
Ahh..
“Shit..”
Shobir dan Selin menghentikan aksinya saat mendengar suara umpatan di telinganya. Mereka berdua mengedarkan pandangannya ke belakang, baik Selin dan Shobir kaget melihat Sky duduk di salah satu Sofa tak jauh dari mereka.
“Selamat malam tuan Yun.”
Mereka berdua berjengit semakin kaget mendengar sapaan yang keluar dari bibir Sky.
Shobir dan Selin, menjauhkan tubuh mereka masing-masing dan Selin segera menaikkan selimut yang ada di bawah kakinya. Sementara Shobir menyambar boxer miliknya yang kebetulan tak jauh dirinya kemudian memakainya.
“Tuan Luis..” seru Selin dengan tubuh bergetar dan berkeringat dingin.
Sky menarik sudut bibirnya ke atas melihat wajah Selin yang terlihat pucat.
“Tuan Luis, bagaimana anda bisa masuk ke mari. Dan apa yang Anda lakukan di sini. Anda sangat tidak sopan tuan Luis.” Seru Shobir saat dirinya berhasil memakai celana boxer miliknya.
Sky menoleh ke arah Shobir dan tersenyum. Dia mengangkat ke-dua kakinya di atas meja. Terang saja Shobir yang melihat itu geram bukan main.
“Tuan Luis,_”
“Maaf tuan Yun jika aku tak sopan. Saya datang kemari karna ingin menjemput anak kecil. Ah aku lupa memberitahukan mu tuan dia ibunya.” Imbuh Sky mengangkat dagunya ke atas menunjukkan pada Selin.
“Anak kecil.” Beo Shobir menoleh ke arah Selin.
Sementara Selin wajahnya pucat pasi mendengarnya. Sky ternyata mencarinya dan menanyakan anak padanya. Bagaimana ini, apa yang harus dia lakukan.
“Tuan, dia. _”
“Kemana... “Tanya Sky berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah Selin. Selin menatap waspada pada Sky yang berjalan mendekatinya.
Settt...
“Tuan_” Selin kaget melihat tangan Sky mencekiknya, begitupun dengan Shobir. Dia kaget bukan main melihat Sky mencekik Selin dengan tangan kanannya.
“Sudah kukatakan nona, jangan mengusikku dan kau masih berani menemui Freya.” Ucap Sky menekan kata katanya.
Selin kaget dia menggelengkan kepalanya. Tangannya memukul tangan Sky di lehernya. Tapi Sky justru mengencangkan tangannya di lehernya.
“Tu_an.” Gagap Selin di tangan Sky.
Shobir yang melihat itu mendekati Sky dan mendorong Sky dengan tangan tuanya. Tapi Sky tak bergeming sedikitpun. Dia masih kokoh di tampatnya berdiri mencekik leher Selin. Emosi, gara-gara wanita brengsek ini Freya meminta cerai darinya. Mengingat semua itu Sky semakin kalap.
__ADS_1
Shobir yang melihat Selin mendelik mengambil sesuatu dan mengayunkan pada Sky.
Settt..
Uhuk..
“Tuan Shobir, jangan macam macam padaku.”
“Anda yang macam macam tuan Luis. Apa maksud anda tiba-tiba saja masuk seperti pencuri dan ingin membunuh Selin.” Teriak Shobir di hadapan Sky. Sementara Selin yang sakit dadanya dan lehernya, dia tambah lagi tubuhnya lemas turun dari ranjang dan menyambar pakaian Shobir dan memakainya. Dia harus pergi dari sini, sebelum Sky mengetahui kebohongannya dan membunuhnya.
“Ingin lari dari ku nona.” Geram Sky yang membelakangi Selin.
Selin kaget dia menoleh dan menggelengkan kepalanya mendengar suara dingin Sky di telinganya.
“Tuan aku_”
Dor..
Akrr..
Shobir kaget bukan main melihat Selin tergeletak bersimbah darah di atas lantai. Sky berbalik menatap Selin dengan mata tajamnya.
“Tuan.” Ringis Selin merasakan panas di betisnya yang terkena peluru panas Sky.
Sett..
“Katakan padaku, apa saja yang kau katakan pada istri ku nona.”
Ahkk..
Selin menggelengkan kepalanya pada Sky. Sementara Sky terkekeh melihat gelengan kepala Selin. “Apa aku harus memotong lidahmu terlebih dahulu nona.” Kekeh Sky mengeluarkan pisau lipatnya dan menekan ujungnya pada garis pipi Selin.
