
"Brengsek.."
Prang...
Calvin berjengit kaget melihat lagi lagi meja kerja tuannya di sapu bersih oleh tangan besar tuannya sendiri. Laptop harga puluhan dolar beserta lembar kertas berhamburan di lantai. Jika sebelumnya, meja itu gempa karna nona Elvira, kali ini meja itu gempa oleh gadis yang jauh di bawah tuannya.
Gadis itu baru saja membuat tuannya mengamuk setelah hampir lima hari laptop di atas meja bertengger rapi. Tapi sepertinya dia harus mengganti lagi yang paten dan tak lepas dari meja saat tuannya menyapunya lagi dengan tangannya.
Sedangkan Freya yang baru keluar dari ruang Sky dan berlari. Tapi Freya menghentikan kakinya saat melihat empat pria yang berpakaian sama berdiri di depan pintu lift.
"Nona anda tak di ijinkan keluar dari sini."
Cegah salah satu dari mereka saat melihat Freya yang hendak menekan tombol lift.
Freya menoleh ke samping dan menoleh ke belakang.
"Tuan mu yang memintaku untuk membeli minuman dingin."
Freya mengutuk mulutnya yang bodoh, jelas jelas tadi di ruangan Sky ada kulkas di sudut ruangan. Apa kalau bukan minuman dingin isinya, kenapa dia bisa bodoh.
Ke empat bodyguard Sky mengerutkan keningnya mendengar ucapan Freya. Jelas saja. mereka berpikir jika Freya berbohong.
"Apa kalian tak percaya padaku, tuan kalian ingin minuman yang lain. Lihatlah ke belakang jika aku kabur darinya tuan kalian pasti sudah mengejarku bukan." Papar Freya menunjuk ke ruangan Sky.
Mereka kompak melihat ke arah pintu ruangan tuannya dan tak lama mereka bergeser membiarkan Freya masuk ke dalam pintu lift. Freya bernafas lega, dia menekan tombol dan masuk ke dalam lift dengan perasaan campur aduk. Semoga saja kali ini dia berhasil pergi dari pria itu dan kembali pulang kembali ke rumahnya.
__ADS_1
Ting..
Freya melangkah dengan kaki kecilnya tanpa menoleh ke kiri dan kanannya. Dia tak ingin membuat mereka curiga padanya, itu sebabnya dia melangkah dengan tenang keluar. Sampai di luar Freya bernafas lega, dia menoleh ke belakang dan berlari sejauh mungkin menjauh dari sana.
Sedangkan bodyguard yang berjaga di luar sama sekali tak tau jika gadis itu adalah tawanan tuannya.
"Mom, mommy dimana, Freya ingin pulang mom."
Lelah berlari Freya terduduk di sudut jalan gang kecil. Freya tak tau dia ada di mana saat ini. Dia benar-benar tak tau jalan pulang. Kota ini terasa asing baginya. Di tambah lagi tak membawa ponsel dan uang, dia benar-benar seperti orang hilang.
Menangis segukan, menyembunyikan wajahnya di antara kedua lututnya. Mengingat kenapa Kikan menjualnya di tempat pelelangan. Freya tak percaya jika ibunya akan menjualnya. Jika dia beban seharusnya cukup mengusirnya tanpa harus menjualnya juga.
Berpura-pura kuat dan bersikap layaknya wanita dewasa sungguh membuat Freya takut. Takut jika pria itu marah padanya dan menyiksanya. Apalagi selama ini Freya tak pernah berdekatan dengan seorang pria. Bersikap dewasa dan berkelas agar pria itu melepaskannya dan mengembalikan dirinya adalah keputusan akhirnya. Sebenarnya dia tak mau menikah apalagi dengan pria itu, Freya benar benar takut. Melayani pria itu kapanpun, itu yang membuat Freya takut. Apalagi dia masih muda dan dia sudah tua. Freya tak mau menjadi sugar baby pria itu.
*
"Di mana gadis itu bodoh.?"
Mereka berempat menudukan wajahnya saat menyadari kesalahannya. Gigi Sky gemerutuk menahan emosi yang kembali lagi memuncak. Bisa bisanya, mereka membiarkan Freya pergi begitu saja. Emosi yang sebelumnya padam tersulut kembali oleh mereka berempat. Sejak kapan mereka bodoh, apalagi di bodohi dengan seorang gadis.
Bug.. Bug...
Tak ada yang menghindar saat kepalan tangan Sky mendarat di wajah mereka masing-masing. Mereka hanya menudukan wajahnya menyadari kesalahannya. Sedangkan Sky mendekan tombol lift dan masuk ke dalam. Sky bersedih melihat bodyguard nya masuk bersamanya.
"Cari dia dan jangan kembali sebelum membawanya ke mension."
__ADS_1
"Baik tuan."
Calvin hanya melirik ke arah tuannya. Dia tau bukan ini yang membuat tuannya marah. Jika hanya mencari gadis itu Calvin yakin dengan menjentikan jarinya saja gadis itu sudah ada didepan matanya. Yang jelas bukan itu yang membuat tuannya marah. Tapi Calvin sendiri tak tau, apa yang membuat tuannya marah.
Ting..
Sky keluar dari lift dan berjalan keluar. Masuk ke dalam mobilnya yang di ikuti bodyguard nya. Kembali lagi ke mension mewahnya. Entah kenapa hari ini Sky tak bisa mengontrol emosinya. Freya gadis itu sudah berani mengejeknya.
Tentu saja Sky emosi saat melihat senyum sinis di bibir Freya padanya. Mengingat semua itu emosinya kembali lagi memuncak, bagaimana bisa gadis itu menertawakan dirinya.
"Brengsek.. "
Sampai di mension, Sky mengamuk di dalam mension mewah miliknya. Anak buahnya yang menjadi sasaran Sky kali ini. Dia menghajar mereka dengan membabi buta sampai babak belur.
Mereka yang tak tahu kesalahannya hanya bisa pasrah mendapatkan pukulan dari tuannya. Hingga tak lama seseorang menghampiri Sky jika Freya sudah di temukan.
"Bawa kembali padaku."
" Baik tuan.."
Mereka menganggukan kepalanya dan berbalik. Tapi tak lama suara Sky menghentikan mereka lagi.
"Aku yang akan pergi."
.
__ADS_1