
“I_ya tuan.. “ Jawab Calvin pada Sky yang menodongkan pisau tajam miliknya di lehernya.
Mendengar jawaban Calvin, Sky menjauhkan pisau di tangannya pada Calvin dan berbalik masuk ke dalam kamarnya. Tak perduli dengan bodyguardnya dan Calvin.
Sementara Calvin menatap kasihan pada bodyguard yang tergeletak di lantai dengan wajah yang menyedihkan. Calvin tau jika semua itu karna nona Freya. Calvin sendiri tak tau apa yang terjadi pada nona Freya. Apa mereka melakukan kekerasan pada nona Freya, Calvin sama sekali tak tau.
“Bangun dan obati luka kalian.”
“Baik tuan..”
Sementara di dalam kamar, Freya duduk bersandar di atas ranjang. Freya terbangun karna mendengar suara gaduh dari luar. Freya pikir dia ada di mana ternyata dia ada di kamar milik suaminya. Freya menundukkan kepalanya melihat jika tubuh bagian bawahnya tak memakai apapun. Freya masih ingat, saat salah satu dari mereka merobek **********.
“Sayang kau bangun.”
Freya melirik ke arah pintu yang terbuka dan menampilkan wajah suaminya. Freya tak menjawab pertanyaan Sky, dia masih mengunci bibirnya shock dengan kejadian kemarin. Hanya matanya yang menatap ke arah Sky yang berjalan mendekatinya.
“Ada apa, hem.” Freya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan suaminya.
“Apa kau baik baik saja sayang.” Tanya Sky lagi saat tak mendapatkan jawaban dari Freya.
“Iya.. "
Sky menatap mata Freya yang sembab, dan mengecup keningnya. Lalu Sky berjalan ke arah kamar mandi mengambil air untuk mengompres memar di paha Freya. Sky membawa air hangat untuk Freya dan mengelap paha Freya dengan telaten.
Sementara Freya masih mengunci bibirnya, entah apa yang ada dalam fikiran Freya saat dia kembali pulang kemari. Melihat Sky yang merawatnya dengan telaten.
Freya berjengit kaget saat Sky tiba-tiba saja membaringkan tubuhnya.
“Istirahat lah jangan pikirkan macam macam.”
“Siapa mereka, apa mereka menculik ku.” Sky menatap mata Freya, dia mengusap kepala Freya lalu kemudian menutupi tubuh Freya dengan selimut.
“Bukan siapa-siapa.” Jawab Sky tanpa menoleh pada Freya.
Freya menganggukan kepalanya, dia tau jika seseorang mengincarnya dan mungkin saja ingin membunuhnya. Apa mungkin ayah suaminya yang melakukan semua ini. Dia ingin menyingkirkan dirinya. Freya tersenyum kecut mencoba menghilangkan pikiran buruknya pada pria tua itu yang menjadi ayah mertuanya.
*
“Brengsek..”
Venus mengumpat saat dia terbangun di dalam kamar hotel mewah bersama dengan pria yang menemuinya di dalam kamar mandi di dalam club malam. Entah bagaimana caranya dia bisa berakhir di sini tanpa pakaian bersama pria di sampingnya.
__ADS_1
Venus yakin jika semalam dia baru saja bercinta dengan pria di sampingnya. Tapi sialnya Venus sama sekali tak mengingatnya. Semalam dia sangat mabuk dan tak ingat apa apa.
Venus mengumpat lagi pria yang bersamanya. Masih terasa jika miliknya terasa lengket dan tak nyaman. Venus bangkit dari ranjang tapi pria di sampingnya menarik tangannya hingga Venus jatuh kembali diatas kasur.
Bruk..
“Brengsek..”
Venus berontak saat pria di sampingnya menindih tubuhnya. Sementara pria di atas tubuh Venus mengeratkan giginya emosi melihat Venus berontak padanya.
“Aku merindukanmu, kita akan bercinta sepanjang hari, sampai aku bosan.” Ucapnya menyatukan milk mereka berdua dan menghentakkan pinggulnya.
Venus mengeratkan giginya emosi mendengar penuturan pria yang menindih nya. Tak lama kemudian dia mendesah di bawah kungkungannya.
“Ahh.. Brengsek..”
Sett..
“Ulangi sekali lagi, siapa yang brengsek sayang, hemm.” Tanyanya bergerak liar menghujam Venus. Hingga Venus meringis merasakan sakit di area sensitifnya.
