
“Sayang bangun, Ara sudah berteriak memanggil kita.” Bisik Sky di telinga Freya yang masih tertidur lelap. Sky mengecup bibirnya agar Freya membuka matanya.
Hampir jam sembilan pagi Freya belum membuka matanya. Sementara Sky sendiri tak ingin pergi ke perusahaan sebelum Freya terbangun lebih dulu.
“Sayang..” Bisik Sky lagi mengusap punggung polos Freya yang masih tertidur.
Freya membuka matanya perlahan mendengar suara bisikan Sky di telinganya. Dia menggeliat dan meringis merasakan area sensitifnya masih terasa perih. Frasa menoleh ke samping dan melihat wajah suaminya yang tersenyum lebar padanya.
Cup..
“Bangun sayang Ara sudah mencarimu.” Freya menoleh ke samping dan matanya terbuka lebar melihat hari sudah siang.
“Ara..”
Bruk..
“Freya..” teriak Sky melihat Freya terjatuh dari atas ranjang. Sky membopong Freya dan membaringkan ke atas ranjang. Dia membuang selimut yang melilit di pinggang Freya.
“Jangan ceroboh.” Seru Sky menatap tajam Freya yang terbaring di atas ranjang.
“Ara dengan siapa, pengasuhnya kemarin sakit,” Tanya Freya menatap suaminya.
“Dia sudah sembuh.” Jawab Sky menatap Freya.
Sky menghembuskan nafasnya perlahan mendengar penuturan Freya. Dia menggelengkan kepalanya, dan berjalan ke kamar mandi. Tak sampai lima menit Sky kembali dan menghampiri Freya. Menggulung lengan kemejanya kemudian menggendong Freya masuk ke dalam kamar mandi dan menurunkan Freya di bathub yang terisi air hangat.
“Sky aku bisa melakukannya sendiri.” Seru Freya melihat Sky menuangkan sabun ditangannya.
Sky tak perduli dengan ucapan Freya. Dia tetap melakukannya, memandikan Freya dengan tangannya. Dia tau Freya sangat lelah pagi ini. Baru beberapa jam Freya tertidur dia sudah membangunkannya. Andai putrinya tak mencarinya, dia tak akan membangunkan Freya.
Sementara Freya menundukkan wajahnya malu. Dia tak pernah di mandikan oleh orang lain sebelumnya dan Sky saat ini memandikannya dan menggosok tubuhnya dengan tangannya.
Freya melirik Sky dengan ekor matanya.
Cup..
Sky terkekeh melihat bibir freya mencebik, dia tau jika Freya saat ini malu. Tapi Sky tak perduli, dia tetap memandikan Freya.
Lima belas menit kemudian Sky membawa Freya keluar dari kamar mandi. Dan mendudukkan Freya di atas ranjang.
__ADS_1
Freya manatap suaminya, dia melirik ke sofa dan terlihat jas hitam milik Sky tergeletak begitu saja.
“Maaf..”
Sky menghentikan tangannya mengeringkan rambut Freya. Dia tersenyum mendengar permintaan maaf Freya.
Cup..
“Aku bisa melakukan apapun untukmu Freya.” Ucap Sky menatap Freya yang sangat dekat.
Sky tak percaya jika dia akan tergila-gila dengan wanita yang jauh dari kriterianya. Freya memang sangat cantik tapi tinggi Freya sangat kecil dan mungil. Berbeda dengan wanita yang dulu, yang ingin dia rebut dari suaminya, Elvira.
Sky tersenyum, mengingat bagaimana gilanya dia dulu saat Elvira memutuskannya. Dia melampiaskan hasratnya dengan membalas dendam pada setiap wanita karna Elvira tak memilihnya. Ternyata semua itu, bagian dari ke brengsekannya. Bukan dari hatinya yang terdalam dan bukan cinta sejatinya.
Berbeda saat Freya meninggalkannya. Tak hanya menjaga senjatanya untuk Freya. Dia bahkan hanya menginginkan Freya. Sky hanya ingin Freya wanita terakhir yang akan dia sentuh seumur hidupnya. Bukan tak ada wanita yang menggodanya. Selain Venus, banyak wanita yang menawarkan tubuhnya yang ingin sekedar menjadi teman ranjangnya. Tapi sayangnya Sky hanya ingin Freya, dia hanya ingin Freya seorang yang menyentuh tubuhnya.
