Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 96# Kebohongan Freya


__ADS_3

 


Sky mengusap wajahnya kasar mengingat betapa brutalnya dia tadi menggahi Freya hingga Freya tak sadarkan diri karna ulahnya. Saat ini Freya ada di salah satu mension mewahnya.


“Bagaimana dengan Freya.”


“Nona sudah sadarkan diri tuan.”


Sky menganggukan kepalanya mendengar jawaban Calvin. Dan tak lama Sky mendesah kasar, Elard belum siuman dan Freya sakit karnanya. Sky sendiri tak percaya jika  dia akan bertindak gila tadi. Bagaimana tidak, Freya sudah menghianati nya bersama pria lain yang lebih muda darinya. Terlebih saat yang di lihatnya tadi.


 Freya menyimpan banyak susu formula di dalam lemari. Itu artinya Freya memiliki anak dari pria lain. Apa Freya sudah menikah dengan orang lain lagi. Tapi rasanya tidak mungkin. Apa Freya memiliki hubungan gelap dengan pria lain dan mungkin saja suami wanita lain hingga Freya menyembunyikan anaknya.


Lalu dimana anak Freya, apa Freya sengaja menyembunyikan anaknya darinya. Atau anak Freya bersama dengan pria yang menjadi ayah dari anaknya. Dan yang lebih parahnya lagi Freya menyembunyikan anaknya karna hasil dari hubungan gelap. Ya itu bisa jadi, karna di apartemen dia sama sekali tak melihat anak Freya.


“Cari dimana selama ini Freya tinggal Calvin dan bersama siapa anak Freya saat ini.”


“Baik tuan..”


*


Vincent gelisah mencari Freya yang menghilang entah kemana. Bukankah hari ini seharusnya Freya datang ke perusahaan. Lalu dimana Freya saat ini.


Dia sudah mencari Freya sampai berkeliling kota, takut jika Freya akan kesasar dan tak tau jalan pulang ke apartemen. Vincent kembali lagi melajukan mobilnya mencari keberadaan Freya.


Sementara Freya yang berada di salah satu kamar mengerutkan keningnya saat melihat tiga wanita berpakaian sama berdiri tak jauh dari.


Freya menoleh ke kiri dan kanannya, saat dia menyadari jika memang benar jika saat ini dia ada di kamar lainnya bukan apartemen miliknya.


Freya kemudian mengingat kejadian semalam dan pagi tadi. Nafas Freya memburu saat mengingat Sky yang brengsek, menjamah tubuhnya tanpa ampun. Dan sekarang dia terbangun di ranjang dan kamar yang lain. Apa saat ini dia ada di bawah kendali Sky lagi. Freya mengepalkan emosi. Dia tak bisa menjadi budak pria brengsek yang sudah menghancurkannya.


Freya menyingkap selimut tebal yang menutupi tubuhnya. Kemudian  Freya bangkit dari ranjang dan meringis merasakan perih dan sakit di pangkal pahanya.


“Nona, anda tak di ijinkan tuan keluar dari kamar.!”


Freya tersenyum masam, ini sudah jelas jika Sky yang membawanya kemari.


“Menyingkir dari ku, aku mau pulang.”


“Tidak nona, anda tak di ijinkan kemana mana.”


“Menyingkir dariku atau kalian akan tau akibatnya. Apa kalian mau tuan kalian ribut bersama istrinya, karna sudah menyembunyikan wanita lainnya, heh.” Geram Freya mengepalkan tangannya emosi.

__ADS_1


Sementara tiga pelayan menundukkan wajahnya dalam. Mereka berpikir apa yang di katakan wanita yang di bawa tuannya adalah benar. Bagaimana jika mereka di hukum, jika tuannya bermasalah dengan istrinya.


“Biarkan aku pergi, aku tak akan melaporkan kalian pada istrinya.” Lanjut Freya berjalan tertatih keluar dari kamar.


Sementara tiga pelayan bingung dengan semua ini. Mencegah takut salah, membiarkan juga takut salah. Tak lama slaah satu pelayan mengejar Freya dan menghadangnya lagi.


“Nona.”


“Apa kalian ingin merusak rumah tangga majikan mu.”


“Tapi,”


“Aku akan baik baik saja.”


Tukas Freya berjalan sedikit cepat menuruni anak tangga. Freya tak ingin mereka berubah pikiran lagi dan mencegahnya keluar dari mension ini.


Sampai di luar Freya mendesah kasar saat menemukan penjaga. Freya berjalan tenang keluar dari mension.


“Nona.” Freya memejamkan matanya mendengar panggilan untuknya.


