
“Sayang.”
Freya menoleh ke samping di mana wanita cantik yang baru saja ingin Freya hindari melangkah ke arahnya. Freya kemudian melirik ke arah Sky dan wanita cantik di sampingnya yang tersenyum lebar.
Freya yakin jika wanita ini adalah teman ranjang suaminya. Mereka pasti sudah sering bertemu dan mungkin saja wanita cantik ini adalah salah satu dari kekasihnya.
“Luis kau tahu aku ada di sini.” Binar Venus menatap Sky.
Sky tak menjawab ucapan Venus. Dia justru berjalan menuju etalase dan mengambil sepatu hels dan mengeluarkannya.
Venus yang tak mendapatkan jawaban dari Sky mengikuti langkah Sky yang berjalan menuju etalase. Senyum Venus semakin lebar melihat Sky mengambil salah satu hels dan mengeluarkannya.
“Luis bukan itu u_”
“Freya kemari.”
Panggil Sky pada Freya, sementara Venus menutup bibirnya kembali mendengar Sky memanggil nama wanita lainnya. Venus menoleh ke belakang dan matanya memerah melihat jika Sky memanggil wanita di belakangnya.
“Selamat malam tuan Romanov Senang anda berkunjung kemari. Mari nona tuan Romanov memanggil anda."
Karyawan yang baru melihat Sky menyapanya dengan menundukkan wajahnya. Semua orang tau siapa pria yang berdiri di depannya sebenarnya. Pria paling berkuasa dan tentunya paling di takuti oleh semua orang.
Suatu keberuntungan bagi toko yang di datangi oleh Ausky Luis. Selain mereka ingin menunjukan produk unggulan mereka agar di lirik oleh pemilik perusahaan terbesar di kota ini. Mereka juga bisa berkesempatan bekerja sama dengan perusahaan Romanov.
Sedangkan Freya masih berdiri mematung mendengar Sky memanggilnya. Dia hanya melirik ke arah Sky dan wanita yang di yakini adalah kekasih Sky.
Sky geram melihat Freya tak bergerak sedikitpun dari tempatnya. Dia berjalan menghampiri Freya dan menuntun Freya duduk di kursi yang tak jauh dari mereka. Sky menekan bahu Freya saat Freya hendak berdiri lagi.
“Luis, dia siapa.?”
Tanya Venus penasaran, meski hatinya ketar ketir jika wanita cantik dan masih muda itu ada hubungannya dengan Sky. Dan Venus berpikir jika gadis di depannya ini pasti hanya sugar babynya, Venus yakin itu.
Sky tak menjawab pertanyaan Venus dia berjongkok di depan Freya dan mengangkat kaki Freya ke atas pahanya.
Terang saja Freya kaget dan dia menggeser kakinya dari paha Sky.
__ADS_1
“Diam atau aku akan memotong kakimu." Ancam Sky menarik kaki Freya kembali.
“Tapi... “ Freya menundukan wajahnya, dan melirik ke arah karyawan dan kekasih Sky. Freya yakin jika wanita itu marah padanya. Freya melirik kembali ke arah Sky, Freya tau mungkin saja Sky sedang memanasi kekasihnya sekarang.
“Aku bisa sendiri..”
Sky melirik ke arah Freya dan melototkan matanya. Tak lama Sky memasangkan sepatu hels pada Freya. Sementara Freya tak berani membantah Sky, apalagi saat melihat mata Sky menyorot tajam padanya.
Tapi Freya lagi lagi melirik wanita yang berdiri tak jauh darinya dan tersenyum kecut. Sky menambah daftar musuh Freya lagi selain Carol. Freya yakin jika wanita itu sangat membencinya.
Sky berdiri dan merogoh dompet di saku celananya lalu memberikan kartu gold pada wanita yang berdiri tak jauh darinya. Karyawan itu menundukkan wajahnya dan mengambil kartu di tangan Sky.
Sementara tak lama kemudian seorang pria mendatangi Sky dan menundukkan wajahnya. Dia tak tau jika toko miliknya di kunjungi oleh pria nomor satu di kota ini.
