Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 111# Menembak Heidher


__ADS_3

Ara terbangun dan kaget melihat Elard ada di sampingnya. Bibirnya mencebik dan siap menangis kencang. Tapi Elard menggendongnya terlebih dahulu sebelum Ara benar benar menangis kencang.


“Princess cantik kenapa nangis, jangan takut oke. Uncle punya boneka banyak, apa princess mau.” Rayu Elard menggendong Ara di tangannya. Entah kenapa Elard mengatakan pada Ara, uncle, seharusnya kakak bidan bukan uncle. Mengingat jika dia putra angkat Sky, itu artinya Ara seharusnya memanggil dirinya kakak bukan uncle. Tapi Elard sudah lebih dulu mengajari Ara memanggilnya uncle.


Ara menatap Elard yang menggendongnya dan bibirnya tak jadi menangis. Mata bulatnya, menatap wajah Elard yang banyak terkena luka gores.


Elard tersenyum lebar, meski tangannya sakit dia tak akan menurunkan Ara dari gendongannya. Apalagi dia tak jadi menangis.


Cup.. Cup..


Elard gemas melihat pipi cabi Ara, sudah sejak tadi dia menahannya dan sekarang dia tak menyia nyiakan kesempatan mencium pipi Ara di depannya. Itu sebabnya dia menunggu gadis mungil ini sampai terbuka matanya. Gemas dan lucu, seperti boneka dengan bibirnya yang sangat kecil tapi nyaring saat berteriak.


Ara terkekeh geli dan tak lama dia tertawa terbahak saat Elard tak berhenti menciumnya dan lagi Elard mencium ketiaknya. Itu sebabnya dia tertawa lebar dan menjerit agar Elard melepaskannya.


Hi.. Hi..


“Uncle, geli.. “ teriak Ara menggigit pipi Elard, dan saat itu juga Elard menghentikan tawanya. Tak lama mereka berdua tertawa lagi sampai memenuhi kamar milik Ara. Hingga beberapa menit kemudian mereka berdua baru menghentikan tawa mereka.


Cup..


“uncle sepelti daddy,” ucap Ara saat Elard menghentikan ciumannya.


“Seperti daddy,” Beo Elard mengerutkan keningnya.


Ara menganggukan kepalanya mengiyakan. Bibirnya tersenyum lebar lalu kemudian Ara memajukan bibirnya dan mencium Elard. Elard tertawa renyah melihat Ara yang sangat lucu.


“Benarkah sayang, uncle seperti daddy..”


Ara mengangguk mengiyakan lagi ucapan Elard. Tangannya melingkar di leher Elard yang menggendongnya.


“Ala mau susu.” Rengeknya pada Elard dan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Elard.


Elard tersenyum dan mencium kepala Ara, tangannya mengelus Ara dan berkata iya. Elard membawa Ara keluar dari kamarnya. Sesekali dia meringis saat tangannya yang masih sakit menopang tubuh kecil Ara.


Sampai di lantai bawah Elard mendengar suara yang sangat di kenalnya. Dia berjalan mendekati ruang tamu dan telinga tajamnya samar samar mendengar suara Heidher. Elard menatap Heidher tak percaya dengan apa yang di dengarnya saat ini. Heidher mengatakan istri daddynya wanita murahan. Dan lagi Heidher mengatakan ingin membayar Freya agar mau meninggalkan daddynya. Apa kepergian freya dulu karna kakeknya. Apa daddynya tau tentang ini. Kenapa kakeknya jahat sekali.


Dia memang baru mengenal Freya beberapa jam yang lalu. Tapi dia bisa melihat mana yang baik dan mana yang hanya ingin menjadi benalu dan parasit. Dan Venus yang kakeknya bilang istri, dia adalah wanita tak tau malu yang sebenarnya.


Elard berbalik dia tak ingin mereka tau jika dirinya menguping pembicaraan mereka. Dan Elard tak sengaja melakukannya tadi.


Ara yang mendengar suara ibunya mengangkat wajahnya dan menoleh.


“Mommy..”

__ADS_1


Freya dan Heidher menoleh ke sumber suara. Freya melotot melihat putrinya ada di depannya dan terlebih lagi dia bersama Elard yang menggendongnya.


Heidher mematung melihat balita yang bersama Elard. Gadis mungil yang dengan rambut kemerahan dan pipinya yang cabi.


Siapa dia? Dan kenapa dia ada bersama Elard. Di mension putranya.


Heidher melirik ke arah Freya, tidak mungkin jika wanita di depannya adalah putri dari Freya.


“Mom Ala mau susu.”


*


Sky berlari masuk ke dalam mension mewahnya dan menaiki anak tangga. Dia berteriak memanggil Freya dan Elard, tapi tak ada sahutan yang dia dengar. Sky tak menemukan keberadaan Freya di kamarnya dan kamar putrinya.


Wajah Sky merah padam membayangkan Heidher yang lagi penyebab Freya kabur darinya lagi.


