Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.65# Ancaman Heidher


__ADS_3

“Aku minta maaf.”


Ungkap Sky setelah beberapa menit kemudian dan masih membelakangi Freya. Sementara Freya, dia menoleh ke arah punggung Sky. Freya tak tau apa yang Sky maksud.


Tak lama Freya berbalik dan melangkah pergi.


Mendengar suara langkah kaki yang menjauh, Sky menoleh ke belakang dan melangkah lebar menubruk tubuh kecil Freya.


“Sayang aku minta maaf.”


“Aku ingin pulang.?”


Sky mengencangkan pelukannya mendengar Freya yang tak menjawabnya justru mengatakan ingin pulang. Sky membalikkan Freya dan mengangkat dagu Freya.


Deg...


“Aku ingin pulang.”


Sky terkesiap melihat mata Freya yang basah. Freya melepaskan tangan Sky dari pundaknya kemudian berbalik lagi. Sky sendiri yang masih shock melihat mata Freya yang basah berdiri mematung melihat punggung kecil Freya.


Freya melangkah dan mengusap pipinya yang basah mengingat kejadian hari ini sungguh di luar dugaannya. Dengan telinganya sendiri dia mendengar jika suaminya akan menikah lagi dengan wanita lain.


“Berani melangkah aku akan memotong kakimu Freya.” Kata Sky melihat Freya yang sampai dj depan pintu.


Freya menghentikan langkahnya dan berbalik lagi pada suaminya.


“Maaf.. “


Ucap Freya kembali berbalik dan melangkah pergi keluar dari ruangannya Sky. Freya berjalan tanpa menghiraukan sapaan pria yang menjadi sekertaris Sky.


Sampai di depan pintu lift bodyguard Sky menghalangi pintu dan tak membiarkan Freya turun ke bawah. Freya mendesah kasar melihat semua ini.


“Apa kalian tau siapa aku.”


Mereka menundukkan wajahnya mendengar pertanyaan Freya.


“Menyingkir dari sana aku akan baik baik saja.”


“Tapi nona.”


Freya mendorong tubuh tinggi besar di depannya dan memencet tombol lalu masuk ke dalam lift.


Keluar dari perusahaan Sky Freya berjalan kaki menjauh dari gedung. Dia tak menghampiri supir yang mengantarkan dirinya tadi. Freya menoleh dan mendongak melihat gedung tertinggi milik suaminya.


Freya tersenyum tipis mengingat kejadian tadi, dia sama sekali tak menduga. Tak lama Freya menunduk lagi berjalan menjauh dari perusahaan.


“Freya...” Freya mendongak mendengar suara seseorang yang di kenalnya memanggilnya.


“Mom.. “

__ADS_1


Freya kaget dan tersenyum lebar melihat ibunya. Dia berlari menghampiri Kikan yang berada di sebrang jalan. Sementara Kikan yang melihat Freya juga tak kalah shock dan kaget. Dia pikir itu bukan Freya, ternyata gadis yang tak jauh darinya adalah Freya.


Citt..


“Mom... Tolong Freya.” Jerit Freya saat seseorang menariknya paksa masuk ke dalam mobil.


Kikan terkesiap mendengar suara jeritan Freya. Kikan melihat mobil berwarna hitam membwa Freya pergi. Tanpa menunggu lama Kikan masuk ke dalam mobilnya mengejar mobil yang membawa Freya. Kikan menginjak pedal gasnya saat melihat mobil yang tak jauh darinya. Tapi tak lama Kikan kehilangan jejak mobil yang membawa Freya. Kikan mengumpat dan menarik rambutnya. Pikirannya seketika tak karuan, rasa bersalah yang amat besar pada gadis yang selama ini dia rawat dan menemaninya.


Kikan mengusap pipinya yang basah, hatinya tak rela jika terjadi sesuatu pada putrinya. Padahal sumber masalah untuk Freya adalah dirinya. Saat melihat Freya yang berjalan seorang diri, seketika rasa rindu pada gadis kecilnya dulu hingga di hatinya. Kikan memang merindukan Freya. Gadis yang dia rawat dari kecil hingga hampir usia remaja. Dan dia sudah mengorbankan gadis tak bersalah itu demi ambisinya.


“Brengsek..”


*


Sementara di perusahaan, Calvin masuk begitu saja di ruangan Sky. Sky yang melihat Calvin masuk tiba-tiba mengepalkan tangannya.


“Brengsek...”


Sky berjalan keluar dari perusahaan miliknya. Hatinya tak karuan mengingat Freya yang pasti akan ketakutan. Seketika dia menyesal membiarkan Freya keluar begitu saja dari perusahaannya. Dada Sky bergemuruh membayangkan Freya yang menangis dan ketakutan saat berada di tangan Heidher.