“Aku mencintaimu Freya.”
Cup..
Lagi lagi Sky tak bisa menahan godaan Freya. Melihat Freya yang segar, senjatanya perlahan bangkit dan menggeliat. Sky membungkam bibir Freya, dengan bibirnya dan ********** rakus. Tangannya besarnya menurunkan handuk yang melingkar di tubuh Freya.
Freya mencengkram kemeja putih Sky saat tangan besar Sky mendapatkan salah satu buah kenyal miliknya dan meremasnya.
Ahh..
Mendengar suara ******* Freya, tubuh Sky menegang dan aliran darahnya memanas. Senjata miliknya terasa sesak di dalam persembunyiannya.
Nafas Sky memburu menahan gejolak api gairah dalam tubuhnya. Dia mendorong Freya perlahan dan langsung menyambar salah satu buah kenyal milik Freya.
Sementara Freya sendiri, tak kalah terpancing oleh gairahnya. Bibirnya tak berhenti mendesah saat gelayar liar dalam tubuhnya melambung tinggi.
Dor.. Dor..
“Mommy..”
Freya mendorong kepala Sky dari dadanya hingga terlepas dari pucuk kecoklatan miliknya.
“Sayang..”Seru Sky mengerutkan keningnya. Tak lama kemudian Sky melotot mendengar suara teriakan dan gedoran pintu.
Sementara di luar, Elard yang menggendong Ara mencoba merayu adik kecilnya. Tapi sayangnya Ara tetap mencari ibunya.
__ADS_1
Elard mendesah kasar, tak lama pintu kamar terbuka dan menampilkan ayahnya di depan pintu. Elard menyipitkan matanya melihat kemeja daddynya yang kusut.
“Apa kemeja daddy tak di setrika.”
Ck..
Sky berdecak mendengar pertanyaan Elard. Dia mengambil Ara dari gendongan Elard dan mengajaknya pergi. Sementara Elard mengikuti langkah Sky dari belakang. Sambil memikirkan kenapa kemeja Sky tak di setrika. Tapi ayahnya sama sekali tak marah pada pelayan.
Tak lama Elard melototkan matanya saat menyadari sesuatu.
“Kenapa aku bodoh.” Gerutu Elard.
*
Keanu bernafas lega duduk di kursi kepemimpinannya setelah beberapa jam berlalu. Pagi pagi buta Keanu datang ke perusahaan, sengaja untuk melihat saham miliknya di perusahaan. Dan ternyata saham miliknya saat ini baik baik saja. Itu artinya Sky tak mengetahui jika dirinyalah yang menyerangnya waktu itu.
Ya saat ini Keanu sedikit takut, lima tahun yang lalu dia meminta bantuan pada musuh besar Sky untuk membunuh Freya. Segala cara dia tempuh dan berbagai macam cara Keanu lakukan agar putrinya menjadi anak menantu Heidher.
Venus tak ingin menikah selain dengan Luis. Sementara Luis sendiri saat itu sudah memperkenalkan istrinya. Terang saja Venus, marah padanya.
Sayangnya, pria yang yang dia sewa untuk membunuh Freya, justru menyerang Luis bukan membunuh Freya. Beruntungnya Luis baik baik saja.
Dan sepertinya dewa sedang berpihak padanya karna Heidher sangat membenci istri Luis. Jelas saja ini adalah tambang emas untuknya dengan mengirim orang miliknya di mension Luis, tentunya lewat bantuan Heidher.
Tanpa di sangka, nasib berpihak padanya lagi, wanita itu pergi dengan sendirinya dari Luis. Hingga dia dengan mudah menikahkan putrinya dengan Luis.
Keanu sendiri tak tau dengan pria itu. Masih hidup atau sudah mati, Keanu benar banar tak tau. Dia hanya ingin putrinya hidup bahagia. Venus adalah putri satu satunya. Dan dia bisa melakukan apapun untuk Venus, termasuk mematahkan matai Sky sekalipun. Karna dia tak ingin, Luis memiliki wanita lain saat Venus menginginkannya.
Lalu bagaimana dengan sekarang, apa Heidher akan membantunya lagi menyingkirkan wanita itu dari Luis. Sementara Luis saat ini tak tinggal di mension lamanya. Entah dimana saat ini Luis tinggal. Sudah beberapa hari Venus selalu saja mengamuk mengingat Luis tak kembali pulang.
__ADS_1