Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.30# Emosi Heidher


__ADS_3

"Luis.. "


Teriak Heidher mendengar penuturan putranya. Dia tak percaya apa yang di dengar telinganya. Menikah dengan gadis dari tempat perjudian.


"Luis apa apaan ini, jangan membuatku emosi. Katakan jika semua itu tak benar. Kau menikah dengan gadis baik baik Luis."


Masih belum menurunkan nada bicaranya, hingga urat lehernya terlihat menonjol. Heidher sama sekali tak percaya. Putranya pasti berbohong padanya. Mana mungkin putranya menikahi wanita yang ada di tempat perjudian, Heidher tau tempat itu kadang tiga bulan sekali melelang wanita. Sudah bukan hal aneh bagi kalangan orang kaya. dan putranya menjadi salah satu pria itu, menjijikkan.


"Apa yang kau pikirkan benar Heidher, aku membelinya dan menikahinya. Kau tau berapa aku membeli wanita itu. Satu milyar, bukankah itu luar biasa."


Heidher shock bukan main, belum hilang shock mendengar jika dia menikah dengan gadis yang di lelang. Luis mengatakan harga gadis itu padanya.


"Apa kau gila Luis."


Teriak Heidher menggema di ruangan Sky. Heidher yang semula berdiri mendudukkan tubuhnya di kursi sofa. Memijit kepalanya yang berdenyut nyeri. Putranya ingin membunuhnya perlahan. Untuk apa dia membeli wanita dengan harga jauh di luar nalar manusia. Bukankah setiap malamnya dia bisa bergonta-ganti wanita hingga tiga dan empat kali. Lalu kenapa hanya satu wanita saja Luis membelinya setara dengan sebuah pulau.


"Aku tak mengerti denganmu Luis. Ingat jangan sampai wanita itu mempermalukan keluarga kita Luis. Aku yakin gadis itu sama murahannya dengan wanita yang biasa menemanimu setiap malamnya."


Ucap Heidher berdiri lalu meninggalkan Luis di ruangannya.


Sementara Sky tangannya terkepal erat mendengar penuturan Heidher yang menghina Freya. Meski Sky tau jika Freya jelas sama dengan wanita malam di luar sana, tapi mendengar orang lain menghinanya dada Sky bergemuruh tak terima.


Prang...


"Brengsek.."

__ADS_1


*


Freya yang berdiri di pinggir jendela menatap jauh ke depan. Apa yang bisa ia lakukan, dia sudah sah menjadi istri pria yang jauh di atasnya. Air matanya tak bisa di bendung mengingat kembali nasibnya. Apa pria itu akan memperlakukan dirinya baik atau justru pria itu akan menyiksanya dalam sangkar emas seperti saat ini.


Tak lama pintu kamarnya terbuka dan menampilkan wanita berpakaian pelayan. Freya menatap ke luar jendela lagi.


"Letakkan saja di situ, aku akan memakannya nanti." Titah Freya pada wanita yang masuk ke dalam membawa nampan di tangannya. Tak lama Freya berjengit mendengar suara pecahan di belakangnya. 


Prang.. 


"Kenapa bisa jatuh."


Freya berjalan mendekati wanita itu dia tak tau jika wanita itu sengaja menjatuhkan nampan di tangannya. Freya yang tak tau berniat membantu membersihkan dan mengambil pecahan mangkuk di lantai. 


Sett.. 


Freya kaget saat rambutnya di tarik oleh wanita yang berdiri dari sampingnya. Freya menoleh dan menatap tajam padanya. 


"Berani padaku, lepaskan tanganmu dari rambutku." Desis Freya. 


Sedangkan Carol tertawa sinis mendengar ancaman Freya. Dia semakin mengencangkan tangannya pada rambut Freya.


"Jangan bangga tuan Luis menikahimu, dia sama sekali tak mencintaimu. Dia masih mencintai kekasihnya. Asal kau tau, kau tak sebanding dengan tuan Luis, berbeda dengan kekasihnya yang sangat cantik dan anggun. Jadi jangan senang dulu jika tuan Luis menikahimu."


Freya mengepalkan tangannya mendengar penuturan wanita yang menjadi pelayan. Dia pikir dia akan menangis meraung saat mendengar pria itu memiliki kekasih. Freya akan sangat berterima kasih pada wanita itu jika mau datang kemari dan menggantikannya. Apalagi bersedia menikah dengan pria tua itu.

__ADS_1


Brukk.. 


"Aw.. Kau.."


Freya tersenyum melihat wajah shock pelayan yang terjengkang kebelakang. 


"Kau pikir aku perduli, jika kau menginginkan tuan Sky tidur denganmu, bantu aku keluar dari sini." Tukas Freya berbalik dan keluar dari kamarnya. Freya gondok dengan wanita itu, Freya tau jika wanita itu menginginkan pria itu tidur dengannya. 


"Jika di sandingkan dengan wanita itu pasti sangat cocok., sama sama gila ************." Gumamnya berjalan tanpa menoleh ke kiri dan kanannya, apalagi ke depan. Matanya menunduk melihat kakinya yang ia tendang perlahan ke udara.


Sky menyipitkan matanya mendengar gerutuan Freya. Sky kembali pulang ke mension, setelah bertemu dengan ayahnya yang tiba-tiba saja membuatnya emosi. 


Brukk.. 


"Aw.. "


Freya jatuh terduduk di lantai saat menabrak tubuh tinggi Sky. Sky sengaja membiarkan Freya jatuh, dia tau apa yang Freya maksud dengan gila ************. Matanya menyalak tajam pada Freya yang berani padanya. Emosinya semakin bertambah saat mendengar gerutuan Freya.


Sedangkan Freya mendongak menatap wajah tinggi Sky, yang berdiri menjulang di hadapannya. Freya menelan ludahnya cekat saat melihat mata tajam Sky mengarah padanya. 


"Jangan pernah berani padaku, tunggu giliran mu."


Sky melangkah lebar masuk ke dalam kamarnya, membiarkan Freya yang masih terduduk di lantai. Sky tak perduli jika Freya kesakitan sekalipun. 


Sedangkan Freya, tubuhnya kaku mendengar ucapan Sky padanya. Seketika tubuhnya merinding, dan bulu kuduknya berdiri.

__ADS_1


"Semoga saja pria itu tak pernah menyentuh ku."


__ADS_2