
Di dalam mobil Sky masih duduk termenung memikirkan permintaan Freya. Dia duduk gelisah dan berulang kali dia mengusap wajahnya kasar. Di kursi depan, Calvin bisa melihat kegelisahan tuannya.
“Apa menurutmu wanita akan bosan dengan pria yang lebih tua Calvin.” Tanya Sky tiba tiba pada Calvin.
“Tidak tau tuan.” Sahut Calvin, yang sebenarnya sedikit mengarah pada tuannya.
“Bagaimana ciri wanita mulai bosan dengan pasangan Calvin.” Tanya Sky lagi yang masih penasaran. Hatinya berdebar menatap ke arah Calvin.
“Mungkin salah satunya dengan selingkuh tuan.” Jawab Calvin lagi. Karna memang itu yang dia tau, selebihnya dia tak tau apa apa.
“Apa ini juga termasuk selingkuh. Bedanya Freya yang ingin dia mencarinya.” Gumam Sky mengepalkan tangannya membayangkan apa yang akan terjadi dengannya jika semua itu terjadi.
“Sial... “ Umpat nya emosi pada dirinya sendiri yang berusia jauh lebih tua dari Freya. Ditambah lagi, dia yang pria brengsek sebelumnya dan suka bergonta-ganti wanita. Mungkin ini alasannya Freya ingin mendua. Tua dan bosan, itulah yang dia rasakan padanya. ingin mencari yang baru, yang jauh lebih muda dan tentunya jauh lebih perkasa dirinya.
Tapi bodohnya Freya doa yang harus mencarinya. Mencari selingkuhan untuknya.
Apa maksud Freya adalah Dava.?
“Shit brengsek..” teriak Sky di dalam mobil yang mengagetkan Calvin di kursi kemudi.
Tak sampai satu jam Calvin sampai di mansion mewah tuannya. Dia memarkirkan mobilnya di halaman mansion. Tak lama kemudian dia membuka pintu mobil untuk tuannya.
Sementara Sky masuk ke dalam mension dengan gontai dan lesu. Dia tak bisa membayangkan bagaimana kecewanya Freya padanya nanti Saat dia tak membawa apa yang Freya inginkan.
“Sky... “ Seru Freya di depan pintu, karna memang dia menunggu Sky kembali pulang membawakan rambutan untuknya.
Freya memeluk tubuh tinggi Sky, dengan senyum lebar di bibirnya. Sementara Sky kaget melihat Freya ada di depannya. Dia tersenyum paksa melihat Freya tersenyum padanya. Apalagi Freya memeluknya. Terlihat Freya sangat bahagia sekali. Tapi kenapa dia harus mengecewakannya.
“Sky.. “ Seru Freya menoleh ke arah belakang mencari Calvin. Biasanya Calvin yang akan datang membawanya di belakang Sky. Bukankah bisanya memang begitu.
Dan Sky yang melihat Freya menoleh ke kiri dan kanannya semakin tak karuan dan merasa bersalah.
“Sky mana_”
“Maaf sayang, aku tak mencarinya untukmu.” Sesal Sky menundukkan wajahnya tak siap melihat wajah kecewa Freya.
“Sky... “ jerit Freya pada suaminya nyaring. Dia sudah membayangkan bagaimana rasa asam manis rambutan di lidahnya. Dan Sky tak membawanya untuknya. Freya tau, di sini pasti akan sangat sulit mencarinya. Tapi tak bisakah Sky berkorban mencarinya sampai dapat demi dirinya.
__ADS_1
Dan Sky kaget melihat respon Freya yang menjerit padanya. Dia gelagapan mendekati Freya berniat memeluknya. Tapi sayangnya Freya menyingkirkan tangannya dan tak ingin dia memeluknya.
“Sayang, aku benar-benar tak bisa Freya.” Ucapnya lagi, dan menatap Freya penuh permohonan.
“Apa kau tak bisa mencarinya untukku Sky, aku membencimu Sky.” Teriak Freya kesal dan melangkah menuju kamarnya berada. Dia tak percaya Sky sama sekali tak mencarinya untuknya.
Jelas saja, emosi bukan main. Bagaimana rasa yang sudah dia bayangkan tiba tiba saja tak dia dapatkan.
Sementara Sky mengusah wajahnya kasar dan mengumpat berkali-kali. Dia menyusul Freya menaiki anak tangga. Sky tau bagaimana kecewanya Freya padanya tadi.
Tok..Tok..
“Sayang, maafkan aku.” Seru Sky di luar pintu kamarnya. Freya tak membiarkan dia masuk ke kamarnya dan mengunci kamarnya dari dalam.
“Sayang buka pintunya, iya aku akan mencarinya untukmu sayang. Tapi buka dulu pintunya.” Ucap Sky terpaksa, dia menoleh ke kiri dan kanannya. Sky mendesah kasar, mungkin saja putrinya sedang tidur. Apa Freya tak melihat bagaimana dengan putrinya. Apa Freya sudah lupa dengannya juga.