Freya menoleh dan menatap dia penjaga di depannya.


“Apa kalian bisa mengantarku, sampai pintu gerbang. Aku ingin membeli keperluan wanita.”


Mereka berdua menoleh satu sama lain. Dan Freya mendesah kasar.


“Apa kalian ingin tuan mu marah, antar aku.”


“Baik nona.”


Salah satu penjaga mengantarkan Freya ke pusat perbelanjaan. Freya turun dari dalam mobil yang mengantarnya dan berjalan masuk ke dalam toko yang tak terlalu besar.


“Nona..” Panggilnya tapi freya sudah lebih dulu pergi meninggalkannya. Sampai di dalam, Freya bernafas lega. Freya menoleh ke belakang dan berjalan menghampiri pegawai toko di mana jalan belakang.


Tak lama pegawai toko mengatakannya dsn Freya tanpa basa basi berjalan menuju di mana arah yang di tunjukkan pegawai tersebut. Freya menghentikan taksi yang lewat dan masuk ke dalam dan pergi ke apartemen miliknya.


Di dalam taksi Freya mendesah lirih saat merasakan miliknya yang masih nyeri. Dia mengumpat Sky yang sudah keterlaluan padanya.


Sampai di dengan apartemennya Freya keluar dari dalam taksi dan melepaskan sebelah anting miliknya.


“Apa ini kurang tuan.” Supir taksi meggelengkan kepalanya mendengar penuturan Freya. Dia mengulurkan tangannya dan mengambil anting dari Freya.

__ADS_1


Tak lama Freya berbalik dan berjalan masuk ke dalam apartemen miliknya. Sampai di dalam apartemennya Freya mencari ponselnya dan lagi lagi dia mendesah kasar saat Sky ternyata sudah mnghancurkan ponsel miliknya.


Freya berjalan masuk ke dlam kamar mandi dan setelah itu dia akan pergi membeli ponsel baru. Freya merintih di dalam kamar mandi saat miliknya terasa sangat sakit dan perih. Nafasnya memburu menahan emosi pada Sky. Ya dia harus keluar dan membeli pencegahan kehamilan juga. Dia tak ingin benih Sky tertinggal lagi di dalam rahimnya.


*


Freya keluar dari apartemennya dan kaget saat mendapati Vincent ada di degannya.


“Sayang kau dari mana, aku mencarimu kemana-mana.” Tanya Vincent khwatir pada Freya.


Freya menggigit bibirnya sendiri gugup. Bagaimana dia mengatakan pada Vincent, jika dalam sehari semalam saja banyak yang terjadi pada dirinya. Seketika Freya menyesal telah datang kemari lagi. Demi pekerjaannya dia kembali lagi kemari dan akhirnya harus bertemu lagi dengan pria brengsek yang menjeratnya lagi.


“ Maaf Vin ponselku rusak.” Kilah Freya menghindari tatapan mata Vincent.


Vincent mengerutkan keningnya mendengar jawaban Freya padanya. Tapi tak lama Vincent menganggukkan kepalanya.


“Aku ingin membeli ponsel dan menelpon mommy, dia pasti sudah menelpon ku.”


“Baiklah ayo aku akan mengantarmu.”


Vincent merangkul bahu freya dan pergi mencari apa yang Freya butuhkan. Vincent tak akan bertanya pada freya kemana sebelumnya dan kenapa dia tak pergi ke perusahaan.


*


Sky yang berada di dalam perusahaan miliknya mengepalkan tangannya mendengar jika Freya tak ada di mension mewahnya. Dan yang membuat Sky marah dan emosi saat mendengar jika Freya kabur lagi dari mension dan bertemu Vincent.


“Freya.... “ Geram Sky dengan gigi yang gemerutuk menahan emosi.


Tak lama kemudian Venus masuk begitu saja ke dalam ruangan Sky. Seperti biasanya, Venus akan memakai pakaian yang seksi.


“Luis semalam kau kemana aku mencarimu.” Tanya Venus tiba-tiba dan menyipitkan matanya.


Emosi Sky semakin memuncak saat mendengar pertanyaan Venus.


“Apa kau tak melihatnya jika Elard sakit, heh.” Sentak Sky pada Venus.


Venus berjengit kaget dan menundukkan wajahnya. Mengutuk kebodohannya sendiri yang lupa dan bodoh. Tentu saja Luis tak akan pulang kembali ke mension karna bocah sialan itu. Semoga saja bocah itu mati saja, selain dia menjadi benalu dia juga sudah merebut perhatian Luis darinya.


 


 

__ADS_1


__ADS_2