Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab.168# Melahirkan


__ADS_3

Cup..


“Sky..”


Sky terkekeh saat mendengar rengekan Freya, dia tambah lagi Freya mencubit pinggangnya kecil. Sky tau Freya malu saat ini, dan Sky tak peduli dengan tatapan semua orang yang melihat ke arahnya.


Kakinya melangkah lebar menuju parkiran dimana mobilnya dan Calvin menunggunya. Dan kembali pulang ke mension mewahnya, karna Freya tak ingin meninggalkan Ara sendiri. Sebenarnya Sky juga tak tega meninggalkan Ara di mension bersama Heidher.


 Selain Ara yang manja, ayahnya juga sudah tua. Sky takut jika Ara akan meminta gendong terus pada Heidher yang sudah tua.


Sampai di mension mewahnya hari sudah malam. Sky keluar dari mobil dan menggendong Freya lagi.


“Sky aku bisa sendiri,” kata Freya tak ingin Sky menggendongnya lagi.


“Diamlah sayang, aku tak ingin terjadi sesuatu dengan mu dan kandungan mu.” Sahui Sky menggendong Freya lagi dan membawanya masuk ke dalam mension mewahnya. Freya hanya pasrah saat Sky kembali lagi menggendongnya. Berontak pun akan membuat Sky marah padanya.


“Sky kenapa kau membawa Freya pulang.” Todong Heidher keluar dari salah satu kamar di lantai bawah. Dia kaget melihat putranya membawa Freya kembali pulang. Apa yang di pikirkan Sky saat ini. Apa dia bodoh.?


Sky melirik kearah ayahnya, sementara Freya menundukkan wajahnya malu. Tentu saja, Freya sangat malu luar biasa. Apalagi jika bukan karna kejadian pagi tadi hingga dia di larikan ke rumah sakit. Beruntungnya hanya kram dan tak terjadi apa apa.


“Freya ingin pulang.” Jawab Sky acuh membawa Freya menaiki anak tangga. Meninggalkan Heidher yang menatap ke arahnya gondok. Apalagi Sky tau saat ini Freya masih malu bertemu Heidher.


“Apa Luis bodoh.” Umpan Heidher berjalan menuju dapur mengambil air minum. Bibirnya terus menggerutu mengumpat Sky.


“Awas saja jika terjadi sesuatu pada cucuku, ku bunuh kau Luis.” Umpatnya lagi.


Sementara Sky membaringkan Freya dia ranjang besar di kamarnya. Dia mengecup bibir Freya sekilas dan menarik selimut.


“Apa kau ingin sesuatu sayang.?” Freya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan suaminya. Tatapan matanya menatap ke arah pintu kamarnya, mencari keberadaan putrinya. Dia takut Ara menangis dan mencarinya.


“Ara sudah tidur bersama daddy sayang.” kata Sky membaringkan tubuhnya di samping Freya dan membawa Freya ke dalam pelukannya. Sky tau, jika putrinya sudah tidur bersama dengan Heidher. Jelas saja dia tau, mension ini miliknya dan apa yang dia tak tau, tentang mension mewahnya, termasuk Heidher yang menidurkan Ara.


Sky tak menyangka jika Heidher akan jauh lebih sayang pada putrinya. Dia pikir Heidher akan menolak Ara. Selain dia terlahir dari rahim wanita yang tak di inginkan olehnya, dia juga lahir sebagai perempuan.

__ADS_1


Sky pikir Heidher menginginkan cucu laki-laki. Tapi ternyata dia salah telah menuduh ayahnya sendiri. Heidher jauh lebih sayang pada Ara. Hampir setiap hari dia datang ke mension mewahnya mengunjungi putrinya dan akan kembali pulang saat hari menjelang malam.


“Apa daddy tak marah, padaku.” Tanya Freya mendongak menatap pada Sky.


Sky tersenyum lebar dan mengecup bibir Freya sekilas.


“Daddy menyanyanginya.” Freya menganggukan kepalanya mendengar penuturan Sky. Dia mengencangkan pelukannya pada Sky dan memejamkan matanya yang mengantuk, karna hari hampir larut malam.


*


“Kau akan tidur disini.” Tanya Sky yang menuruni anak tangga, setelah Freya tertidur pulas.


Heidher menoleh ke arah putranya, yang baru menuruni anak tangga. Rahangnya mengetat saat mendengar pertanyaan putranya padanya.


“Kau mengusir ku.” Seru Heidher mengikuti Sky masuk ke dalam salah satu kamar dimana Ara tertidur pulas. Heidher menghembuskan nafasnya perlahan saat tak mendengar jawaban dari putranya. Bibir tuanya terus menggerutu mengumpat Sky.


