Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.132# Pengakuan Sky


__ADS_3

“Apa yang kau sembunyikan dari ku Luis.” Kata Freya menatap mata Sky yang sangat dekat dengannya.


Sky sendiri kaget mendengar pertanyaan Freya padanya. Dia membalas tatapan mata Freya padanya. Sky tak percaya jika Freya mengetahuinya.


“Ti_”


“Berbagilah denganku.” Potong Freya saat melihat Sky membuka mulutnya.


Sky tersenyum, dia menjatuhkan tubuhnya di samping Freya dan membawa Freya ke dalam pelukannya.


Cup..


“Terima kasih sayang, aku tak ingin kau memikirkannya. Cukup ada di sampingku dan jangan pernah meninggalkan ku lagi, Freya. Aku mencintaimu.” Bisik Sky mengusap punggung Freya dan mencium keningnya bertubi-tubi.


“Kau tak ingin berbagai dengan ku.” Tanya Freya mendongak menatap wajah suaminya.


Mengusap rahang tegas Sky yang di tumbuhi bulu bulu kasar di wajahnya. Freya mendekatkan wajahnya mengecup rahang Sky sekilas.


Sementara Sky memejamkan matanya, merasakan sentuhan lembut bibir Freya yang menembus relung hatinya yang terdalam. Bahagia melihat Freya juga mencintainya.


“Apa ini tentang Elard.”


Sky berjengit mendengar penuturan Freya. Dia membuka matanya dan menundukkan wajahnya menatap mata Freya.


“Sayang dari mana kau tau.”


“Aku tau dari matamu, belakang ini kau sering datang ke kamar Elard. Ada apa, apa dia baik baik saja.” Tanya Freya membawa kepala Sky di dadanya dan mengusap kepala suaminya lembut. Freya tau Sky sangat gelisah belakangan ini dan sering kali dia datang ke kamar Elard saat tengah malam dan duduk di samping putra asuhnya..


Mendapatkan sentuhan lembut dari tangan Freya di kepalanya. Sky mengencangkan pelukannya pada Freya. Wajahnya dia sembunyikan di dada Freya dan terisak.


Ya ada rasa yang tak rela dan sakit jika Elard pergi darinya. Apalagi jika Elard mengetahui ayahnya meninggal karna dirinya. Meski bukan dirinya yang membunuh Edwin, tetap saja dia yang melakukannya.


Niat hati Sky ingin mengajarkan Elard bisnis. Dan membawa Elard pada posisi yang sebenarnya. Lalu mengatakan pada Elard saat dewasa nanti, bagaimana ayahnya bisa terbunuh. Tapi saat ini tiba-tiba saja Devano datang mengancamnya.


Lionel Elard Roberto nama Elard yang sesungguhnya. Tapi semenjak dia mengadopsinya, Sky menggantinya dengan nama Romanov di belakangnya.


Dia sudah seperti anak kandung baginya. Sky sangat menyayangi Elard. Bukan karna rasa bersalahnya dan ingin menebus dosanya. Tapi karna Sky memang sangat menyayangi putranya.


Elard adalah teman untuknya sebelum Freya kembali datang ke pelukannya. Remaja itu sangat menurut dan patuh padanya. Itu sebabnya, dia sangat menyayangi Elard.


“Aku takut putraku membenci ku Freya.” Lirih Sky hampir tak terdengar di telinga Freya.


Deg..


Dada Freya bergemuruh mendengar penuturan Sky padanya. Dia yakin terjadi sesuatu pada Sky dan Elard.

__ADS_1


“Ada apa..?” tanya Freya juga berkaca kaca. Dia sendiri tak tau apa masalahnya. Tapi mendengar penuturan Sky Freya yakin ada sesuatu. Sementara dia sudah menyayangi Elard.


“Akulah yang membunuh ayah putraku sendiri Freya.”


Freya memejamkan matanya mendengar pengakuan Sky. Tangannya berhenti mengelus kepala suaminya dan menariknya.


Sky menggelengkan kepalanya saat Freya menarik tangannya. Dia semakin mengencangkan pelukannya pada Freya.


“Jangan membenciku Freya, aku menyesal telah melakukannya.” Isak Sky di pelukan Freya. Membayangkan Freya dan Elard yang akan membencinya. Membuat dada Sky sakit luar biasa. Andai waktu bisa di ulang, Sky tak ingin terjerumus ke dunia hitam dan membunuh banyak orang.


Tapi lagi lagi dia melakukannya, karna Sky tak pernah bisa memaafkan orang yang bersalah. Dia akan melenyapkan siapa saja yang mencoba mengusiknya. Tapi sekarang salah satu masa lalunya, akan menghancurkan hidupnya.


