
“Berani menyentuhnya..”
Dor..
Bruk..
Sky menarik pinggang Freya yang akan jatuh bersama Vincent dan memeluknya. Dia mengusap kening freya yang tak sadarkan diri. Giginya gemerutuk menyadari Freya benar-benar tak sadarkan diri di pelukannya saat ini.
. Sementara Vincent yang terhuyung ke belakang saat Sky menembak tangannya mengumpat Sky. Dia mendongak melihat Sky dengan rahang yang mengeras. Bibirnya meringis menahan nyeri di lengannya. Dia tak tau kenapa pria di depannya bisa tiba-tiba saja datang dan ada di depannya.
“Kau brengsek Luis.” Teriak Vincent emosi.
Sky melirik kw arah Vincent dan tersenyum miring.
“Apa yang kau pikirkan tuan Vincent. Ingin mendapatkan Freya dengan caramu hemm..” Ejek Sky pada Vincent yang menatapnya dengan wajah memerah dan emosi.
“Tuan Luis dari dulu Freya adalah milikku. Kau yang sudah merebut Freya dariku.” Masih dengan nada keras Vincent melesak ke arah Sky. Tapi Sky menendang tubuh Vincent dengan kaki panjangnya.
Bruk..
Vincent tersungkur dan menabrak sofa. Dia semakin emosi saat Sky lagi lagi menjatuhkannya. Freya miliknya, apapun akan dia lakukan untuk mendapatkan Freya.
Vincent tertawa, dia menatap Sky yang menggendong Freya di pelukannya.
“Tuan Luis, asal anda tau. Saya dan Freya sudah sering menghabiskan malam bersama. Kami juga sering menginap di hotel berdua. Anda pasti tau apa yang terjadi jika wanita dan pria menginap dalam satu kamar.” Kekehnya menatap Sky dengan pandangan mengejek.
“Sayangnya Freya tetap milikku. Dia setia padaku meski kami jauh sekalipun.” Sahut Sky tersenyum mengejek Vincent. Sementara Vincent mengepalkan sebelah tangannya semakin emosi. Dia melesat ke arah Sky, tapi lagi lagi Sky menendangnya dan kali ini lebih keras lagi hingga tubuh Vincent menghantam meja kaca.
Pyar..
Sementara Venus memundurkan kakinya melihat Luis menendang Vincent. Dia melirik Vincent yang jatuh menghantam meja. Tak lama tangannya meraba-raba punggungnya dan mengambil pisau lipat lalu melemparkannya pada Freya yang berada di gendongan Luis. Venus tak perduli jika dia salah sasaran dsn akan mengenai Luis sekalipun.
Cemburu dan dendam, yang ada di pikirannya hanya membunuh Freya saja. Itu sebabnya dia melemparkannya pisau miliknya ke arah Freya.
Tring..
__ADS_1
Dor..
Akkrr..
Venus meringis merasakan sakit di kaki sebelah kirinya. Dia merintih dan menatap Luis yang tega padanya telah menembaknya.
“Luis..” ucap Venus dengan bibir bergetar menahan nyeri. Dia tak percaya jika Luis akan mengetahui tentang rencananya. Padahal dia dan Vincent sudah merencanakan semua ini lebih awal. Dan Freya Juga datang kemari hanya sendiri bersama putrinya.
Sky hanya melirik ke arah Venus mendengar suara rintihan Venus yang memanggil namanya.
Sementara Vincent bangun dari jatuhnya. Dia tak perduli dengan tubuhnya yang penuh luka dan serpihan kaca sekalipun. Dia harus mendapatkan Freya untuknya. Freya miliknya dan dia tak akan pernah membiarkan Freya jatuh ke tangan Luis. Mata Vincent memerah melihat Sky yang membopong Freya lalu mengecup kening Freya berkali kali. Cemburu, jelas saja Vincent sangat cemburuan .
“Tuan Ausky Luis, Freya milikku.” Teriak Vincent pada Sky.
Bug..
Brukk..
Vincent kembali lagi tersungkur saat tubuhnya di tendang oleh kaki seseorang. Tak lama Vincent bangkit dari lantai dan membalas Calvin yang sudah memukulnya. Tapi sayangnya Calvin lebih dulu menendang Vincent hingga jatuh tersungkur kembali.
Brukk..