Sky tersenyum melihat putrinya yang meringkuk memeluk bonekanya yang jauh lebih besar darinya. Dia mendekati Ara dan mengecup keningnya. Mengelus kepala Ara dan kembali menciumnya bertubi-tubi.


“Dia tak ingin kembali padaku, dia sangat membenciku.” Sahut Sky lirih dan tersenyum masam.


“Kau tak mengatakan alasannya.” Imbuh Heidher, ya Heidher tau siapa Elard yang sebenarnya. Meski dia sudah tua, tapi dia tau semuanya tentang putranya. Dia bukan pria tua yang bodoh, apalagi dia juga seorang mafia dulunya.


“Tetap saja aku yang sudah membunuhnya dad.” Jawab Sky lirih.


“Luis.._”


“Dia akan mengerti suatu saat dad. Aku yakin Lion akan kembali padaku suatu saat nanti. Dia juga akan memaafkan aku nanti. Dia masih remaja dan jiwa mudanya masih tinggi. Biarkan saja dia memilih dan menilainya sendiri.” Potong Sky melangkah keluar.


“Kau keras kepala.” Serunya melihat Sky keluar dari kamar.


Sky tak menggubris umpatan ayahnya. Dia berjalan kembali menaiki anak tangga dan masuk ke dalam kamarnya. Sky masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya yang lelah.


 Tak sampai lima belas menit Sky keluar dari kamar mandi dan masuk ke dalam ruang ganti. Memakai boxer di tubuhnya dan menyusul Freya tidur di atas ranjang dan menjemput mimpi bersama istri tercintanya.

__ADS_1


*


Beberapa bulan berlalu..


Sky melangkah lebar memasuki restauran termahal di pusat kota. Calvin dan dua bodyguard nya mengikutinya dari belakang.


Sampai di dalam ruang VIP tatapan mata Sky menyipit dan bibirnya tersenyum tipis melihat siapa yang duduk menunggunya. Sky melangkah mendekati pria yang menatap ke arah lain.


Calvin dengan cekatan menarik kursi untuk tuannya.


“Lama tak bertemu tuan Dava.” Sapa Sky mendudukkan bokongnya di kursi yang tersedia.


“Ya..” Jawab Dava dengan nada yang biasa. Seolah dia tak mengenal pria yang duduk di depannya. Padahal jantungnya berdegup lebih kencang antara gugup ,takut dan malu menjadi satu.


“Kupikir kita tak akan bertemu lagi, rupanya Tuhan masih mempertemukan kita.” Kekeh Sky tersenyum penuh kemenangan. Tentu saja, beberapa bulan berlalu, Dava tak pernah menunjukkan batang hidungnya padanya. Hanya Devan yang sering datang membahas tentang kerja sama mereka.


 Ya sejak Dava menemuinya, Sky menjalin kerja sama lagi bersama dengan Devan. Dia juga tak ingin melihat pria tua itu luntang lantung mencari investor asing untuk bekerja sama. Sky tau Dava pasti tak akan berbuat ulah lagi padanya. Dan terbukti, selama beberapa bulan Dava tak pernah menggantikan Devan saat meeting bersama dan baru kali ini Dava menunjukkan batang hidungnya padanya.


“Daddy yang menyuruhku.” Jawab Dava masih bergetar. Sky tersenyum semakin lebar melihat Dava yang mengusap keningnya yang berkeringat.


“Sapu tangan untukmu.” Tawar Sky tersenyum lebar.


“Tidak terima kasih tuan, bisakah kita mulai meetingnya.” Sahut Dava yang di angguki oleh Sky. Sky masih tersenyum saat melihat tangan Dava yang bergetar.


Baru beberapa menit mereka berdua mulai meeting. Ponsel Sky bergetar di sampingnya. Sky melirik ke arah Dava dan tersenyum lebar.


“Maaf dari istriku.” Ucap Sky tersenyum bangga menatap ke arah ponselnya.


“Tidak masalah tuan.” Jawab Dava tersenyum tipis pada Sky. Sebenarnya jantungnya masih berdebar saat mengingat wanita itu. Wanita yang sudah membuatnya jatuh cinta. Tapi sayangnya dia istri dari sang penguasa, mana mungkin Dava akan kembali mengusik Sky. Pria yang pernah menunjukkan kuasanya saat itu dan hampir saja membuat perusahaan ayahnya bengkrut.


Sky menekan tombol hijau di ponselnya dan menempelkan ponselnya di telinga.


“Apa melahirkan,”

__ADS_1


__ADS_2