
“Tuan..” Seru Amber lirih dan terhuyung kebelakang. Dia mengusap perutnya yang mengeluarkan darah segar.
Keanu yang baru membenahi celananya semakin shock bukan main melihat perut sekertarisnya yang berdarah. Dia menatap Aneta yang berdiri di depannya dan menatapnya juga. Keanu tak percaya jika Aneta akan melukai sekertaris.
Aneta menatap ke arah suaminya. Dia menatap nyalang pada benda pusaka suaminya yang baru saja kembali tertutupi.
“Aneta..”
“Kau pria tak tau malu Keanu. Seharusnya aku membunuh kalian berdua, brengsek.” Teriak Aneta meringsek lagi ke arah Keanu dan memukul dada suaminya.
Plak...
“Hentikan Aneta..”
Aneta memegang pipinya yang baru saja di tampar oleh suaminya. Dia mengepalkan tangannya dan mengamuk di dalam ruangan Keanu. Sudah berselingkuh darinya, dia juga memukulnya.
Plak..
Bruk..
*
Sky tersenyum melihat rekaman di dalam ponselnya yang menampilkan vidio dua wanita beda usia sedang memperebutkan satu pria paruh baya. Bibirnya terkekeh melihat wajah Keanu yang shock bukan main.
Calvin yang berdiri di depannya menundukkan wajahnya. Dia hanya melirik tuannya yang duduk tertawa di kursi kebesarannya. Calvin menghembuskan nafasnya perlahan. Dia sendiri tak yakin jika taunnya akan terbebas dari masalah yang sebenarnya.
“keluar..”
Calvin berjengit mendengar nada dingin dari tuannya. Dia menoleh ke arah tuannya dan menundukkan wajahnya lagi.
“Tuan sebaiknya anda..”
“Keluar Calvin..”
Calvin menganggukan kepalanya dan keluar dari ruang ceo milik tuannya. Di depannya dua bodyguard berdiri di depan pintu. Sedangkan dia lainnya sedang menjalankan tugasnya.
Sky mengusap wajahnya kasar. Apa yang harus dia lakukan saat ini. Setelah keluarga kembali ke pelukannya kali ini dia memikirkan tentang Elard. Remaja yang empat tahun lalu dia asuh menjadi bagian dari hidupnya.
Sky menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya. Semua akan baik baik saja.
*
Freya keluar dari kamar miliknya bersama dengan putrinya. Mereka berdua berjalan menemui Heidher yang datang ke mension mewah Sky. Pria tua dengan rambut putih semua itu setiap harinya datang menemui Ara dan bermain dengan cucunya. Freya sendiri tak percaya jika Heidher akan menerima putrinya. Dia pikir Heidher akan memisahkan mereka lagi, ternyata ayah mertuanya itu sangat menyayangi Ara.
“Opa.” Heidher terkekeh melihat Ara berlari ke arahnya, rambut kemarahannya di kuncir dua dengan jepit hello kitty yang mengikatnya bergerak kesana kemari.
Cup.
__ADS_1
“Cucu opa semakin cantik.” Senyum lebar di bibir mungil Ara mendengar pujian dari Heidher untuknya.
Freya datang kembali membawa jus jambu untuk Heidher. Dia meletakkan jus di atas meja.
“Freya maafkan daddy.”
Freya menoleh ke arah Heidher saat mendengar permintaan maaf Heidher padanya.
“Maaf kau boleh tak mengakuiku sebagai ayah mertuamu. Tapi izinkan aku melihat cucuku setiap hari, aku menyayanginya.” Lanjut Heidher menatap gadis cilik di depannya yang mengambil camilan di dalam toples.
“Itu hak anda ingin bertemu dengan cucu anda kapanpun tuan. Saya tak pernah melarang anda. Arabelle darah daging anda, dia putri dari putra anda tuan.”
Heidher tersenyum mendengar penuturan Freya. Meski ada rasa kecewa mendengar Freya memanggilnya tuan, tapi setidaknya Freya mengijinkan kapanpun dia bertemu dengan Ara.
Sementara Freya memang belum terbiasa memanggil Heidher daddy. Dia tak ingin terlalu berharap Heidher akan menerimanya. Freya masih berpikir jika Heidher hanya menginginkan putrinya. Itu sebabnya dia tak ingin lancang pada Heidher.
“Siang princess..”
“Uncle..” riang Ara berlari mendekati Elard dan memonyongkan bibirnya mencium pipi Elard. Elard hanya terkekeh melihat bibir Ara maju kedepan. Pipinya terasa basah dan dingin oleh air liur Ara, untung saja dia sudah mencuci wajahnya di luar.
Tak lama dia menggendong Ara mendekati kakek dan ibunya yang duduk di ruang tamu.
“Kapan kau ujian kelulusan Elard.” Tanya Heidher menyeruput jus bambu dari Freya.
