
“Ceraikan aku dan menikahlah dengan wanita itu Sky. Jangan terlalu lama mengabaikan putramu.”
Sky mengeratkan giginya emosi mendengarnya. Sky benar benar lupa dengan wanita brengsek itu. Selama ini hanya ada Elard yang dia pikirkan. Dan dia benar benar melupakan wanita itu yang mencoba mengusik rumah tangganya.
“Apa kau ingin putraku tinggal bersama kita Freya.” Ucap Sky di telinga Freya.
Freya kaget mendengar penuturan Sky. Freya tak menyangka Sky akan bertanya seperti itu padanya. Jantungnya berdebar kencang mendengarnya. Sky akan membawa putranya datang ke mension ini. Ya bukankah dia yang memintanya, dia harus siap dengan segala kemungkinannya, terlebih putrinya.
“Ya bawa dia, tapi ceraikan lebih aku dulu.” jawab Freya bergetar menahan tangis membayangkan bagaimana dengan putrinya.
Hatinya sakit mengatakan itu. Tapi apa yang harus dia jawab pada Sky. Apa dia akan bilang jangan, bukankah dia sendiri yang meminta Sky agar jangan mengabaikan putranya. Tapi saat Sky bertanya padanya, hatinya justru tak ingin Sky melakukannya.
“Ya aku akan membawanya tinggal di sini seperti keinginan mu. Bolehkah aku memintanya Freya.” Bisik Sky mengecup daun telinga Freya.
Sementara Freya mengerutkan keningnya mendengar penuturan Sky. Apa Sky meminta haknya untuk yang terakhir kalinya padanya.
“Tapi_”
Cup..
Sky tak memberi kesempatan Freya untuk berbicara lagi. Dia membungkam bibir Freya dengan bibirnya. Sudah lebih dari lima hari Freya tak memberikan haknya, dan Sky sangat merindukan Freya.
Sementara Freya, dia sedikit gelagapan mendapatkan serangan bibir Sky di bibirnya. Bukankah seharusnya dia masih marah. Di tambah lagi rasa sakit hati dan kecewanya pada Sky. Mengingat Sky yang selalu menyakitinya dengan wanita wanita masa lalunya.
“Sky_” ucapan Freya tenggelam di tenggorokan saat Sky tak membiarkan dia protes. Hatinya ingin berteriak meminta Sky menjauh darinya. Tapi tubuhnya menginginkan sentuhan Sky di tubuhnya.
Tangannya juga tak kuasa mendorong tubuh Sky yang menindihnya. Justru tubuhnya merespon sentuhan Sky berlebihan. Miliknya tiba-tiba saja berkedut dan hawa panas dalam tubuhnya meningkat yang menghilangkan akal sehatnya.
Sky memagut bibir Freya atas dan bawah. Dia tak ingin Freya kembali lagi mengungkit masa lalunya. Tak hanya Freya yang saki6, dia juga tak kalah sakit mengingat kebodohannya dulu. Andai waktu bisa di ulang, Sky akan memberikan keperjakaannya pada Freya, bukan pada wanita lain.
Sky melepaskan bibirnya dari bibir Freya. Dia mengangkat wajahnya menatap wajah Freya yang sangat dekat. Sungguh wajah Freya yang berkeringat dan tatapan mata sayunya yang membuat Sky tergila gila pada Freya. Mana mungkin dia akan menyakiti hati Freya seujung kukunya.
Nafas Freya memburu menahan gejolak api gairah yang menguasainya. Dadanya kembang kempis dan rasa geli yang menjalar di seluruh tubuhnya ketika tangan Sky terus merayap kemana mana.
“Ara akan mencariku.” Ucap Freya menahan gejolak api gairah yang di timbulkan Sky.
Sementara Sky memejamkan matanya mendengar penuturan Freya. Sky tau sebenarnya Freya juga menginginkannya, tapi Freya memendamnya. Tak hanya karna Ara yang sakit dia juga pasti masih marah padanya.
Sky membuka matanya dan tersenyum, dia mendekatkan wajahnya mencium kening Freya lama.
Sementara Freya yang merasakan sentuhan hangat bibir Sky di keningnya, seketika jantungnya berdebar dan perasaan takut kehilangan menguasainya. Ya takut kehilangan Sky yang akan menceraikannya dan takut kehilangan sosok ayah untuk putrinya.
__ADS_1
“Pergilah sayang, Ara akan mencarimu nanti.” Ucap Sky berdiri dari atas tubuh Freya.
Freya menatap Sky yang berdiri dari atas tubuhnya. Ada rasa kecewa saat Sky tak melanjutkan permainannya. Apalagi dirinya sudah di kuasai oleh hasrat yang menguasainya sebelumnya. Entah apa yang Freya inginkan saat ini. Dia membenci Sky, tapi dia menginginkan Sky menjamah tubuhnya.
Cup..
“Aku akan pergi sebentar.” Ucap Sky meninggalkan Freya begitu saja tanpa menunggu jawaban dari Freya.
Sementara Freya mendesah kasar, dia bangkit dari ranjang dan menatap nanar pintu yang tertutup. Freya berjalan kembali menuju kamar Ara dan tidur di kamar putrinya.
