Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 67# Peringatan untuk Venus


__ADS_3

“Menjauh dariku..” Teriak Freya.


“Sayang.. “ Panggil Sky melihat Freya berontak dan berteriak ketakutan.


Freya membuka matanya dan menangis segukan melihat Sky berdiri di depannya. Sky juga melepaskan ikatan tali di tangan Freya. Freya langsung mengalungkan tangannya di leher Sky dan mengaitkan kedua kakinya.


“Sutt.. Sudah kubilang jangan pergi dari ku.” Kata Sky balik memeluk Freya. Sky bisa merasakan tubuh Freya yang bergetar ketakutan.


Freya tak menjawab ucapan Sky dia menyembunyikan wajahnya di leher Sky dan menangis. Sky membawa Freya keluar dari kamar pengap dan kotor tempat Freya di kurung.


Gigi Sky gemerutuk menahan emosi pada Heidher. Ayahnya yang sudah membuat Freya ketakutan dan lagi mereka ingin memperkosa Freya. Sky tau wanita itu sengaja melakukan semua ini.


“Venus, aku akan membalasmu.”


*


Venus tersenyum lebar saat semua rencananya berjalan dengan baik. Dia menghubungi sahabatnya dan berjanji akan pergi ke club malam. Tak sampai dua puluh menit kemudian, Venus mengakhiri sambungan teleponnya pada sahabatnya.


Meski kecewa Sky menolaknya, tapi setidaknya Venus bisa menyingkirkan gadis sialan itu dari Luis. Dan Luis akan menjadi miliknya sepenuhnya.


“Gadis itu pasti akan bunuh diri.”


Venus tertawa membayangkan Freya yang akan bunuh diri karna sudah di gilir oleh mereka semua. Venus memang sengaja mengatakan pada Heidher agar menjauhkan Freya dari Luis dan Heidher mengangguk mengiyakan . Tanpa pikir panjang Venus mengatakan pada anak buah Heidher agar menjauhkan Freya dari Luis. Jika dia masih melawan, Venus mengatakan pada mereka jika mereka bisa melakukan apa saja pada Freya termasuk memperkosanya.


Tentu saja anak buah Heidher mengangguk mengiyakan. Mereka hanya bepikir jika gadis itu berniat jahat pada tuan mudanya dan ingin merebut tuan mudanya dari Venus.


Di tambah lagi jika, Heidher juga meminta mereka agar menculik Freya dan menjauhkan Freya dari tuan mudanya sampai pernikahan tuan mudanya dan calon istrinya berlangsung.


“Sayang kau mau kemana.?’ Tanya Aneta melihat putrinya yang sepertinya akan pergi.


“Aku ingin pergi sebentar mom.”


Venus mendekati ibunya dan mencium pipi ibunya lalu pergi begitu saja dengan perasaan bahagia.


Aneta menggelengkan kepalanya melihat putrinya yang sepertinya sedang senang hari ini. Aneta berpikir semoga saja putra Heidher mencintai putrinya. Entah kenapa dia merasa jika Luis sama sekali tak menginginkan putrinya. Terlihat jelas di mata Luis jika dia sama sekali tak menginginkan Venus.


“Semoga mereka baik baik saja.”


*

__ADS_1


Venus dan teman temannya sedang berpesta di dalam club. Sudah berapa gelas wine yang masuk kedalam lambung Venus. Tapi Venus masih menikmati sentuhan air yang memabukkan dan terasa panas di tenggorokannya. Tubuhnya sesekali berlenggak lenggok mengikuti suara musik yang terdengar nyaring di dalam club.


“Ve...Aku tak pernah melihatmu berjalan bersama dengan tuan Luis.” Tanya salah satu sahabatnya, yang di angguki sahabatnya yang lain.


Venus tersenyum mendengar pertanyaan sahabatnya. Dia tak menjawab pertanyaan mereka, biarkan saja mereka berpikiran buruk dan berpikir jika dia berbohong akan menikah dengan Luis. Yang jelas Venus sudah tau jika dia akan menikah dengan Luis, pria idamannya.


“Ve..”


Sahabat Venus melirik ke arah pria yang berdiri di samping Venus. Venus mengikuti arah pandang sahabatnya. Venus berdecih melihat pria yang berdiri di sampingnya. Pria yang sangat Venus benci dan Venus hindari dan dia adalah Marcel adik tiri Luis.


