangat menyesal saat Freya hamil Ara. Dan Sky saat ini tak akan membiarkan Freya hamil tanpa seorang suami di sisinya.


“Aku sangat bahagia sayang. Ini yang ku tunggu darimu Freya. Aku ingin melihat kau hamil lagi. Maafkan aku yang dulu menelantarkan mu dan Ara. Tapi tidak kali ini dan seterusnya Freya. Aku tidak akan mengulangi lagi kesalahan ku yang dulu, aku hanya ingin kau dan anak anakku.” Kata Sky manatap mata Freya di bawah kungkungannya.


Freya menganggukan kepalanya, bibirnya tersenyum tipis. Dia mengalungkan kedua tangannya pada leher suaminya.


“Ya, jangan kecewakan aku lagi Sky.”


Cup..


*


“Brengsek..” umpat Dava menekan lengannya yang masih mengeluarkan darah segar. Dia menelpon sekertarisnya dan memintanya membawa dokter pribadinya kemari.


Dia tak percaya senjata di tangan Sky ternyata nyata dan bukan bohongan.


Dava berjalan menuju sofa dengan tubuh yang masih gemetar. Bibirnya berulang kali mengumpat Sky yang sudah menembaknya.


“Tuan..”


“Obati lukaku.” Kata Dava memejamkan matanya, beruntungnya peluru itu hanya melukai kulitnya saja. Andai Sky menembak kepalanya atau jantungnya, dia yakin saat ini dia sudah menjadi jenazah terbujur kaku di dalam ruangannya sendiri.


*


Sky menatap wajah Freya yang tidur di pelukannya. Dia sudah bahagia bersama istri dan anak anaknya. Apalagi sebentar lagi dia akan memiliki anak lagi. Lalu bagaimana dengan putranya saat ini. Apa dia bahagia dengan kehidupannya saat ini.


Sky merogoh saku celananya, dan menghubungi salah satu orang kepercayaannya.

__ADS_1


“Ya tuan.” Terdengar suara di sebrang telepon.


“Bagaimana dengan Elard.” Tanya Sky menarik nafasnya perlahan. Sudah dua kali Sky mengirim beberapa orang suruhannya untuk mengikuti langkah Elard.


Sayangnya, orang suruhannya menghilang saat itu. Dan Sky tau itu perbuatan siapa. Siapa lagi jika bukan Elard yang sudah membunuhnya. Sky tak menyangka Elard akan sangat membencinya dengan membunuh orang suruhannya.


Meski begitu, Sky tak marah atau dendam dengan Elard yang sudah membunuh dua anak buahnya. Dia hanya menyayangkan perbuatan nya dulu yang membuat Elard sangat membencinya.


Tapi dia tak patah semangat, dia tetap mengirim seseorang untuk menjaga Elard. Sky tak ingin Elard terkena masalah dan dalam bahaya. Sky tau, Elard berada di tengah tengah orang yang serakah dan licik.


“Pagi tadi, tuan muda resmi menjadi ceo perusahaan mendiang ayahnya tuan.” Sahut seseorang di sebrang telpon selulernya.


Sky mendesah kasar mendengarnya. Elard benar-benar sudah memimpin perusahaan ayahnya. Dan dia yakin saat ini Elard sedang menjadi boneka dan alat untuk mengeruk keuntungan.


Ya mereka pasti memanfaatkan Elard untuk mengambil harta milik orang tua Elard. Sebelumnya kekayaan maupun salah satu cabang perusahaan Roberto di pegang oleh kuasa hukum keluarga Roberto. Jajaran direksi juga tak bisa mengeluarkan uang dan yang lainnya. Mereka tak bisa mengambil uang sepeserpun tanpa adanya Elard. Satu-satunya yang menjadi pewaris dari keluarga Roberto.


Dan sekarang Elard sudah menjadi ceo dan tentunya mereka akan senang memanfaatkan Elard yang masih polos dan belum tau apa apa.  Apalagi tau dengan tujuan mereka sebenarnya.


