
Brukk...
Sky menggulingkan tubuhnya kesamping saat puncak pelepasannya baru saja ia raih. Nafasnya masih memburu dan tersengal, begitupun dengan Freya. Dia langsung memejamkan matanya yang lelah. Tenggorokannya sampai sakit lelah menjerit akibat ulah Sky. Sudah berkali-kali Freya mendapatkan puncak orgamesnya. Dan Sky baru melepaskannya setelah dua jam menggempurnya. Milik Freya terasa sakit, panas dan juga kebas. Itu sebabnya Freya langsung memejamkan matanya lelah.
Sky bangkit dan menoleh ke arah Freya. Tapi melihat wajah lelah Freya Sky membiarkan Freya tidur terlebih dahulu. Sky berjalan masuk ke dalam kamar mandi dengan tubuh polos dan lengketnya.
Di luar kamar Carol mengepalkan tangannya mendengar suara teriakan dan desisan Sky di telinganya. Selain itu bunyi kecipak kulit yang saling bersentuhan pun terdengar sampai di telinganya. Jelas Carol bisa mendengarnya, selain Sky tak menyalakan kedap suara, pintu kamar Freya juga rusak saat Sky mendobraknya semalam. Carol menoleh ke kiri dan kanannya, dan pergi meninggalkan kamar Freya.
"Gadis sialan."
Di dalam kamar mandi Sky tersenyum sendiri, dia tak menyangka akan bercinta lagi bersama Freya di siang bolong seperti ini. Di tambah lagi pintu kamar Freya yang rusak. Tak lama Sky keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang segar. Sky menatap Freya yang tertidur meringkuk dengan tubuh polosnya. Sky mendekati Freya dan menutup tubuh polos Freya dengan selimut, mungkin Freya menedangnya tadi. Sky berjalan mengambil remot kontrol AC dan menginginkannya lagi.
Sky keluar dari kamar Freya dan menutup pintu kembali. Sky melirik pada penjaga yang tak jauh agar mendekatinya.
"Jangan biarkan orang lain masuk termasuk pelayan."
"Baik tuan.."
Sky berjalan naik ke atas dimana kamarnya berada. Sky memang tak pernah menyimpan pakaian miliknya di sembarangan kamar. Hanya ada di kamarnya dan di perusahaan. Itu sebabnya ia pergi dari kamar Freya setelah membersihkan tubuhnya.
"Tuan.."
Sampai di ujung tangga Carol memanggil Sky saat hendak masuk ke dalam kamarnya. Sky hanya melirik ke samping dan melanjutkan langkahnya lagi. Sky tau jika Carol dari dulu mengincarnya. Sky masih membiarkan Carol di mension mewahnya, tapi jika wanita itu berulah jelas saja Sky tak akan membiarkan hal itu terjadi.
Melihat Sky tak menggubrisnya Carol berjalan dan menghadang Sky. Matanya menatap Sky sayu, Carol emang sudah lama menginginkan Sky di ranjangnya. Apalagi melihat dada bidang Sky yang di tumbuhi bulu bulu halus yang sangat banyak. Seketika milik Carol berkedut dan basah hanya membayangkan bagaimana Sky menindih tubuhnya seperti Freya. Tapi sayangnya, sudah hampir dua tahun dia di sini tapi Sky sama sekali tak tertarik dengannya.
"Tuan, aku.."
__ADS_1
"Menyingkir dari hadapanku,"
"Tuan aku.."
"Jangan pernah berani padaku, atau aku akan melemparkan mu dari sini."
Tukas Sky melanjutkan langkahnya masuk ke dalam kamarnya. Sampai di kamarnya Sky menelpon pengawalnya.
"Jangan sampai pelayan itu mendekati istriku."
Sky melemparkan ponselnya di atas ranjang miliknya dan masuk ke dalam walk in closed. Mata tajamnya berkeliling dan mendengus kasar. Lima belas menit kemudian Sky keluar lagi dan keluar dari dalam kamarnya.
"Dimana pelayan..?" Tanyanya melihat pengawal yang berjaga tak jauh dari kamarnya.
"Saya tuan.." Sky menoleh ke samping mendapati pelayan miliknya.
"Kosongkan tiga lemari di dalam kamarku sekarang."
Pelayan masih diam mematung mendengar perintah tuannya. Dia bingung bagaimana caranya, sementara satu kemari saja berisi puluhan setelan pakaian formal. Dan tuannya menyuruhnya mengosongkan tiga sekaligus.
"Apa kau dengar," Desis Sky menatap tajam pada pelayan.
"Ya tuan.."
Sky berbalik tapi kemudian ia ingat dan menoleh lagi pada pelayan.
"Simpan pakaianku di seluruh kamar di mension ini, mengerti."
__ADS_1
"Ya tuan.."
*
Venus mendatangi mension mewah Heidher kembali. Bibirnya tak berhenti tersenyum lebar turun dari mobil mewahnya. Meski pertemuan terakhir bersama Sky kurang baik. Tak membuat Venus berkecil hati. Dia akan tetap bersemangat mendekati pria pujaannya hingga Sky mau berkencan dengannya.
"Siang aunty.."
Sapa Venus saat melihat Imelda di ruang tamu. Melda tersenyum lebar melihat Venus datang kemari dia berdiri dan menyambut Venus. Wanita cantik anak dari rekan bisnis suaminya.
"Tumben datang kemari sayang.?"
Venus tersenyum, matanya melirik ke sembarang arah berharap dia melihat Luis di mension ini. Sedangkan Imelda yang melihat kemana arah pandang Venus, menghembuskan nafasnya perlahan. Dia tau apa yang gadis ini cari di mensionnya.
"Kau mencari Luis."
Venus salah tingkah mendengarnya, dia menundukkan wajahnya malu telah ketahuan mencari Luis.
"Kau tahu Luis sudah me_".
" Imelda.. " Potong Heidher dari dalam, menatap tajam pada istrinya yang duduk bersama dengan Venus. Dia berjalan menghampiri keduanya dan duduk di kursi miliknya.
"Apa kau mencari Luis Venus.?"
"Iya Om.."
"Luis tidak ada di sini." Kata Heidher lagi menatap wajah cantik wanita yang akan dia jodohkan dengan putranya. Tapi sayangnya Sky justru memilih wanita murahan dan juga mata duitan. Mengingat itu Heidher mengepalkan tangannya. Awas saja jika dia ingin mengeruk harta putranya, dia tak akan pernah membiarkan hal itu terjadi.
__ADS_1
Sementara dari luar Marcel yang baru pulang dari cabang perusahaan yang baru menatap mobil mewah di halaman mension. Marcel sepertinya tau dan pernah melihat mobil di depannya. Sampai di dalam mension, Marcel menghembuskan nafasnya perlahan. Rupanya milik wanita yang ingin di jodohkan dengan Luis.