
Lima tahun kemudian...
Tak...Tak.. Tak..
Suara langkah kaki dengan sepatu hitam fantofel menggema di perusahaan terbesar di kota Amerika. Pria berusia hampir empat puluh lima tahun dengan pakaian formal berwarna hitam dan di ikuti asisten dan bodyguard di belakangnya memasuki pintu lift.
“Dad..”
Dia tersenyum mendengar suara putranya yang memanggilnya. Dia melambaikan tangannya pertanda agar putranya mendekatinya.
“ Membuat onar lagi.” Tanyanya setelah putranya masuk ke dalam lift bersamanya.
Elard menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan ayahnya. Dia menunjukan lembar kertas di tangannya pada ayahnya.
“Kau harus menjadi kebanggaan ku nanti.” Elard tersenyum saat kepalanya di usap oleh ayahnya.
Ting..
“Dad apa aku boleh ikut liburan.” Kata Elard mengikuti langkah lebar ayahnya di sampingnya.
“Apa kau ingin pergi, Daddy tak melarangnyamu untuk pergi.”
“Aku lebih suka di sini belajar bersama daddy. Tapi mereka ingin aku ikut.” Kesalnya saat mengingat teman temannya memaksanya ikut bersama mereka. Elard benar-benar tak suka dan malas. Dia ingin seperti ayahnya yang pekerja keras dan sukses.
“Ya sudah pergi saja, berapa hari liburannya.”
“Lima hari.” Jawabnya masuk ke dalam ruang CEO milik ayahnya. Dan di kejutkan dengan wanita yang duduk di kursi CEO.
“Luis, aku sudah menunggumu dari tadi.” Venus bangkit dari duduknya dan menghampiri Sky yang berdiri di depan pintu.
Sementara Sky mengeraskan rahangnya melihat Venus yang beraninya duduk di kursi kebesarannya. Matanya memerah menahan emosi pada Venus.
__ADS_1
“Beraninya..” Desis Sky menatap Venus tajam.
Elard menoleh ke arah Sky, dia tau saat ini ayahnya sedang marah. Elard melirik ke arah wanita yang menjadi istri ayahnya. Selama ini, Elard dan Venus sama sekali tak akur. Venus menentang Sky yang memungut anak jalanan masuk ke dalam mension mewahnya.
“Menyingkir.” Sentak Venus pada remaja di sampingnya.
Elard bergeser ke belakang ayahnya. Menyembunyikan dirinya di punggung lebar Sky. Bukan takut, tapi Elard takut jika dia akan lepas kontrol dan menarik rambut istri ayahnya.
“Bukan Elard yang harus menyingkir dari sini. Tapi kau yang harus pergi dari sini Venus.” Desis Sky menyalak tajam pada Venus. Emosi melihat wanita yang sangat di bencinya sudah berani padanya.
“Kenapa kau harus memungut anak jalanan Luis. Sedangkan aku mau mengandung anakmu. Kau sama sekali tak pernah me_”
“Diam.. “
Venus berjengit mendengar bentakan Sky padanya. Wajahnya menunduj dan tangannya terkepal erat. Mengutuk remaja di belakang Luis yang selalu menghalangi rencananya.
“Luis aku istrimu.”
“Pergi dari sini.” Sarkas Sky menyalak tajam pada Venus. Andai saja dia sudah menemukan Freya Sky yakin akan menendang Venus dari hadapannya.
Sky tersenyum miring mendengar permintaan Venus. Sky sudah tau apa tujuan wanita ****** ini datang kemari. Apalagi jika bukan uang darinya.
“Calvin berikan uangnya.”
“Baik tuan.”
Calvin merogoh saku celananya dan mengetikkan beberapa nominal pada ponselnya. Dan tak lama Venus tersenyum mendengar bunyi notif di ponselnya. Wajah Venus kaget dan merah padam melihat berapa jumlah yang masuk ke dalam rekeningnya.
“Luis..”