Mendengar Sky akan mencarinya untuknya. Tentu saja Freya menarik bibirnya lebar. Tanpa menunggu lama dia membuka pintu kamarnya dan memeluk tubuh tinggi Sky dan bergelayut di leher suaminya.
Cup..
“Apa kau mencintai ku Freya.”
“Tentu saja Sky.” Sahut Freya membayangkan lagi rasa alasan manis rambutan di lidahnya.
“Apa kau hanya ingin mencicipinya sayang.?” Tanya Sky lagi dengan suara tercekat di tenggorokan. Dan Freya mengangguk mantap. Tentu saja hanya ingin mencicipinya. Selain buah itu langka di sini, terlalu banyak memakannya juga akan membuat lambungnya perih.
Sky menarik nafasnya kasar. Dia mendekatkan wajahnya mencium pipi dan bibir Freya berkali-kali. Menyalurkan rasa cintanya padanya, agar Freya tau, betapa dia sangat mencintainya dan tak ingin kehilangannya.
“Berjanjilah padaku kau tak akan ketagihan dengannya sayang. Aku masih bisa memberimu yang terbaik Freya.” Imbuh Sky lagi.
Sementara Freya mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan aneh Sky di telinganya. Tapi tak lama Freya menganggukan kepalanya pada Sky. Dia sudah tak sabar ingin memakannya.
“Carikan aku sekarang Sky.” Kata Freya tersenyum, membayangkan bagaimana rasanya.
“Sayang apa aku boleh meminta terlebih dahulu Freya.” Tanya Sky mengecup pipi dan turun ke leher jenjang Freya. Tangan kanannya bergerilya masuk ke dalam dress Freya dan mengusap permukaan gundukan kecil Freya di tengah pahanya.
Bukan tanpa alasan Sky memintanya terlebih dahulu. Tentu saja Sky ingin menunjukkan bahwa dirinya masih benar-benar perkasa. Dan Freya mengurungkan niatnya untuk mencarinya selingkuhan.
__ADS_1
“Tidak, kau akan mendapatkannya nanti. Pergilah.” Sahut Freya acuh. Tentu saja jual mahal pada Sky. Freya tak ingin Sky tak mencarinya untuknya sekarang. Setelah bercinta Sky pasti akan tertidur.
“Sayang, “ Freya menoleh dan mendelik. “Bagaimana jika kita bercinta terlebih dahulu sebelum kau mencicipinya Freya.”Imbuh Sky lagi memohon pada Freya.
Dan Freya lagi lagi tak mengerti dengan ucapan suaminya. Terdengar aneh di telinganya.
“Baiklah carikan dulu untuk ku.” Jawab Freya kemudian.
“Apa harus sekarang sayang.” Tawar Sky menatap nanar Freya. Berharap Freya akan lupa dengan keinginannya jika dia menundanya. Tentu saja karna dia ingin, menunjukkan pada Freya bagaimana perkasanya dirinya. Dia yakin Freya akan lupa.
“Ya sekarang.”
Sky menganggukan kepalanya pasrah. Dia mendekatkan wajahnya mencium bibir Freya dan menyesapnya rakus. Tak lama kemudian Freya melepaskan tautan bibir Sky di bibirnya. Lalu mendorong Sky berbalik agar pergi mencarikannya untuknya.
“Semangat sayang, aku menyayangimu Sky.” Seru Freya melihat punggung lebar Sky menuruni anak tangga.
Sky berbalik dan tersenyum mendengar seruan Freya. Dia melangkah kembali mencari Calvin. Sementara Freya masuk ke kamar putrinya kali ini.
“Tuan..” seru Calvin melihat ke arah tuannya yang terlihat lesu.
”Ayo kita pergi Calvin.” Jawab Sky masuk ke dalam mobilnya lesu.
*
“Dimana aku harus mencari pria bayaran untuk Freya Calvin. Pria yang tak berselera dengan wanita, ya lebih baik yang seperti itu. Bukankah itu jauh lebih baik. Freya akan mengurungkan niatnya.” Terlihat ada senyum di bibir tebal Sky membayangkannya.
Calvin mengerutkan keningnya mendengar penuturan tuannya. Apa maksud tuannya.
“Calvin apa kau mendengar ku bodoh. Dimana aku mendapatkan pria yang seperti itu.” teriak Sky emosi, dia menendang jok belakang depan dimana Calvin duduk di kursi kemudi.
“Tuan ingin mencari pria gay.” Tanya Calvin ragu ragu, antara bingung dan tak mengerti. Apalagi tuannya juga menyebutkan nama istrinya. Apa maksud tuannya mencari pria gay.
Calvin menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya. Apa ini termasuk karma. Tak mungkin tuannya berbalik arah kan.
“Ya, dimana aku mendapatkannya.”
*
__ADS_1