Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 42# Berselingkuh


__ADS_3

Sampai di dalam kamar, Requella melepaskan pakaian miliknya dan berjalan mendekati Sky yang duduk di atas ranjang. Sky menatap wanita yang berjalan berlenggak lenggok mendekatinya dengan tubuh polosnya.


Sky masih menatap datar wanita yang tersenyum dan berjongkok di depannya. Sky tau apa yang akan dilakukan padanya, menyenangkan dirinya tentunya.


Mata Sky terpejam saat merasakan sentuhan tangan lentik itu di area pahanya.


"Berapa pria yang sudah memasuki mu nona.?" Tanyanya tiba tiba, entah apa yang Sky pikirkan saat ini. Tak biasanya Sky bertanya hal yang remeh seperti ini. Bukankah ini sebenarnya tak penting untuk Sky, yang penting bagi Sky adalah hasratnya terpenuhi.


Requella berjengit kaget, dari mana Luis tau jika sudah banyak pria yang menjamah tubuhnya.


"Tuan, aku memang bukan wanita perawan. Tapi aku bisa pastikan jika anda akan tergila gila dengan permainanku."


Tangannya membuka kain yang menutupi senjata Sky dan mengeluarkannya. Requella tersenyum lebar melihat milik Sky yang meresponnya. Dia memegang dan menggerakan naik turun lidahnya bergerak hendak menyapu milik Sky tapi Sky membuka matanya lalu mendorongnya hingga terjengkang kebelakang.


"Aku tak tertarik padamu."


Requella yang terjengkang shock tak percaya mendengar penuturan Sky. Apalagi saat melihat Sky menutup kembali miliknya Requella tak percaya melihatnya. Dia mendekati Sky dan mendorong tubuh Sky ke atas ranjang lalu menindihnya.


Bruk..


"****.."


"Tuan anda belum mencobanya, lalu kenapa anda mengatakan jika aku tak menarik untuk anda."


Brukk..


"Aw.. "


"Brengsek.."

__ADS_1


Sky melepaskan kemeja miliknya dan membuangnya di depan wanita yang tersungkur di lantai. Wajah Sky mengeras dan berjongkok mencengkram erat dagu Requella.


"Sudah ku katakan jangan menyentuhku."


Sky melepaskan kasar dagu Requella dan berjalan keluar dari kamar. Sedangkan pria yang menjadi rekan bisnis Sky berdiri dari duduknya.


"Tuan apa anda akan duduk di sini. Kita bisa menunggu mereka di luar." Ucapnya pada Calvin.


Calvin hanya melirik ke samping, mendengar penuturan pria yang menjadi rekan bisnis tuannya. Tak lama mereka berdua menoleh ke samping saat mendengar pintu yang terbuka. Rekan bisnis Sky kaget melihat Sky yang keluar dari dalam. Apa mereka sudah bercinta, baru sepuluh menit tak mungkin rasanya mereka bercinta secepat itu.


Calvin yang melihat tuannya keluar dari kamar menatap aneh pada tuannya. Calvin juga berpikir sama dengan rekan bisnis tuannya. Jika malam ini tuan Sky bermain sebentar. Apalagi belum ada sepuluh menit tuannya keluar lagi dari kamar itu.


"Tuan.."


Rekan bisnis Sky menatap Sky yang baru keluar dari kamar yang tak jauh dari mereka. Dia menoleh ke belakang Sky dan tak mendapati keponakannya. 


Sky berjalan keluar tanpa menoleh ke arah rekan bisnisnya, apalagi menjawab pertanyaannya. Dan Calvin mengikuti tuannya dari belakang dengan hati yang bertanya tanya.


Brakk.. 


Calvin berjengit mendengar pintu mobil yang tertutup kencang. Begitupun dengan bodyguard nya mereka aneh melihat wajah tuannya yang di tekuk dan sepertinya tak baik baik saja. 


Di dalam mobil Sky memijit kepalanya yang pusing. Ternyata Freya sangat berbahaya untuknya. Sebelumnya Sky sama sekali tak mengingat jika dia sudah menikah. Itu sebabnya dia menginginkan wanita itu dan ingin bercinta dengannya. Tapi tiba-tiba saja bayang bayang Freya yang merintih di bawah kungkungannya datang tiba-tiba menyadarkan dirinya. 


"Kau menang Freya.."


Sky mendengus mengingatnya, dia melepaskan kemeja miliknya dan membuangnya keluar jendela. Bukan hanya kemeja, Sky bahkan melepaskan celana bahan miliknya dan sama membuangnya keluar jendela. Sky berpikir jangan sampai dia membawa bau wanita lain yang menempel di tubuhnya.


Calvin dan sopir yang melihat tuannya hanya melirik ke belakang dari kaca spion. Mereka tak tau kenapa tuannya membuka pakaian miliknya dan membuangnya keluar. 

__ADS_1


"Sial.. "


Gerutu Sky, mengendus tubuhnya sendiri. Takut jika aroma tubuh wanita itu tertinggal di tubuhnya. Sky menyambar paperbag di sampingnya dan mengeluarkan pakaian miliknya lalu memakainya. 


Sampai di mension mewahnya Sky berjalan lebar menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Sampai di dalam kamar Sky shock melihat Freya sudah berdiri di depan pintu. Sky salah tingkah melihat Freya, hidungnya mengendus tubuhnya lagi. Dia seperti ketahuan berselingkuh dari Freya, dan sedang di hakimi oleh Freya. 


Padahal Freya berdiri di depan pintu karna ingin keluar dari kamar Sky. Dia ingin membersihkan dirinya setelah seharian dia tertidur dan makan di dalam kamar Sky. Tapi Freya kaget melihat pintu kamar yang tiba-tiba saja terbuka dan terlihat pemilik kamar berdiri di depan pintu. 


"Tuan_"


"Aku tidak melakukan apapun."


Freya memicingkan matanya, mendengar penuturan Sky. Tak lama Freya tersenyum sinis pada Sky. Freya tau apa yang baru saja Sky lakukan. Apalagi jika bukan bercinta dengan wanita di luar sana. Freya berjalan keluar dari kamar Sky. Sky menarik tangan Freya, dan menariknya lalu mendorong tubuh Freya ke tembok dan mengukungnya.


"Apa yang kau pikirkan,?"


Freya menatap manik hitam Sky yang sangat dekat dengannya.


"Memangnya apa yang saya pikirkan tuan.?"


Sky melepaskan Freya, lalu freya berjalan keluar. Tapi lagi lagi Sky menghentikan langkah Freya.


"Kau bisa membersihkan dirimu di kamar mandi ini."


Tanpa banyak bicara Freya berjalan masuk ke dalam. kamar mandi Sky dan menutup pintunya kencang.


Brakk..


"****.."

__ADS_1


Sky berjengit mendengar pintu yang tertutup rapat. Dia mengusap dadanya yang kaget mendengar pintu yang tertutup rapat oleh Freya.


"Gadis itu sudah berani padaku."


__ADS_2