
"Freya.. "
Akk..
Freya kaget dan menjerit mendengar suara serak tepat di telinganya. Dia spontan mendongakkan wajahnya dan..
Dug..
Sett..
Sky meringis dan memejamkan matanya, bukan karna menahan sakit di pangkal pahanya tapi sakit lidahnya tergigit saat Freya mendongak dan mengenai janggutnya.
"Freya.." Geram Sky menatap Freya.
Freya menundukkan wajahnya takut, tapi tak lama freya melototkan matanya melihat tubuh mereka sama sama polos. Hanya menyisakan kain segitiga mereka berdua yang masih melekat di tubuh mereka. Apa yang akan di lakukan Sky padanya, apa dia sudah menggerayai tubuhnya dan menyentuhnya.
Bug..
Tangan kecil Freya memukul dada polos Sky.
Sedangkan Sky membiarkan Freya memukulnya, hingga Freya lelah memukulnya. Sky tersenyum melihat tangan Freya yang memerah karna memukulnya. Tak lama kemudian Sky mengunci tangan Freya di atas kepalanya.
Cup...
"Diam atau dia akan menghukummu nanti." Desis Sky.
Pipi Freya terasa panas mendengar penuturan Sky padanya. Dia tau apa yang di maksud Sky dengan dia. Tak lama wajah Freya semakin memerah dan aliran darahnya seketika berdesir saat sesuatu menyundul gundukan kecil miliknya dan bergerak gerak. Freya menundukan wajahnya malu.
Sky menatap wajah Freya yang memerah. Mendekatkan wajahnya pada Freya dan menyatukan bibirnya pada bibir Freya. Sky menggoda Freya dengan bibir dan lidahnya saat melihat pipi Freya yang memerah. Apalagi saat melihat dada Freya yang bergerak naik turun.
Sementara Freya entah kenapa dia tak menolak bibir Sky. Seperti ada desakan gairah yang tiba-tiba saja menguasainya. Freya justru membalasnya dan memejamkan matanya saat merasakan sentuhan lembut bibir Sky di bibirnya.
Jantung Sky semakin berdetak lebih kencang saat merasakan Freya yang membalasnya dan matanya terpejam. Nafasnya semakin memburu, gejolak gairahnya semakin menguasainya. Sky melepaskan tangannya dari cekalan tangan Freya. Menyelipkan tangan besarnya ke belakang leher Freya dan mengelus lehernya dengan lembut. Kemudian menekan sedikit tengkuk Freya dan memperdalam ciuman mereka.
Tangan Freya yang semula di atas kepalanya merambat turun pada rambut tebal Sky.
Uhh..
Erang Freya dalam ciumannya, Freya tak tau kenapa dia tak pernah bisa menolak sentuhan Sky di tubuhnya. Padahal tangannya sakit karna Sky yang menyakitinya.
Freya semakin menggelinjang saat salah satu buah kenyalnya yang mengeras di tangkup oleh tangan besar Sky.
Ahh..
Sky mengangkat wajahnya melihat wajah Freya yang terpejam dan semakin memerah tertutup oleh kabut gairah yang menguasainya. Tangannya yang besar masih bertengger di salah satu buah kenyal yang sudah menjadi favoritnya. Milik Freya memang tak besar seperti milik wanita yang pernah ia tiduri selama ini. Tapi milik Freya masih ranum dan belum terjamah oleh siapapun, hanya dirinya yang sudah mencicipi madu di tubuh Freya. Padahal bukan hanya Freya wanita perawan yang pernah Sky tiduri.
__ADS_1
Tapi tubuh Freya membuat Sky candu dan ingin selalu menyentuhnya terus menerus.
Andai Freya tak sakit Sky pasti akan menerjang Freya saat ini. Tapi Sky tak ingin membuat Freya semakin sakit karna ulahnya.
Uhh..
Desah Freya dadanya semakin membusung dan kakinya mengejang. Freya bergerak gelisah akibat ulah tangan Sky.
Cup...
Tak ingin Freya kecewa Sky melanjutkan aksinya. Sky tau jika tubuh Freya menginginkan lebih darinya. Sky menurunkan tangannya mengelus perut Freya dan semakin turun.
Freya membuka matanya saat merasakan tangan Sky semakin turun ke bawah. Melihat mata Freya terbuka Sky tersenyum dan mendekatkan wajahnya.
