Dendam Cinta Sang Pewaris

Dendam Cinta Sang Pewaris
Bab. 167# Permintaan maaf


__ADS_3

Imelda duduk gelisah di ruang tunggu di depan ruang VIP. Dia duduk bersama dengan Marcell di sampingnya. Tangannya berkeringat dingin, dan takut bukan main.


Tak lama Imelda berjengit kaget mendengar pintu yang terbuka dan menampilkan Luis berdiri menatap ke arahnya.


“Bagaimana dengan keadaan Freya.” Tanyanya lirih, menundukkan kepalanya takut melihat tatapan Luis padanya.


Sky tak menjawab, dia melangkah meninggalkan mereka berdua dan pergi mencari pesanan Freya. Sky tau mereka berdua tak akan macam macam pada Freya.


Sementara Imelda yang melihat Sky pergi melirik ke arah Marcel.


“Apa tak masalah jika kita masuk.” Marcel tersenyum dan berdiri. Mereka berdua mendekati pintu dan masuk ke dalam ruangan Freya.


 Freya yang mendengar pintu terbuka menoleh kearah pintu dan tersenyum tipis melihat ibu tiri suaminya dan putranya.


“Bagaimana dengan keadaan mu.” Tanya Imelda mendekati Freya. Dia mengedarkan pandangannya mencari keberadaan suaminya. Dan ternyata Heidher tak ada di sini. Mungkin saja Heidher ada di mension mewah Sky bersama dengan putri Sky.


Memang benar Sky meminta Heidher kembali pulang ke mension. Karna rumah sakit tak baik untuk putrinya.


Freya tersenyum mendengar pertanyaan Imelda yang terdengar ragu ragu. “Aku baik baik saja.” Sahut Freya pada wanita paruh baya di depannya. Matanya melirik ke arah Marcel yang berdiri di samping ibunya.


Entah kenapa Freya merasa Marcel sedikit berbeda. Selain menjadi pendiam, dia juga merasa Marcel menjaga jarak dengannya.


*


Sementara Sky  dia kembali lagi saat tak membawa ponsel miliknya. Bagaimana dia tau, apa yang di pesan Freya. Sementara pesanan Freya sudah dia catat di dalam ponsel miliknya.


Sky kembali lagi melangkah lebar mendekati pintu ruang VIP milik Freya.


Clek..


Baik Imelda dan Marcel mereka berdua sama sama kaget mendengar suara pintu yang terbuka. Mereka bertiga menoleh ke arah Sky termasuk Freya yang heran melihat Sky kembali lagi.


“Ada apa.?” Tanya Freya pada suaminya.


“Freya mommy lupa ada arisan siang ini... Ayo Marcel antar mommy arisan.” Imelda menarik tangan putranya dan buru buru pergi dari sana sebelum Sky mengusirnya. Beruntung jika Sky hanya mengusirnya dari ruangan istrinya. Bagaimana jika Sky mengusirnya dari mension mewah suaminya. Imelda tak bisa membayangkan hal ini.

__ADS_1


“Ada apa dengan mereka.” Tanya Freya bingung melihat Ibu mertuanya dan Marcel pergi terburu-buru tanpa menunggu jawaban darinya.


“Jangan pikirkan mereka.” Jawab Sky mencium kening Freya.


Freya menoleh ke arah Sky saat mendengar jawaban suaminya. Dia mendesah lirih dan menggelengkan kepalanya. Rupanya hubungan mereka sama sekali tak pernah membaik dan masih terlihat kaku. Entah apa yang mereka pikirkan sebenarnya, Freya tak tau.


*


Sky menatap pria yang berdiri dan menundukkan kepalanya di depannya. Tak lama Sky menarik sudut bibirnya ke atas saat melihat kedua tangan Dava yang terkepal.


“Ada perlu dengan ku.” Tanya Sky dingin dan membuka laptop di depannya.


“Jangan batalkan kerja samanya tuan.” Sahut Dava mendongak menatap Sky yang menatap ke arah laptop miliknya. Dadanya bergemuruh ingin mengumpat Sky. Tapi apa dayanya saat pria yang duduk di kursi kebesarannya jauh lebih berkuasa darinya.


Tak ada yang bisa Dava lakukan saat ini. Dia hanya bisa meminta dan memohon pada Sky agar jangan membatalkan kerja samanya dengan perusahaan ayahnya yang sudah terjalin bertahun tahun.


“Apa ayahmu yang meminta mu datang kemari tuan Dava.?” Sahut Sky masih menatap laptop di depannya.


“Tidak, saya sendiri yang ingin bertemu dengan anda tuan.” Memang Dava sendiri yang ingin menemui Sky. Dia tak ingin melihat ayahnya kesana kemari mencari investor asing untuk bekerja sama dengannya.