Sementara Elard yang mendengar penuturan Heidher tersebut tipis. Sejak beberapa hari dia masih kepikiran dengan penuturan ayahnya yang ingin mengirimkan sekolah dan Elard yakin Sky akan mengirimkannya jauh.
“Kurang dari sebulan lagi opa.” Jawabnya tak semangat. Matanya melirik ke arah Ara yang beringsut turun dari pangkuannya. Elard mendesah kasar dan itu terdengar di telinga tajam Heidher.
“Ancle mau.” Elard tiba-tiba saja tersenyum lebar melihat Ara mengarahkan camilan di mulutnya.
“Uncle.. Hihihi. “ Ara tertawa meliat mulut Elard penuh dengan makanan dari tangannya.
Sementara Heidher dan Freya hanya menggelengkan kepalanya melihat mereka berdua. Heidher sebenarnya aneh saat Ara memanggil Elard uncle bukannya kakak. Tapi semua itu tak masalah. Usia mereka memang beda jauh. Elard dan Freya memang pantas menjadi adik kakak. Wajar saja jika Ara akan memanggil Elard uncle bukan kakak.
*
Dua hari berlalu..
“Dimana Venus Luis.”
Sky tersenyum miring mendengar pertanyaan dari Keanu. Saat ini Sky berada di perusahaan Keanu. Dia akan mengambil alih perusahaan Keanu yang bangkrut.
Sementara Keanu juga tak kalah kaget melihat Luis tiba-tiba saja ada di depannya. Mau apa dia datang ke perusahaan miliknya.
Keanu masih ingat dan dia masih belum terima mengingat beberapa hari yang lalu Luis pernah memukulnya, hingga tubuhnya remuk redam. Dan sekarang Luis datang ke perusahaan miliknya seolah tak memiliki rasa bersalah sedikitpun padanya.
“Katakan padaku dimana putriku Luis.” Sky masih bungkam dan tersenyum mengejek pada Keanu.
__ADS_1
Jelas saja Keanu berang melihat senyum di bibir Luis.
“Kau sama sekali tak bertanggung jawab pada putriku Luis. Apa maksudmu menuduh putriku mencuri Luis. Katakan padaku dimana Venus Luis.” Teriak Keanu emosi.
Bug..
Bruk..
“Brengsek..” umpat Keanu saat salah satu bodyguard Sky memukul Keanu hingga Keanu jatuh terjungkal kebelakang.
“Kau..”
Sky tersenyum miring melihat Keanu yang tersungkur di lantai dingin.
“Tuan Keanu, apa kau ingin aku kembali menghajarmu. Putrimu memang ingin mencuri di mension mewah ku tuan.” Kekeh Sky menatap Keanu yang bangun dari lantai.
“Dimana putriku Luis. Apa yang kau lakukan pada putriku.” Tanya Keanu mengusap bibirnya yang berdarah. Tatapan matanya menatap Luis tajam. Keanu masih belum kapok dan masih saja menunjukkan wajah emosinya pada Sky.
Sky masih di tempatnya berdiri dan juga masih terdengar kekehan di bibirnya melihat Keanu yang sangat menyedihkan.
Dada Keanu semakin bergemuruh mendengar kekehan Luis. Dia tau Luis sedang mengejeknya.
“ Ausky Luis, selain menyiksa putriku, kau juga menuduh Venus selingkuh dengan pria lain. Apa kau melihat buktinya. Bukan putriku ku yang selingkuh tapi kau yang selingkuh dari putriku.” Desis Keanu. Lalu kemudian mengunci bibirnya saat menyadari kesalahannya. Luis tak tau jika Venus selingkuh dengan Eden.
Sky semakin terkekeh mendengar penuturan Keanu. Dia melanjutkan langkahnya kembali, tapi baru beberapa langkah Sky menghentikan langkahnya dan berbalik ke arah Keanu.
“Tuan Keanu bukankah anda yang selingkuh tuan.” Keanu melototkan matanya mendengar penuturan Sky. Apa Sky tau, tentangnya.
Tidak, mana mungkin Sky tau. Dia sudah membungkam Amber dan istrinya juga sudah dia kurung di dalam kamarnya. Tak mungkin orang lain mengetahuinya aibnya.
“Apa maksudmu.” Tanya Keanu dengan wajah pucat pasinya berbalik menatap Sky.
Sky tak menjawab pertanyaan Keanu, dia kembali melangkah lebar masuk ke dalam perusahaan milik Keanu bersama dengan Calvin di belakangnya. Empat bodyguard miliknya juga tak kalah mengikutinya dari belakang.
Keanu yang melihat Luis berjalan masuk ke dalam perusahaannya mengepalkan tangannya. Luis tak mungkin mengetahuinya. Keanu tau Luis hanya menakutinya saja.
Tak lama kemudian Keanu berjalan masuk ke dalam perusahaan miliknya. Keanu masih belum tau kenapa Luis ada di sini dan dia sungguh tak sopan mengabaikan dirinya. Dan apa yang Luis lakukan disini, mau bertemu siapa dia.
__ADS_1