Sementara Selin, jelas saja menjerit ketakutan melihat sebuah pisau lipat di tangan Sky. Di tambah lagi rasa perih di wajahnya. Selin tau pisau itu yang sudah melukainya. Selin tak berani menoleh ke samping sedikitpun.
Shobir yang melihat sisi lain Sky untuk pertama kalinya mundur kebelakang. Sky terlihat seperti psikopat yang haus darah. Apalagi saat melihat wajahnya yang tertawa, dia seperti srigala yang mendapatkan buruannya. Tubuhnya bergetar dan lemas melihatnya.
Srekk..
Akkk...
“Katakan padaku nona, apa yang aku katakan pada istri ku hemm.” Geram Sky yang melihat Selin masih bungkam. Sky membenci keadaan ini. Apalagi mengingat Freya yang sudah berulang kali memintanya cerai darinya.
Selin semakin menjerit kesakitan saat betis yang terkena peluru, di tekan oleh Sky.
__ADS_1
“A_ku hanya menga_takan punya anak tu_an.” Aku Selin meringis merasakan sakit yang luar biasa di kakinya dan pergi di wajahnya. Mendengar itu wajah Sky semakin mengeras. Dia mengepalkan tangannya, pasti Freya berpikir semua itu benar. Apalagi Selin juga pernah mengatakannya sebelumnya.
“Lalu.. “ tanya Sky belum puas mendengar jawaban dari Selin. Dan Selin menjerit, saat Sky menekan lukanya lagi.
“Berbagi,” jawab Selin cepat tak ingin Sky semakin menekan lukanya.
Sementara Sky mengerut keningnya mendengar ucapan Selin. Berbagi... Tak lama kemudian Sky mengeraskan rahangnya.
Akk..
“Tu_an.” Jerit Selin.
“Kau pikir bisa menipuku nona, aku bukan pria yang bisa kau tipu nona. Benih ku terlalu mahal untuk kau tampung.” Tukas Sky menekan ujung pisau miliknya lagi di paha Selin. Dan tak lama terdengar suara jeritan nyaring di telinga siapa saja yang berada di dalam kamar hotel. Bahkan suara Selin terdengar dari luar kamar hotel.
Calvin hanya menggelengkan kepalanya mendengar suara jeritan wanita di telinganya. Calvin yakin tuannya sedang berbuat gila di dalam.
Sementara Shobir yang melihat dengan kedua matanya semakin gemetar ketakutan. Melihat bagaimana Sky mengoyak daging paha wanita yang semalam bercinta dengannya. Bukan hanya paha, tapi Sky juga menancapkan pisau lipatnya di wajah Selin. Seketika perut Shobir yang mual kali ini melihat banyaknya darah yang muncrat dari tubuh Selin dan bahkan mengenai wajah Sky.
Sky mengusap wajahnya yang terkena darah Selin dia berdiri dan berbalik. Sky menipiskan bibirnya melihat Shobir duduk bersandar dengan tubuh ketakutan.
Sky berjalan mendekati Shobir, dan Shobir yang melihat Sky mendekatinya semakin gemetar ketakutan. Apalagi melihat pisau yang berlumuran darah segar masih di tangan Sky.
“Tuan Lu_is sayaaa.”
Jleb..
Hah...
Tubuh Shobir berkeringat dingin saat sebuah pisau melayang ke arahnya. Dia memejamkan matanya takut bukan main.
Sementara Sky berdiri di depan Shobir dan tersenyum miring.
“Apa istri dan anak anda tau, anda sering datang kemari tuan.” Seru Sky tak lama Sky berdecak sendiri menyadari kebodohannya. Tentu saja istri dan anaknya tak tau. Sky mendengus, sejak kapan dia bodoh.
“Tu_an jangan bunuh saya.” Hibanya menjatuhkan dirinya di hadapan Sky. Sky hanya melirik sekilas dan tersenyum penuh kemenangan.
“Cih.. Jangan macam macam dengan ku atau aku juga akan menghabisimu sepertinya.” Tukas Sky melirik ke arah Selin yang tergeletak bersimbah darah.
“Tidak tuan, jangan bunuh saya.” Seru Shobir semakin gemetar ketakutan mendengar ancaman dari Sky.
Tak lama kemudian, dia melangkah lebar keluar dari kamar hotel. Sky membiarkan begitu saja Shobir di dalam kamar hotel. Sky yakin Shobir tak akan berani macam macam dengannya. Pria tua itu pasti takut dia akan membongkar perselingkuhannya pada keluarganya. Jelas saja Shobir tak ingin ketahuan istri dan anaknya jika dia sudah berselingkuh bersama wanita yang menjadi sekertaris putranya.
__ADS_1