Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.63# Marcel terpesona


__ADS_3

Freya tersenyum lebar keluar dari kamar mandi. Sebelumnya beberapa pelayan masuk ke dalam kamar Sky dan membawa banyak paperbag ke dalam. Freya yang bingung dan tak tau itu apa bertanya dan mereka bilang Sky yang menyuruhnya untuk membawanya kemari.


Freya tersenyum saat melihat isi dalam paperbag yang ada di tangannya. Dia juga memeriksa seluruh paperbag yang di bawa oleh pelayan dan isinya adalah gaun yang dia pegang kemarin saat di pusat perbelanjaan.


Tentu saja Freya berpikir jika ternyata suaminya tak pelit seperti yang ia bayangkan. Dan siang ini Freya akan datang menemui suaminya di perusahaan dan membawa makan siang untuk suaminya.


Satu jam kemudian Freya keluar dari kamar Sky dan berjalan menuruni anak tangga. Dia berbelok dan mengambil kotak makan untuk Sky, lalu membawanya bersamanya.


“Dia pasti senang.” Gumam Freya berjalan keluar dan meminta salah satu dari bodyguard suaminya untuk mengantarkannya.


Jelas saja bodyguard Sky tak sembarangan mengijinkan nona mudanya pergi begitu saja. Mereka terlebih dahulu menelpon ketua mereka. Dan Calvin mengiyakan dan menyuruh mereka mengantarkan Freya ke perusahaan.


Satu jam kemudian Freya sampai di perusahaan Sky. Dia turun dari mobil tanpa menunggu mereka membuka pintu untuknya. Freya berjalan riang masuk ke dalam perusahaan suaminya. Bibirnya tersenyum lebar menatap paperbag di tangannya.


Brukk..


Freya terhuyung kebelakang saat tubuhnya yang kecil menabrak seseorang. Beruntungnya Freya tak sampai jatuh ke belakang, jika pria yang di tabrak Freya tak melingkarkan tangannya di pinggang ramping nya.


Deg..


Jantung Marcel berdetak lebih kencang saat melihat siapa wanita yang ada di pelukannya. Matanya menatap wajah cantik dan mata lentik milik Freya. Mata Marcel turun ke bawah dan menatap bibir penuh Freya yang sangat seksi di matanya. Wanita inilah yang pernah bertemu dengannya saat di kafe dulu. Marcel masih ingat wajah wanita yang sudah membuatnya tergila gila dan selalu terbayang bayang di matanya.


Tanpa di sadari Marcel mendekatkan wajahnya pada Freya. Wanita yang masih berada di dalam pelukannya. Marcel tak perduli jika ada orang lain yang melihatnya sekalipun.


Sementara Freya, matanya yang tertutup perlahan membuka matanya. Freya mengerutkan keningnya saat melihat wajah pria yang pernah dia lihat. Tapi Freya lupa dimana dia pernah melihat wajah di depannya.


Freya tak tau jika posisi intim seperti ini terlihat di mata seseorang dan itu adalah Sky. Sky bisa melihat Freya yang berpelukan dengan Marcel.


Sky memang sengaja menunggu Freya, setelah tau jika Freya datang kemari. Tapi Sky tak menduga jika Freya akan bertemu dengan Marcel dan saling berpelukan. Emosi dan cemburu yang Sky rasakan, bersama dengan dada yang bergemuruh hebat. Bibir Sky menyetujui begitu saja ucapan Heidher.


Freya yang menyadari jika pria di depannya ingin menciumnya mendorong tubuhnya hingga pelukan mereka terlepas.


“Maaf.. “ Sesal Marcel


Freya menundukkan wajahnya dan melirik kearah pria yang berdiri di depannya. Wajah tampannya sekilas mirip seseorang yang pernah dia lihat tapi Freya tak ingat dia mana. Freya tersenyum dan mengangguk mengiyakan. Lalu Freya melangkah kembali menuju lift.


Marcel yang mengetahui Freya melangkah pergi mengikutinya.

__ADS_1


“Nona ingin bertemu dengan siapa.?”


Freya berbalik mendengar pertanyaan pria di belakangnya.


“Ini, saya ingin memberikan ini pada tuan Luis.” Jawab Freya menundukkan wajahnya.


