Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 165#


__ADS_3

Freya menggandeng putrinya masuk ke dalam perusahaan suaminya. Berjalan perlahan mengimbangi putrinya di sampingnya.


“Freya...”


Freya mendongak menatap seseorang yang memanggilnya. Bibirnya tersenyum tipis melihat pria yang berdiri tak jauh darinya. Entah kenapa mereka harus bertemu di depan lift kembali. Seperti pertemuan sebelumnya saat lima tahun lalu yang membuat dirinya dan Sky bertengkar.


Beruntungnya, dia dan Marcel sudah beberapa kali bertemu saat mereka berada di mension Heidher.


“kau ingin bertemu dengan Luis.” Tanya Marcel sedikit takut pada Sky yang akan memergokinya lagi.


“Ya mommy dan Ala mau keluangan daddy.” Sahut Ara bukan Freya.


Marcel tersenyum mendengar suara cempreng putri Freya. Dia menganggukan kepalanya dan berjalan mendekati mereka berdua, lalu menggendong Ara ke dalam gendongannya.


“Apa princess cantik ini sudah makan sayang.” Ara menganggukan kepalanya.


Dan Freya mengikuti langkah Marcel yang menggendong putrinya masuk ke dalam lift. Di dalam lift Marcel sama sekali tak melirik ke arah Freya. Dia tau, mata Sky ada di mana mana. Apalagi yang hanya di dalam lift. Sky pasti tau mereka berdua ada di dalam lift bersama. Beruntungnya ada Ara bersama mereka.


Marcel tak ingin lagi membahayakan nyawanya lagi. Sudah cukup patah tulang rusuknya, saat Sky menghajarnya membabi buta waktu itu. Dan Marcel tak ingin mengulanginya lagi. Dia sadar tak bisa menyingkirkan dan tak bisa menggeser posisi Sky di manapun.


Ting..


*


Sky memijit kepalanya yang sedikit pusing. Masih memikirkan Elard yang baru bertemu dengannya beberapa jam yang lalu. Sky tak percaya, Elard sangat membencinya.


Elard datang kemari hanya ingin mengatakan itu padanya. Dia pikir Elard datang ingin bertemu dengan Ara.


Sky tersenyum, mengingat Elard yang ternyata tau jika dirinya mengirim seseorang untuk mengawasinya. Rupanya darah mafia juga sangat kental padanya.


Sky menghembuskan nafasnya perlahan, dia merogoh saku celananya dan menelpon bawahannya yang mengawasi Elard.


“Ya tuan..”


“Kembali pulang,” titah Sky kembali menutup ponselnya tanpa menunggu jawaban dari sebrang telpon. Sky berulang kali mengusap wajahnya kasar, saat bawahannya juga mengatakan tak ada seorang pun datang ke mension. Elard benar benar tak menemui Ara di mension dan kembali pulang.


“Kau benar-benar membenciku Lion.” Lirih Sky menghembuskan nafasnya kasar. Elard sangat membencinya, hingga dia tak ingin mempunyai hubungan dengannya dan keluarganya lagi, meski hanya menemui putrinya sekalipun.


Tak lama kemudian ponsel Sky bergetar lagi dan itu dari salah satu bodyguard nya.


“Tuan nyonya dan nona muda bersama tuan Marcel naik ke_”

__ADS_1


“Shit Marcel sialan awas saja jika kau berani macam macam dengan ku lagi.” Umpat Sky berdiri dari duduknya dan keluar dari ruangan pribadinya.


Ting..


Nafas Marcel tercekat di tenggorokannya saat melihat pintu lift terbuka yang menampilkan sosok Sky yang berdiri di depan pintu dan menatap tajam padanya.


Freya tersenyum pada suaminya dan keluar dari lift mendekati Sky yang menatap ke arah Marcel.


Cup..


Freya berjinjit mengecup pipi sebelah kanan Sky dengan bibirnya merahnya. Tentu saja wajah merah karna emosi berganti dengan senyum lebar di bibir Sky saat Freya mencium pipinya di hadapan Marcel.


Sementara Marcel yang melihat Freya mencium Sky, membuang wajahnya.


“Daddy..” Rengek Ara merentangkan tangannya pada Sky. Dan Sky langsung mengambil Ara dari gendongan Marcel dan membawanya masuk ke dalam ruangan CEO miliknya.


*


Sky menatap dingin Marcel yang duduk di depannya. Sementara Marcel sendiri mendesah kasar. Dia tau, Sky menatap kearahnya saat ini.


“Keluar..” seru Sky emosi melihat Marcel bungkam di depannya.


Sky tersenyum miring mendengar pertanyaan Marcel padanya. Dia sudah menduganya, suatu saat Marcel pasti akan mencari Venus.


“Aku tak tau.” Kilah Sky menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Marcel mendongak menatap mata Sky. Dia tak percaya mendengar jawaban Sky padanya.


“Katakan padaku, aku hanya ingin bertemu dengannya.” Lanjut Marcel. “Apa kau juga yang membunuh ayahnya Luis.” Imbuh Marcel menatap tak berkedip pada Sky.