Andai Elard tau dan kembali saat dia dewasa nanti. Mereka pasti tak akan memanfaatkan Elard. Tapi sayangnya Elard lebih dulu tau semuanya dan pergi dari mension mewahnya. Dan yang lebih membuat Sky kecewa Elard sangat membencinya.


“Kau merindukan nya.”


Sky menoleh ke arah Freya. Bibirnya tersenyum tipis mendengarnya. Dia mengecup kening Freya dan mengecup punggung polos Freya. Ya sebelumnya mereka baru saja bercinta.


“Aku sudah menganggapnya putra ku sendiri Freya.” Freya menganggukan kepalanya mengerti. Dia tau Sky sangat menyayangi Elard.


“Aku tau.”


*


Keesokan harinya..


“Apa maksud anda tuan Luis.” Devan kaget melihat berkas di tangannya. Dia mendongak menatap Sky yang duduk di depannya.


“Maaf tuan Devan, saya memutuskan untuk mengakhiri kerja sama kita.” Sahut Sky menatap Devan yang semakin kaget mendengarnya.

__ADS_1


“Anda jangan bercanda tuan Luis.” Seru Devan tak percaya dengan Luis. Dia menggelengkan kepalanya berulang kali.


“Sekali lagi saya minta maaf tuan.” Ucap Sky berdiri dari duduknya. Dan Devan yang melihat Sky berdiri dari duduknya ikut berdiri dan melangkah menghadang Sky dari depan.


“Saya mohon tuan Luis. Anda tak bisa mengakhiri kerja sama kita begitu saja. Apa alasannya, beri tau padaku jika saya melakukan kesalahan.” Hiba Devan pada Sky.


Ya tentu saja Devan akan sangat kesulitan jika Sky mengakhiri kerja samanya. Karna selama ini, Sky lah yang sudah menopang perusahaan miliknya


Sky mendesah kasar mendengar suara Devan. Inilah yang dari dulu membuat Sky berat dan tak tega pada Devan. Pria tua ini, sudah dia anggap sebagai keluarganya sendiri. Selain mereka sudah lama menjalin kerja sama. Devan juga tak pernah melakukan kecurangan.


“Tuan Luis.” Hiba Devan menatap Luis dengan pandangan memohon.


Tak lama pintu ruangan CEO terbuka lebar dan menampilkan Dava yang shock melihat Sky dan ayahnya berdiri di depan pintu.


Sky tersenyum miring melihat wajah Dava yang pucat pasi. Apalagi saat melihat tangan Dava yang gemetar. Sky yakin Dava sudah tau apa maksudnya datang kemari.


“Tuan..” seru Dava menundukkan kepalanya paksa.


Devan mengerutkan keningnya mendengar suara Dava. Dia menoleh pada Dava dan Luis bergantian.


“Ada apa Dava.?” Tanya Devan pada putranya.


Sementara Dava menundukkan kepalanya melihat tatapan ayahnya padanya. Tangannya terkepal melihat tatapan Sky padanya.


“Selain mengakhiri kerja sama kita, aku juga bisa menghancurkan perusahaan ini tanpa sisa.” Ucap Sky mengagetkan Devan. Dia melototkan matanya mendengar ancaman Sky padanya.


“Tuan Luis, apa maksud anda. Saya tidak melakukan kesalahan apapun tuan.” sangkal Devan pada Sky. Dia bingung mendengar ancaman Sky padanya.


“Tuan, tuan Luis.” Seru Devan melihat Sky yang justru melangkah keluar dari ruangannya.


Sky tak menggubris teriakan Devan. Dia melangkah keluar dari ruangan CEO milik Devan. Bibirnya tersenyum miring melihat wajah Dava.


Dia sebenarnya sangat tak tega melihat Devan. Tapi mau bagaimana lagi, dia tak ingin Dava kembali mengusiknya. Selain itu, Sky ingin Dava tau siapa dirinya sebenarnya.


 

__ADS_1


 


__ADS_2