
“Apa aku orang yang beruntung bisa mencicipi masakanmu nona.” Goda Marcel menatap wajah cantik Freya tak berkedip.
Freya tertawa mendengar candaan Marcel padanya, tak lama kemudian Freya mengangguk mengiyakan.
“Hu'um”
Marcel tersenyum lucu dan mendekatkan wajahnya pada Freya. Membuka mulutnya di hadapan Freya. Marcel tak menyangka jika ada gadis unik dan lucu di depannya. Sebelumnya saat dia bertemu dengannya, gadis ini terlihat pendiam. Ternyata gadis cantik ini sangat lucu dan menggemaskan di matanya.
Sementara Sky dia mendorong tubuh Venus yang duduk di pangkuannya dan melangkah lebar mendekati Freya dan Marcel lalu menarik tangan Freya dan memasukkan sendok ke dalam mulutnya.
Venus yang di dorong oleh Luis hampir saja terjengkang lagi. Nafas Venus memburu menahan emosi yang memuncak. Kenapa dia selalu berakhir di dorong oleh Luis. Apalagi jika ada gadis sialan itu, Luis pasti akan bersikap kasar padanya.
Freya dan Marcel kaget melihat Sky yang tiba-tiba saja merebut sendok untuk Marcel. Mereka berdua menatap Sky dengan tatapan yang aneh. Tapi tidak dengan Venus yang mengepalkan tangannya dan hampir saja terjengkang. Wajahnya merah padam melihat Sky membuka mulutnya dan menyambar sendok di tangan Freya.
“Kak..” Seru Marcel.
Sky mengambil kotak yang di bawa Freya lalu menarik Freya duduk di sampingnya dan memangku kotak makan yang di bawa Freya. Seolah Sky tak rela jika Marcel ikut memakannya. Padahal apa yang di masak oleh Freya tak terlalu enak. Tapi setidaknya Sky tak akan membiarkan Marcel merebutnya.
Freya hanya menurut mendudukkan bokongnya di samping Sky. Matanya melirik ke arah wanita yang duduk di pangkuan suaminya.
“Suapi aku.”
“Ha.. “ Freya kaget dan menatap sendok di tangannya.
“Kau datang membawakan untukku bukan.” Tanya Sky menatap datar Freya. Masih emosi pada Freya yang justru ingin memberikannya pada Marcel.
“I_ya.” Jawab Freya ragu ragu.
Marcel menatap kakaknya tak percaya, ada apa dengan kakaknya yang terlihat aneh hari ini. Siapa gadis itu.? Kenapa kakaknya seperti tak rela jika ada orang lain meminta apa yang gadis itu bawa.
Sky terus membuka mulutnya pada Freya, tentu saja Freya mau tidak mau menguapkan sendok untuk Sky hingga apa yang Freya bawa habis tak tersisa.
Freya yang merasa aneh, melirik ke arah perut Sky. Freya menggelengkan kepalanya, porsi yang dia bawa cukup banyak untuk dua orang. Apa dia lapar hingga menghabiskannya tanpa sisa.?
“Kak kau makan banyak hari ini.” Tanya Marcel heran dengan kakaknya.
“Bukan urusanmu.” Ketus Sky.
__ADS_1
Freya melirik ke arah Marcel dan wanita yang berdiri menatapnya tajam. Freya lalu tersenyum pada Marcel, dia merasa tak enak pada pria itu.
“Tuan apa besok anda kemari lagi, aku akan memasak un_”
“Dia tak akan datang kemari.” Potong Sky cepat menatap tajam pada Freya. Ada apa dengan Freya, kenapa hari ini dia membuatnya emosi hari ini. Sky belum sadar jika Freya seperti ini karna dirinya.
Freya melirik sinis pada Sky mendengar perkataan Sky.
“Aku hanya menawarinya.” Ucap Freya mengambil rantang dan pergi. Sementara Sky yang shock baru menyadari saat Freya keluar dari ruangannya. Dia berdiri dan mengejar Freya yang keluar dari ruangannya.
Menyadari Sky yang berdiri, Venus berjalan menarik tangan Sky.
“Luis kita akan pergi mencari cincin pernikahan kita.”