Dia tersenyum puas melihat Venus meringis dan mendesah di bawah kungkungannya. Dia terus bergerak memompa tubuh Venus, hingga hampir satu jam kemudian dia mengakhiri percintaannya dengan Venus pagi ini.
Venus lagi lagi mengeratkan giginya emosi, dalam hati mengumpat pria brengsek yang seenaknya saja menghujam nya dan masih di atas tubuhnya.
“Dari mana kau tau.”
Dia tertawa terbahak mendengar pertanyaan bodoh Venus. Dia melepaskan penyatuan nya pada Venus dan berdiri dengan tubuh polosnya mendekati meja yang tak jauh dari ranjang. Tangannya mengambil satu batang nikotin lalu menyalakan korek.
“Lanjutkan pernikahan mu. Aku akan membiarkan mu menikah dengannya.”
Venus mengepalkan tangannya mendengar penuturan pria yang duduk di atas sofa. Venus bangkit dan melilitkan selimut di tubuh polosnya dan berjalan ke kamar mandi.
Melihat Venus berjalan ke kamar mandi, dia tersenyum miring membayangkan Venus yang akan menikah dengan pria yang sangat di bencinya. Tak lama dia mengepalkan tangannya membayangkan bagaimana dulu Luis yang sudah membunuh kekasihnya.
“Tunggu pembalasan ku Luis Romanov.”
*
Keesokan harinya...
Freya menggeliat kan tubuhnya di dalam pelukan Sky. Freya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sky yang banyak di tumbuhi bulu bulu halus. Mencari posisi hangat dan nyaman dalam tidurnya.
__ADS_1
Sky sendiri yang bangun dari tadi membiarkan Freya. Hingga beberapa menit kemudian Freya kembali terbangun saat merasakan pergerakan sesuatu di bawah sana. Freya mendongak melihat sang empu yang sudah membuka matanya dan menatap ke arahnya.
“Kau membangunkannya.”Nada serak khas bangun tidur Sky terdengar di telinga Freya. Freya bergidik dan menjauhkan tubuhnya. Sky tertawa melihat bibir Freya yang mencebik.
“Akk..”
Freya berteriak saat tubuhnya di angkat oleh Sky ke atas tubuhnya. Freya memukul dada bidang Sky dengan tangannya.
“Sayang diamlah kau semakin membangunkannya.”
“Turunkan aku..”
Tok Tok Tok..
Sky menoleh ke arah pintu yang di ketuk. Dia berdecak sebal mendengar pintu yang di ketuk oleh pelayan.
Cup..
“Diam di kamar dan jangan keluar dari sini oke.”
Freya menganggukan kepalanya mendengar kata Sky. Sky menurunkan Freya dari atas tubuhnya dan menyambar jubah tidur miliknya lalu memakainya. Sky menoleh ke arah freya yang mesih mencebikkan bibirnya. Sky tersenyum mendekati Freya kemudian mencium bibir Freya sekilas.
“Jangan kemana-mana, hemm.” Freya tersenyum dan menganggukan kepalanya. Tak lama Sky keluar dari dalam kamarnya meninggalkan Freya yang masih bergelung di dalam selimut. Freya turun dari atas ranjang dan masuk ek dalam kamar mandi, mengguyur tubuhnya yang lelah sambil memikirkan kejadian kemarin saat dirinya di culik.
*
Sky menatap wanita yang datang bersama Heidher ke dalam mension mewahnya. Lalu kemudian melirik ke arah Calvin yang menundukkan wajahnya. Sky berjalan mendudukkan tubuhnya di atas sofa di depan kedua tamunya.
Sementara Venus menelan ludahnya saat melihat Sky yang hanya memakai jubah tidur di tubuhnya. Venus membayangkan bagaimana tubuh Sky yang polos di balik jubah miliknya.
“Ada apa.?”
Heidher menghembus nafasnya kasar mendengar pertanyaan Sky. Sementara Venus berjengit kaget dan salah tingkah.
“Kau masih bertanya Luis, sebentar lagi kau menikah dengan Venus. Apa kau akan berdiam diri di dalam mension mu.”
“Lalu..”
“Venus mengajakmu fitting baju pernikahan.”
Sky tersenyum miring melihat Venus yang duduk gelisah di atas sofa. Sky tau apa yang di inginkan Venus. Sky berdecih melihat Venus yang meremas dress miliknya sendiri.
__ADS_1
“Terserah dia.”