“Dalam mimpimu.” Sahut Sky berjalan mendekati Vincent lalu menendangnya, hingga dia terkapar semakin tak berdaya di atas lantai. Sementara freya masih berada di dalam gendongannya. Sky sama sekali tak melepaskan Freya dari tangannya.
“Brengsek, kau Luis. Kau sudah merebut Freya dariku.” ucap Vincent lirih hampir tak terdengar, dengan tenaga yang tersisa dia mencoba menyingkirkan kaki Luis dari atas dadanya. Tapi bukannya menyingkir Sky justru menekan kakinya lagi.
“Aku sudah memperingatkan mu tuan Vincent. Tapi sepertinya kau sangat senang dengan hadiah dariku.” Desis Sky menekan lagi sepatu fantofel miliknya.
Akkrr
Kikan yang sedari tadi melihatnya menggelengkan kepalanya melihat Vincent yang tak berdaya di bawah kaki Luis. Luis benar-benar kejam, menyiksa Vincent. Padahal tubuh Vincent sudah tak berdaya di bawahnya. Tapi Luis justru semakin menekan sepatu yang di pakainya, hingga Vincent memuntahkan darah segar dari dalam mulutnya.
“Oma..” Kikan berjengit melihat Ara berdiri di sampingnya.
Venus juga tak kalah kaget mendengar suara anak kecil. Ria mengutuk kebodohannya saat baru menyadari jika ada putri Freya bersama Kikan. Kenapa dia baru menyadarinya dari tadi.
__ADS_1
Venus tersenyum miring , Secepat kilat Venus berdiri menahan rasa sakit dan mendorong Kikan lalu menghampiri Ara di samping Kikan.
“Ara..”
Dor..
Bruk..
“Huaa..Huaa..” Ara menangis kencang melihat tubuh Venus terkapar di depannya. Apalagi melihat Kikan yang terjatuh. Ara semakin menangis kencang ketakutan. Dia berteriak kencang memanggil ibunya yang tak ada di depannya.
Tak lama Calvin terkesiap dan berlari menghampiri Ara lalu menggendong Ara ke dalam gendongannya. Calvin menatap tajam Kikan yang jatuh terjengkang.
“Luis..” lirihVenus menoleh ke arah suaminya yang baru saja menembak kakinya kembali. Nyeri sebelumnya bertambah nyeri saat peluru panas Sky kali ini menembus pahanya. Venus adalah merintih dan mendesis merasakan sakit yang luar biasa menjalar di seluruh tubuhnya.
Sky berbalik dan membopong Freya yang tak sadarkan diri keluar dari apartemen Kikan. Tak perduli dengan tatapan Venus padanya.
“Dad..” Elard menyaut Ara dari gendongan Calvin. Mendengar Freya yang pergi bersama Ara Elard sudah tak enak dan gelisah. Apalagi dia mendengar Freya pergi seorang diri tanpa daddynya.
Elard yang sedang belajar pun keluar tanpa izin dan mengendarai sepeda motornya ke apartemen Kikan. Elard tau dimana apartemen Kikan berada. Elard tau dari mobil daddynya yang terpasang pelacak di dalamnya.
Meski Elard yakin jika daddynya pasti juga mengetahuinya dan menyusulnya. Tapi Elard tetap ingin pergi karna Ara juga ikut bersama Freya.
“Shuutt.. Ini uncle sayang.” Ara menghentikan tangisnya mendengar suara yang sangat di kenalnya. Tak lama Ara menangis lagi, seolah dia mengadu pada Elard.
Elard memeluk Ara erat dan mengikuti langkah daddynya. Dia tak perduli dengan Calvin yang kembali lagi masuk ke dalam apartemen Kikan. Elard sudah tau apa yang akan Calvin lakukan di dalam sana.
*
Sampai di mension mewahnya Sky menidurkan Freya di ranjang miliknya. Dari mengecup kening Freya yang berkeringat. Mengingat keberanian Freya yang keluar dari mension dan berbohong pada pelayan membuat Sky sebenarnya emosi. Tapi mau bagaimana lagi, Sky tau jika ini bukan salah Freya.
Sky menarik selimut dan menutupi tubuh Freya. Dia keluar dari kamarnya dan pergi ke kamar putrinya. Sky melihat Elard yang menggendong Ara di pelukannya. Tak lama Sky mendesah kasar melihat Elard dan Ara. Dia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya dan menutup pintu kamar putrinya kembali.
__ADS_1