Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.43# Kedongkolan Sky


__ADS_3

Freya keluar dari kamar mandi dengan wajah segar dan handuk kimono yang menutupi tubuhnya. Matanya melirik kearah Sky yang sudah berganti pakaian tidur. Freya tak tau dimana pria itu mandi. 


"Apa aku boleh memakai kemeja tuan lagi."


Sky menatap Freya datar mendengar Freya memanggilnya tuan. Apa tidak ada panggilan lainnya yang enak di dengar di telinganya. 


"Pakaian mu ada di lemari."


"Disini.." Pekiknya. 


Sky menoleh lagi, dan Freya hanya mencebikkan bibirnya melihat mata Sky yang mengarah padanya. Freya berbalik dan berjalan masuk ke dalam walk in klosed. 


Mata Freya berkeliling mencari di mana pakaiannya tersimpan. Freya tak tau sejak kapan pakaiannya tersimpan di dalam sini. Mingkin saja saat dia tertidur mereka memindahkan pakaiannya kemari. Freya mengambil kursi dan naik ke atas mengambil salah satu baju panjang miliknya dan memakainya. Dari luar Sky yang bisa melihat Freya dari layar ponselnya mendengus melihat Freya memakai baju panjangnya. 


"Apa ini caranya memuaskan aku di atas ranjang, sial."


Sky melemparkan ponselnya ke samping, bersama dengan Freya yang keluar dari walk in klosed. 


Freya menatap Sky, dia bingung mau bagaimana dan tidur di mana. Takut salah jika dia sudah berbaring di atas ranjang. Sky acuh dia tak ingin membuka mulutnya, masih emosi saat miliknya berkedut dan Freya justru memakai baju panjang. Freya lupa dengan tugasnya, dan janji manisnya yang katanya ingin memuaskan dirinya di atas ranjang. Apa mungkin dia harus membuang semua baju panjang Freya dan menggantinya dengan lingerie. 


Freya berjalan menuju sofa dan membaringkan tubuhnya di atas sofa. Sky yang melihat Freya membaringkan tubuhnya di sofa mengepalkan tangannya. Apa Freya sengaja atau dia benar benar lupa dengan tugasnya. 

__ADS_1


Freya tak perduli jika Sky menatapnya dan tak menyukainya. Dia tetap tidur di atas sofa dan menutup matanya. 


"Pindah kemari atau aku akan melemparmu keluar jendela."


Freya membuka matanya dan berlari pindah ke atas ranjang di samping Sky. Masuk ke dalam selimut dan memejamkan matanya. Freya tak ingin di lempar oleh Sky dari jendela, Freya tak ingin mati lebih dulu sebelum bertemu ibunya. Kenapa dia menjualnya, apa selama ini dia tak menyayanginya.


Sky lagi lagi mendengus melihat tingkah Freya. Tangannya memijit kepalanya yang berdenyut pusing. Bukan hanya pusing gagal bercinta, tapi pusing melihat Freya yang bodoh. Sky mengambil laptop di sampingnya, mengalihkan perhatiannya, dia tak ingin menjadi bodoh dan pergi ke kamar mandi. Mungkin saja Freya masih lelah dan miliknya masih sakit. 


Freya membelakangi Sky, matanya tertutup rapat, mencoba untuk benar benar tidur. Baru kali ini Freya tidur bersama orang asing, terutama seorang pria. Freya mengutuk dirinya sendiri yang bodoh. Tubuhnya bergetar takut dan grogi satu selimut dengan Sky. Apalagi Freya tau jika Sky belum tidur saat ini. Takut jika tiba-tiba saja Sky menerkam nya dan menindihnya lagi. 


Sky melirik ke arah Freya, bibirnya tersenyum tipis melihat Freya yang sama sekali tak bergerak sedikitpun. Sky tau jika Freya belum tidur. Sky menutup laptop di tangannya dan menyimpannya. Lalu berbalik menghadap punggung kecil Freya. 


Tak ada sahutan dari Freya, Sky menghembuskan nafasnya perlahan. Sky bangkit dari ranjang dan berjalan menuju balkon kamarnya. Mengambil nikotin dan menyalakan api lalu menghisapnya. Sky tak menyangka akan menikah dengan gadis belia yang jauh di bawahnya. Gadis yang dia beli, tanpa maksud apa apa selain menjadikan Freya sebagai teman ranjangnya dan pemuas nafsunya. Tapi gadis itu rupanya bukan gadis yang bodoh. Dan sialnya juga dia menuruti semua keinginan Freya dan menikahinya. Apalagi saat tadi bertemu dengan rekan bisnisnya, bukan bercinta seperti yang terjadi sebelumnya. Dia justru mendorong wanita itu dan meninggalkannya begitu saja. 


"Dan dia melupakan janjinya, heh..Sial."


Sedangkan Freya, dia bernafas lega mendengar Sky pergi dari sisinya. Hingga Freya benar-benar tertidur saat menunggu pergerakan ranjang di sampingnya yang tak bergerak. Itu artinya Sky tak tidur bersamanya. 


Hingga dia jam Sky berjalan kembali masuk ke kamarnya dan menutup jendela. Sky berjalan menuju ranjang, dan masuk ke dalam selimut bersama Freya. Sky memejamkan matanya, dia tak ingin membuat Freya takut saat dia memeluknya. Lagi pula jangan sampai miliknya kembali lagi bangun. 


*

__ADS_1


Hingga pagi menjelang Freya masih betah tidur nyenyak. Tapi tidak dengan Sky, tangannya yang memeluk Freya sama sekali tak bergerak sedikitpun. Hanya miliknya yang bergerak dan menggeliat di bawah sana. 


Uhh.. 


Sky memejamkan matanya saat kaki Freya bergerak dan menyentuh miliknya. Nafasnya memburu menahan gejolak gairah yang memuncak. 


"Freya.."


Memanggil Freya dengan nada serak dan berat menahan gairah yang menguasainya. Tapi tak ada pergerakan dari Freya sedikitpun. 


Sedangkan Freya keningnya mengkerut saat merasakan pergerakan di bokongnya. Tangannya bergerak menyingkirkan sesuatu yang terasa geli dan aneh. Jelas saja aneh, dia menusuk bokongnya dan tentu saja mengganggu tidurnya. 


"****.."


Sky bangkit dan berjalan lebar ke kamar mandi. Dia mengutuk Freya yang meremas miliknya yang berdenyut nyeri. Sky menutup kamar mandi kencang hingga membangunkan Freya dari tidurnya. 


Brakk


Freya terbangun dari tidurnya, mendengar suara pintu kamar mandi yang tertutup. Freya melirik pakaiannya dan bernafas lega saat tubuhnya masih berpakaian lengkap. Tak lama dia menggelengkan kepalanya. 


"Dia menyentuhku juga aku bukan gadis perawan lagi."

__ADS_1


__ADS_2