Dia menatap wajah putrinya yang tertidur pulas. Freya mengusap dadanya yang sakit.
“Apa Sky akan menjemput putranya.” gumam Freya menghembuskan nafasnya perlahan.
Sementara Sky duduk di kursi kerja miliknya. Jarinya mengetuk meja di depannya. Dia sudah kehilangan Elard dan dia tak ingin kehilangan Freya lagi. Elard tak memilihnya dan Elard membencinya. Dia pikir Elard akan luluh dan memaafkan nya saat dia menyebutkan nama Ara. Tapi ternyata Elard benar-benar membencinya.
Dert.. Dert..
“Dimana?”
Clik..
Tanpa banyak kata Sky memutuskan sambungan telponnya. Dia berdiri dari kursi kerjanya dan keluar dari mension mewahnya dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.
“Jangan menyesal Freya, bukankah ini keinginan mu.”
*
“Tuan...” Sapa Calvin menundukkan kepalanya melihat Sky turun dari mobilnya.
Sementara Sky melangkah lebar masuk ke dalam hotel di ikuti oleh Calvin dan dua bodyguardnya. Sky masuk ke dalam lift saat pintu lift terbuka. Tak lama kemudian Sky keluar dari pintu lift melangkah lebar menuju salah satu pintu yang tak jauh darinya.
“Buka..”
Calvin membuka pintu kamar hotel lalu kemudian Sky masuk ke dalamnya. Sky bisa melihat dua orang wanita tidur di ranjang hotel dalam posisi saling memeluk satu sama lain.
Sky tersenyum tipis, dia yakin keduanya saat ini tak memakai pakaian dan mereka pasti baru melewati malam panas mereka. Sky duduk di atas kursi sofa saat melihat pergerakan di atas ranjang.
Shobir mengerjapkan matanya saat telinganya samar samar mendengar suara. Dia merasa seperti ada orang lain di kamar ini selain Selin dan dirinya. Shobir menghidupkan lampu kamar tidur di sampingnya dan menoleh ke arah wanita yang jauh lebih muda darinya terbaring di sampingnya.
Senyum Shobir semakin lebar saat mengingat kembali percintaan panas mereka berdua. Selin memang wanita yang sangat agresif dia juga wanita yang pandai bermain di atas ranjang. Terutama saat memuaskannya.
__ADS_1
Hubungan gelap keduanya sudah sangat lama terjalin. Shobir yang sudah berkeluarga dan memiliki anak menginjak usia dewasa tak puas dengan istrinya yang semakin tua.
Awal mula dia bermain gila karna Selin yang datang ke perusahaan nya sebagai karyawan paruh waktu. Dari situ, Shobir yang jarang mendapatkan hak dari istri di karenakan usia mulai berniat menghianati istrinya. Perlahan tapi pasti, Shobir yang sering meminta Selin membuatkan kopi melancarkan aksinya. Dan ternyata Selin meresponnya. Selin bahkan yang sering menawarinya lebih dulu. Tentu saja ada udang di balik batu. Apalagi jika bukan karna uang.
Shobir mengangkat tangannya mengusap punggung polos Selin yang tidur tengkurap.
Merasakan punggung polosnya ri usap oleh seseorang, Selin membuka matanya dan tersenyum melihat Shobir yang tersenyum padanya.
Mereka berdua sama sekali tak tau ada orang lain di dalam kamarnya. Sky yang diam dan mereka yang sedang di mabuk cinta, tak menyadari.
“Kau sangat seksi semalam.” Ucapnya serak yang keluar dari bibir pria berusia lima puluh enam tahu.
Cup..
Shobir mencium pipi Selin dengan bibir tuanya. Tangannya bergerilya mengusap dan mengelus kulit putih Selin. Tak lama Selin melenguh saat tangan tua Shobir menemukan salah satu buah kenyal miliknya dan menekannya.
Shh..
“Aku menginginkan mu.”Pintanya pada Selin.
Sky yang mendengar suara Shobir menggaruk telinganya geli. Dan entah kenapa perutnya seperti di aduk dan mual. Apalagi mendengar suara ******* Selin dan erangan Shobir. Entah apa yang pria tua itu lakukan dan Selin lakukan. Suara erangannya terdengar sangat menjijikkan di telinganya.
“Ahh Selin...” Erang Shobir semakin membuat Sky mual dan ingin muntah. Apa karna dia gagal bercinta dengan Freya barusan. Hingga mendengar suara erangan orang lain dia mual dan ingin muntah.
Sky mendengus mengingat sebelumnya, padahal senjata miliknya sudah lama tak dimanjakan oleh Freya. Dan lagi, dia sebelumnya juga sudah berontak ingin masuk ke dalam sarangnya. Tapi apalah dayanya, saat Freya mengatakan Ara yang rewel karna mancari Elard. Terpaksa dia harus menundanya lagi. Andai Ara tak rewel, dia yakin tak akan membiarkan Freya lepas malam ini.
Dan malam ini, dia terpaksa datang kemari karna tak ingin membayangkan bagaimana tubuh Freya yang bergerak di atas tubuhnya yang akan membuat dia sakit kepala.
Dan sekarang entah siapa atau apa, Shobir dan Selin membuat dirinya mual dan ingin muntah.
Ahh..
“Shit..”
__ADS_1