“Tidak sama sekali tuan.” Jawab Dava menahan rasa emosinya.


Sky terkekeh mendengar nada jawaban Dava padanya. Dia berdiri dari duduknya dan melangkah mendekati Dava.


“Akan aku pikirkan.” Ucap Sky tersenyum menatap Dava. Dan Dava yang mendengar jawaban Sky menghembuskan nafasnya lega. Setidaknya Sky tak akan membatalkan kerja samanya bersama dengan ayahnya.


“Jangan pernah bermain main padaku Dava. Ini kesempatan terakhir untukmu.” Ancam Sky mengibaskan tangannya mengusir Dava dari ruangannya.


Dan Dava bernafas lega mendengar ucapan Sky di telinganya. Tanpa menunggu lama dia berbalik dan pergi meninggal Sky di ruangannya.


Sementara Sky berdecih melihat punggung Dava yang berjalan menghilang di balik pintu ruangannya. Bibirnya menggerutu dan mengumpat Dava.


Lagi lagi dia menerima kerja sama dengan musuhnya. Ya Sky menganggap Dava adalah musuhnya. Selain dia ingin merebut istrinya. Dava juga terang terangan menatap Freya dengan pandangan memuja.


Tentu saja Sky tak akan membiarkan hal itu terjadi. Freya miliknya dan akan tetap menjadi miliknya. Baik Dava ataupun orang lain tak ada yang boleh menatap Freya dengan mata mereka. Hanya dia yang boleh menatap kecantikan Freya.

__ADS_1


Andai saja bukan putra dari Devan Sky mana sudi bekerja sama lagi dengan mereka.


“Menyebalkan.” Gerutu Sky keluar dari ruang CEO miliknya dan kembali ke rumah sakit.


Sepanjang jalan Sky hanya menggerutu dan mengumpat Dava. Bodyguard dan supir hanya melirik ke arah tuannya yang terus menggerutu. Mereka heran, sejak kapan tuannya suka menggerutu sendiri. Semenjak menikah tuannya jauh lebih aneh dari sebelumnya yang hanya memasang wajah datar dan dinginnya.


Kali ini tuannya sering menggerutu dan menyebalkan menurut mereka.


Sampai di rumah sakit, Sky melihat Freya yang tidur di ranjang bed. Sky mendekati Freya dan mengecup bibir Freya sekilas.


Cup..


Merasakan ada yang menciumnya Freya membuka matanya. Dia tersenyum menatap ke arah suaminya.


“Maaf sayang, kau terbangun.” Sesal Sky melihat Freya membuka matanya.


“Aku ingin pulang Sky. Ara pasti mencariku.” Sky menggelengkan kepalanya mendengar permintaan Freya. Tak lama Sky mendesah lirih melihat tatapan Freya yang memohon padanya.


“Baiklah tapi kau harus janji padaku, jangan menggendongnya.” Imbuh Sky mengecup bibir Freya sekilas. Sky tak bisa menolak keinginan Freya. Cintanya terlalu besar pada Freya, apapun akan Sky lakukan untuk Freya.


“Bukankah ini salahmu Sky.” Gumam Freya lirih dan masih terdengar di telinga Sky. Sky melirik ke arah Freya dan tersenyum tipis.


Sky sendiri sangat menyesal telah berbuat bodoh. Andai terjadi sesuatu pada Freyadan janinnya. Sky pasti tak akan memaafkan dirinya sendiri. Beruntungnya Freya dan janinnya baik baik saja saat ini.


“Untuk saat ini, tuan di sarankan tidak boleh menyentuh istri anda terlebih dahulu. Kandungan nyonya masih sangat ren_”


“Aku sudah tau.” Potong Sky mendengus, tak lama Sky meringis saat mendapatkan cubitan dari Freya di pahanya. Sky menoleh dan tersenyum lebar pada Freya, menampilkan deretan giginya yang putih pada Freya yang di balas dengan delikan mata Freya.


Dokter tersenyum mendengar ucapan Sky.


“ Tuan dan nyonya bisa kembali satu minggu lagi tuan.”  Kata dokter menyerahkan foto hitam putih pada Sky.


Dan Sky menoleh kemudian menyambar foto di tangan dokter dan berdiri menggendong Freya lagi. Dia tak perlu berbasa-basi mendengar ocehan pria tua itu. Lagi pula mana mungkin dia akan membahayakan Freya dan janinnya.


“Sky turunkan aku.” Bisik Freya lirih, menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sky malu. Freya yakin saat ini dia menjadi pusat perhatian banyak orang.

__ADS_1


Cup..


__ADS_2