
Sudah seminggu lamanya Sky tak kembali ke mension mewahnya. Freya duduk di ruang tamu menundukkan wajahnya sambil meremas dress miliknya. Tubuhnya bergetar ketakutan melihat tatapan tajam Heidher padanya.
“Apa yang kau pikirkan nona. Apa kau berpikir jika putraku benar-benar mengakuimu. Lihat itu,dan kau bisa menyimpulkannya sendiri. Kau sama sekali bukan wanita pilihan Luis. Dialah wanita yang Luis cintai, wanita yang lebih cantik darimu dan tentunya dia bukan wanita murahan seperti mu.” Tukas Heidher menatap Freya yang menundukan wajahnya.
Bibir Heidher tersenyum miring, dia yakin jika Freya akan pergi dari mension putranya.
“ Apa kau tak sadar, jika dia benar-benar mencintaimu dan menginginkan mu, Luis akan mengadakan pesta untuk pernikahannya. Dan kau masih berharap jika putraku akan mengakuimu di tempat umum.” Oanjutnya lagi menatap Freya yang duduk di depannya.
Heidher baru tau jika saat ini Sky tak ada di mension. Itu sebabnya Heidher pergi ke mension putranya. Dan menghasut Freya agar pergi dari putranya. Heidher sama sekali tak menyukai Freya, wanita murahan yang di beli oleh Sky. Orang tua mana yang ingin putra satu satunya menikah dengan wanita liar sepertinya. Semua orang tua ingin yang terbaik untuk putranya tentunya.
Heidher semakin gencar memojokan Freya. Dia tak ingin saat Luis kembali nanti Freya masih tinggal di mension Luis. Heidher ingin Freya pergi dari mension mewah Luis sekarang juga.
Freya semakin menundukkan wajahnya, air matanya mengalir deras tanpa permisi. Benarkah jika Sky tak pernah menginginkannya. Jadi benar jika suaminya hanya menganggap dia wanita yang harus memuaskannya. Ya Freya masih ingat saat terakhir kali Sky menyentuhnya. Bahkan milik Freya masih sedikit sakit sekarang.
“Pikirkan baik baik, kau masih muda, berbeda dengan Luis. Apa kau hanya ingin menghabiskan sisa hidupmu menjadi wanita penghangat ranjang putraku. Sementara putraku sendiri memiliki wanita yang lebih cantik darimu.”
Freya mendongak menatap mata Heidher. Ya benar apa yang di katakan Heidher. Apa dia hanya ingin menghabiskan sisa hidupnya menjadi penghangat ranjang Sky. Sementara Sky sendiri memiliki kekasih yang sangat cantik. Lalu bagaimana dengan dirinya nanti saat kekasih datang dan dia sudah jatuh cinta pada Sky.
Heidher berdiri dari duduknya dengan senyum kemenangan. Dia yakin jika wanita itu akan keluar dari mension mewah putranya. Tak lama kemudian Heidher melangkah keluar mension mewah Luis dan kembali pulang ke mension mewahnya.
Sementara Freya menatap jauh ke depan dengan tatapan kosong. Dadanya sesak melihat foto di tangannya. Foto Sky dan seorang wanita yang saling berpelukan dengan posisi yang sangat intim. Ya Freya tau siapa wanita ini. Wanita yang sama yang Freya temukan di lemari Sky bersama dengan sebuah cincin berlian di dalamnya.
__ADS_1
Freya berulang kali mengusap wajahnya. Hatinya sungguh sakit, membayangkan selama ini Sky ternyata hanya menganggap nya wanita pemuas nafsunya saja.
Freya terkekeh pedih, dia berdiri menuju kamarnya dengan langkah gontai membawa foto di tangannya dari Heidher. Entah darimana Heidher mendapatkan foto ini, mungkin saja Sky dan wanita itu sudah sangat dekat satu sama lainnya. Dan mereka berencana menikah, terlihat Sky memeluk wanita cantik ini sangat posesif.
