Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.37# Dimana Freya


__ADS_3

"Brengsek.. "


Umpat Sky saat mendengar suara Calvin di sebrang telpon. Sky melirik ke samping, menghembuskan nafasnya perlahan. Tak lama Sky bangkit dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi. 


Dua puluh menit kemudian, Sky keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkar di pinggangnya.Freya masih di posisi sama, tidur nyenyak di ranjang, Sky sendiri tak ingin membangunkan Freya. Sky tau jika Freya pasti sangat lelah.


Sky berjalan masuk ke dalam walk in closed, mengambil setelan formal miliknya dan memakainya. Kakinya melangkah mengambil koleksi jam tangannya dan memakainya. Tak lama Sky keluar dari kamar sudah mendapati Freya duduk di ranjang. 


"Kau sudah bangun."


Freya berjengit dan melirik ke samping mendengar suara Sky. Freya mendesah lirih melihat Sky. Semalam ia baru saja melepaskan mahkotanya pada pria di depannya ini. Pria yang usianya dua kali lipat dari nya,  benar kata pria tua itu jika dia menjadi sugar baby Ausky Luis. 


"Aku akan ke perusahaan, jangan pergi kemana-mana aku akan pulang secepatnya."


"I_ya.."


Sky berbalik dan keluar dari kamarnya. Entah kenapa hari ini Sky tak ingin pergi kemanapun. Entah karna baru bercinta bersama Freya dan tak ingin meninggalkan Freya sendiri, atau hal yang lainnya. Padahal sebelumnya, dia akan menyuruh wanita itu pergi, tapi pagi ini Sky tak ingin meninggalkan Freya sendiri di mensionnya.


"Antar sarapan untuk istriku di kamar."


"Baik tuan.."


Sedangkan Freya dia membaringkan tubuhnya kembali dan memejamkan matanya. Biarkan saja hari ini dia tidur seharian. Tubuhnya benar-benar sakit semua dan lelah. Lagipula pria itu pergi ke perusahaan, jadi ia bisa tidur sepuasnya hari ini. Tak lama kemudian pintu di ketuk dari luar. 


"Nona saya mengantarkan sarapan pagi anda."


"Masuk saja bibi."


Clek... 


"Nona tuan meminta saya mengantarkan sarapan untuk anda."


"Hemm taruh saja di meja."

__ADS_1


Pelayan masuk ke dalam dan menyimpan nampan di atas meja. Tak lama dia menundukkan kepalanya dan pergi dari dari kamar Sky. Sedangkan Freya kembali lagi membaringkan tubuhnya dan memejamkan matanya. 


*


Di dalam ruang meeting, Sky sama sekali tak mendengarkan rekan bisnisnya berbicara. Sky hanya membayangkan semalam saat bercinta dengan Freya. Percintaan panas yang belum pernah Sky rasakan selama ini termasuk Elvira. Sky pikir dulu hanya Elvira wanita yang bisa membuatnya tergila gila saat bercinta, tapi ternyata Freya jauh lebih membuatnya gila. Jika bersama Elvira, Sky menginginkan percintaan panas bersama. Bersama Freya Sky justru tertantang menginginkan gadis itu takluk dan puas dengan permainnya.


Sedangkan Calvin menyadari jika tuannya sama sekali tak memperhatikan jalannya meeting pagi menjelang siang hari ini. Calvin tak tau apa yang di pikirkan tuannya hari ini.


"Tuan bagaimana menurut anda.?"


Calvin menoleh ke arah pria yang duduk di sebrang meja, tak lama matanya melirik ke arah Sky. 


"Tuan Luis.."


"Terserah anda tuan."


Calvin menoleh ke samping menatap tuannya. Ada apa dengan tuannya.? Terserah, tuannya menjawab terserah. Memangnya apa yang di tanyakan tuan Lin. 


"Kau bisa mengatakannya pada sekertaris ku tuan Lin."


Pria paruh baya itu menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Tak lama Sky berdiri dan berbalik begitu saja meninggalkan rekan bisnisnya di ruang meeting. Sky tak perduli dengan pria itu. Sedangkan Betrik dia mendengus melihat Sky meninggalkan dirinya bersama pria tua di dalam ruang meeting. 


Sky duduk di kursi kebesarannya,  tangannya membuka laptop miliknya dan menyalakannya. Menekan tombol yang terhubung dengan kamera tersembunyi yang terhubung di kamar miliknya. Sky ingin melihat apa yang Freya lakukan di dalam kamarnya. Apa dia sudah bangun atau masih tidur.


*


Freya bangkit dari atas ranjang dan mendesis saat merasakan perih di area sensitif nya. 


"Kanapa masih sakit,"


Freya masuk ke dalam kamar mandi dan mengisi bathub, menuangkan sabun di dalam bathub dan membuka kemeja Sky lalu masuk ke dalam bathub. Matanya terpejam merasakan sensasi hangat dan nyaman di area sensitif nya. 


Hingga satu jam Freya berdiri dari bathub dan membilas tubuhnya di bawah shower. Mengambil handuk yang tak jauh darinya.

__ADS_1


"Apa dia yang menyimpan handuknya di sini."


Freya menggelengkan kepalanya, mana mungkin pria itu menyiapkan handuk untuknya. Rasanya tak mungkin, memangnya siapa dia. Dia hanya wanita yang terpaksa di nikahi oleh Ausky Luis. Pria itu tak ingin rugi karna sudah membelinya. Lagi pula, bukankah dia juga katanya punya kekasih. 


Freya tak ingin berharap lebih, selain menganggap dirinya sebagai pemuas nafsu Sky. Kekasih Sky pasti suatu saat akan datang, dan mungkin saja mereka akan menikah. 


"Ah kenapa aku harus repot repot mengurusi urusannya. Jika dia datang, itu lebih baik. Dan aku bisa pergi dari sini."


Freya keluar dari kamar mandi sambil menggerutu. Miliknya masih sakit dan terasa tak nyaman. Seperti ada yang mengganjal di bawah sana. Freya benar benar emosi pada pria itu, menyentuhnya sampai nyeri dan sakit. 


"Apa yang harus kupakai."


Freya kebingungan menoleh ke sana kemari tak ada lemari di kamar ini. Hanya ada meja dan sofa di dalamnya. 


"Di mana pria itu menyimpan baju, apa di sana.?"


Freya berjalan masuk ke dalam dan membuka pintu. Matanya melotot melihat ruang yang begitu luas dan terdapat etalase dan lemari yang sangat mewah. Freya berjalan masuk ke dalam, berdecak kagum melihat pakaian yang berjejer rapi di dalam lemari. Bukan hanya itu, sepatu, dasi dan jam tangan juga berjejer si dalam lemari kaca. 


"Apa semua ini milik pria itu."


Freya membuka salah satu lemari milk Sky dan mengambil kemeja putih milik Sky.


"Yang ini saja."


Sementara Sky yang tak melihat Freya di kamarnya, wajahnya terlihat khawatir. Tak mungkin Freya pergi dari kamarnyakan. 


"Dimana dia.?"


Sky mencari keberadaan Freya, tangannya menekan tombol semua kamera tersembunyi di dalam kamarnya yang ia pasang pagi tadi. Dan tak lama Sky bernafas lega saat melihat Freya ada di ruang ganti. Tapi tak lama mata Sky melotot melihat layar laptop di depannya. Sky menutup laptop di depannya dan berbalik ke arah Calvin. Sky mengeratkan giginya emosi melihat Calvin yang terlihat bodoh. 


"Brengsek.."


Bug.. 

__ADS_1


__ADS_2