
“Selamat siang tuan.”
Sky hanya meliriknya sekilas. Dia sama sekali tak perduli dengan wanita di sampingnya.
Hingga beberapa menit kemudian, Sky tau jika wanita di sampingnya mencuri pandang ke arahnya. Tapi Sky tak memperdulikannya.
“Bagaimana tuan.”
“Akan aku pikirkan lagi, katakan pada tuan Yun agar menemuiku jika dia sudah sembuh.” Imbuh Sky.
“Baik tuan..”
Sky berdiri dari duduknya dan berbalik melangkah pergi bersama Calvin yang mengikutinya dari belakang.
Selin berdiri dan mengejar Sky. Bukankah ini adalah kesempatan untuknya. Meminta pertanggung jawaban Luis agar menikahinya. Selin berlari mengejar Sky yang sudah sampai di luar restauran.
Selin mempercepat langkahnya menghampiri Sky dan langsung memeluk tubuh tinggi Sky dari belakang.
Bruk..
“Tuan saya merindukan anda tuan.”
*
“No mom, Ala mau lasa stobeli.” Rengek Ara pada Freya yang menginginkan susu rasa stoberi untuknya.
“Sayang besok saja ya, sekarang minum ini dulu.” Freya menghembuskan nafasnya perlahan melihat gelengan putrinya. “Ok tunggu mommy, mommy akan membelinya untukmu.” Ara tersenyum dan menganggukan kepalanya.
Freya berjalan ke kamarnya dan mencari dompet dan tas miliknya. Lalu kembali lagi keluar dari kamarnya dan memanggil supir untuk mengantarkannya ke pusat perbelanjaan. Sementara Ara bersama pengasuhnya.
“Tapi nyonya, tuan tak memperbolehkan anda pergi dari mension tanpa tuan.”
“Aku hanya sebentar, Ara meminta susu.”
Bodyguard Sky akhirnya menganggukan kepalanya setelah Freya kekeh ingin pergi. Dan mau tidak mau akhirnya beberapa dari mereka pergi mengantarkan Freya ke pusat perbelanjaan.
“Nona sudah sampai.”
Freya mengedarkan pandangannya dan menganggukan kepalanya. Dia turun dari mobil dan di ikuti oleh beberapa bodyguard suaminya dari belakang.
“Tunggu aku di sini saja.” Tukas Freya masuk ke dalam pusat perbelanjaan mencari susu untuk putrinya.
“Freya... “
Freya menoleh ke samping dan bibirnya tersenyum tipis melihat Kate berjalan bersama seorang pria menghampirinya.
Sementara Kate melihat Freya dari atas sampai bawah. Dia mengerutkan keningnya melihat penampilan Freya. Tak lama bibirnya tersenyum sinis pada Freya.
“Freya perkenalkan dia tunangan ku, Samuel ini Freya dia temanku.”
Samuel terkesiap mendengar penuturan Kate, dia tersenyum lebar pada Freya. Pandangannya sama sekali tak berkedip melihat ke arah Freya yang sangat cantik.
__ADS_1
“Freya apa kau sekarang menjadi simpanan sugar daddy.?” Seru Kate sangat iri melihat penampilan Freya dari atas sampai bawah.
Freya mengerutkan keningnya mendengar penuturan Kate.
“Penampilan mu sangat terlihat sekali. Berapa mereka membayarmu.” Imbuh Kate lagi tersenyum sinis pada Freya.
“Oh aku tidak tau berapa dia membayar ku. Dia hanya memberi ku ini.” Jawab Freya mengeluarkan beberapa kartu dari suaminya. “Aku tidak tahu isinya berapa, tapi dia meminta ku untuk menggunakannya. Apa kau mau aku traktir.” Lanjut Freya menatap Kate dsn pria yang bersamanya.
Sementara Kate, wajahnya merah padam melihat ada enam kartu ATM di tangan Freya. Dan dua di antaranya kartu gold dan berwarna hitam. Kate tau, tak sembarang orang memiliki kartu seperti itu. Dan Freya memilikinya.
“Apa kau menjadi simpanan pejabat negara Freya. Aku tau kau pasti membohongi mereka dengan rayuanmu.” Seru Kate.
“Bukankah memang harus pintar merayu Kate. Kau yang mengajariku dulu.” Sahut Freya menipiskan bibirnya dan berbalik menuju kasir.
Sementara Kate, melihat Freya meninggalkannya mengepalkan tangannya. Nafasnya memburu menahan emosi. Dia tak percaya jika Freya bisa seberuntung itu. Beberapa tahun tak bertemu mustahil jika Freya bisa mendapatkan enam kartu ATM sekaligus. Sedangkan eia hanya satu dan itu juga di batasi.