“Bagaimana jika Elard tau Sky. Bukan hanya kamu yang akan dibencinya, tapi aku dan Ara. Elard akan membenci Ara Sky.” Tangis Freya pecah mengingat Elard dan Ara sangat dekat. Bahkan Ara, hampir dua puluh empat jam bersama Elard.


Dan Ara juga sangat menyayangi Elard. Lalu bagaimana jika Elard tau dan membencinya.


“Tidak sayang, aku akan mengirim Elard jauh dari sini. Elard tidak akan tau Freya. Biarkan Elard tau saat dia dewasa nanti jika aku tak sengaja membunuh ayahnya. Elard pasti mengerti alasannya Freya.” Seru Sky mengencangkan pelukannya pada Freya.


Freya menggelengkan kepalanya, dia tak percaya mendengar penuturan Sky.


“Apa yang kau pikirkan Sky. Kau akan semakin membuat Elard membencimu.” Sahut Freya.


“Katakan pada Elard jika kau punya alasan kenapa membunuhnya.” Lanjut Freya lagi.


Sky menggelengkan kepalanya tak mau. Dia tak siap melihat tatapan benci Elard padanya.


Freya tak bisa berbuat apa-apa. Dia bisa melihat penyesalan di mata Sky. Tak lama dia menganggukan kepalanya. Freya tau, semua ini pasti ada alasannya. Dan Sky mungkin benar, lebih baik Elard tau setelah dewasa nanti.


*


“Dad, daddy harus datang di sekolah lusa. Lusa pengumuman kelulusan sekaligus, pengumuman siswa yang berprestasi.” Kata Elard pada ayahnya. Tangannya menguapi Ara yang duduk di sampingnya.


Sky hanya menganggukan kepalanya mendengar penuturan Elard. Sementara Freya hanya melirik ke arah suaminya dan Elard bergantian.


“Enak sayang.”


“Hemm lagi..” pinta Ara pada Elard.


Elard terkekeh mendengar permintaan Ara padanya. Dia kembali menguapi Ara dengan tangannya. Hingga Elard lupa, jika dia sendiri belum makan sedikitpun.


Sky dan Freya hanya menatap mereka berdua. Elard memang sudah sering menguapi Ara dengan tangannya. Itu karna Ara sendiri yang meminta Elard menguapi nya dengan tangannya. Sungguh hati mereka tak siap jika Elard tiba-tiba harus membenci mereka termasuk Ara.


 Elard terkekeh melihat bibir Ara penuh dengan makanan yang d8a suapkan. Dia mengambil tisu untuk mengelap bibir Ara. Tapi Elard melihat kedua orang tuanya, menatap kearahnya dengan pandangan yang Elard sendiri tak tahu.


“Ada apa dad, mom. Apa wajah Elard ada yang aneh.” Sky menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Elard. Sementara Freya, menatap Elard, dengan pandangan penuh sesal dan sangat bersalah.

__ADS_1


“Aku akan berangkat sayang.”


Cup..


Sky berdiri dan mengecup kepala Freya lalu menghampiri putrinya dan mencium pipi Ara. Sky mengusap kepala Elard dan melangkah pergi meninggalkan meja makan.


Calvin melirik ke arah kaca spion, dia tau belakang ini tuannya sedang memikirkan sesuatu. Dan Calvin tau itu apa.


“Carikan Elard universitas di Dubai. Aku ingin dia pergi jauh dan jangan sampai ada orang lain yang tau di sana Calvin.” Titah Sky tanpa mengalihkan pandangannya dari samping.


“Baik tuan.”


Sampai di perusahaan miliknya, Sky berjalan melangkah lebar masuk ke dalam perusahaan miliknya.


“Ausky Luis.”


Sky menghentikan langkahnya mendengar namanya di panggil. Tak lama Sky mengepalkan tangannya saat mengingat suara siapa yang memanggilnya.


Sky melanjutkan langkahnya lagi, menghampiri pintu lift. Dia tak perduli dengan pria yang memanggilnya.


“Aku dengar, anda sudah menikah tuan Luis. Ck kupikir anda masih tergila gila dengan istri Mark Horrold.”


Sky mengeratkan giginya emosi mendengar penuturan pria oaruh baya  di telinganya.


“Aku salut dengan wanita yang sudah berhasil menggeser nama nona Elvira Jennifer. Dia pasti bukan orang sembarangan.”


Sky semakin gemerutuk menahan Emosi yang memuncak mendengar nada yang keluar dari bibirnya.


Sementara Devano terkekeh melihat tangan Sky yang terkepal. Dia mendekatkan dirinya dan berdiri di depan Sky.


“Apa dia ibu Elard.”


Bug..


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2