Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.31# Gadis labil


__ADS_3

Freya meringis merasakan sakit di bokongnya yang mencium lantai dingin. Dia bangkit dari lantai dan mengusap bokongnya yang linu. Bibirnya mengumpat Sky yang berdiri di depannya hingga tertabrak olehnya.


"Baru beberapa hari aku disini sudah mendapatkan musuh baru."


Freya mendesah lirih mengingat tak ada teman satupun di dalam mension mewah Sky. Dia seperti kucing yang terlempar jauh dari induknya.


Freya berjalan keluar dari mension, menoleh ke sana kemari menghitung pria yang berpakaian sama berlalu lalang di halaman mension.


"Kenapa mereka banyak sekali."


Tak jauh dari sana Sky yang melihat Freya keluar mension mengamati langkah kecil Freya. Bibirnya mengumpat saat melihat kaki kurus Freya yang berjalan keluar. Bagaimana bisa wanita itu sangat kurus apa yang dia makan selama ini. Apa dia terkena gizi buruk, hingga tubuhnya sangat kecil.


Tak lama bibir Sky terangkat saat melihat Freya yang mengangkat tangannya seperti menghitung. Sky tau apa yang ada dalam pikiran Freya kali ini. Sky berjalan lebar memasukkan kedua tangannya di saku celananya dan mendekati Freya. Sampai di belakang Freya Sky mencondongkan tubuhnya ke bawah dan berbisik di telinga Freya.


"Jangan pernah berpikir bisa kabur dariku."


Freya berjengit dan berbalik mendongakkan wajahnya menatap Sky yang jauh lebih tinggi darinya. Freya tertawa mengingat apa yang baru saja ia ketahui. Sedangkan Sky menatap datar Freya yang tertawa di depannya. Entah apa yang freya tertawakan darinya.


"Tuan aku kasihan padamu."


Setelah mengatakan itu Freya berbalik dan pergi meninggalkan Sky dengan wajah merah padamnya. Jelas saja wajah Sky memerah menahan emosi saat mendengar jika wanita itu kasihan padanya. Apa yang harus di kasihani darinya.


"Gadis sialan.."


Sky berjalan mengejar langkah kaki Freya lalu menariknya tangan Freya dan mendorongnya pada tembok dan mengukung tubuh kecil Freya dengan kedua tangannya. Freya yang shock menatap mata hitam Sky yang mengukungnya.


"Apa maksudmu,? Ingat jangan coba coba membuatku marah. Kau harus tau batasanmu di mension mewah ini. Aku me_"


"Ya tidak perlu mengingatkan ku jika anda menikahiku karna tak ingin rugi tuan. Apa anda tak tau kerugian ku juga." Tanya Freya menatap manik mata Sky tak berkedip. Hembusan nafas Sky benar benar menusuk di hidung Freya. Di tambah lagi aroma maskulin di tubuh Sky. Jika freya wanita lain, mungkin dia akan senang mencium aroma menyengat di tubuh Sky.


Sky sendiri masih diam dia tak tau apa maksud Freya padanya.


"Seharusnya kau beruntung sudah ku nikahi, aku bisa saja melakukannya tanpa menikahimu terlebih dahulu nona. Kau tak bersyukur jika aku mau menikahi gadis murahan sepertimu."

__ADS_1


Freya mengangkat sudut bibirnya ke atas, mendengar penuturan Sky. Dan Sky yang melihat senyum sinis Freya benar benar emosi.


"Lepaskan aku, aku akan mengembalikan uang anda. Anda tak rugi, dan aku juga tak akan rugi di nikahi pria tua seperti anda."


"Kau.. "


Freya mendorong tubuh tinggi Sky lalu berlari secepat kilat menuju kamar miliknya berada. Freya mengutuk bibirnya yang tak bisa dia kontrol. Kenapa di bisa mengatakan itu pada pria itu. Sampai di kamar miliknya Freya mengunci pintu kamarnya dan masuk ke dalam selimut.


"Tuhan apa yang baru aku katakan padanya. Bagaimana jika dia menghukum ku,  lalu membunuhku."


Sedangkan Sky yang mendengar penuturan Freya, membuka mulutnya. Dia berjalan lebar masuk ke dalam kamar Freya dan mendobrak pintu kamar Freya dalam satu kali tendangan.


Brakk..


Hah..


Tubuh Freya semakin bergetar ketakutan mendengar suara pintu yang di dobrak. Tangannya mengencangkan selimut yang menutupi tubuhnya.


Freya memejamkan matanya mendengar suara Sky yang terdengar seperti hantu di telinganya. Ya Freya tak lagi memuji ketampanan Sky. Dia seperti malaikat yang kapan pun akan membunuhnya.


Cih..


Sky berdecih mengingat jika Freya benar-benar gadis yang labil. Dia akan bersikap dewasa kadang juga bersikap seperti anak anak.


"Persiapkan dirimu, kau harus melayani ku malam ini."


Setelah mengatakan itu Sky keluar dari kamar Freya. Tangannya terkepal mengingat jika Freya mengatakan dirinya tua.


"Tuan.. "


Sky berhenti melangkah saat mendengar seorang pelayan memanggilnya.


"Nona Freya sejak pagi belum makan,"

__ADS_1


"Apa kalian bodoh paksa dia dan layakkan dia untukku malam ini."


Sky melanjutkan langkahnya dan masuk ke dalam ruang kerja miliknya. Dia duduk di atas sofa dan memijit kepalanya yang pusing.


Freya wanita itu suka sekali membuat dirinya emosi dan marah.


Cih..


"Aku tak akan pernah tertipu oleh tingkah polosmu sialan."


Didalam kamar Freya, yang bersembunyi di dalam selimut bergetar ketakutan mendengar jika malam hari ini Sky akan menjamah tubuhnya. Air matanya mengalir semakin deras, apa yang ia jaga selama ini harus di berikan oleh pria dewasa seperti Sky.


"Apa tak ada yang ingin menolong ku."


"Nona.."


Freya berjengit dia membuka selimut tebal yang menutupinya. Mengusap air matanya, yang mengalir deras.


"Anda harus makan lalu membersihkan diri, kami berdua akan membantu anda."


"Tidak perlu, aku bisa sendiri."


Freya berjalan ke kamar mandi membersihkan dirinya. Lima belas menit kemudian Freya sudah keluar, pelayan mengamati tubuh Freya, dia lalu menggelengkan kepalanya.


"Apa yang harus ku pakai."


"Anda harus makan terlebih dahulu nona."


Freya tersenyum kecut, dia benar benar seperti budak yang akan melayani tuannya. Tak ada yang bisa. Freya lakukan selain menurut. Pria itu sudah menjadi suaminya, dan dia harus melayaninya sesuai dengan permintaan dirinya.


"Ya..."


*

__ADS_1


__ADS_2