“Apa yang kau lihat.”
Samuel berdecak mendengar suara Kate di telinganya.
“Pegang ini, “ tukas Kate melemparkan tas miliknya pada Samuel sementara dirinya mengejar Freya yang keluar dari pusat perbelanjaan.
Sett..
Freya kaget saat tangannya di tarik oleh seseorang. Dia menoleh ke arah Kate dan menatap Kate bingung.
“Aku tau kau mendapatkan uang itu dengan menjual tubuhmu. Tapi kau tak bisa mengalahkan aku Freya. Katakan padaku siapa pria yang sudah kau tipu dengan tubuhmu.”
Kate geram saat melihat Freya mengabaikannya dia kembali lagi melangkah lebar dan menarik tangan Freya.
“Jangan macam macam dengan nyonya kami nona.” Freya menoleh ke arah bodyguard nya. Dia lalu melihat Kate yang meringis kesakitan.
“Tuan lepaskan tangan ku.” Rintih Kate.
Akrr..
“Ingat Kate, dia akan mematahkan tanganmu jika kau berani lagi padaku.” Ujar Freya berbalik lagi melangkah menghampiri mobil milik suaminya.
Brukk..
“Ingat nona, peluru ini akan menembus kapala mu jika anda berani macam macam dengan istri tuan Luis.”
Wajah Kate pucat pasi mendengar dan melihat senjata api mengarah padanya. Tubuhnya bergetar ketakutan, apalagi pria itu sudah mengancamnya.
Sementara Freya tak perduli dengan Kate. Dia meminta bodyguardnya kembali pulang ke mension. Baru beberapa meter Freya menghentikan mobilnya saat melihat suaminya.
Freya turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Sky yang tak jauh darinya.
Tapi tak lama Freya menghentikan langkahnya saat melihat seorang wanita memeluk Sky dari belakang. Dada Freya rasanya sangat sesak melihat pemandangan di depan matanya. Dia lalu berbalik kembali dan masuk ke dalam mobil lalu meminta mereka kembali ke mension.
Freya tak percaya, dengan apa yang di lihatnya barusan.
__ADS_1
“Apa dia baru saja makan siang bersama wanita itu.” Gumam Freya terkekeh. Dadanya sungguh sesak melihat suaminya sendiri berpelukan dengan wanita lain di depan matanya.
Apa selama ini dia berbohong padanya. Ternyata dia masih sama. Tak puas dengan satu wanita di sisinya. Tetap saja mencari wanita lain untuk memuaskan hasratnya.
Sampai di mension mewahnya, Freya berjalan gontai masuk 2k dalam.
“Mommy mana susunya, Ala mau minum susu.”
“Mom biar aku aja yang bikin susunya,ayo sayang..” Elard mengambil plastik ditangan Freya dan menggendong Ara bersamanya ke dalam dapur.
“Elard, ..”
“Ya mom..” sahut Elard menoleh kembali pada Freya.
Freya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Mommy mau kekamar.” Elard menganggukan kepalanya. Dia kembali lagi melangkah ke dapur, Elard tau Ara pasti sudah dari tadi ingin minum susu.
“Sayang apa mommy sakit.”
“Mommy sakit.” Beo Ara mendengar penuturan Elard. Elard tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Mungkin ini hanya perasaan saja melihat wajah ibunya yang terlihat tak baik baik saja.
Elard menurunkan Ara di atas meja dan dia membuka dus susu milik Ara.
Malam harinya..
Clek..
Sky tersenyum melihat Freya yang tidur meringkus di atas ranjang besar miliknya. Dia berjalan ke kamar mandi. Tak sampai lima belas menit kemudian Sky keluar dari kamar mandi. Sky masuk ke dalam walk in closed dan mengambil boxer miliknya dan memakainya. Sky keluar lagi dan masuk ke dalam selimut.
Cup..
“Maafkan aku..”
Freya meremas ujung kain selimut saat mendengar permintaan maaf Sky padanya. Freya tau permintaan maaf yang seperti apa yang baru saja keluar dari bibir suaminya.
Freya tak menyahut, terlalu sakit jika benar suaminya masih mencari wanita lain di luaran sana. Lalu apa yang di katakan padanya itu bohong.
Sementara Sky mengucapkan kata maaf pada Freya karna dia pulang terlambat. Sky sangat menyesal tak memberitahukan Freya sebelumnya. Semua itu gara gara Calvin yang tak becus, hingga dia kembali pulang lewat tengah malam.
Sky mengecup pipi Freya dan membawanya ke dalam pelukannya. Dan ikut memejamkan matanya menyusul Freya terbang ke alam mimpi.
__ADS_1