
Sky mengangkat Freya tanpa melepaskan penyatuan nya. Freya sendiri memekik kaget, miliknya seperti di tusuk dan terasa sakit. Sky mendorong kamar pribadinya dengan kakinya.
Setelah puas bercinta di meja kerjanya Sky membawa Freya bercinta kembali di ruang pribadinya. Sky membaringkan Freya di atas ranjang berukuran sedang.
"Tuan aku lelah." Ucap Freya dengan nada suaranya yang hampir habis lelah merintih dan mendesah.
Sky yang mendengar Freya memanggilnya tuan menulikan pendengarannya. Dia tetap bergerak naik turun di atas tubuh Freya. Emosi mendengar Freya masih memanggilnya tuan. Jelas saja Sky tak suka, mengingat Freya yang masih muda dan dia yang sudah tua. Memang wajar saja bagi orang lain, tapi dia adalah suaminya dan Freya tak boleh memanggilnya tuan. Mereka akan mengira jika Freya adalah sugar babynya, dan Sky tak ingin orang lain menjelekkan Freya.
"Tuan.."
Ahhh..
Freya merintih saat Sky bergerak lebih liar lagi. Tangannya mencengkram erat kain seprei di bawahnya yang sudah tak beraturan. Matanya kian sayu, menahan lelah dan sakit di area sensitif nya. Keringat bahkan sudah bercucuran di tubuh Freya. Rasa lengket tentu saja semakin membuat Freya risih.
"Sayang aku lelah.."
Cup..
"Ya sebentar lagi..."
Ucapnya membalikkan tubuh Freya di atas tubuhnya. Freya memekik kaget, dia bingung pusat inti tubuhnya tak nyaman dan sedikit rasa nyeri menusuk sampai ke dinding rahimnya.
"Bergeraklah sayang.." Seraknya mencengkram erat bokong polos Freya, meminta bergerak di atas tubuhnya. Sky membuka matanya gemas melihat Freya yang diam saja dan tak bergerak.
Tak ingin gairahnya menurun Sky membantu Freya bergerak dengan menggerakkan pinggulnya di bawah tubuh Freya. Freya memekik kaget dia tak tau apa yang Sky lakukan sebenarnya padanya. Tangannya hanya mencengkram erat tangan Sky.
"Oh Freya.. "
Sky sendiri yang merasakan tubuhnya menegang dan pusat inti tubuhnya semakin berkedut bergerak menekan bokong Freya agar miliknya semakin memenuhi milik Freya. Suara sentuhan kulit bahkan sangat nyaring terdengar di seluruh kamar yang tak terlalu luas ini.
__ADS_1
Freya memekik, saat meraih puncak nirwananya bersama dengan Sky yang menembakkan cairan kentalnya di rahim Freya. Tangannya menekan bokong Freya agar tembakannya lebih dalam lagi masuk ke dalam rahim Freya.
Eghh..
Brukk..
Freya menjatuhkan tubuh polosnya di dada bidang Sky yang mengkilap oleh keringat. Nafasnya memburu dan area sensitifnya sakit.
Sky sendiri mendekap tubuh Freya dan mencium kepala Freya. Sky bisa merasakan nafas Freya yang memburu. Tangannya menyingkirkan rambut Freya yang menutupi wajahnya.
"Apa kau lelah.."
Freya menganggukan kepalanya dan memejamkan matanya di dada Sky. Dia tambah Sky yang mengusap punggung dan kepalanya, tak sampai dua puluh menit Freya tertidur pulas di pelukan Sky.
Mendengar dengkuran halus Freya Sky ikut memejamkan matanya tanpa melepaskan penyatuan mereka. Dia tak perduli mereka ada di mana saat ini, urusan pekerjaan apalagi masa bodoh untuk Sky.
*
Dia sendiri juga tak percaya dan tak akan pernah percaya ucapan Freya. Tapi demi mengusir Venus dari Sky apapun akan Betrik lakukan. Cemburu jelas saja Betrik cemburu melihat wanita yang lebih cantik lagi mencari Luis.
"Menyingkir, brengsek." Teriak Venus pada Betrik. Venus emosi melihat Betrik menghalangi jalannya.
Sedangkan empat bodyguard Sky yang berdiri di depan pintu Lift bersama Calvin yang baru saja terbuka berjalan mendekati mereka.
"Hey kau asisten Luis kan. Beritahu wanita ini untuk menyingkir dari sana aku ingin bertemu dengan Luis."
Calvin tak menggubris teriakan Venus, dia berjalan menuju ruangan pribadi miliknya di samping ruangan Sky. Bibirnya menggerutu mendengar suara teriakan mereka berdua. Calvin menelpon bagian HRD dan menanyakan apa mereka sudah menyiapkan sekertaris baru untuk tuannya atau belum. Jangankan tuannya, dia saja risih melihat pakaian terbuka Betrik setiap harinya. Mata sucinya ternoda oleh pakaian Betrik.
Wajah Venus merah padam melihat Calvin tak menggubris nya.
__ADS_1
"Brengsek.."
"Kau yang brengsek, keluar dari sini, tuan Sky tak ingin di ganggu oleh mu nona."
Venus menatap tajam pada Betrik, dia berjalan dan mendudukan bokongnya tak jauh dari sana. Pikirannya melayang memikirkan perkataan Betrik. Benarkah Sky sudah menikah dan saat ini dia sedang bersama dengan istrinya di dalam. Tidak dia tak percaya jika Sky sudah menikah. Tak mungkin Sky sudah menikah dengan orang lain. Mungkin hanya akal-akalan sekertarisnya saja agar dia tak menemui Luis. Dia tau jika wanita itu juga menginginkan Luis, mana mungkin Venus akan membiarkan wanita manapun merebut Luis darinya.
Betrik juga mengepalkan tangannya, saat pintu ruangan ceo terkunci dari dalam, dia tau apa yang mereka lakukan saat ini. Dia sudah melihat bagaimana gadis itu merayu Luis dengan duduk di pangkuannya.
"Gadis brengsek.."
Hingga satu jam lamanya Venus mengumpat dan pergi meninggalkan ruangan Sky. Dia tak percaya Sky mengabaikan dirinya. Dia akan bertanya pada Haidher dan Imelda apa Sky sudah menikah atau belum. Tak mungkin mereka merahasiakan pernikahan Sky, lagi pula dia yang seharusnya menikah dengan Luis.
Betrik tak menggubris Venus yang pergi meninggalkan ruangan ceo. Hatinya sendiri masih terasa panas dan terbakar cemburu pada Freya yang saat ini pasti sedang berada di bawah kungkungan Sky.
"Gadis brengsek."
*
Sky mengerjapkan matanya saat dada bidangnya terasa dingin dan basah. Sky mengerutkan keningnya saat meraba dadanya. Tak lama Sky menggerutu jika dadanya basah terkena air liur Freya.
"Apa dia tak bisa menutup mulutnya saat tidur, aishhh.. Bagaimana bisa dia menjadi istriku."
Gerutu Sky mengusik tidur lelap Freya. Freya menggeliat dia atas tubuh Sky. Matanya mengerjap saat merasakan keras dan liat yang ia tiduri, di tambah bulu bulu halus tepat di depan matanya. Matanya melotot kemudian tangannya spontan mengusap bibirnya yang basah dan menatap dada Sky saat menyadari dirinya tertidur di atas tubuh Sky.
"Sudah bangun nona."
Hah..
"Aw.. "
__ADS_1