Prang ..


“Aku akan membunuhmu Heidher..” teriakan Sky menggema di seluruh mension mewahnya. Sky menghancurkan apa saja yang ada di depan matanya.


Setengah jam yang lalu, bawahannya mengatakan jika Heidher datang ke mension ini. Itu sebabnya, setelah bertemu Marcel Sky tak jadi ke perusahaan dan kembali pulang. Freya dan putrinya sudah tak ada lagi di mension. Di tambah lagi Elard juga tak ada.


“Tuan..”


Brakk..


Bodyguard yang menjaga Freya menghantam lemari hias tak jauh dari sana. Sky menendangnya dalam satu kali tendangan hingga menghantam lemari kaca. Padahal dia datang untuk memberitahukan pada tuannya jika Freya serta kedua anaknya baik baik saja.


Akk..


“Aku akan membunuhmu jika aku tak menemukan istri dan anak-anak ku brengsek.” Umpat Sky meninggalkan bodyguard yang tergeletak di lantai dengan kondisi yang sangat menyedihkan. Berjalan masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan mensionnya bersama dengan Calvin yang mengendarai mobilnya.


“Apa aku harus membunuhmu Heidher.” Gumam Sky sedih mengingat ayahnya selalu saja membuatnya sengsara tanpa Freya. Selama ini dia sudah menahannya saat mengetahui jika ayahnya sendirinya lah yang menjadi alasan di balik kepergian Freya. Sky masih diam karna dia tak ingin lepas kontrol membunuh ayahnya sendiri meski hatinya sangat ingin melakukannya.


Tapi sekarang Heidher lagi lagi menjadi penyebab kepergian Freya dan putrinya. Di tambah lagi dimana Elard sa’at ini.


Tak sampai satu jam mobil yang di kendari Calvin sampai di mension Heidher. Sky keluar dari mobilnya dan melangkah lebar masuk ke dalam mension Heidher dengan senjata di tangannya. Kali ini Sky tak bisa lagi mengampuni Heidher. Sudah cukup selama ini dia diam dan menuruti Heidher.


Dia pikir saat mengetahui jika ayahnya sendiri lah yang menjadi penyebab kepergian Freya. Heidher tak akan lagi mengusiknya, tapi dia kembali mengusik dirinya lagi.


Dor.. Dor..


Bruk.. Brukk

__ADS_1


Imelda berteriak melihat dua pengawal suaminya jatuh meregang nyawa karna Sky menembaknya. Dia mundur kebelakang saat melihat tatapan mata tajam Sky padanya. Apalagi dia berjalan mendekatinya. Tubuh Imelda gemetar ketakutan. Ya dia takut dengan putra tirinya. Tapi kadang dia ingin melawan dan menyingkirkan Sky karna tak memiliki bagian harta Heidher. Tapi melihat tatapan matanya saja, nyatanya Imelda sudah gemetar ketakutan.


Sky memang pria yang menyeramkan dan tak mudah dia singkirkan. Dari dulu, dia dan putranya Marcel nyatanya masih bertahan dan menerima keputusan Heidher jika Ausky Luis lah yang menjadi pewaris tunggal semua hartanya.


Padahal sudah berulang kali Imelda ingin menginginkan Sky dan menguasai semua harta Heidher. Tapi lagi lagi seorang Sky tak bisa dia kalahkan begitu saja. Sudah berbagai macam cara dia lakukan, hingga meminta Venus untuk bekerja sama dengannya juga sudah dia lakukan tapi hasilnya sama, nihil.


“Apa kau sudah bosan hidup nyonya. Selama ini aku diam melihat kelakuanmu dan putramu, dan lagi adikmu yang selalu meminta mu uang. Apa aku harus melenyapkan kalian semua. Katakan padaku dimana Heidher brengsek.” Teriak Sky menodongkan senjatanya pada Imelda.


Imelda sangat ketakutan, kakinya sampai lemas dan keringat dingin sudah membasahi seluruh tubuhnya.


“Imelda..” teriak Sky lagi.


“Luis..”


Sky berbalik dan tersenyum miring mendengar teriakan Heidher Yang berdiri di belakangnya. Dia mengangkat senjatanya pada Heidher dan memejamkan matanya.


“Apa sampai detik ini aku selalu kurang menyenangkan mu Heidher. Kenapa kau selalu melakukan ini padaku. Katakan padaku, apa kurangnya aku Heidher. Kau sudah membuat Freya pergi dari ku dan kau lagi lagi membuat Freya pergi lagi dari ku Heidher.” Ucap Sky membuka matanya dengan nafas yang memburu menahan emosi.


Heidher diam mendengar penuturan Sky. Sky tau jika dia lah penyebab kepergian Freya dulu.


“Kali ini aku tak akan mengampunimu Heidher.” Lirih Sky membesarkan hatinya,


Click..


Dor..


Brukk..


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2