Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 48# Cemburunya Sky


__ADS_3

Sky menyambar ponselnya di atas meja lalu berjalan lebar mengikuti Freya. Bibirnya menggerutu pada Freya yang menyebalkan. Sky benar benar tak suka jika Freya memanggilnya tuan. 


"Seharusnya aku yang marah bukan dia yang marah heh sialan.. "


Sampai di luar dia melihat pintu lift yang tertutup bersama Freya di dalamnya. 


"****.. "


Bodyguard yang mendengar umpatan tuannya kaget. Mereka menundukan kepalanya, sama sekali tak tau  apa kesalahan mereka. 


"Bodoh.." Berang Sky, entah kenapa dia marah mengingat Freya yang memanggilnya tuan. Sky emosi, jelas saja emosi karna Freya memanggilnya sayang saat mereka bercinta saja. Sky merasa jika Freya hanya menganggapnya saat dia menghujamnya saja.


Sedangkan Freya yang keluar dari pintu lift di kagetkan dengan pengawal Sky yang tiba tiba saja berdiri di depan pintu. 


"Nona.."


Seorang karyawan mendekati Freya saat melihat ketakutan Freya. Dia mendekati Freya dan menatap wajah cantik Freya yang sepertinya sangat lelah. Ada perasaan kasihan pada Freya, dia tau untuk apa Freya datang kemari. Untuk apa lagi jika bukan untuk ceo mereka. Sudah bukan hal yang aneh lagi jika mereka akan datang ke perusahaan. Freya mungkin gadis yang ke sekian ratus kalinya datang ke perusahaan Romanov.


"Nona tidak apa-apa." Freya tak menjawab, dia hanya menundukkan wajahnya. Takut dengan pengawal Sky yang menatapnya dan berwajah seram.


Sementara karyawan pria yang berdiri didepan Freya mengira jika Freya memiliki masalah pendengarannya. Apalagi Freya hanya diam saja. Tentu saja dia sangat kasihan.


Freya hanya menundukkan wajahnya melihat seorang karyawan pria mendekatinya. Apalagi saat melihat senyum pria di depannya ini. Freya pikir di perusahaan besar ini tak semua seram seperti Sky. Karyawan itu berjalan semakin dekat pada Freya dan mencondongkan wajahnya kemudian berbisik di telinga Freya. Berharap Freya mendengar ucapan dirinya kali ini. 


"Nona ingin pergi, ayo aku akan mengantarkan anda." 


Ting.. 


Wajah Sky semakin merah padam melihat karyawannya mencium pipi Freya . Apalagi melihat Freya menyelipkan rambutnya kebelakang telinganya. Jelas Sky mengira jika karyawannya mencium pipi Freya. Dari sudut pandang Sky memang seperti itu. Padahal dia hanya berbisik di telinga Freya. Freya sendiri yang tak tau jika pria di depannya ini berbisik di telinganya shock berbarengan dengan suara pintu yang terbuka.


"Apa ini caramu tebar pesona hah."


Mereka berjengit kaget mendengar suara menggelegar Sky di dalam pintu lift. Apalagi Freya dia sudah ketakutan, keningnya bercucuran berkeringat. Sedangkan karyawan yang berdiri di depan Freya, dia menjauhkan wajahnya dari Freya dan menundukkan wajahnya. 

__ADS_1


Sky emosi melihat Freya yang hanya menundukkan wajahnya. Dia berjalan menyeret Freya untuk mengikutinya, tak perduli jika Freya kesakitan sekalipun. Freya mengikuti langkah Sky dengan terseok-seok menyamai langkah lebar Sky. 


"Tuan kau menyakitiku."


Sky berbalik dan mengeratkan giginya semakin emosi. Dia memanggul Freya seperti kantong beras berjalan keluar menuju parkiran. Sedangkan Freya memekik kaget, dia berontak di bahu Sky dan memukul punggung lebar Sky. 


"Tuan, lepaskan saya... Tuan."


Sky tak menggubris teriakan Freya dia melemparkan Freya masuk ke dalam mobil dan menyalak tajam padanya. 


"Sett.. " Freya meringis merasakan tubuhnya yang mengenai sandaran jok mobil. Freya menatap Sky yang menatap dirinya, seperti singa yang ingin memakannya hidup hidup. 