“Keluar.” Venus mengepalkan tangannya dan melirik tajam pada remaja di belakang Luis. Dia berjalan keluar dari ruangan Sky dengan emosi yang luar biasa. Luis kembali memangkas jatah uang miliknya. Sebelumnya Luis memberikannya kartu ATM padanya. Tapi semenjak kedatangan remaja yang datang ke mension Luis. Luis semakin berubah dan memperketat setiap pengeluarannya.
__ADS_1
Dan yang membuat Venus semakin membenci Elard, Sky membekukan ATM miliknya. Terang saja Venus emosi bukan main. Gara-gara remaja di belakang Luis hidupnya semakin susah dan tak bebas saat ini.
Bisa saja Venus meminta uang pada ayahnya dan ibunya tapi mereka akan curiga jika dia melakukan itu. Venus tak ingin Sky membocorkan masa lalunya bersama dengan Marcel, terlebih pada Heidher. Pria tua itu pasti akan langsung menendangnya dari mension mewah Luis. Dan Venus tak ingin semua itu terjadi padanya.
Menyandang nyonya Luis Romanov adalah impian semua wanita. Jadi Venus tak ingin melepaskan gelar yang tersemat padanya. Venus yakin jika dia pergi dari Luis, semua wanita akan berlomba-lomba menggoda Luis dan menginginkan posisinya. Itu sebabnya meski Luis tak pernah memberikannya hak. Venus masih bisa menyandang nama belakang keluarga Romanov itu yang menjadi impian semua wanita.
Brakk...
Sky menendang kursi di depannya. Dia memijit kepalanya yang pusing. Selama ini dia masih bersabar menghadapi Venus. Tapi wanita itu semakin lama semakin membuat Sky muak dan ingin membunuhnya.
“Maafkan aku dad,” Elard menundukkan wajahnya, melihat ayahnya mengamuk dan menendang kuis sofa. Elard tau semenjak kedatangannya empat tahun lalu. Hubungan Luis dan Venus semakin renggang.
Elard sendiri tak pernah tau, kenapa mereka tak pernah akur sama sekali. Tapi yang Elard lihat jika Luis terpaksa menikahi Venus.
“Jangan perdulikan dia, fokus saja sama sekolahmu.” Elard menganggukkan kepalanya. Dia berjalan menuju kursi dan mendudukkan bokongnya di samping meja milik Luis.
“Bisa kau periksa berkas daddy. Daddy ingin istirahat sebentar.” Lirih Sky.
“ Ya dad..” Elard menatap iba pada ayahnya. Pria yang empat tahun lalu menolongnya dari kejaran preman dan ingin membunuhnya. Elard tau jika ayahnya sebenarnya memendam perasaan rindu pada seseorang. Tapi Elard sendiri tak tau siapa orang itu.
“ Freya.”
Ya Elard jelas tau nama Freya. Hampir setiap malam Sky mengigau nama Freya dan Elard tak tau siapa Freya.
Sky masuk ke dalam ruangan pribadinya dan membaringkan tubuhnya yang lelah. Lima tahun lebih dia masih belum menemukan Freya. Entah dimana keberadaan Freya saat ini dan Sky sangat merindukan istrinya. Wanita cantik bertubuh mungil yang sudah meninggalkannya. Dan Sky masih berharap jika Freya akan kembali padanya.
“Apa ini hukuman untukku mempermainkan wanita dulu.” Sky terkekeh kecil, mengingat betapa brengseknya dia. Banyak wanita perawan yang dia hancurkan untuk kesenangannya.
Setelah itu dia juga menghancurkan rumah tangga Mark Harold dan Elvira Jennifer. Wanita yang ingin dia rebut dari suaminya Mark. Segala upaya dan cara Sky lakukan untuk merebut Elvira. Dan dengan sabarnya Mark Harold masih memaafkannya. Dan sama sekali tak dendam padanya.
Padahal Mark bukanlah pria sembarangan juga. Dia juga bisa melawannya. Tapi entah kenapa dia sama sekali tak membalas perlakuannya. Hanya karna dia juga telah melakukan kesalahan Mark menerima dan masih sabar saat bertemu dengannya. Andai dia di posisi Mark, dia yakin sudah melubangi kepala pria yang tidur dengan istrinya.
__ADS_1
“Apa ini kutukan darimu Mark.”
.