Sementara Sky masih bungkam mendengar pertanyaan Marcel padanya. Entah apa yang ingin Marcel lakukan, menanyakan Venus dan Keanu padanya.


Tak lama bibir Sky terangkat mengingat Venus adalah kekasih Marcel.


“Keanu mati karna dia ketahuan selingkuh oleh istrinya.” Kata Sky melirik ke arah Marcel. Padahal dialah yang sudah membunuh Keanu. “Dan putrinya membusuk di markas ku.” Aku Sky tanpa menutup tutupi kenyataannya pada Marcel tentang Venus.


Marcel memejamkan matanya mendengar penuturan Sky. Dia menarik nafasnya dalam. Dia tau apa penyebabnya, kenapa Venus bisa ada di sana. Yang membuatnya tak percaya adalah saat telinganya mendengar penuturan Sky.


“Apa kau ingin menemuinya, aku bisa mengabulkannya nanti.” Seru Sky memiringkan kepalanya melihat wajah pucat Marcel.


“Tidak..” sahut Marcel menggelengkan kepalanya.


“Kupikir kau ingin bertemu denganya dan menemaninya. Aku sama sekali tak keberatan mengantarkan mu pada kekasihmu itu.” Seru Sky dan Marcel mengepalkan tangannya mendengar penuturan Sky. Tapi dia tentu saja tak bisa berbuat apapun. Apalagi untuk melawan Luis, pria yang menjadi kakak tirinya.

__ADS_1


“Kenapa harus membunuhnya.” Tanya Marcel, dia masih penasaran dan tak percaya jika Sky tega melakukan itu. Bukankah Venus istrinya, lalu kenapa Sky tega membunuh Venus dengan kejam.


Sky tersenyum miring mendengar pertanyaan Marcel padanya. Dia tau apa yang ada di dalam pikiran Marcel saat ini.


“Tentu saja karna dia hanya benalu untukku.” Jawab Sky dengan nada dinginnya. “Bukan hanya Venus yang akan aku singkirkan. Kau dan ibumu akan menjadi daftar selanjutnya jika berani mengusik keluarga ku.” Imbuh Sky.


Sementara Marcel menggelengkan kepalanya tak percaya. Dia mengatap Sky dengan pandangan tak percaya mendengarnya.


"Dia istrimu Luis, bukan benalu." Sahut Marcel. "Apa yang kau pikirkan Marcel, hemm" Tanya Sky terkekeh melihat wajah Marcel. "Apa kau pikir aku bodoh dan menyentuh wanita milikmu."


"Kau.." Marcel tercengang mendengarnya. Luis dan Venus tak pernah melakukan hubungan intim. Benarkah Luis dan Venus tak pernah melakukannya.


"Aku tak percaya Luis." seru Marcel berulang kali menggelengkan kepalanya.


"Bukan urusanku, kau percaya atau tidak, kau pikir aku bodoh. Aku tau, siapa Venus sebenarnya Marcel."


Marcel masih belum percaya mendengarnya. Otaknya seketika berhenti berpikir mendengar ternyata Sky tau hubungannya dengan Venus dan mungkin Sky tau dari dulu.


" Aku bisa mengantarkan mu pada Venus jika kau mau Marcel." ucap Sky menaikkan sebelah bibirnya.


Marcel berjengit kaget mendengarnya. “Tidak.” Hiba Marcel. Dia tak ingin berakhir mengenaskan. tulang rusuknya patah saja sangat sakit. Apalagi membayangkan bagaimana kematian Venus. Dia yakin Venus meninggal mengenaskan di tangan Sky.


“Keluar..” Seru Sky mengusir Marcel dari ruangannya. Sky tak ingin Freya tau tentang hal ini. Saat ini Freya sedang menidurkan putrinya di dalam kamar pribadinya.


Sky berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati pintu kamar di ruang pribadinya. Tak perduli dengan Marcel yang masih duduk di kursi sofa. Dia yakin Marcel akan pergi dengan sendirinya.


Dan benar saja Marcel berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruangan Sky, saat melihat punggung Sky masuk ke dalam ruangan pribadinya. Sebenarnya dia sudah menduga kenapa Venus tiba-tiba saja menghilang tanpa kabar. Dan apa yang dia pikirkan ternyata benar. Venus mati karna Sky yang sudah membunuhnya.


Dan apa yang bisa dia lakukan, tentu saja menghindari Sky. Dia tak ingin dia berakhir juga di tangan Luis. Apalagi Luis sudah mengancamnya.


Sementara Sky yang masuk ke dalam ruangan pribadinya tersenyum melihat Freya tidur bersama putrinya. Dia pikir Freya hanya menidurkan Ara, ternyata Freya justru ikut tertidur bersama dengan putrinya.


Sky melepas sepatu miliknya dan ikut membaringkan tubuhnya di samping Freya.


Cup..


Sky mengecup punggung Freya yang tertutup kain baju miliknya. Tangannya mengusap lembut perut Freya yang sedikit membuncit. Sky terkekeh saat mengingat ternyata benar ada yang aneh pada istrinya. Ternyata keanehan pada istrinya karna dia hamil.


“Aku mencintaimu Freya.”


 

__ADS_1


__ADS_2