Sky mengerat kan giginya emosi. Apa maksud Venus mengatakan cincin pernikahan. Sky masih belum menyadari kejadian sebelum nya. Akibat cemburu buta, otaknya seketika tak berfungsi dan bodoh. Dia berjalan mengejar Freya tanpa menjawab ucapan Venus.
“Luis..” Teriak Venus melihat Sky yang keluar meninggalkan dirinya.
Marcel semakin heran melihat mereka berdua seperti sepasang suami-istri yang sedang bertengkar. Dia melirik ke arah Venus. Marcel tak tau apa hubungannya kakaknya dengan gadis itu. Tak lama Marcel keluar mengikuti langkah kakaknya, Marcel yakin ada sesuatu yang dia tak tau. Dan Marcel tak ingin melihat kakaknya menyakiti gadis itu.
Sky membalikkan Freya yang berjalan tanpa mendengar teriakannya. Sky masih emosi saat mengingat Freya berdekatan dengan Marcel dan saling berpelukan. Sementara dirinya sendiri juga tak menyadari telah melakukan kesalahan.
Freya berbalik dan mendongakkan wajahnya menatap suaminya. Freya tak menyangka jika ternyata suaminya ingin menikah lagi dengan wanita lainnya. Freya pikir dia memperlakukan dirinya lembut karna Sky menganggap nya. Tapi ternyata satu wanita memang tak cukup untuk pria brengsek seperti Sky.
“Ada apa tuan.?”
Mendengar nada dingin Freya Sky semakin tersulut emosi.
“Apa_”
“Kak jangan menyakitinya.” Potong Marcel pada Sky.
Bug...
Brakk..
Marcel shock saat dirinya tersungkur di lantai dan menghantam tembok. Dia menoleh ke arah kakaknya dan menatapnya bingung. Tiba-tiba saja Sky menendangnya. Apa salahnya padanya.?
__ADS_1
“Kak..”
“Berani mendekatinya, aku akan membunuhmu Marcel.” Marcel shock, dia menoleh ke arah Freya yang diam mematung di tempatnya.
“Apa maksud mu kak.”
Sky tak menjawab ucapan Marcel.
“Masih berani padaku.” Freya menggelengkan kepalanya dan menundukan wajahnya. Freya takut melihat tatapan tajam Sky padanya. Freya mendekati Sky dan meminta maaf padanya. Membayangkan jika Sky akan melemparkan dirinya ke kandang besar itu. Freya sama sekali tak mau itu terjadi.
“Aku minta maaf,” Sky menghembuskan nafasnya perlahan, dia menarik Freya kembali masuk ke dalam pintu lift membiarkan Marcel yang menatapnya penuh tanda tanya.
Sampai pintu lift terbuka Sky berjalan lebih dulu masuk ke dalam ruangannya. Di dalam Venus masih duduk di dalam kursi sofa. Venus tau jika, Sky akan kembali lagi ke ruangannya. Ponsel Luis masih tertinggal di ruangan miliknya.
“Luis.. “
“Keluar.. “
“Apa maksudmu, om meminta kita untuk mencari cincin pernikahan kita.” Ucap Venus menaikkan nada bicaranya pada Sky.
Sky sendiri memejamkan matanya mendengar penuturan Venus. Di melirik ke arah Freya. Sky baru sadar dan baru ingat jika dia menyetujui ucapan Heidher tadi. Apa Freya marah karna mendengarnya tadi.
“Dan kau gadis sialan, apa kau dengar jika kami akan menikah tiga minggu lagi.” Desis Venus pada Freya dan menarik tangan kecil Freya.
“Keluar.. “
Freya dan Venus kaget mendengar teriakan Sky.
“Luis..”
“Keluar..”
.Venus mendengus, melepaskan tangan Freya kasar dan berjalan mengambil tas miliknya lalu pergi meninggalkan Sky dan Freya.
Setelah Venus pergi meninggalkan ruangan Sky, tinggal Sky dan Freya yang masih diam satu sama lain. Sky berdiri membelakangi Freya. Dia tak tau jika dia tadi mengiyakan ucapan Heidher. Apalagi saat mengingat Venus yang duduk di pangkuannya. Sky benar-benar tak tau dan sama sekali tak menyangka dia akan bertindak bodoh dan melukai Freya.
“Aku minta maaf.”
__ADS_1