“Selamat malan tuan Luis, suatu kehormatan bagi saya anda datang ke toko kami tuan.”
Sky hanya melirik ke arah pria yang baru saja datang dan menyapanya. Sky sama sekali tak berniat menjawab sapaan pria disampingnya. Dia justru menatap Freya yang masih berdiri mematung.
“Sayang apa kau ingin yang lainnya lagi.”
Ha..
Sementara pria pemilik toko heran saat mendengar Sky memanggil gadis di depannya sayang. Setaunya selain tak pernah menggandeng seorang wanita, semua orang juga tau Sky tak pernah mempunyai kekasih, dan jelas saja kata sayang terdengar langka dari bibir pria penguasa seperti Ausky Luis.
“Luis.. “
Venus tiba tiba saja mendekati Sky dan Freya dadanya terasa terbakar saat mendengar Luis memanggil Freya sayang.
Venus menatap Sky penuh tanda tanya. Tak mungkin gadis ini yang di panggil sayang oleh Sky kan.
Freya menoleh ke arah Venus yang berjalan menghampirinya.
“Terima kasih tuan, semoga anda berkenan mengunjungi toko kami lagi.” Ucap pemilik toko oada Sky saat karyawannya mengembalikan kartu milik Sky.
Sky mengambil kartu yang di sodorkan padanya, lalu menarik tangan Freya keluar dari toko.
__ADS_1
Freya hanya mengikuti langkah Sky perlahan. Tapi Freya menghentikan langkahnya lagi dan menoleh ke belakang.
“Tuan sepatunya yang itu.” Tunjuk Freya pada sepatu yang sebelumnya ia pakai.
Sky mengeraskan rahangnya pada Freya yang masih ingat dengan sepatu miliknya. Dia menundukkan wajahnya pada Freya dan berbisik.
“Kau ingin mengambilnya, aku akan melemparkan mu pada kucing besar itu.”
Freya menggelengkan kepalanya dan berjalan mengikuti langkah lebar Sky. Freya tak ingin dia berakhir di kandang menyeramkan itu lagi. Tubuhnya pasti akan di makan oleh kucing besar itu sampai tulang tulangnya.
Sementara Venus menatap Luis tak percaya melihat Sky menggandeng gadis itu dan meninggalkan dirinya. Apalagi Sky baru saja membelikan sepatu hels termahal dan edisi terbatas pada gadis itu.
"Aku tak akan pernah membiarkan siapapun merebut Luis dariku. Apalagi hanya gadis kampung seperti mu. Wanita sialan, awas saja aku akan membalasmu."
Venus menyimpan sepatu d tangannya dan berjalan mengikuti kemana arah langkah kaki Sky. Venus penasaran dengan gadis itu. Dan ada hubungan apa dia dengan Luis. Kenapa Luis bisa memperlakukan gadis itu sampai seperti itu.
Venus tak percaya, Luis tak pernah melakukan itu pada wanita manapun. Apalagi sampai berjongkok di depan seorang gadis. Ya gadis itu terlihat masih remaja. Jauh di bawahnya, dan siapa dia dan kenapa Luis memperlakukan dia sangat spesial
.
“Tuan kenapa anda tak membiarkan aku mengambilnya. Ita masih baru aku baru memakainya.”
Freya menarik jas Sky dan sesekali menoleh ke belakang.
Sky menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Freya. Telinganya panas mendengar ocehan Freya sedari tadi yang mengatakan sayang jika sepatunya tak di bawa pulang.
Freya mendongak menatap wajah Sky yang menghentikan langkahnya.
“Aku hanya menyayangkan sepatu itu, tidak bermaksud apa apa.” Cicitnya menundukkan wajahnya takut melihat tatapan tajam mata Sky padanya.
“Apa kau lebih suka menemani kucing itu dari pada diam Freya.”
Freya menutup bibirnya, tak lama kemudian Freya terhuyung kebelakang dan menabrak manekin di sampingnya saat seseorang tiba tiba saja menarik tangannya dari belakang.
Brukk..
__ADS_1
.
.