Freya lagi lagi terkekeh kecil sampai kamarnya, Freya masuk ke dalam kamar mandi dan mengguyur tubuhnya. Menangis sejadi-jadinya di dalam kamar mandi. Meratapi nasibnya yang malang selama ini.
Sesak dan sakit di perlakukan Sky seperti ini. Bodohnya Freya yang tak sadar jika dari dulu dialah yang memaksa Sky untuk menikahinya. Bukankah dia sudah tau jika dia hanya penghangat ranjang. Lalu kenapa saat orang lain yang mengatakannya Freya sangat sakit.
Dijual dan di jadikan patner ranjang oleh seorang pria dewasa. Kenapa Freya harus berharap lebih, kenapa juga dia tidak berkaca jika sejak awal dia hanya menjadi boneka hidup Ausky Luis.
“Sadar Freya.”
Sudah seminggu ini Sky sama sekali tak menghubunginya. Dia pergi tanpa pesan sedikitpun sebelumnya. Freya tak tau Sky pergi kemana. Yang jelas saat Freya bertanya pada penjaga, tak ada yang mengatakan kemana Sky pergi saat ini.
Tak lama Freya terkekeh kecil, bagaimana Sky menghubunginya. Ponsel saja Freya tak punya, bagaimana pria itu akan menghubunginya. Tapi setidaknya ada telepon di mension ini, apa dia tak bisa menelponnya.
“Apa aku sama sekali tak berarti untukmu tuan. Apa aku harus pergi dari sini.”
Freya meremas baju panjang miliknya. Mengangkat wajahnya dan mengusap air matanya. Dia berbalik dan melangkah ke luar kamarnya. Freya menoleh ke kiri dan kanannya, ya saat malam dan siang tak ada penjaga dan pelayan di dalam mension mewah Sky. Baik bodyguard juga mereka tak ada di mension. Entah kemana perginya mereka saat jam istirahat seperti ini.
Mereka bilang mereka ada di paviliun. Dan Freya tak memusingkan semua. Freya menatap pintu salah satu ruangan.
__ADS_1
Dahinya mengkerut , dia ingat jika ruangan itu sering di datangi Sky dan Calvin. Freya tak tau itu ruangan apa.
Freya melanjutkan langkahnya menuju dapur. Tapi tak lama Freya berhenti dan menoleh kembali ke arah pintu yang tak jauh darinya.
Entah dari mana keberanian freya saat ini, kaki kecil Freya melangkah mendekati pintu ruangan. Selama ini Freya tak tau ruangan apa itu.
Freya di buat terkejut saat mendapati ruangan ini memakai sandi. Freya mendesah kasar, dari seluruh ruangan hanya ini yang Freya tau apa. Tak lama Freya mengerutkan keningnya saat mengingat sesuatu. Freya berlari ke kamar Sky lagi.
Tangannya mencari keberadaan kotak yang pernah di lihat sebelumnya. Freya bernafas lega saat menemukan kotak itu. Dia membukanya dan mengambil foto di dalamnya.
Jantungnya berdetak cepat melihat foto di tangannya. Freya terkekeh kecil membandingkan wanita di foto ini dengan dirinya sendiri. Sangat jauh berbeda darinya. Dia wanita yang sangat anggun dan sangat cantik. Terlihat dari tubuh dan semua yang di kenakannya. Freya bisa melihat wanita ini bukanlah wanita sembarangan.
Pantas saja Sky sangat mencintai wanita ini. Ternyata dia wanita yang sangat cantik. Terlihat jelas dari foto yang Heidher berikan padanya. Freya membalikkan foto di tangannya dan tak lama freya mengembalikan foto itu di tempatnya semula.
Freya mengusap pipinya yang basah dan kembali lagi keluar kamar dan pergi ke ruangan itu.
Tangan Freya gemetar saat dia menekan tombol di sampingnya. Freya menoleh ke kiri dan kanannya dan tak lama pintu terbuka.
Freya melangkah perlahan masuk ke dalam ruangan Sky. Menoleh kembali kebelakang dan menutup pintunya kembali secara perlahan saat tak mendapati penjaga. Tak lama kemudian Freya berbalik.
Deg...
__ADS_1