Venus seketika menyesal kenapa dulu dia pernah menyukai Marcel. Tapi berkat Marcel juga Venus bisa mengenal Luis.


“Nona kau yakin kakak ku akan tertarik dengan wanita sepertimu.” Sinis Marcel pada Venus.


Venus mengepalkan tangannya, dia menoleh kembali pada Marcel. Dan melayangkan tatapan tajamnya.


“Jangan pernah mencampuri urusanku.” Desis Venus pada Marcel.


“Aku tidak mencampuri urusanmu nona. Aku hanya mengingatkan mu agar jangan terlalu berharap yang terlalu tinggi nona.” Jawab Marcel menatap Venus tajam. Marcel masih mengingat bagaimana Venus dulu mengemis padanya dan setelah itu Venus menghinanya bahkan membandingkan dengan pria lainnya dan itu kakak Luis.


Setelah mengatakan itu Marcel berlalu pergi dari hadapan Venus dan para sahabatnya. Sementara sahabatnya menatap Venus penuh tanda tanya. Mereka tak tau apa maksud Marcel pada Venus.


“Cih, aku tak sudi mempunyai kekasih seperti Marcel.”


Venus mengepalkan tangannya mendengar perkataan sahabatnya. Dia mengumpat Marcel yang tiba-tiba saja datang menemuinya dan membuat modnya seketika jadi buruk.


Tak lama kemudian Venus bangkit dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan teman temannya. Venus melangkah ke arah belakang dan masuk ke dalam kamar mandi. Sampai di dalam kamar mandi, Venus membasuh wajahnya dengan air dan memperbaiki riasannya.


“Kau kemana saja baby, aku merindukan mu.”


Venus terkesiap dan tubuhnya menegang saat tiba-tiba saja seseorang memeluknya dari belakang. Venus mendongak dan shock melihat siapa pria yang memeluknya.


“Kau..”


Cup..


*


Sky menggendong Freya yang tertidur dan masuk ke dalam kamarnya. Sky tau jika Freya pasti kaget dan shock. Sampai di kamarnya Sky membaringkan tubuh Freya di atas ranjang.

__ADS_1


Tangan besarnya melepaskan pakaian atas Freya dan menggantinya dengan pakaian tidur. Kemudian Sky melepaskan rok milik Freya dan mengeraskan rahangnya saat melihat bekas merah di paha Freya.


Dadanya kembali bergemuruh menahan emosi yang luar biasa saat matanya lagi lagi melihat Freya tanpa memakai kain dalam. Sebelumnya Sky memang sudah tau, tapi saat melihat bekas merah di paha Freya seketika darahnya kembali mendidih.


“Brengsek..”


Sky berjalan menjauh dari Freya dan keluar dari kamarnya.


Bug


Brakkk..


Bug..


Bodyguard yang berdiri tak jauh dari kamarnya menjadi sasaran Sky. Sky menghajar mereka satu persatu hingga babak belur. Emosi membayangkan mereka yang menjamah tubuh Freya hingga bagian dalam Freya. Freya pasti sangat ketakutan dan semua itu karna anak buahnya yang tak becus.


Calvin yang mendengar suara ribut ribut berlari menaiki anak tangga menghampiri suara gaduh di lantai atas.


Calvin shock melihat empat bodyguard terkapar dengan wajah dan mulut berdarah. Bukan hanya itu Sky juga menyayat wajah mereka dengan pisau di tangannya.


“Tuan.. “


Tring...


Lagi lagi Calvin di buat shock oleh tuannya yang tiba tiba saja melemparkan pisau di tangannya ke arahnya. Calvin menoleh ke belakang dia mana pisau tuannya menancap di dinding.


Gluk..


Calvin menelan ludahnya kasar dan perlahan berbalik menoleh ke arah Sky.


“Tu_an..”


Calvin melototkan matanya melihat Sky sudah di degannya. Jelas saja Calvin kaget dan tubuhnya bergetar ketakutan. Matanya melirik ke arah empat bawahannya yang tergeletak tak berdaya.


“Singkirkan wanita sialan itu.”


Calvin menganggukan kepalanya, dia melirik ke samping dia mana pisau yang sangat mengkilap dan berwarna merah menyentuh lehernya.


“I_ya tuan..”

__ADS_1


.


__ADS_2