"Kau menginginkannya.."
Blus..
Pipi Freya semakin memerah mendengar pertanyaan dari Sky. Tak lama Freya menggelengkan kepalanya. Mana mungkin Freya akan mengatakan Iya. Beruntungnya, dia masih waras dan tidak mengangguk saat mendengar pertanyaan Sky padanya. Freya kemudian berbalik membelakangi Sky, malu bukan main mengingat jika dia baru saja bersikap agresif.
Sky terkekeh melihat Freya membelakanginya. Sky bergeser memeluk Freya dari belakang lagi dan mengecup tengkuk Freya yang terbuka.
"Kau tak menginginkannya."
"Tidak.."
Cup..Cup..
"Maafkan aku."
Freya membuka matanya mendengar permintaan maaf Sky padanya. Dia melirik kesamping dan membuang wajahnya kembali saat melihat senyum mengembang di bibir Sky.
"Bagaimana kau bisa jatuh ke kolam." Tanya Sky, sedangkan freya menundukan wajahnya.
"Lantainya licin." Serunya lirih.
Sky menatap Freya dingin, entah kenapa mendengar jawaban Freya Sky tak suka. Freya telah berbohong padanya.
"Apa dia pernah menyakitimu."
Hu..
Freya mendongak lalu menundukan wajahnya melihat tatapan datar Sky.
"Jangan pernah menyembunyikan apapun dari ku Freya. Aku tau semua yang kau lakukan. Jadi jangan pernah sekalipun kau menyembunyikan sesuatu atau berbohong padaku."
__ADS_1
*
Venus datang ke Club malam bersama dengan teman temannya. Emosi saat pengawal Sky tak mengizinkan masuk ke dalam mension. Kemudian Heidher yang selalu mengatakan sabar padanya, membuat Venus semakin emosi. Itu sebabnya dia pergi untuk bersenang senang malam ini.
"Aku tak percaya padamu Ve."
"Terserah aku sudah mengatakan pada kalian jika aku akan bertunangan dengan Luis."
Venus berdiri dari duduknya dan berjalan masuk ke tengah kerumunan banyak orang. Menggoyangkan tubuhnya bersama dengan yang lainnya. Meliuk-liukkan tubuhnya dengan musik yang memekakan telinganya.
Sementara wanita yang membelakangi Venus berdiri dari duduknya. Entah apa yang dia pikirkan saat mendengar kata Luis di telinganya. Bukankah pria itu pria yang membeli Freya.
Pria yang memberikan sejumlah uang yang sangat banyak padanya dengan membeli Freya.
"Apa dia memperlakukan Freya dengan baik."
Kikan menggelengkan kepalanya dan pergi meninggalkan club malam. Kikan tertawa saat merasakan ada rasa rindu juga di hatinya pada gadis itu. Mungkin karna mereka sudah lama tinggal bersama dan Freya juga yang memberinya kekayaan.
"Ah kenapa aku harus mengingatnya. Aku tak perduli jika dia di jadikan budak sekalipun."
*
Sky menatap datar pada Venus yang tiba tiba saja datang ke perusahaan miliknya. Entah siapa yang membiarkan Venus masuk ke dalam ruangannya.
Sementara Venus berjalan anggun dan tersenyum lebar pada Sky. Memakai pakaian ketat dan terbuka hingga dadanya terlihat menonjol dan hampir tumpah keluar. Mendekati Sky dan menundukan wajahnya.
"Jangan pernah berani padaku nona."
Venus mendengus mendengar ancaman Luis padanya. Tangannya menyentuh dada bidang Sky yang tertutup kemeja putihnya.
"Aku merindukanmu Luis."
Sky mengeraskan rahangnya mendengar bisikan Venus di telinganya.
"Uncle menyuruhku datang kemari, untuk mencari cincin pertunangan kita."
Sky semakin emosi mendengar kata Venus. Sky melirik ke arah Venus yang berdiri di sampingnya, mengangkat sebelah bibirnya dan berbalik menatap Venus.
"Katakan pada Heidher aku tak akan pernah menikah denganmu. Aku sudah memiliki istri yang sangat cantik."
Venus mendelik mendengar kata istri dari bibir Sky. Venus menggelengkan kepalanya tak percaya.
"Kau jangan membohongi ku Luis."
Cih..
__ADS_1
"Kau pikir aku perduli, seret dia dari sini."