Marcel tersenyum lebar, mendengar jawaban Freya padanya. Dia berjalan mendekati Freya yang berdiri di depan pintu lift.


“Aku juga ingin menemui kakak ku, kita bisa bersama naik ke atas.”


Marcel melangkah mendahului Freya masuk ke dalam lift.


Sementara Freya yang melihat pria itu masuk lebih dulu, mengikutinya. Freya masuk ke dalam dengan paperbag di tangannya. Freya tak tau dia ingin bertemu siapa.


Di dalam pintu lift Freya dan Marcel sama sama tak ada yang membuka suaranya. Sebenarnya Marcel ingin sekali menanyakan siapa nama gadis cantik di depannya ini. Tapi Marcel tak ingin gadis di depannya takut dengannya.


Hingga pintu lift terbuka keduanya sama sama tak mengeluarkan suara.


Freya keluar lebih dulu dan menundukkan wajahnya pada pria di sampingnya. Marcel tersenyum membalas Freya tak lama dia mengikuti langkah Freya dari belakang.


Vano mematung melihat gadis cantik di depannya yang baru saja menyapanya. Matanya sama sekali tak berkedip melihat senyum Freya. Sementara Marcel yang berdiri di belakang Freya melototkan matanya pada pria yang duduk di kursi sekertaris.


Vano salah tingkah melihat tatapan tajam Marcel padanya. Dia menundukkan wajahnya dan menjawab jika Luis ada di dalam. Freya menganggukan kepalanya. Dia berbalik mendekati pintu dan membukanya.


Freya mematung dan matanya memanas melihat pemandangan di depan matanya. Wanita yang pernah bertemu dengannya dan mengaku sebagai calon istri suaminya duduk di pangkuan suaminya.


Sedangkan Marcel yang melihat Freya berdiri ikut masuk ke dalam dan membuat Freya kaget dan menjatuhkan paperbag di tangannya.


Prang...


Freya mengusap pipinya yang basah dan menunduk mengambil paperbag yang terjatuh. Begitupun dengan Marcel dia mengambil paperbag yang jatuh di kakinya.


“Terima kasih tuan.. “


“Kau tidak apa apa. ?” Tanya Marcel melihat Freya yang sepertinya ingin menangis. Padahal Freya menangis karna melihat suaminya memangku wanita lain. Freya menggelengkan kepalanya, dia menoleh ke arah Sky.


“Kak,”

__ADS_1


“Tuan..”


Marcel dan Freya sama sama memanggil Sky.


Sky sendiri menatap Freya datar, tangannya terkepal melihat Freya ternyata memanggilnya tuan. Apa maksud Freya memanggilnya tuan.


Freya tersenyum dan berjalan mendekati sofa, dia menyimpan paperbag di tangannya. Dan mengeluarkan isinya.


Sementara Sky bibirnya masih terkunci. Mata tajamnya tak berkedip melihat apa yang di lakukan Freya.


Venus yang melihat Freya masuk ke dalam tersenyum miring. Dia menyadarkan kepalanya di dada bidang Sky. Venus sengaja melakukan semua itu untuk menunjukkan bahwa Luis adalah miliknya.


“Tuan aku membuatkan makan siang untuk tuan.”


“Apa kau sendiri yang membuatnya nona.?” Tanya Marcel mendekati Freya.


“Hu'um” Freya mengangguk mengiyakan ucapan Marcel.


“Bolehkah aku mencicipi nya,? “


Freya tertawa mendengarnya, dia membuka rantang di tangannya dengan semangat.


“Hehehe aku tidak tau yang mana alat masaknya, aku memakai panci, dia sedikit gosong.”


Marcel tertawa mendengar penuturan Freya. Matanya melihat ke arah kotak yang berisi makanan yang terlihat menyedihkan.


“Aku sebenarnya pintar memasak tuan, tapi aku tadi tak menemukan wajan untuk menggoreng jadi aku pakai panci ternyata hasilnya seperti ini.”Keluh Freya yang di balas tawa Marcel.


Freya mengambil sendok kemudian menyodorkan sendoknya pada Marcel. Marcel yang melihat sendok di depannya kaget.


“Tuan harus mencicipinya terlebih dahulu sebelum memakannya.”


“Apa aku orang yang beruntung bisa mencicipi masakanmu nona” Goda Marcel.


“Hu'um..”


.

__ADS_1


__ADS_2