"Maaf.."


Sky masih tak menjawab ucapan Freya, ada rasa kasihan saat melihat Freya meringis kesakitan. Tapi emosinya tak bisa di sembunyikan saat melihat Freya yang di cium karyawannya tadi. 


Brakk.. 


"Brengsek.."


Calvin menoleh ke arah mobil yang di tutup. Dia lalu berjalan masuk ke dalamnya dan melihat Freya di dalam menundukkan wajahnya terisak. 


Calvin hanya menggelengkan kepalanya. Aneh dengan tuannya dan istrinya. Bukankah mereka baru saja bercinta, kenapa mereka sudah seperti musuh lagi. Apalagi saat melihat tuannya mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Calvin yakin pasti terjadi sesuatu, dan Freya sudah membuat tuannya marah. 


Calvin menang tak tau apa yang membuat tuannya marah. Yang jelas Calvin tau apa yang akan di lakukan tuannya saat ini. 


*


Brakk..


Sky berjalan lebar masuk ke dalam casino dengan langkah lebarnya. Tanpa menoleh kiri kanannya, Sky masuk ke dalam kamar VIP miliknya di dalam casino. 


Sedangkan pria yang melihat sang penguasa datang segera pergi mencari apa yang biasa Sky minta. Apalagi jika bukan wanita, dia sudah hapal dengan Luis saat datang kemari. Jadi sebelum casino ini rata dengan tanah, dia dengan cekatan menyuruh wanita yang paling cantik untuk mendatangi Sky ke kamarnya. 

__ADS_1


Clek.. 


Sky menatap datar wanita yang baru saja masuk ke dalam kamarnya. Wanita cantik bertubuh seksi yang hanya memakai lingerie di tubuhnya, terlebih melihat buah dadanya yang jauh di atas rata rata. 


"Tuan sudah lama tak datang kemari.."


Rayunya mengelus dada bidang Sky beserta tangan kirinya mengelus pangkal paha Sky. 


"Puaskan aku."


"Tentu saja tuan.. " Desisnya di telinga Sky. Sky memejamkan matanya mendengar suara ******* wanita yang berdiri di depannya. 


Tak menunggu lama wanita itu melalukan tugasnya. Sudah bukan hal yang baru, dengan posisinya sebagai wanita malam. Sky mengerang saat miliknya masuk ke dalam bibir merah merona wanita yang berjongkok di bawah kakinya. 


"Eghh.."


Wanita di depan Sky tersenyum mendengar erangan Sky. Dia semakin bersemangat melakukan tugasnya memuaskan pria paling berkuasa dengan bibirnya. Terang saja Sky mengerang dan meracau mendapatkan sentuhan lembut pada miliknya. 


"Ahh Freya.." Sky membuka matanya dan mengumpat saat mengerang membayangkan Freya yang melakukannya. 


"****.," 


Sky mendorong wanita itu dan membalikan tubuhnya lalu merobek kain segitiga berenda milik wanita yang menjadi partner ranjangnya. Tanpa aba aba Sky menyatukan milk mereka.


"Ahh.."


Erang wanita yang membelakangi Sky. Bibirnya tak berhenti meracau mendapatkan sentuhan dari Sky. Sky sendiri bukannya mengerang, dia justru mengumpat, entah kenapa tak ada rasa untuknya bercinta kali ini.


Tak sampai sepuluh menit Sky melepaskan penyatuannya dan berjalan ke kamar mandi. Sedangkan wanita yang menjadi partner Sky mengumpat saat tubuhnya hendak mencapai puncak Sky justru meninggalkannya.


Sedangkan Sky yang berada di dalam kamar mandi mengumpat Freya berulang kali. Sungguh tak ada yang Sky rasakan saat bercinta dengan wanita tadi. Hanya emosi, Sky emosi dan marah pada Freya yang di cium oleh karyawannya sendiri. Apalagi di depan matanya. Cemburu Sky benar-benar cemburu melihatnya. Dadanya seketika panas dan bergemuruh saat mengingatnya lagi.


"Brengsek.. "

__ADS_1


Prang....


__ADS_2