“Aku akan membunuhmu Heidher.”


Sky dan anak buahnya pergi meninggalkan perusahaan dan mencari Freya. Sky mengepalkan tangannya, kepalanya menunduk dan gelisah.


Tak sampai setengah jam mobil yang di tumpangi Sky sampai di depan mansion Heidher. Sky turun dari mobilnya tanpa menunggu bodyguard yang membukanya. Sky berjalan lebar masuk ke dalam mansion Heidher dan berteriak memanggil Heidher.


“Heidher... “


Dor..


Bruk..


Sky menembak slah satu penjaga mansion Heidher dengan peluru panasnya. TK lama Sky menoleh ke samping di mana wanita paruh baya berdiri tak jauh darinya.


“Katakan padaku dimana Heidher sialan.”


Imelda berdiri ketakutan melihat mata tajam Sky yang berdiri tak jauh darinya. Dia kaget saat melihat putra tirinya mengamuk di mansion mewahnya dan membunuh slah satu penjaga suaminya.


“Dimana Heidher nyonya.” Desis Sky menatap tajam pada Imelda.


Tubuh Imelda semakin bergetar ketakutan. Dia menggelengkan kepalanya mendengar pertnyaan Sky padanya.


“Katakan padaku brengsek.” Teriak Sky menggema di seluruh mansion mewah Heidher.


Imelda berjengit kaget mendengarnya, dia memundurkan kakinya, saat Sky berjalan mendekatinya.


Sky menodongkan senjata apinya pada wanita paruh baya di depannya yang berdiri ketakutan.


“Katakan padaku atau aku akan memecahkan kepalamu.”

__ADS_1


“Aku tak tau... “ Jawab Imelda ketakutan.


“Lepaskan dia Luis, dia tak tau apa apa.”


Sky menoleh pada pria berambut pitih yang berjalan menghampirinya. Giginya gemerutuk menahan emosi yang memuncak. Sky menodongkan senjata api miliknya pada Heidher.


“Dimana Freya Heidher.” Geram Sky menatap tajam oada Heidher.


“Menikahlah dengan Venus, Luis. Maka gadis itu akan baik baik saja.” Jawab Heidher tanpa rasa bersalah sedikitpun.


“Heidher..”


Dor.


“Luis.. “


Heidher menegang melihat peluru Sky mengarah padanya lagi. Heidher berbalik pada Sky dan mengeratkan giginya emosi.


“Kau tidak akan pernah mendapatkan gadis itu sebelum kau menikah dengan Venus.” Ancam Heidher pada putranya.


Sky semakin emosi mendengar penuturan Heidher dia berjalan mendekati Heidher dengan emosi yang memuncak.


Bruk..


“Shit.”


Sky mengusap bibirnya yang berdarah dan menoleh ke samping. Rahangnya mengeras melihat pria yang tak jauh darinya berdiri di sampingnya dan baru saja melayangkan tendangannya padanya.


Bug..


Brakk..


Sky tak ingin tinggal diam, melihat Freya di tangan Heidher. Membayangkan Freya yang ketakutan seketika membuat emosi Heidher meluap. Dia mengeraskan rahangnya saat seluruh anak buah ayahnya menyerangnya.


Brakk..


Dor..


Dor..


Sky dengan cekatan menambak mereka satu persatu. Mansion Heidher seketika berubah menjadi menyeramkan saat melihat Sky mengamuk nada Heidher. Imelda yang melihat kejadian ini kakinya seketika lemas bukan main. Banyak anak buah suaminya tergeletak tak bernyawa di dalam mansion.


Anak tirinya itu membabi buta membunuh mereka semua. Siapa sebenarnya wanita itu, kenapa Sky sampai seperti ini. Tak mungkin jika wanita itu wanita yang di cintai Luis. Luis tidak pernah mencintai wanita, dia hanya mempermainkan wanita saja selama ini.


Klick..


“Beritahu aku dimana Freya saat ini Heidher.” Desis Sky pada Heidher.


Sebuah senjata api milik Sky siap meluncurkan timah panasnya menembus kepala Heidher. Dada Sky naik turun melihat ayahnya sendiri yang sudah menculik istrinya.

__ADS_1


Sementara Heidher sendiri sama sekali tak menyangka jika gadis itu akan membuat putranya seperti ini. Heidher yakin jika gadis kampung itu sudah meracuni otak putranya. Dan Heidher semakin yakin tak ingin gadis itu menguasai Luis.


“Menikahlah dengan Venus, maka dia akan baik baik saja.”


__ADS_2